NovelToon NovelToon
Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Romansa / Pihak Ketiga
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadya Ayu

“Menikahlah denganku, lahirkan keturunanku, dan aku akan membantumu.”

Penawaran dari Sagara dengan imbalan yang cukup fantastis membuat Lisa seakan mendapatkan angin segar di tengah tuntutan hutang yang menggunung. Namun, gadis itu tak memiliki cukup keberanian untuk mengambil tawaran itu karena Lisa tahu bahwa Sagara telah memiliki istri dan Lisa tidak ingin melukai perasaan istri Sagara.

Hingga akhirnya Lisa kembali dihadapkan pada kabar yang mengguncang pertahanannya.

Ia harus memilih antara menjadi istri kedua dan melahirkan keturunan Sagara dengan imbalan yang besar, atau mempertahankan harga diri dan masa depannya, tetapi ia harus kehilangan orang yang ia sayangi.

Lalu, bagaimana dengan keputusan Lisa? Dan apa sebenarnya yang buat Sagara akhirnya berpaling dari istrinya?

Yuk, ikuti terus kisah selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadya Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Zaki

Pagi sebelum pulang tadi, Lisa menyempatkan mendatangi ruangan dokter yang kebetulan baru saja tiba untuk menanyakan perkembangan sang ibu. Gadis itu bersyukur karena kesehatan ibunya semakin hari semakin membaik, dan dokter menginformasikan bahwa dalam tiga hari ini ibunya bisa pulang jika kondisinya sudah benar-benar stabil.

Dengan langkah cepat, Lisa berjalan menuju ke rumah yang pintunya masih terbuka. Di teras rumahnya tampak dua orang pria berbadan kekar tangah duduk dengan tatapan awas ke arahnya. Lisa tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, gadis itu pikir dua pria itu adalah anak buah Martha. Namun, sebelum Lisa berhasil membuka suara, tampak Leo berlari keluar rumah dan memanggilnya.

“Kak Lisa!”

“Leo? Kamu nggak apa-apa, Dek?”

“Aku baik-baik aja, Kak. Kan ada om-om ini yang jagain aku sama kak Liam,”

Ah, Lisa begitu lega mendengarnya. Ia lupa kalau tadi malam Sagara mengirimkan orang untuk menemani Adik-adiknya di rumah. Gadis itu menoleh ke arah dua orang itu kemudian mengangguk sopan.

“Anda orang suruhannya mas Saga? Terima kasih sudah menemani adik-adik saya,” ucap Lisa, tulus.

“Sama-sama, Nona. Sudah menjadi tugas saya melindungi keluarga Tuan Sagara,”

“Berhubung saya sudah pulang, kalian boleh pergi untuk beristirahat,”

Ke dua orang itu saling berpandangan. “Kami tidak bisa meninggalkan rumah ini tanpa persetujuan Tuan Saga, Nona.”

Lisa mengangguk, ia paham jika dua pria di hadapannya tidak akan menuruti perintah siapapun selain Sagara. “Ya, sudah, kalian istirahat saja di sini sebentar, saya akan menghubungi mas Saga. Saya tinggal masuk dulu, ya,”

“Baik, Nona.”

Lisa mengajak Leo untuk masuk ke rumah, gadis itu ingin membuatkan sarapan untuk adik-adiknya dan juga dua orang yang tengah berjaga di luar. Namun, alangkah terkejutnya gadis itu ketika melihat Liam bersama pria yang beberapa hari ini berusaha untuk ia hindari.

“Lis,”

“Mas Zaki?”

Pria berwajah manis yang usianya terpaut dua tahun di atas Lisa itu pun tersenyum, menyambut kedatangan sang kekasih yang sedari pagi ditunggu.

Lisa masih mematung melihat keberadaan sang kekasih, membuat pria itu gemas sekali. Dengan cepat pria itu beranjak dari duduknya dan menarik Lisa untuk duduk dekat dengan dirinya. Sementara Liam mengajak Leo untuk bersiap dan memberikan waktu untuk sang kakak berbicara berdua dengan Zaki.

“Mas dengar ibu baru saja mengalami kecelakaan, itu sebabnya mas ke sini, sekalian mau nengokin kamu karena beberapa hari ini kamu susah sekali dihubungi,” jelas pria itu tanpa diminta.

Jika dulu, Lisa begitu antusias akan kehadiran Zaki, tetapi tidak untuk hari ini. Lisa sengaja menjaga jarak dari Zaki karena pria itu sampai sekarang masih belum bisa membela dirinya di depan keluarganya.

Terlebih kemarin, setelah mendengar penuturan tetangganya yang menceritakan betapa ibu dari Zaki begitu menentang hubungan mereka, Lisa jadi berpikir ulang untuk kembali dekat dengan pria itu. Lagipula sebentar lagi dirinya akan menikah dengan pria lain, sehingga menjauh dari Zaki pun perlu dilakukan.

“Maaf, aku sibuk sekali, Mas. Em, apa mas nggak apa-apa datang ke sini pagi-pagi sekali? Bagaimana dengan keluarga mas Zaki?” tanya Lisa sembari menoleh ke arah Zaki.

Pria itu tersenyum manis, senyum yang dulunya begitu memikat hati Lisa. “Aku tiba di rumah subuh tadi, selesai subuh dan berjalan-jalan sebentar, aku langsung ke sini, jadi orang rumah tidak ada yang tahu,”

Jawaban pria itu benar-benar membuat Lisa menggeleng jengah. Ia baru sadar jika selama ini jawaban Zaki selalu seperti itu. Pria itu tidak pernah bilang ke keluarganya jika hendak berkunjung ke rumahnya dan ujung-ujungnya Lisa lah yang menjadi sasaran amukan dari ibu Zaki. Tentu saja, setelah pria itu kembali ke perantauan.

“Lain kali jangan seperti itu, Mas. Kamu tahu,'kan kalau keluargamu tidak menyukaiku, bagaimana jika setelah ini mereka semakin membenciku dan menuduhku yang bukan-bukan seperti yang lalu lalu?”

“Kamu, kok suudzon terus sama keluargaku, sih, Lis. Memang benar, mereka belum merestui hubungan kita, tapi kamu jangan menuduh keluargaku seperti itu! Di masa depan, keluargaku akan menjadi keluargamu juga. Jadi kamu harus bersikap baik sama keluargaku!” serunya tersinggung.

Lisa merotasi matanya malas. Entah kenapa, sekarang di matanya, Zaki tidak ubahnya pria egois yang ingin selalu menang dalam segala hal.

“Kamu lupa, Mas. Pas kamu mau balik ke perantauan. Aku nganterin kamu sampai ke terminal tapi keluargamu justru menuduh aku ingin meminta uang padamu, padahal kamu tahu kalau aku hanya ingin mengantar kepergianmu sekalian aku berangkat kerja. Di saat itu, apa yang kamu lakukan? Kamu cuma bilang, ‘sudah, bu, jangan bikin keributan, bu’ tapi kamu sama sekali nggak ngejelasin apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Lantas kenapa aku tidak boleh berpikir seperti itu?”

“Kamu, kok berubah seperti ini, sih, Lis? Lisa yang aku kenal nggak pernah marah-marah dan menyalahkan orang seperti itu. Kamu—”

“LISA!! keluar kamu jala*ng! Jangan kau goda anakku lagi!”

Suara teriakan dari luar membuat Zaki menghentikan ucapannya. Ke duanya dengan tergesa-gesa segera beranjak dari duduknya untuk melihat siapa yang datang sambil berseru marah itu, bahkan Liam dan Leo yang hendak menyendokkan nasi ke piringnya pun urung dan turut keluar rumah.

Dua bodyguard Sagara menghalangi wanita paruh baya yang tengah berteriak itu. Mereka mencegah agar wanita itu tidak membuat keributan dan mencelakai Lisa dan adik-adiknya.

“Jangan buat keributan di sini!” Salah seorang bodyguard membentak dengan tegas.

“Siapa kalian? Jangan halangi aku buat merobek mulut jala*ng itu! Hei, Lisa! Jangan berani-beraninya kamu menggoda putraku lagi,ya!”

Lisa berdiri di teras bersama Zaki. Gadis itu melirik ke arah sang kekasih. “Kamu dengar sendiri bukan, apa yang sudah dikatakan ibumu padaku. Sejak kapan aku menggodamu? Kamu sendiri yang mengajakku berkencan waktu itu.”

“Lepaskan ibu itu, Pak. Kalian cukup berjaga saja.”

Lisa meminta dua bodyguard itu untuk menyingkir sehingga ibu Zaki dengan cepat mendekat ke arah gadis itu. Sedangkan Zaki, pria itu masih bergeming, melihat ibunya yang sedang berdiri di hadapan Lisa dengan raut marah di wajahnya.

“Saya sudah menduga kalau kamu bukanlah gadis baik-baik. Sudah berapa banyak pria yang kamu dekati, hah? Setelah kamu memanfaatkan putra saya, sekarang kamu beralih ke pria kaya lainnya dan akan menikah dengan pria itu? Jadi benar dugaan saya selama ini, kalau kamu sudah menjadi pelac*ur hanya demi uang?”

Wanita paruh baya itu baru saja mendatangi tukang sayur dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan ibu-ibu yang membahas Lisa yang katanya akan menikah.

Awalnya wanita itu ingin menyanggah, tetapi setelah diberitahu bahwa pria itu bukanlah putranya, semakin meradang lah wanita itu. Ia tidak terima anaknya dipermainkan oleh wanita yang derajatnya lebih rendah darinya. Oleh karena itu, sepulangnya berbelanja, wanita itu bergegas menghampiri Lisa sekaligus mencari putranya yang ia yakini berada di rumah gadis itu.

“Zaki! Pulang kamu sekarang. Jangan lagi kamu berhubungan dengan jala*ng sia*lan itu! Wanita rendahan seperti itu tidak pantas menjadi istrimu! Dengarkan ibu, Zaki. Lisa yang kamu puja-puja itu telah berselingkuh di belakangmu dan mereka akan segera menikah, jadi, ayo pulang. Lepaskan jala*ng sia*lan itu!”

Bersambung

1
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
ardiana dili
lanjut
Wensy Gusno
Lanjut thor
Hardware Solution
Ayo ...cepet lamarin Thor /Heart/
Supryatin 123
Saya thorr.lnjut Thor 💪💪💪
ardiana dili
aku thor
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Nad-IG : na_nadyaayu: tungguin jam 18.00 wib ya kak/Kiss/
total 1 replies
Lutfi Emaknya Naura
keren
ardiana dili
lanjut
Nad-IG : na_nadyaayu: siap, kak/Kiss/
total 1 replies
Wensy Gusno
Lanjut thor
Nad-IG : na_nadyaayu: kak, tunggu jam 18.00 wib ya☺☺
total 1 replies
Lita
up
Nad-IG : na_nadyaayu: hai kak, bab baru akan Nad up pukul 18.00 wib ya. sampai jumpa lagi/Kiss/
total 1 replies
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Nad-IG : na_nadyaayu: siap kak, seperti biasanya ya/Kiss/
total 1 replies
Wensy Gusno
Menarik thor
Nad-IG : na_nadyaayu: terima kasih sudah membaca tulisan Nad, kak/Kiss/
total 1 replies
Jengendah Aja Dech
❤️
Lita
menarik cerita nya... lanjut baca
Nad-IG : na_nadyaayu: lanjut sampai nanti tamat ya kak/Kiss//Kiss/
total 1 replies
ardiana dili
semangat thor
Nad-IG : na_nadyaayu: makasih semangatnya kak, tau aja kalau Nad lagi galau. wkwk/Frown//Facepalm/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Supryatin 123
team Lisa donkkl.lnjut Thor 💪💪
ardiana dili
lisa thor
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪.makin seru
Nad-IG : na_nadyaayu: siap, kak. selalu dukung Nad ya/Whimper/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!