Ini sakuel dari cerita "Pengasuh Tangguh Violetta"
Berawal dari sebuah janji di masa kecil membuat Violetta menutup rapat hatinya untuk Pria lain, ia senantiasa menunggu kedatangan pria di masa kecil yang pergi entah kemana.
Violetta menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk bekerja dan berkarya, sesekali ia datang ke tempat dimana ia bertemu dengan Aksara dengan harapan ia akan bertemu dengannya dalam versi dewasa. Waktu terus berjalan, sampai dimana ia hampir putus asa akan penantiannya seseorang datang kedalam kehidupannya tetapi dengan cara misterius.
Akankah Violetta bertemu dengan Aksara?
Yuk, ikuti terus kelanjutannya sambil kasih dukungan untuk author agar tetap semangat dalam berkarya 🤩
Kalau yang suka boleh lanjut, kalau tidak suka boleh skip ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu kamar berdua
Violetta dan juga Azrio beserta empat bodyguard sudah berada di dalam pesawat, tautan tangan Azrio dan Violetta saling bertaut seakan tak ingin saling melepaskan.
"Semoga membuahkan hasil." Ucap Violetta.
"Aku harap begitu Tata, terimaksih karena sudah mau menemaniku dan membantuku." Ucap Azrio dengan tulus.
Violetta membalas ucapan Azrio dengan senyuman manis di bibirnya, mereka saling mendekap satu sama lain. Kenyamanan yang mereka tunggu-tunggu kini terwujud, meskipun kerikil dan batu besar yang menghalangi jalan merekatak membuat keduanya goyah. Janji yang pernah mereka jalin akan selalu diingat, hati mereka sudah terkunci satu sama lain tanpa ada keraguan lagi.
Beberapa jam kemudian.
Pesawat yang di tumpangi oleh Azrio dan Violetta sudah sampai di bandara internasional negara A, para bodyguard menyeret koper milik Azrio dan Violetta membawanya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Jay sebelumnya. Jay sangat bisa diandalkan oleh Azrio, begitupun dengan Amir yang ikut membantu mengurus semuanya.
Azrio dan yang lainnya masuk kedalam mobil, mereka akan menginap satu malam sebelum pergi ke sebuah gua yang di maksud oleh Sarina. Sebenarnya Azrio maupun Violetta tidak tahu betul letak gua tersebut dimana, yang mereka tahu hanyalah hutan luas dan tidak ada manusia yang berani masuk kedalamnya, hutan tersebut terkenal dengan hewan buas yang sering berlalu lalang bahkan tak jarang menerkam manusia yang masuk kedalamnya. Itulah alasan kenapa hutan tersebut tidak di kunjungi manusia, tapi Azrio yakin kalau ayahnya ada di dalam sana.
Jay hanya mendapatkan lokasi hutan tersebut atas perintah Azrio, selebihnya dia tidak mendapatkan informasi lagi.
Flashback.
Jay masuk kedalam mansion atas panggilan Azrio, doa duduk di ruang kerja tepat dihadapan majikannya. Amir juga Violetta ada di ruangan yang sama.
"Jay, cari tahu gua yang ada di negara A." Titah Azrio.
"Gua identik dengan hutan, sedangkan banyak hutan di negara A tuan muda. Kalau boleh tahu, gua yang tuan maksud di daerah mana?" Tanya Jay.
"Kalo aku tahu, tidak mungkin aku menyuruhmu mencari tahu Jay." Ucap Azrio dingin.
"Akan aku cari tuan." Ucap Jay dengan cepat.
Jay menghubungi beberapa teman dan juga orang yang bisa memberikan dia informasi mengenai yang tengah ia cari, ia sibuk dengan telponnya mengumpulkan beberapa informasi yang ia dapatkan.
"Tuan muda, dari sekian banyak informasi hutan yang aku dapatkanm. Ada satu hutan yang jarang bahkan tidak di kunjungi oleh manusia, disana ada gua yang letaknya cukup jauh." Terang Jay.
"Baiklah, aku akan kesana. Kirimkan lokasi hutan tersebut pada emailku, jangan lupa kau dan Zergan harus bermain rapi selama aku pergi. Ingat! Satu kesalahan saja, kau akan tahu akibatnya." Ucap Azrio. Dia memeperingatkan Jay suapaya bisa lebih berhati-hati lagi, Vincent cukup berbahaya karena dia adalah manusia yang serakah.
'Kenapa tuan membuatku takut setiap saat, salahkah jika aku ingin banyak uang dan kaya raya? Tapi aku tidak menyangka pekerjaanku akan seberat ini' Ucap Jay dalam hatinya.
"Setiap pekerjaan pasti ada resikonya, banyak diluaran sana yang ingin kaya secara instan bahkan rela menukarnya dengan sebuah nyawa orang lain." Ucap Azrio.
Tubuh Jay langsung membeku di tempatnya, dia lupa kalau Azrio itu bisa membaca pikirannya.
Flashback off.
Tak butuh waktu lama. Azrio dan yang lainnya sudah sampai di hotel ternama di negara A, para bodyguard mengikuti kemanapun tuannya pergi. Tapi, kali ini mereka hanya mengantarkan koper Azrio dan Violetta ke kamarnya, setelahnya merek kembali ke kamar mereka yang di pesan dengan jumlah dua kamar dan letaknya tak jauh dari kamar Azrio.
Azrio sengaja memesan satu kamar VVIP, dia tidak mau berjauhan dengan Violetta walaupun hanya dalam jarak satu meter saja.
"Kenapa kau memesan satu kamar Sara?" Tanya Violetta heran.
"Aku gak mau jauh darimu Tata." Jawab Azrio. Dia mendekap tubuh Violetta dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Violetta dengan tubuhnya yang sedikit membungkuk.
"Awas saja kalau kau berani mesum." Ucap Violetta memperingatkan Azrio.
"Tidak sayang, aku tidak akan macam-macam. Meskipun aku memesan satu kamar untuk kita, bukan berarti aku akan melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan, aku hanya ingun selalu berdekatan denganmu tanpa ada maksud lain. Aku bukan pria brengsek yang akan merusak seorang wanita tanpa adanya ikatan yang sah, aku bisa menjaga diriku sendiri Tata. Percayalah." Jelas Azrio.
Violetta ebalikkan tubuhnya, dia menatap mendongak menatap wajah Azrio. "Kalau kau macam-macam awas saja! Bukan hanya berhadapan denganku saja, tapi kau akan berhadapan dengan dua bujang dan juga dua orangtuaku, kau tahu bukan seperti apa bunda jika sudah mengeluarkan jurusnya." Ucap Violetta.
"Tentu saja aku ingat itu, bundamu jika sudah mengeluarkan jurusnya anak panah yang sudah menempel di tangannya saja gak ada apa-apanya. Senior padepokan juga kewalahan menghadapinya, aku juga gak nyangka bunda bakal sekuat itu." Ucap Azrio. Dia mengingat bagaimana masalalunya di padepokan, terutama saat Renata belajar beladiri sampai membuatnya takjub.
"Baguslah kalau kau mengingatnya. Aku mau mandi dulu, rasanya badanku lengket semua soalnya pas mau berangkat gak mandi dulu, mwehehe." Ucap Violetta. Dia tersenyum menampilkan rentetan gigi putihnya.
"Gak mandi juga gak bau, masih cantik kok." Gombal Azrio.
"Buaya sedang beraksi." Celetuk Violetta.
"Dasar kau ini." Ucap Azrio menarik hidung Violetta dengan gemas.
"Iiihh, sakit tauk. Nanti makin panjang idungnya ah elah, nyebelin banget sih." Omel Violetta.
"Siapa suruh gemesin, ahh kenapa aku gak minta ke om Bram buat nikahin kita dulu secara agama. Kalo kayak gini kan diseruduk enak, mau ngapain aja bebas tanpa ada batasan." Ucap Azrio gemas.
"Arrrggh, bunda takuuutt. Ada banteng!!" Ucap Violetta. Dia berlari ke kamar mandi, Violetta bukan gadis polos yang tidak tahu maksud seruduk yang di maksud Azrio. Bulu kuduknya langsung meremang karena otaknya yang langsung traveling.
Azrio terkekeh geli melihat tingkah Vioeletta, sejak hadirnya Violetta dia jadi lebih sering tertawa setelah bertahun-tahun lamanya.
"Pertama kali bertemu, satu bulan kita bersama hingga sampai saat ini kau selalu memenangkan hati ini. Kau tidak tergantikan Tata, Tetaplah menjadi Tataku yang menggemaskan." Gumam Azrio.
Sambil menunggu Violetta keluar dari dalam kamar mandinya, Azrio mambuka ponselnya membaca setiap laporan yang masuk.
[Diluar dugaanku, bajingan itu ternyata datang lebih cepat. Sepertinya dia sudah tidak sabar akan kehancurannya, jika saja kau tidak mencegahku sudah pasti aku akan melenyapkannya saat ini juga.]
Azrio menerima satu pesan yang dikirimkan oleh Zergan, dia membacanya dengan senyum smirk yang menakutkan. Violetta keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat senyum Azrio sangatlah menyeramkan membuatnya takut.
"Senyumnya udah kayak psikopat, hhiiihhh ngeri." Cicit Violetta bergidik ngeri.
"Jangan berdiri terus Tata, aku tahu kalau kau sedang memperhatikanku." Ucap Azrio tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya.
"Mwooo?! Apa dia punya indera keenam?" Gumam Violetta.
tu kan istri brandon mantannya vincent..his yg selingkuh malah dia yg gila dasar iblis ni