Alfan Ahrizal seorang cowok termasuk ganteng namun menolak populer jadinya dia memilih untuk ngekep diri di kelas.
Cinta lashifa cewek cuek sahabatan sepecial Rizal
Renata abia cewek paling pinter di kelas sahabar Rizal juga.
Nadia rahmania cewek cantik pindahan sahabat Rizal juga sih.
Rama pradita kakak dari Rizal
Nesya maemunah kakak dari Aisyah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyahseor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Cinta berjalan menuju kamar Rizal dengan langkah gintai. Melihat Rizal ngobrol berdua dengan Michel dan mama Rizal menyambut Michel dengan hangat. Cinta merasa kehadirannya tak di harapkan oleh keluarga ini. Ucapan Rizal tiap malam berbeda dengan kenyataan yg saat ini di terjadi pada Cinta.
Cinta menangis di kamar mandi dengan menyalakan kran air agar tak di denger oleh Rizal. Mendengar air kran trus menyala membuat Rizal merasa janggal.
Gak mungkin Cinta main aer, diakan udah bukan anak kecil lagi. Batin Rizal.
Rizal membuka pintu kamar mandi dan benar. Rizal mendapati kran menyala dan Cinta tertidur di bathtup. Rizal mengangkat Cinta dan memindahkan di ranjang. Mata sembabnya membuat Rizal mengerti bahwa Cinta habis menangis. Perlahan Rizal membuka seragam Cinta yg berbarengan dengan michel masuk ke dalam kamar Rizal.
"Lo mau ngapain si Cinta Zal?" Tanya Michel mengagetkan Rizal.
"Mau gantiin bajunya, emang kenapa? Masalah? Udah sono lu keluar dari kamar gue." Usir Rizal sambil menutupi tubuh Cinta dengan selimut.
"Biar gue yg gantiin bajunya, mana bajunya." Michel berniat mengganti baju Cinta
"Gue bisa sendiri, mending lo keluar dari kamar gue." Rizal mendorong Michel keluar dari kamarnya lalu mengunci pintu setelah Michel keluar.
"Zal gue akan laporin lo ke bokap lo biar lo di marahin." Ancaman Michel tak di hiraukan oleh Rizal.
Setelah mengganti baju Cinta, Rizal juga mengganti bajunya lalu tidur di sampinga Cinta. Sore menjelang kerika suara ketukan pintu terdengar. Cinta terbangun dan membuka pintu.
"Papa, papa cari Rizal? Cinta bangunin dulu ya." Ucapan Cinta membuat mertuanya mengangguk kecil.
Setelah Rizal bangun, papa Rizal mengajak Rizal menemui pemilik rumah yg di jual. Dengan berjalan kaka papa Rizal yg sudah janjian di depan rumah yg di jual itu.
"Gimana pak, sudah cocok dengan lokasi?" Tanya si pemilik Rumah.
"Kami sangat cocok dengan rumahnya. Kalo untuk harganya sendiri gimana pak?" Tanya papa Rizal.
"Ini kan model BTN ya pak jadi harganya di samain aja lah sama harga BTN BTN biasanya." Kata pemilik Rumah
"Iya sih pak ini model BTN minimalis tapi tananya luas lo ini. Ada kolam renangnya juga. Apa bapak ndak merasa rugi?" Kata apa Rizal.
"Kalo Rugi sih enggak pak karena saya dulu belinya jauh lebih murah. Dan untuk kolam renangnya anggap sebagai hadiah pernikahan buat Cinta sama Rizal. Toh dulu juga mereka sering main ke sini." Jawab pemilik Rumah.
"Ya sudah kalo om mau seharga BTN Rizal setuju. Untuk pembayarannya mau chas ato di transfer om?" Tanya Rizal.
"Kamu punya uang berapa? Nanti biar papa tambahin." Bisik papa Rizal.
"Gak perlu pa, uang Rizal masih cukup kok. Kalo papa mau bantu Rizal, Bantuin isi rumah ini aja pak." Kata Rizal takut membuat papanya sedih karena menolak bantuanya.
"Ya sudah kalo gitu biar mama yg cariin isi rumah kamu." Kata papa Rizal.
"Gimana om?"
"Kalo ada chas aja nak Rizal."
Rizal pulang setelah menyuruh papanya menemani pemilik rumah itu untuk mengambil uang. Rizal ke kamar dan membuka koper yg berada di dalam lemari tempat menyimpan barang barang seserahan waktu itu.
"Ma bantuin Rizal bisa?" Rizal turun membawa koper besar itu di dan membuka di hadapan mamanya.
Rizal membawa tas jinjing miliknya yg dia beli di kota waktu pertama main ke kota. Mama Rizal kaget melihat apa yg ada di dalam koper tersebut. Rizal mengeluarkan beberapa helai baju yg menutupi tumpukan uang di dalam kopernya.
"Zal, Kamu gak kenal namanya bank ya? Sampek nyimpen uang segini banyang dalam koper." Ejek mamanya.
"Bukan gak kenal ma, tapi uang ini tu Rizal siapin buat kabur bareng Cinta. terus kan gak kepakek. Nah kebetulan orang yg jual rumah itu minta uang Chas makanya Rizal pakek aja ini. Di tabungan ada si mah, itu kan buat jaga jaga nanti mau beli mobil. Kasian Cinta kepanasan."
Mama Rizal kagum di buat Rizal. Setaunya Rizal hanya bisa main ke sana kemari dengan Cinta. Gak taunya, kerena Cinta Rizal jauh lebih dewasa dari yg di pikirkan keluarganya sekarang.
"Jujur sama mama, Sudah berapa lama kamu mulai usaha kecil kecila yg kamu katakan itu."
"Baru setahunan ma, sekarang sudah punya 2 anak cabang. Ini pendapatan bersih sebula dari ketiga outlet ma." Jawab Rizal.
Rizal memberikan tas berisi uang itu kepada pemilik rumah. Namun setelah menghitung uang tersebut pemilik rumah mengembalikan 50jt kepada Rizal. Katanya harga dari rumah BTN itu gak sebanyak uang yg di kasi oleh Rizal.