NovelToon NovelToon
Pesona Mantan Isteri

Pesona Mantan Isteri

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:237.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Menikah karena perjodohan, dihamili tanpa sengaja, lalu diceraikan. Enam tahun kemudian Renata tak sengaja bertemu dengan mantan suami dalam situasi yang tak terduga.

Bertemu kembali dengan Renata dalam penampilan yang berbeda, membuat Mirza jatuh dalam pesonanya. Yang kemudian menumbuhkan hasrat Mirza untuk mendapatkan Renata kembali. Lantas apakah yang akan dilakukan oleh Renata? Apalagi ketika Mirza tahu telah ada seorang anak yang lahir dari hasil ketidaksengajaan dirinya di malam disaat ia mabuk berat. Timbullah keinginan Mirza untuk merebut anak itu dari tangan Renata. Apakah Renata akan membiarkan hal itu terjadi? Ataukah Renata akan membuka hati untuk pria lain demi menghindari mantan suaminya itu?

“Kamu sudah menceraikan aku. Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi tolong jangan ganggu aku.”

- Renata Amalia -

“Kamu pernah jadi milikku. Sekarang pun kamu harus jadi milikku lagi. Akan aku pastikan kamu dan anak kita akan berkumpul kembali.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Kesedihan Dito

PMI 18. Kesedihan Dito

Dito diijinkan pulang lebih awal. Dalam perjalanan Dito diam membisu dengan wajah ditekuk.

“Aku juga punya ayah, kan, Bunda?”

Pertanyaan Dito beberapa menit lalu itu tidak mendapatkan jawaban seperti yang ia harapkan. Sehingga membuat ia kecewa.

“Dito punya Bunda, punya nenek yang sangat sayang sama Dito. Bunda dan nenek akan selalu berusaha membuat Dito senang.” Hanya jawaban itu yang Dito dapat dari ibunya. Padahal jawaban yang ia inginkan sangat simpel. Jawabannya hanya 'iya' atau 'tidak' saja. Cukup seperti itu sudah membuat hatinya senang.

“Dito mau es krim?” Renata mencoba menawarkan demi menghibur hati Dito.

Namun sayangnya Dito tidak menanggapi tawaran ibunya. Anak kecil itu masih membisu sembari memeluk dada. Wajahnya ditekuk, kesal lantaran ibunya tidak mau memberitahunya apakah ia punya ayah atau tidak.

Di sekolah, semua teman-temannya punya ayah. Mereka sering berbagi cerita tentang ayah mereka. Sedangkan Dito sendiri hanya bisa diam menyimak. Ia tidak punya cerita tentang ayah. Yang ia punya hanya cerita tentang Om Tony.

Pernah sekali ketika teman-temannya berbagi cerita tentang diajak ayah mereka liburan. Sedangkan Dito hanya bisa berbagi tentang Om Tony yang sering mengajaknya jalan-jalan. Alhasil Dito malah diejek teman-temannya bahwa Dito tidak punya ayah.

“Ayah. Harusnya kamu memanggil dia ayah. Bukan Om. Atau jangan-jangan kamu tidak punya ayah, ya?” Masih terngiang di telinga Dito ejekan temannya itu yang membuat ia kesal. Sehingga terbersit dalam benaknya untuk bertanya kepada ibunya tentang ayahnya.

“Kebetulan, nih, Bunda lagi pengen es krim. Dito juga mau?” tanya Renata menawarkan sekali lagi.

Namun lagi-lagi Dito masih diam membisu. Sekarang anak kecil itu malah membuang muka ke arah jendela mobil. Matanya memandangi setiap objek yang mereka lewati.

Renata menghela napas panjang. Sebetulnya ia merasa sedih. Tapi ia tidak menampakkan itu di wajahnya. Ia tahu ada Dito yang tidak seharusnya melihatnya dalam keadaan bersedih. Demi anak itu ia rela memendam semua perasaan sedihnya selama ini.

Jika ditanya, sebetulnya Renata juga ingin Dito punya keluarga yang lengkap seperti anak-anak yang lain. Tapi keadaan membuat mereka harus hidup seperti ini, tanpa sosok seorang pria yang bisa menjadi pemimpin, juga menjaga dan melindungi mereka. Sosok yang ia sebut suami dan juga dipanggil ayah oleh Dito.

Renata pernah mengkhawatirkan hal ini akan terjadi di kemudian hari nanti. Seiring usia Dito bertambah, anak itu semakin mengerti. Dan hari yang dikhawatirkan Renata itu pun telah tiba.

“Bunda beli es krim dulu, Dito tunggu di mobil sebentar, ya? Jangan ke mana-mana,” pesan Renata begitu menepikan mobilnya di depan Betamart. Ia kemudian turun usai mengambil dompet dalam tasnya.

“Ingat, jangan ke mana-mana. Bunda cuma sebentar, tidak akan lama,” pesan Renata lagi. Meskipun tidak ada tanggapan dari Dito, ia tetap ingin membelikan anak itu es krim sekedar untuk menghibur hatinya. Biasanya Dito senang sekali jika dibelikan es krim dan mainan. Tapi kali ini, ia memilih es krim. Sebab Tony sudah terlalu sering membelikan Dito mainan.

Dito tidak menjawab. Ia diam saja sembari berpaling muka menghindari bertemu pandangan dengan Renata. Tetapi, begitu Renata menjauh, ia langsung menoleh. Matanya lantas mencari-cari sesuatu, dan terhenti pada tas Renata yang ditinggalkan di atas kursi kemudi.

Seperti seorang pencuri, sembari memantau Renata yang sedang berada di minimarket itu, Dito diam-diam merogoh tas ibunya. Lalu mengambil ponsel ibunya dari dalam tas itu. Dengan masih mengawasi ibunya, Dito membuka ponsel itu, lalu mulai menghubungi seseorang.

“Halo? Om ...” sapa Dito begitu teleponnya tersambung.

****

Tony baru saja kembali dari pertemuannya dengan klien. Kembali ke resort, ia menemui Mirza. Ia tengah mengobrol dengan temannya itu saat tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Renata tertera jelas pada layar ponsel, membuat senyumnya terkembang seketika.

“Iya, Ren?” sapanya senang. Namun dahinya kemudian berkerut saat yang terdengar bukan suara Renata, melainkan suara Dito.

“Halo? Om Tony? Om Tony di mana?” Dito bertanya dari seberang.

“Emm ...” Tony melirik Mirza sejenak. Pria itu memandanginya dengan raut bertanya-tanya.

“Siapa, Ton? Pacar kamu? Renata?” tanya Mirza penasaran. Sebab tak sengaja ia mendengar Tony menyebut nama wanita itu.

Tony menjauhkan sebentar ponsel dari telinganya. Kemudian ia berdiri dari duduknya sembari berkata, “Sebentar, ya, Za. Kayaknya penting ini,” ujarnya menunjuk ponsel. Lantas bergegas menjauh. Sebab ia tak ingin Mirza mendengarkan obrolannya dengan Dito. Karena Mirza tidak tahu jika Renata sebenarnya sudah punya anak.

“Iya, Dit? Om masih di tempat kerja. Ada apa?” tanya Tony begitu ia mengambil jarak dari Mirza.

“Aku boleh ketemu Om tidak?” Suara Dito terdengar agak berbeda di ujung telepon.

“Tentu saja boleh, dong, sayang. Trus Dito sekarang ada di mana?”

“Di mobil. Lagi nungguin Bunda. Bunda sedang beli es krim.”

“Memangnya Dito sudah pulang sekolah? Kok suaranya kedengarannya agak lain ini? Dito sedang ngambek, ya? Kenapa?”

“Aku lagi sedih, Om. Tadi di sekolah aku diledekin teman.”

“Diledekin kenapa?”

“Om, udah dulu, ya? Itu Bunda udah datang.”

“Eh, Dit ...”

“Aku tutup dulu, ya, Om. Nanti ketauan Bunda.”

“Ya sudah, nanti Om samperin Dito di rumah, ya? Dito mau Om bawain apa? Mainan mau? Atau__”

Tuuut ...

Sambungan telepon sudah diputus. Tony membuang napasnya resah. Tiba-tiba saja ia jadi mencemaskan Dito. Baru kali ini Dito menghubunginya hanya untuk menyampaikan jika anak itu sedang sedih. Apakah yang terjadi dengan anak itu?

“Siapa, Ton?” tanya Mirza begitu Tony kembali mendudukkan diri di tempat semula. Saat ini mereka sedang duduk di kafe tepi pantai yang tersedia di dalam resort itu.

“Bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang aku kenal,” jawab Tony.

“Oh ya ...” Mirza menoleh sebentar pada Vanessa yang sedang berfoto selfie di tepian pantai yang tak jauh dari tempat mereka duduk.

“Hubungan kamu dengan Renata, gimana? Emang kamu serius mau melamar dia?” tanyanya kemudian dengan memelankan nada suaranya. Padahal suara deburan ombak di pantai itu mampu meredam suaranya agar tidak sampai terdengar oleh Vanessa. Tapi ia memilih memelankan suaranya. Sejak pertemuan malam itu, ia diserbu rasa penasaran akan kehidupan mantan isterinya itu. Ia juga teramat ingin tahu apa yang membuat Tony tertarik pada Renata. Tidak tahukah Tony jika Renata itu adalah bekas isterinya?

Tony hanya tersenyum. Membuat Mirza jadi tambah penasaran.

“Kamu sudah kenal Renata dengan baik? Apa kamu yakin mau menikahi dia?” tanya Mirza lagi. Entah mengapa di salah satu sudut hatinya yang terdalam terselip rasa tak reka jika Renata menjalani kehidupan baru dengan pria lain.

“Apa perasaanku terlihat jelas di wajahku ini?” Bukannya menjawab cecaran pertanyaan Mirza, Tony malah balik bertanya. Membahas tentang Renata, perasaan Tony mendadak berdebar-debar.

Mirza yang sempat mencondongkan tubuh lantaran penasaran itu pun kemudian menyandarkan punggung. Ditelitinya wajah Tony yang tampak tersipu mali itu.

“Apa kamu benar-benar suka sama Renata?” tanya Mirza lagi sembari melipat tangan di depan dada.

“Menurut kamu?” Tony mengulum senyuman. Tanpa perlu dijelaskan lebih rinci pun, perasaan Tony pada Renata sudah tergambar jelas di wajahnya.

Senyuman Tony itu membuat perasaan Mirza jadi tak karuan. Rasanya seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam dadanya ketika tahu ada pria lain yang menyukai Renata. Entah perasaan apakah itu, Mirza tidak tahu.

“Apa sih yang kamu suka dari Renata? Di luar sana masih banyak yang jauh lebih cantik. Kamu tampan, Ton. Mapan lagi. Kamu bisa dapat yang lebih dari dia.” Entahlah, rasanya Mirza ingin saja mengompori Tony. Agar temannya itu memikirkan kembali hubungannya dengan Renata.

“Andai kamu tau siapa dia, statusnya, aku yakin kamu bakalan mundur.” Tanpa sengaja kalimat itu dilontarkan Mirza. Seolah ia tidak suka jika Tony dekat dengan Renata.

“Maksud kamu, Za? Memangnya kamu kenal Renata?” tanya Tony.

To be continued...

1
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
SUKA BANGET CERITANYA BAGUS 🥰🥰🥰🥰🥰🌷🌷🌷🌹🌹🌹🌹
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): waaah😍😍😍😍 thank you kak🙏🙏
total 1 replies
Mutaharotin Rotin
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌷🌷🌷🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🤣🤣🤣 rasain kamu Vanessa perempuan murahan
Mutaharotin Rotin
rasain kamu Mirza kebakaran jenggot kan🤣🤣
Mutaharotin Rotin
🤣🤣🤣💐💐💐💐
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰🥰 hadir
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): terima kasih sudah mampir🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
itin
seorang produser besar tumbang karena gossip oleh mantan artisnya? 🤣🤣 memangnya semudah itu. kalau jadi gibahan netizen mgkn saja. kan vanesa tunangannya, memangnya ga disorot media yg bertunangan selama 6thn? trus kan ada si hans sutradaranya yg bisa speak up. ya kali gulung tikar 🤭😆🤣😂 kocak
itin
aktor aktris kita tuh ntah kenapa pada ga cocok menvisualisasikan tokoh² novel. apapun itu latarnya. langsung ambyar imajinasi liar pembaca 🤭😆🤣😂
itin
kesalahan mirza:
1. durhakim sama orangtua
2. menyakiti mamanya sampai mamanya menangis (pantang loh anak lelaki bikin mamanya menangis dijamin hidupnya nelangsa)
3. menyakiti hati renata selagi masih jadi istrinya
4. berkhianat dan berselingkuh

parah sih kesalahanmu mirza
itin
sayang sekali ketangkap basahnya justru belum yang basah banget masih kering 😆🤣😂 masih pada berpakaian cuman kurang² sedikit doank.
dari sekian banyaknya pria bodoh karena cinta mirza masih sedikit beruntung selama 6thn hartanya ga sampai terkuras. setidaknya pertahanan diri mirza masih kuat meski kehilangan kebahagiaannya yang pernah di sia² in
itin
6thn mirza hanya diperbudak napsunya sampai² dgn kondisi vanessa yg jelas makin ga jelas masih dipertahankan 🤣🤣
cinta apa beghok za
kudu lihat endingnya nich balikan lagi ga mirza ma renata. awas aja 🫵😒🤭🤣😂
Ririn Nursisminingsih
pingin tak gibenge ae mirza kok ngeyelae
Ririn Nursisminingsih
mirza ini emang gedek banget udah salah ngeyel..
Ririn Nursisminingsih
emang kok setiap kita marah,cemburu,kesel sama pasangan solosinya bercinra🤣🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): otomatis langsung baikan lagi ya😆😆
total 1 replies
Ninik Srikatmini
mantul ren.. skak mak tuh si clau
Ririn Nursisminingsih
kasian renata selalu disakiti kpn bahagianya
Ririn Nursisminingsih
PD sekali kmu mirza..
Ninik Srikatmini
👍👍👍gpp thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!