NovelToon NovelToon
Reuni Berdarah

Reuni Berdarah

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Desas-desus Villa / Thriller / Misteri / Tamat
Popularitas:987.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: DF_14

Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.

Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Aaaaaa!" Hilda menjerit histeris ketika melihat sesosok orang yang penampilannya sangat menakutkan, dengan mengenakan pakaian serba hitam, wajahnya ditutupi dengan topeng badut, dan juga dia menggenggam sebilah pisau besar yang sangat tajam.

Wajah Hilda nampak pucat pasi, pernafasannya tidak stabil, tubuhnya gemetaran, ketakutan itu semakin menjadi. Dengan keadaan masih terduduk di atas tanah, wanita itu segera menggeserkan tubuhnya untuk mundur menjauhi sang psikopat yang sedang menatap tajam ke arahnya.

"Si-siapa kamu? Jangan macam-macam padaku!" Hilda berkata dengan nada tinggi, penampilan orang dihadapannya itu sungguh mengerikan.

Kemudian Hilda berteriak sekencang-kencangnya. "Tolooong!"

"Tolooong!"

"Tolooong!"

Sang psikopat cekikikan, dia merasa puas melihat Hilda ketakutan seperti itu, dia pun berkata kepada Hilda. "Hilda Olivia, bagaimana kalau kita bermain?"

Hilda terperangah mendengarnya, apakah mungkin orang yang sedang berdiri dihadapannya itu adalah salah satu alumni yang ikut reunian, karena dia tahu nama lengkapnya.

Suara sang psikopat begitu terdengar berat, serak, dan menakutkan. Hilda tidak dapat mengenali suara siapa itu, dia pintar sekali menyamarkan suaranya.

Keringat dingin bercucuran membasahi wajah wanita itu, dia sangat terlihat ketakutan sekali, air bening jatuh dari sudut matanya begitu saja. Hilda sangat merasa ngeri melihat pisau yang begitu tajam dan berkilau yang berada di dalam genggaman sang psikopat.

"Aku mohon, tolong lepaskan aku. Jangan sakiti aku!" Hilda memohon kepada psikopat itu untuk melepaskannya.

Sang psikopat pun tertawa, "Dimana kepercayaan dirimu yang dulu? Ini tak seperti dirimu, Hilda."

"Apapun kesalahan yang ku lakukan padamu, aku minta maaf, tapi tolong lepaskan aku. Jangan sakiti aku!" Hilda berusaha keras membujuk sang psikopat untuk bisa melepaskannya.

Psikopat itu pun tertawa kembali, baginya permainan ini sangat menyenangkan, merasakan bahwa dia kini telah ditakuti oleh semua para alumni.

Hilda mencoba untuk mundur kembali, tapi sayangnya punggungnya telah mentok mengenai batang pohon yang besar. Sementara dia tak mampu untuk berdiri, karena telapak kakinya telah terluka tertusuk duri.

Sang psikopat berjalan mendekati Hilda, membuat Hilda menjerit ketakutan, dia melempar apa saja yang ada di dekatnya kepada psikopat itu, termasuk bebatuan kecil.

"Aaaaa!"

"Jangan mendekat!"

"Jangan mendekat!"

Namun, apa yang dilemparkan oleh Hilda kepada sang psikopat sama sekali tidak berasa, dia malah tertawa semakin keras, seakan-akan Hilda sedang bermain dengannya.

Hilda nampak mematung, dia menelan saliva dengan susah payah saat sang psikopat menyentuhkan pisau yang tajam itu ke lehernya.

"Bagaimana kalau kita bermain tebak-tebakan? Sebutkan kesalahan apa yang pernah kamu lakukan kepadaku? Aku hitung sampai ketiga, jika jawaban kamu benar, aku akan melepaskanmu." Sang psikopat mencoba memberikan sebuah penawaran kepada Hilda. Sama halnya yang telah dia lakukan terhadap Kevin.

Hilda sama sekali tidak tahu kesalahan apa saja yang sudah dia perbuat kepada seseorang yang dulu satu kelas dengannya. "A-aku tidak tahu."

"Satu." Sang psikopat mulai berhitung sambil mengacungkan satu jarinya.

Hilda mencoba asal menebak, dia sangat ngeri sekali merasakan pisau tajam yang sangat menempel mengenai lehernya. "Aku... aku sering menyontek padamu."

"Dua." Psikopat kembali berhitung sambil mengacungkan dua jarinya.

Hilda nampak frustasi sekali, dia tidak bisa berpikir apa pun, yang pasti saat ini dia sangat merasakan tegang dan ketakutan sekali. "Aku... aku pernah meminjam bukumu tanpa izin."

"Tiga." Sang psikopat mengacungkan ketiga jarinya.

Hilda sangat terlihat panik, dia memohon-mohon kepada sang psikopat untuk melepaskannya. "Aku mohon, tolong lepaskan aku! Aku punya banyak uang, aku akan memberikan berapa pun yang kamu mau."

Psikopat itu pun tertawa, "Ya, seperti itulah kamu. Kamu selalu memandang rendah orang lain, termasuk padaku."

Hilda memelototkan matanya, dia baru mengingat saat dia di berada di dalam kapal ketika menuju pulau K, Hilda bercanda kepada seseorang dengan memanggilnya 'Hei jelek!'

Padahal menurut Hilda itu adalah sebuah candaan, dari dulu dia selalu memanggil orang tersebut dengan panggilan itu, karena mungkin memang wajahnya sama sekali tidak menarik.

"A-apakah kamu..."

Sreett!

Hilda tidak diberikan kesempatan untuk bicara, karna sang psikopat langsung menebas lehernya.

1
Nicaaaaa♥
luarrr biasaaaa semangatt terus buat karya nyaa kakk
Rita Juwita
luar biasa seruuu thor. ..
retno❤️
Waaow bener2 mantap karya Kak Othor ini... pengennya ngelewatin cerita satu ini, tp penasaran jg... akhirnya kubaca... baru pertama baca novel horor sadis... awalnya ngeri bgt ada adegan sadis2nya... tapi gak dilanjut bikin penasaran... akhirnya mencoba beraniin utk trs baca... bener2 sadis... ngeri bgt... untung diakhir cerita beberapa tokohnya bs selamat. The best ceritamu Kak Othor... Semangat trs berkarya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Rewin
roni
Sarah
Udah kena kanker paru-paru masih mau diam-diam ngerokok aja yah dammm? Dasar suami bandel! 😒
Sarah
🤩🤩🤩
Sarah
Cerita keren bangettt! 💖
Sarah
so sweet 💖
Sarah
Yeyyyy! mantap Adam!
Sarah
Nooo pingkannn adam ayo cepat selamatkan istrimuuuu
Sarah
Tahan nafas bacanya aku 👍🙂
Sarah
Seneng deh bisa ngelihat Nicholas sama Adam jadi deket. Soalnya mereka keliatan klop aja gitu 👍.
Sarah
Curiga sama Dicky 🙂
Sarah
padahal harusnya enam, satu lagi Heru dia yang bunuh 😡.
Sarah
pemandangan yang buruk di pagi hari yang cerah 🙂.
Sarah
Jangan-jangan plot twist di akhir pelakunya Dicky atau Roni.
Sarah
Adam senyum-senyum aja lihat orang pdkt karena dia sudah merasakannya duluan dan sudah kawin malah 🤭
Sarah
Benar-benar berasa dunia cuma milik berdua nihh~🤭
Sarah
Diantara banyak orang yang ceria, pasti ada orang yang pendiam dan kalem seperti Nicholas, dan diantara orang-orang seperti Nicholas, pasti ada sebagian kecil lainnya yaitu orang yang sudah bukan pendiam lagi... tapi dingin seperti Adam 😂
Sarah
Asik, semoga kamu bukan psikopatnya. Karena kamu ini sudah suami idaman banget, sayang banget sama istrimu 😭👍/Awkward/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!