NovelToon NovelToon
Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Bayi Kembarku Dari Boss Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mafia / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:696.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: NATALIA SITINJAK

Berkisah tentang Asiah Rosen seorang wanita lajang yang dengan putus asa mencari masalah dengan seorang Tuan Muda pemilik perusahaan ternama Aishwa.

Selesai menghabiskan malam panas dengan pria itu dan mendapatkan apa yang dibutuhkannya, Ashia bersumpah bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan pria itu lagi.

Namun, entah bagaimana takdir mempertemukan mereka kembali di tempat yang tak terduga.

Yuuk... Ikuti kisahnya.
(Revisi + S2) segera......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATALIA SITINJAK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 018.

"Huhh... Tahan sebentar lagi, kita akan segera sampai," Ervin mengambil tangan Asiah dan meletakkannya di bawah perutnya. "Pegang saja perutmu sebentar, mungkin sakitnya akan hilang," kata Ervin yang berusaha untuk menenangkan Asiah.

"Snif... Aaaaa... Kau membuatku kesal saja hikss... Jangan menyentuh perutku!, Aku juga sedang- hikss... Mual sekarang!," Bentak Asiah.

"Hhooo...."

Ervin menghembuskan nafasnya dengan pasrah, dia menyetir dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegangi tangan Asiah yang terus menerus ingin menyentuh wajahnya.

"Uugh... Hikss... Apa masih lama lagi?."

"Sebentar lagi."

Ervin menginjak pedal gas mobilnya untuk melaju secepat mungkin. "Uungh... Itu." Asiah melepaskan tangan kanannya dan menutup mulutnya. "Hei sudah kubilang—"

"Uung— aroma pengharum mobilmu membuatku ingin muntah!."

"...."

Ervin melihat pengharum mobil yang memiliki aroma daun mint di depannya. Ervin mencabut pengharum mint itu lalu membuangnya keluar jendela. "Aku sudah membuangnya jadi turunkan tanganmu."

Ervin mengambil tangan Asiah yang menutupi mulutnya tadi. "Kau tahu, pengharum mint itu sangat langka dan harganya sangat mahal perbijinya.... Karenamu aku sudah membuang barang langka seharga jutaan dolar."

"..., Hwaaa- Kepalaku Sakit Sekali!!!."

"Sudahlah! Berhenti Menangis!!!." Ervin menjadi panik ketika tangisan Asiah semakin kencang.

Setibanya di rumah sakit Ervin bergegas turun dari mobilnya menuju kursi di sebelah pengemudi. Dia membukakan pintu untuk Asiah dan membuka sabuk pengaman lalu menariknya keluar secara perlahan. "Berhati-hatilah." Ervin sangat berhati-hati ketika menurunkan Asiah dari mobil, tangannya tidak sengaja menyentuh perut besar Asiah dan merasakan geliat lembut di telapak tangannya.

"!!!"

Ervin yang terkejut langsung menarik tangannya namun, jantungnya berdetak dengan kencang. Apa itu barusan?. Walau terkejut dia tetap membantu Asiah, Ervin melingkarkan tangan Asiah kelehernya dan menyentuh pingganya untuk mengangkat tubuh Asiah dari kursi mobil.

"Jangan lepaskan tanganmu."

"Iya...."

Asiah dengan patuh mendengarkan perkataan Ervin yang membawanya masuk kedalam rumah sakit. Untungnya rumah sakit saat itu masih dalam keadaan sepi sehingga Asiah dengan muda mendapat perawatan tanpa perlu menunggu.

Perawat yang menyambut kedatangan mereka bergegas untuk membantu membawa Asiah namun Ervin dengan keras menepis tangan perawat itu. "Ada apa denganmu? Dimana dokter yang bertugas merawat pasien?," Tanya Ervin pada perawat.

"Ugh, hahah... Dokter akan segera datang setelah kami memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu," kata perawat canggung.

"Apa?."

Ervin mengigit bibir bawahnya ketika pembulu darah di kepalnya mengeras, kekesalannya pada perawat hampir membuatnya melakukan kekerasan kalau saja dia sedang tidak memegangi Asiah. Inilah yang terjadi jika kau tidak datang kerumah sakit yang benar.

Ervin memelototi perawat dan mengalihkan pandangannya pada Asiah yang nafasnya menjadi berat.

Melihat.

"Huhhff... Huhff...."

Ervin memutuskan untuk tidak melakukan kekerasan setelah melihat kondisi Asiah, dia hanya menekankan perintah pada perawat untuk segera membawa dokter. "Aku akan beri kesempatan pada kalian, cepat bawa dokter sungguhan kehadapanku atau tempat ini akan mendapat masalah," Ervin berbicara sambil tersenyum dingin.

"Yakkk-."

Perawat segera berlari menuju ruangan dokter yang sedang melakukan pekerjaan lain. Dia berteriak seakan-akan ada pasien darurat. Membuat dokter terkejut dan ikut berlari menuju pasien. Setibanya mereka di sana, dokter hanya melihat seorang pria dan wanita hamil. "Ya Tuhan!, Kenapa kalian membiarkan pasien duduk di kursi lobi seperti ini!!!."

Dokter wanita yang terlihat berumur 50an tersebut marah pada perawat yang membawanya. "Uung, maafkan kami, tapi tuan ini tidak mau membaringkan istrinya di kamar pas—"

"Apa kau berfikir aku akan meletakan dia di kamar jelek itu bersama dengan orang berpenyakitan lainnya?," Kecam Ervin. Ervin menolak keras untuk membaringkan Asiah di kamar sementara rumah sakit yang bersebelahan dengan pasien yang kebetulan sedang ada di kamar yang sama.

"...."

Sebentar dokter terdiam, dia memperhatikan gaya berbicara Ervin dan caranya berpakaian dari atas hingga kebawah kemudian dokter berbisik pada perawat. "Segera siapkan ruangan VVIP, pria di depan kita ini bukan orang sembarangan," bisik dokter pada perawat.

Ketika dokter selesai membisikan itu pada perawat dia menghampiri Ervin dan bertanya beberapa hal walau mendapat ucapan kasar dari Ervin. "Apa kau berbicara seperti ini pada pasienmu sebelum mereka mati?," Tanya Ervin.

"Hahh...." Dokter menghela nafas sembari memeriksa kondisi Asiah. Ervin mendudukan Asiah di pangkuannya dia tidak sudih membiarkan Asiah duduk di kursi Lobby yang dingin dan keras ketika dokter memeriksanya.

"...."

Rumah sakit ini sangat lelet, apakah menyiapkan satu kamar bagus sesulit itu?bukankah setiap ramah sakit memiliki kamar VIP atau VVIP?. Apakah aku salah membawanya kerumah sakit murah ini? Tapi Asiah terlihat sudah tidak tahan lagi makanya aku membawanya kemari.

"Huugh—"

Asiah merasa sakit di kepalanya semakin bertambah, dia membenamkan wajahnya di dada Ervin dan memeluk pinggang pria itu seperti dia memeluk Ayahnya seerat mungkin dan berkata lirih. "Apakah masih lama?, Setidaknya berikan obat saja."

"Tidak mau."

Ervin mengambil ponselnya dia terus menerus menghubungi nomor yang sama berulang-ulang tetapi masih belum ada tanggapan dari nomor yang dia hubungi.

"F-ck!."

Bang!.

Ponsel terlempar Kedinding. Dan mulai berteriak. "APA AKU MASIH HARUS MENUNGGU LAMA?!!." Ervin mengamuk dan berteriak pada dokter.

"Ugh-!."

Seharusnya istrinya sudah ditangani sejak awal jika saja dia mau kopratif, batin para perawat yang takut.

Dokter merasa terintimidasi karena suara keras Ervin. "APAKAH AKU HARUS MEMBERLI TEMPAT INI SUPAYA KALIAN BEKERJA DENGAN BENAR?!."

"Sa-sabarlah sebentar lagi tuan, kamu sedang mempersiapkan kamar terbaik untuk istri anda."

"Cukup dengan omong kosongmu! Aku hanya mau tindakan langsung! Aku tidak mau menunggu lebih lama la—"

"AAAARG— DIAMLAH!," Asiah berbicara menegur Ervin. "Kamu Bukan Satu-satunya Pasien Di Tempat Ini, Pelankan Suaramu!,"tergur Asiah.

"Tapi—"

"Sudah diam saja!."

"...."

"Dokter, bawa saya kekamar biasa saja."

"Tidak boleh!." Ervin menolak keras.

"Kenapa???"Asiah mengerutkan keningnya.

"Apa kau ingin berbaring di kamar jelek dan sekamar dengan seseorang yang penyakitnya tidak kau ketahui?!."

"Lalu kau mau apa dengan itu? Semua orang yang datang ketempat ini berbegi tempat yang sama. Aku saat ini sudah tidak tahan lagi jika menunggu kamar yang kau inginkan, aku masih ingin bayi-bayiku tetap aman."

"Tap—"

Asiah berdiri dari pangkuan Ervin dan berjalan menuju dokter. "Dokter,Periksa saja aku sekarang dan berikan obat penurun demam untuk sementara, untuk pemeriksaan selanjutnya anda bisa lakukan nanti."

"Ah! Baiklah."

Dokter melakukan pemeriksaan sementara pada Asiah yang di dampingi Ervin di sebelahnya. Ervin menatap tajam kearah dokter setelah melihat struktur kamar yang di tempati Asiah padahal, kamar yang di tempati Asiah sudah standar terbaik di rumah sakit itu.

"Guh—"

Ervin keluar dari kamar dan duduk dengan kasar di kursi. Kemudian dia berlari keluar dari rumah sakit menuju parkiran tempat mobilnya di parkiran, dia masuk kedalam, membuka kotak lalu penyimpanan di mobilnya.

1
SHERLY M
Akhir yg bahagia ,👍🏼👍🏼
Ester Yaru
luar biasa
nia kurniawati
Luar biasa
Evi
apakah ada kelanjutannya thoor
Iis Kurniasih
Ceritanya bagus.... endingnya aga kurang pas aja
Iis Kurniasih
Ending ceritanya kurang gereget gt jd ngegantung.....atau ada lanjutannya lagi
Surya Yanti
Luar biasa
Surya Yanti
Lumayan
Nurul Huda
Luar biasa
Elminar Varida
hahahaha.....bener2 kacau semuanya😃😃😃
Wirda Lubis
lanjut.
Wirda Lubis
lanjut
Queenby🌻
Asiah tapi Lo terlalu naif, org yg udh dendam bisa sangat berbahaya kalau ga di basmi
Queenby🌻
Duh Deborah malah makin Dendam
EndRu
nyimak dulu
Salma Putri
ini artinya apa ya kak? dari tadi bingung kalau muncul kata ini
Novi Yantisuherman
Artinya apa Thor???
NOiR🥀
ayhnya Ervin..the best 😁👍
DewitaDoank
mampir thor
Ranie ELsya
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!