NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Putri Mahkota Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:313k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wardatus Sholeha

Naomi Allura Karina seorang mahasiswi jurusan manajemen yang sering disapa Karina itu meninggal karena ingin menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.
Bukannya pergi tenang ke surga tapi Karina justru masuk ke dunia novel dan terbangun sebagai Aurora Evangeline Elowen nona keluarga Duke Elowen.
Sialnya lagi dia terkenal sebagai nona yang sangat menggilai putra mahkota yang merupakan calon tunangannya. Dimana dia nanti akan mati ditangan tunangannya sendiri karena dituduh meracuni adiknya.
Karina bertekad untuk menjauhkan diri dari sang malaikat mautnya bagaimanapun caranya dan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.
Adelardo Aldric Luca Griffin sang putra mahkota yang berhati dingin dan kejam itu sangat tidak menyukai Aurora karena sikapnya yang selalu menjadi benalu baginya, tetapi suatu hari sang calon tunangannya itu tiba-tiba berubah menjadi membencinya.
Apakah Aurora yang merupakan Karina berhasil menjalankan rencananya dan mendapatkan kebahagiaan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

putri Charlotte Alarielle Griffin

Aurora mengganguk paham dengan mata yang berkaca-kaca, dirinya menaikkan tatapannya dan melihat Putra Mahkota berbicara dengan gerakan bibirnya

"Kamu kalah Aurora, jadi selamat datang di kehidupan baru mu"

Setelah mengatakan itu Putra Mahkota tersenyum puas, Aurora yang melihatnya menjadi semakin kesal

"Mohon maaf yang mulia, apakah kami sudah bisa kembali sekarang?" Duke Aaron memutuskan untuk segera pergi dari istana

Raja Alberto mengangguk mengiyakan saja, karena memang pertemuan ini sudah selesai

"Silahkan Duke Aaron, terima kasih sudah memenuhi panggilan ku" Raja Alberto beranjak dari tempat duduknya

Semua orang yang ada di ruangan itu ikut berdiri setelah melihat raja bangkit dari duduknya

"Kalau begitu kami pamit untuk kembali ke kediaman kami yang mulia, sepertinya Aurora sedang kurang enak badan" Alves mengucapkan salam perpisahan kepada raja terlebih dahulu

Dia melihat adiknya yang menjadi murung saat ini, sungguh membuatnya kesal akan perbuatan Raja Alberto yang seenaknya

Apalagi setelah melihat wajah dari putra mahkota tambah membuat nya kesal, walaupun dia temannya tetapi Adelardo kali ini memang keterlaluan

Setelah mereka membungkukkan badan kepada anggota kerajaan itu akhirnya keluarga Elowen keluar dari ruangan raja, dengan Aurora dan Alves yang berjalan lebih dahulu

Lebih tepatnya Alves yang menarik Aurora agar segera meninggalkan tempat ini

Setelah mereka keluar pintu kembali di tutup dan hanya menyisakan anggota keluarga kerajaan saja

Charlotte menatap penuh pertanyaan kepada ayah dan kakak laki-laki nya

" jadi ada yang bisa menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa harus ada perjodohan ini?" Ucapnya menuntut, Raja Alberto menghela nafasnya

" Charlotte sesuai yang kamu dengar tadi, lagi pula kakakmu juga setuju" dirinya enggan menjelaskan panjang lebar

Charlotte menatap tidak puas akan penjelasan dari ayahnya " ibu apakah itu benar?" Tanyanya pada Ratu

Ratu Elizabeth mengangguk membenarkan dan mengelus rambut putrinya itu

"Benar apa yang dikatakan oleh ayahmu sayang, kami memang banyak pekerjaan dan ibu tidak punya waktu banyak untuk melakukan seleksi putri mahkota seperti biasanya"

"Jadi kami memilih Nona Aurora untuk menjadi putri mahkota, karena dia merupakan kandidat terkuat dan terbaik selain itu keluarga Elowen mempunyai kekuatan yang besar untuk mendukung kakakmu Dan yang lebih baiknya kakakmu sendiri menyetujui nya" Ratu Elizabeth menjelaskan dengan lembut pada putrinya agar putrinya bisa paham dengan keadaan mereka

" bukankah kakak tidak menyukai kak Aurora? Apa ibu berbohong?" tanya putri Charlotte sambil menyirit

Putra mahkota berdecak mendengar keraguan adiknya lalu bangkit dari duduknya

"Aku memang menyetujui perjodohan ini Charlotte" Adelardo berujar

"Tapi kenapa tiba-tiba kakak menyetujui nya? Pasti ada sesuatu kan" tebaknya masih penasaran

"Hentikan itu Charlotte, bukankah aku mempunyai hak untuk menolak atau menyetujui nya? Lagipula tidak buruk menyetujui perjodohan ini" Adelardo berujar jengah menjawab pertanyaan adiknya yang super ingin tahu itu

"Kakak jangan menyakiti kak Aurora tahu! Kak Aurora walaupun dulu bersikap tidak baik tapi sekarang aku lihat dia benar-benar sudah berubah jadi baik, bahkan dia terlihat sangat cantik dan kak Aurora akan selalu menjadi idolaku!" Putri Charlotte memperingati Adelardo

Adelardo yang mendengar peringatan dari adiknya itu terkekeh kecil, adiknya tidak pernah berubah selalu saja menyukai gadis Elowen itu

"Hemm" Adelardo hanya berdehem untuk menjawab

"Ingat janji kakak, jika kakak berbohong maka aku akan marah" Charlotte kembali memastikan

Adelardo memutar matanya berusaha tetap sabar "Hem, segera kembali ke pelajaran mu sana" Adelardo menyuruh Charlotte agar kembali ke kamarnya untuk belajar

"Umm aku akan kembali, aku pergi dulu Ayah, Ibu, kakak. Sampai besok" Charlotte berbalik pergi dengan berlari kecil menuju pintu

Setelah Charlotte pergi tersisa tiga orang inti kerajaan Esterland yang masih berada di ruangan itu

"Aku akan kembali ke ruamganku juga Ayah, Ibu. Pekerjaan ku masih banyak" Ucap Adelardo lalu membungkuk dan berjalan keluar dari ruangan ayahnya

"Suamiku aku harap Adelardo benar benar akan menyukai Aurora, kasihan jika Aurora dipermainkan oleh Adelardo" ucap Ratu sambil memegang lengan Raja Alberto

Raja Alberto mengelus tangan dari Istrinya itu " Aku juga berharap seperti itu, Karena hanya Aurora yang bisa menyembuhkan Adelardo tapi anak itu selalu saja menyangkal nya" Ucap Raja Alberto sambil menerawang ke depan

Sedangkan di Mansion kediaman Elowen terlihat dua kereta yang membawa keluarga Elowen telah sampai di kediaman dengan selamat

Dua pengawal beranjak membukakan pintu kereta agar atasannya dapat turun dari kereta nya

Alves turun terlebih dahulu lalu disusul oleh Aurora, dia turun dengan dibantu oleh kakaknya Alves dan yang terakhir adalah William saat mereka menuju ke kereta di istana ternyata pria itu sudah berada di depan kereta

Sedari tadi di perjalanan keadaan kereta benar-benar hening, Alves yang sedari tadi berusaha mencairkan suasana pun akhirnya menyerah karena sepertinya Aurora sedang tidak baik-baik saja

"Kakak aku akan masuk terlebih dahulu ke kamar, tolong sampaikan kepada Ayah dan ibu ya kak. Selamat malam" Aurora berujar sambil meremas gaunnya dan menunduk

Setelah itu dia pergi menuju kamarnya tanpa mendengar balasan dari kedua kakaknya yang hanya bisa melihatnya

Duke Aaron dan Duchess Mirabella tiba di depan William dan Alves, keduanya bingung karena Aurora tidak ada disana

"Kemana adik kalian?" Tanya Duke Aaron pada kedua putranya

"Aurora kembali ke kamar nya terlebih dahulu ayah, dia sepertinya memang tidak baik-baik saja " jawab Alves

"Jadi Aurora akan menjadi putri mahkota?" Tanya william tenang

Semua terkejut mendengar pertanyaan dari William, bagaimana bisa dia tahu padahal dia tidak ikut di pertemuan tadi

"willi bagaimana kamu bisa tahu kalau Aurora akan Jadi putri mahkota?" Tanya Duchess terkejut

William mengembuskan nafasnya setelah mendengar pertanyaan dari ibu nya, jadi sudah bisa di pastikan bahwa pertanyaan nya pasti benar

"Jadi Adelardo benar-benar serius ya dengan ucapannya" William tidak menjawab justru kembali berbicara hal lain

Alves mendekati William dan berbisik di telinganya

"Kamu berhasil memperingati Adelardo Will?"

"Hem sudah" jawab William singkat Alves mengangguk paham, jadi bisa dipastikan kalau Raja juga berkontribusi sangat besar dalam hal ini

William menatap kedua orang tuanya yang terlihat cemas dengan adiknya

"Kalian tenang saja, Jika Adelardo melakukan sesuatu yang buruk pada Aurora. Aku yang akan menghajar kembali Pria bodoh itu" ujar William santai

Duchess Mira melotot mendengar perkataan dari putranya " kamu pernah memukul putra mahkota William? " ujarnya sambil menutup mulutnya

" Itu sudah biasa ibu dalam pertemanan laki-laki seperti kami" ujar Alves tertawa garing sambil menyikut William yang sembarangan bicara

"Ayah percaya pada kalian berdua, jaga Aurora dengan baik jika ayah tidak tahu" perintah Duke Aaron tegas

Alves dan William mengganguk mendengar perintah dari ayahnya yang mutlak itu

" tapi suamiku mereka memukul putra mahkota!??" Duchess masih mempertanyakan hal itu

"Sudah Istriku kita masuk ini sudah larut " Duke Aaron menggandeng istrinya untuk segera masuk.

1
Nathalia
yaaa jangan di gantung thor,,,
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
😁😁😁.
Yuliana Patyani
ceritanya bagus
Yuliana Patyani
lanjut kak thor semakin seru ini jadi jangan di gantung ceritanya kak🙏🙏semangat ka untuk lanjut💪aku tunggu ya
Ulufi Dewi
belajar pedang dan mumpung masih ada kakaknya minta dilatih
Ulufi Dewi
apakah aurora dijodohkan dengan putra mahkota❓🤔
Ulufi Dewi
panyah ga bisa apa apa
injak tuh kaki pangeran sombong
Ulufi Dewi
dsini putri aurora ga punya kelebihan ya ❓🤔
Siti Hadijah
aku membacanya sekalian ngebayangin pakaian dan wajahnya putri Aurora, kenapa jadi ingat telenovela kerajaan 😄
kriwil
apa si rora ga punya kekuatan
Dewi hartika
kenapa kalo ingin bahagia ada terus penghalang moga cinta mereka jangan ada lagi ujian yang memberatkan dan lekas menuju kebahagiaan.,semangat thorr di tunggu up datenya.💪💪
Eskael Evol
koq pd suka banget sih bikin cerita reinkarnasi
Arifin Bocil
lanjut
Ita Xiaomi
Lg nyari jalan keluar ini agar selamat😁.
Murni Dewita
jadikan rora wanita kuat thor
Murni Dewita
codohkan aja dengan duke
Murni Dewita
next
Murni Dewita
💪💪💪
Aura Chacha
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!