Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Who's Ruinning The School's Reputation?
Keluarga Lo sopan banget ya?"
"Udah ah. gak usah bahas keluargaku" billby melambaikan tangannya bermaksud kalau ia tidak suka membicarakan hal tersebut
"Lo anak kepala sekolah?" Tanya vahan lagi
Billby terdiam sejenak. "bukan"
"Terus kenapa Lo gak pernah dihukum?"
"Karena aku imut. Gak ada yang tega ngehukum anak imut begini" jawab billby random
Vahan terkekeh ringan "Lo ternyata narsis ya"
"Ini kenyataan. ibaratnya nih.. ada kue yang imut banget. Imut yang bener bener imut kayak aku gini. pasti orang gak tega buat makannya. Jadi,kurang lebih gitulah.. karena aku terlalu imut,para guru guru di sekolah ini gak tega mau ngehukum aku" jelas billby panjang lebar seraya memberi gambaran yang masuk akal tapi gila secara bersamaan
Vahan terkekeh lagi "Lo emang gak bener" ia menggelengkan kepalanya tak habis pikir
Hingga akhirnya waktu pelajaran pun tiba.. jam pertama matematika
Vahan mendesah "haaah..pagi pagi udah matematika aja"
Billby yang baru mau mulai membaca itu menoleh ke cowok di sampingnya "ternyata..kamu bisa ngerasain keberatan juga. Aku pikir cowok pintar kayak kamu gak pernah protes soal pelajaran"
Vahan memang murid pintar. bukan hanya pintar. Tapi paling pintar.. mungkin, karena tekanan orangtuanya
"Lo pikir otak gue ini otomatis? Sepintar apapun itu semuanya tetap harus dipahami Jelas gue bisa keberatan lah" balasnya dengan nada tidak suka
Billby tersenyum penuh arti "tenang aja..nanti kalo ada latihan aku bantu kamu"
Vahan hampir tertawa kalau tidak ingat di depan sudah ada guru "Lo mau bantu gue?gue sih lebih milih gak makan satu tahun daripada dibantu sama Lo"
"Ya udah gpp.. aku cuma nawarin gak maksa" balas billby santai lalu mulai membaca novel yang ada di mejanya
Beberapa waktu berlalu "Haahh.."desahan lirih itu terdengar lagi. Kali ini dengan nada yang lebih frustasi
Billby menoleh "ternyata beneran ada soal" gumamnya menatap vahan yang sedang memainkan bolpoin sambil menatap buku didepannya dengan pandangan lelah.
"Diem aja lo. Sana tidur" balas vahan ketus
Saat ia menoleh ke sekitar, teman-teman nya yang lain pun keadaannya sama. terlihat frustasi. ada yang menggelengkan kepalanya seperti sedang merefresh otak. ada yang memukul mukul kepalanya dengan pena. ada yang menatap papan tulis berharap mendapat jawaban dari sana. dan masih banyak lagi
Ia kembali menatap vahan "mau dibantuin gak?" Tawarnya lagi padahal vahan sudah sempat merendahkannya.
Vahan menatap billby dengan pandangan tidak selera hidup "Lo gak usah ngerusak mood gue ya. Lo gak ngerti rasanya pagi pagi disuruh ngerjain matematika"
Billby mencuri buku tulis vahan yang sudah tertulis beberapa soal beserta jawabannya. Ia mengoreksi setiap jawaban dari no.1 sampai no.18 dengan waktu yang sangat singkat.
Lalu saat ia melihat ada sesuatu yang kayaknya kurang pas, ia menarik buku tersebut lalu mengamatinya lagi. Kemudian ia mengerutkan alisnya "kamu salah. harusnya ini 6cos bukan 3cos. kamu salah diaturan rantai. kamu lupa mengalikan koefisien depan" ujar billby seraya menunjuk soal yang dimaksud
Vahan langsung merampas bukunya dan meneliti ulang soal yang billby maksud tadi. dan ya..... ternyata benar
Vahan lemas seketika. ini kesalahan kecil yang banyak orang sering melakukannya. biasanya karena kurang fokus atau terburu buru. Tapi,vahan sangat jarang melakukan hal seperti ini. mungkin kali ini karena ia sudah terlalu lelah
"Lo bener" ujarnya sambil memaki diri sendiri. Bisa bisa nya ia terciduk melakukan kesalahan seperti ini oleh sleeping queen. Astaga.. malunya nembus tembok China
Billby hanya mengangguk santai lalu kembali membaca novelnya.
Sedangkan Vahan malah menatapnya dengan pandangan.. yang sulit diartikan
Lalu billby menyelutuk tanpa menatap vahan "dijaga matanya ya.. kemasukan cinta tau rasa"
Vahan menegakkan tubuhnya. "Lo diem diem pintar ya.. atau,cuma kebetulan" pujinya yang diakhiri dengan keraguan. Lagian selama ini yang ia lihat billby hanya tidur dan makan. sekalipun tidak pernah ia melihat gadis itu belajar. tapi,kenapa tiba-tiba ia secemerlang itu? bisa aja..cuman kebetulan kan?
Billby masih fokus pada novelnya.namun ia tetap membalas "mungkin memang cuman kebetulan"
Namun, yang vahan rasakan setelah mendengar jawaban billby tadi bukannya puas malah makin penasaran. ia menyodorkan bukunya "kalo emang Lo pinter coba kerjain satu soal. masih ada 2 yang belum gue kerjain"
Kali ini billby menoleh "emangnya tadi aku ada bilang aku pinter ya?"
"Terus cuma kebetulan gitu?"
Billby terkekeh sambil menggelengkan kepalanya "tadi kan kamu yang bilang gitu. Udah ah.. aku lagi baca"
Vahan merampas novel billby "kerjain dulu 1. Tunjukin kalo Lo emang bisa"
"Aku gak bisa" tolak billby
"Bohong. gue yakin tadi bukan cuman kebetulan"
"Kamu mabuk ya? Kok ngeracau sih.dalam satu waktu ucapan kamu berubah ubah atau, kamu bunglon?" Ejeknya
"Terserah. Cepetan kerjain" ujar vahan ngotot
"Balikin gak? Aku bilang ke guru nih kamu ngobrol sama aku. biar di skors" ancam billby
Akhirnya vahan mengembalikan buku tersebut dengan malas "dasar tukang ngadu" ia menarik kembali bukunya dan lanjut mengerjakan dua soal yang tersisa
"Mau gak?" Tiba tiba billby menyodorkan permen. Tenang aja.. bukan permen lollipop. Tapi permen Kopiko "ini bisa bantu loh" tambahnya sambil tersenyum.
Manis.
Vahan menggeleng "gak.lagi pelajaran"
Billby mengangguk tidak memaksa "Ya udah. Padahal kalo kamu mau, makan aja.. gak bakal dimarahin sama guru.soalnya aku yang ngasih"
"Kenapa kalo Lo gak dimarahin?"
"Tadi kamu dah nanya itu. jawabannya karena aku imut" balas billby membuka bungkus permen lalu memakannya
"Jawaban lain"
Billby mengetukkan jarinya di dagu memikirkan Jawaban untuk vahan "karena..karena aku guru mereka" jawabnya lebih tidak masuk akal
"Gak mungkin"
"Emang gak mungkin. waktu aku lahir aja.. mereka dah lulus SMA atau mungkin dah lulus kuliah"
"Emang Lo nya sinting"
•••
Kantin
"Lo ngomongin apa sama billby? asik banget kayaknya gue liat liat" ujar Mex
"Lo ngobrol lagi sama dia? gue gak respect sama dia ih.. gak usah deket deket sama tuh orang. Lama lama gue labrak juga cewe itu" komentar Afghan berapi api
"Lo keliatan Deket sama dia" lanjut Mex
Vahan menghela napas gusar "kalian gak laper apa? Ngomong mulu. dan tempelin di otak Lo ya! Gue gak Deket sama dia. soal pizza yang katanya-beracun itu, itu 3 hari lalu. dan itu pertama kalinya gue interaksi sama dia. Jadi gak usah Ngadi ngadi bilang gue Deket"
"Bagus deh. pokoknya Lo gak boleh sama dia. Kalo mo pacaran nanti aja pas udah kuliah sama kakak tingkat" tutur Afghan yang memang suka sama yang lebih tua
Tak!
Mex menjitak kepala Afghan "Lo tuh paling bego diantara kita bertiga. gak usah bahas pacaran pacaran. Pikirin aja dulu Lo nanti bisa lanjut ke univ.paradise gak" ujar Mex sesuai kenyataan. Vahan dan Mex ada di kelas 3A sedangkan Afghan sendiri ada di kelas 3C
"Apaan sih.. gue bilang dia.. bukan gue" ia mengusap usap jidatnya dengan wajah kesal
"Gue gak ada niat pacaran ya.. Lo berdua aja yang mikirnya kejauhan. Lagian di SMA gak boleh pacaran. Lo pikir gue bakal bikin skandal sebelum lulus?" Vahan menatap keduanya Dengan malas
"Ya..pokoknya Lo gak boleh pacaran sama dia. titik" putus Afghan tegas. "Si tukang tidur itu tuh dah merusak citra sekolah" lanjut nya
"Memangnya ngerokok di parkiran gak merusak citra sekolah ya?" Ketiganya menoleh ke sumber suara, itu billby