"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Sebagai Penonton
Gema segera kembali ke apartemen untuk mencari vitamin Chila yang tertinggal.
Di tengah perjalanan pemuda itu menepikan mobil karena merasa masih syok mendengar hal yang telah Gema lewatkan.
Sebelumnya, Gema terus mencecar Chila supaya memberitahu apa yang dia tidak ketahui.
"Ini bukan urusanmu Gema jadi kau tidak perlu tahu," ucap Chila menolak untuk berbicara.
"Entah kau menganggap aku apa tapi sekarang aku suamimu," Gema tetap memaksa istrinya itu.
Akhirnya Chila menceritakan keadaannya pada sang suami.
"Bukankah aku sering bilang padamu kalau fisikku memang lemah?"
"Dari kecil aku mempunyai penyakit leukimia, Gema. Kanker darah itu memang sudah tidak menggerogoti tubuhku tapi aku harus melakukan pengecekan kesehatan setiap tahunnya untuk memastikan kanker tidak tumbuh lagi!"
Penjelasan Chila itu membuat Gema terkejut sekaligus merasa kesal karena baru mengetahuinya.
"Apa yang aku lewatkan lagi?" tanya Gema dengan wajah sendu.
"Aku melupakan vitaminku di apartemen, hanya itu saja," jawab Chila.
"Hanya itu?" tanggap Gema. Dia buru-buru mengambil kunci mobil dan pergi ke apartemen untuk mengambil vitamin istrinya.
Saat sampai di apartemen, Gema mencari vitamin itu yang ternyata disembunyikan Chila di dalam nakas kamar.
"Kenapa aku tidak pernah melihat istriku meminum vitamin ini?" gerutu Gema menyalahkan dirinya sendiri.
Gema kembali ke tempat mertuanya tapi saat dalam perjalanan hujan turun begitu deras.
Namun, tidak menghalangi Gema untuk mendatangi Chila lagi.
"Hujannya deras sekali," gumam Chila yang melihat hujan dari balkon kamarnya.
"Gema pasti akan menunggu hujannya reda dulu, bukan?"
Chila jadi cemas karena Gema yang suka nekat dan benar saja dugaan gadis itu, suaminya tetap nekat mendatanginya dengan basah kuyup karena menggunakan jasa ojek online.
Karena berkendara dengan mobil saat hujan tidak aman dan ditambah macet di jalanan, Gema memutuskan memakai jasa ojek online dan memberikan uang lebih yang banyak jika bisa menembus hujan.
"Gema!" seru Chila yang turun ke lantai bawah. Dia mengambil payung karena Gema justru berdiri diam menatapnya dari bawah kamarnya.
"Kau bisa sakit kalau begini, kenapa tidak langsung masuk?"
Chila mengomel seraya menaikkan payungnya lebih tinggi supaya bisa dipakai berdua dengan Gema.
Namun, pemuda itu masih bergeming di tempatnya dan hanya menatap Chila saja.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Chila yang tidak bisa menebak isi kepala suaminya.
"Jangan bersikap berlebihan begini, aku bukanlah pasien seperti dulu jadi jangan berpikiran macam-macam!"
Gema mengusap pipi Chila dengan tangannya yang basah. "Jadi, aku harus bagaimana sekarang?"
"Bagaimana apanya, tetap pada tujuan semula. Kita hanya perlu menyelesaikan kontrak kita selama satu tahun," jelas Chila.
"Hari ini aku semakin membulatkan tekadku untuk tidak akan melepasmu dari hidupku!" jelas Gema secara gamblang.
"Apa?" Chila selalu dibuat tercengang akan sikap Gema yang tidak terduga.
Gadis itu menarik tangan Gema untuk mencari tempat berteduh. Lalu Chila meminta handuk pada pelayan supaya Gema bisa melepas bajunya sebelum masuk ke dalam.
"Keringkan dulu badanmu setelah itu kita bisa bicara!" Chila memberikan handuk yang berbentuk bathrobe.
Dari lantai atas Roro dan Armon melihat interaksi pasangan suami istri muda itu.
"Apa kita hanya diam di sini melihat mereka?" tanya Armon. Dia tidak suka dengan sikap kekanak-kanakan Gema yang main hujan-hujanan seperti di sinetron.
"Kita hanya bisa menonton, biar mereka mengatasi masalah sendiri," jawab Roro.
cui cui cui