EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON, JIKA ADA DI TEMPAT LAIN BERARTI PLAGIAT!! LAPORKAN!
Algazro adalah anak orang kaya, orang tuanya punya sebuah perusahaan yang cukup besar, mereka hidup dengan damai dan tenang.
Namun ada sebuah insiden yang menyakitkan, musuh bisnis papanya membakar perusahaan dan rumah yang mereka tinggali lalu membunuh kedua orang tuanya.
Saat itu ia hidup terluntang lantung sendiri, tidak ada yang mengasihaninya. Padahal semasa hidup, kedua orangtuanya sangat baik pada mereka. Tapi setelah semuanya berubah, bukan belas kasihan yang ia dapatkan, melainkan hinaan dan ejekan, mereka sungguh tidak tahu membalas budi.
Sebelum kematiannya dihakimi massa karena dituduh mencuri, saat itulah ia mendapatkan sistem ia merubah hidupnya. Dengan sistem ia mendapatkan wanita cantik mengelilinginya seperti detektif cantik yang jeli, CEO manis dan pintar, polwan tegas dan mempesona, dokter cerdas dan penampilan anggun dan sang mafia cantik yang kejam, mereka semua adalah aset terbesa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Mencari nomor ponsel Liana]
Memuat…
Loading…
Selesai.
[0878904727xx]
"Oke, aku mendapatkan nomornya," ucap Algazro.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Hm … nomor baru? Siapa ya?" tanya Liana setelah melihat nomor baru masuk di ponselnya.
"Ah, nggak penting! Paling orang iseng aja," ucap Liana membiarkan telpon itu bergetar.
"Astaga! Kemana dia ini?" tanya Algazro melihat ponselnya saat panggilannya tidak di jawab.
"Nona Liana, ini akh Algazro. Aku ada di jurang bersama pria pembunuh ini, kalau Nona tidak menolongku mungkin aku yang akan jadi korban."
Liana pun membaca pesan tersebut dan ia buru-buru menelpon Algazro.
"Halo halo, hey kamu di mana sekarang?" tanya Liana cepat.
"Aku sekarang di jurang, di bawa sini, tolong berikan bantuan sebelum pria ini bangun," ucap Algazro.
"Baiklah, petugas yang aku telpon tadi juga sudah datang, kirimkan lokasi mu, aku akan melacaknya," ucap Liana.
"Oke." Algazro memutuskan panggilannya dan mengirimkan lokasinya.
Ting!
Pesan singkat masuk.
"Oh, di ada tidak jauh dari sini, sekitar 700 meter dari tempat kita berada," ucap Liana.
Petugas yang lain pun turun ke jurang dengan membawa tali dan pengaman lainnya.
Saat satu petugas sudah turun dengan membawa pengaman.
"Ini pakai, petugas di atas akan membantu naik ke atas," ucap petugas itu.
"Tidak perlu, aku bisa naik sendiri, bapak bawa saja dia ke atas," ucap Algazro menujuk ke arah pria yang pingsan dan babak belur itu.
"Yakin bisa naik sendiri tanpa bantuan?" tanya petugas itu.
"Iya, aku bisa melakukannya, tali itu buat ikat0 dia saja biar jangan sampai lepas," ingat Algazro.
Algazro pun meninggalkan tempat itu dan ia mendaki jurang yang tidak begitu landai.
Beberapa menit kemudian, Algazro pun sampai di atas dan begitu juga dengan petugas itu sampai di atas dengan membawa pria itu.
"Akhirnya sampai juga." Algazro membersihkan tangannya yang kotor dan bajunya yang terkena tanah.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapatkan penambahan saldo 40.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 50 poin]
[Selamat tubuh Anda membaik 80%]
[Selamat, Anda mendapatkan supermarket]
[Saldo \= 70.980.000]
[Penampilan \=8]
[Pesona\=8]
[Kecepatan \=8]
[Kelincahan \=8]
[Kekuatan \=8]
[Kecerdasan\=8]
[Level \=5]
[Poin \=50]
[Reward \= Supermarket]
"Waw, aku dapat supermarket? Supermarketnya pasti besar nih," ucap Algazro senang.
"Eh, Algazro, ngapain di sana, ayo pulang!" panggil Liana.
"He-he-he, akhirnya dia mengenali ku juga," ucap Algazro tersenyum. Ia berlari mendekati Liana.
Kedua pembunuh itu pun di bawa masuk ke dalam mobil dan di bawa ke kantor polisi.
Algazro menaiki motor dan memakai helm.
"Rumah Nona Liana di mana? Biar aku antar," ucap Algazro memberikan helm satunya kepada Liana.
"Jangan panggilan aku Nona Liana, panggil saja Lia," ucap Liana.
"Baik Nona Lia, eh Lia," ucap Algazro.
Mereka pun naik motor dan Algazro memutar motornya menuju ke tempat semula di tempat kejadian.
"Rumah mu di mana? Biar aku antar." ulang Algazro.
"Rumah ku di … jalan gajah tunggal nomor 20," jawabnya.
"Oke, aku antar kamu pulang," ucap Algazro.
"Baiklah," jawab Lia.
Perjalanan memakan waktu puluhan menit itu mereka pun sampai di lokasi.
Saat sampai di sana Algazro mengembalikan motor itu kepada petugas yang mereka pinjam tadi.
"Ayo Lia, aku antar."
Mereka pun naik ke dalam mobil dan mengantar Liana ke rumahnya.
"Kamu bilang, kamu masih pemula dan baru ingin belajar, tapi dari yang aku lihat kok kamu seperti orang yang sudah profesional," ucap Lia menatap Algazro.
"He-he-he, itu ya, sepertinya aku beruntung hari ini," jawabnya ngasal.