NovelToon NovelToon
BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE

Status: tamat
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Mata-mata/Agen / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

The Bolshoi Theater, cita-cita Anna untuk tampil di theater megah itu tak pernah padam. Tapi jalan kesana tak pernah mudah.

Peluang itu ada ketika dia akhirnya berpeluang dipasangkan ke Nicholai Manturov dari Bolshoi. Tapi situasi lebih rumit dari itu, Nicholai tidak sesederhana itu...

Dari hanya menari, Anna masuk ke petualangan hidup mati yang tak dia duga sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17. Can't Wait 4

Kami menunggu sekitar satu jam kemudian, lalu dokter memanggil kami.

"Nona, untungnya Ibu Anda segera diantar ke sini, dia akan tinggal di sini untuk perawatan dua hari, kemungkinan dia butuh terapi sedikit untuk memulihkan sepenuhnya, tidak akan terlalu lama sebelum dia bisa pulih sepenuhnya. Dokter keluarga nona yang merawatnya sudah menelepon kami, dia akan mengatur jadwal terapinya di rumah sakit ini, sebentar perawat akan memindahkan Ibu Anda, jika tidak ada komplikasi lebih lanjut besok atau lusa dia bisa pulang ..." Keterangan dokter yang merawatnya membuatku sedikit menghela napas lega.

Kami sudah diperingatkan karena pasien diabetes mempunyai kans besar terkena penyakit yang berhubungan dengan macrovaskular (jaringan pembuluh darah besar) karena pasien diabetes punya penyempitan pembuluh darah, jadi penyakit seperti stroke, serangan jantung, dan luka di kaki yang tak bisa sembuh.

Pun ada potensi penurunan jaringan microvaskular (jaringan pembuluh darah kecil) fungsi ginjal, jaringan syaraf yang berkaitan dengan mata dan penurunan fungsi syaraf perasa di seluruh tubuh.

Walaupun kali ini masih tertolong tapi rasanya sangat mendebarkan. Aku tak mau mengalami ini lagi. Aku duduk dengan menghela napas lega setelah mengantar Ny. Harrison kembali dan mengucapkan terima kasih ke mereka.

"Bagaimana rencanamu selanjutnya."

"Akan kupikirkan..." Kurasa aku akan menerima tawaran Ashley, dia sudah senior dan dia bisa menjamin pentas dan penghasilanku seperti dia bilang. Jika aku harus bekerja keras setidaknya apa yang kuhasilkan layak. "Tapi apapun itu, terima kasih Nic."

"Jika tidak di ballet kau akan bekerja apa?"

"Kurasa aku akan ke tari kontemporer."

"Tari kontemporer? Kau punya teman yang akan memasukkanmu ke dalam sebuah group?"

"Dia menawariku, entahlah aku harus meneleponnya dulu. Aku belum bisa melakukan apapun, yang penting aku harus memastikan kondisi Mom terlebih dahulu. Jika dia tidak bisa sendiri... Aku masih binggung, mungkin ..."

"Jangan dipikirkan dulu, dokter bilang dia seharusnya hanya butuh sedikit terapi, berarti serangan strokenya ringan, mungkin tangannya masih lemas."

Aku menghela napas panjang sekarang. Nicholai benar tak ada gunanya aku berpikir terlalu banyak.

Sekarang mereka sudah mendapatkan kamar inap untuk Mom, akhirnya aku bisa melihat kondisinya.

"Mom bagaimana perasaanmu?" Saat perawat membawanya dengan kursi roda setelah pemeriksaan aku langsung bertanya.

"Tak apa hanya agak lemas, maaf Mom membuatmu khawatir, apa kau meninggalkan latihan atau pentas. Mom sudah bilang ke Ny. Harrison tak usah meneleponmu dulu."

"Jika tak meneleponku apa yang mereka harus lakukan. Aku sudah selesai latihan, Nicholai menemaniku datang ke sini.

"Ahhh ini yang namanya Nicholai, tampan sekali, kau orang Rusia bukan, kau sama sekali tak mirip orang Rusia." Dia malah memuji Nicholai sambil tersenyum.

"Bibi, iya aku dari Rusia."

"Bibi tak apa, terima kasih kau sudah menemani Sara."

"Sara mengkhawatirkanmu Bibi, kau harus cepat sembuh."

"Ahh iya Bibi membuatnya khawatir. Hanya sedikit lemas, Bibi untungnya sedang bersama teman yang mantab perawat dia langsung mengenali gejalanya, rumah Bibi tak jauh dari sini jadi bisa ditangani. Tapi sekarang sudah tak apa."

Ibu nanpaknya bisa bicara dengan semangat. Aku sedikit lega dengan ini, dia masih bisa mengajak Nicholai bercanda.

"Bibi kau harus berusaha istirahat, aku akan kembali dulu, ini sudah waktunya untukmu istirahat."

"Dokter bilang Mom harus tinggal, tak bisakah Mom istirahat di rumah."

"Dokter bilang dia harus observasi, paling cepat besok sore kau baru diizinkan pulang."

"Ahh begitu kah."

"Kalau begitu aku pulang dulu Bibi." Dia pamit ke Ibu. "Sara bisa bicara denganmu sebentar." Nicholai mengajakku bicara di luar ruangan rawat.

"Ada apa?" Aku mengikutinya ke luar ruang perawatan.

"Apa sepuluh ribu cukup? Aku akan mentransfermu."

"Aku langsung terkejut."

"Tidak jangan, kenapa kau meminjamkanku sebanyak itu."

"Tak apa, peganglah dulu. Jika memang tak terpakai nanti kau bisa mengembalikannya." Aku kehabisan kata-kata dengan sikap tulusnya, aku juga tak tahu berapa rumah sakit akan mencharge-ku, uangku hanya ada lima ribu dollar. "Yang penting Ibumu tak memikirkan kau punya uangnya atau tidak, bilang saja bonusmu sudah turun. Jika dia tak punya kekhawatiran, pemulihannya akan lebih cepat. Mana nomor rekeningmu."

Aku memberikan nomor rekeningku.

"Terima kasih banyak, Nicholai. Ini benar terlalu banyak. Aku akan segera mengembalikannya."

"Tak apa, aku pulang oke. Jika kau butuh apapun telepon saja."

"Iya terima kasih." Dia menepuk bahuku dengan pengertian. Saat aku perlu dukungan seperti ini untungnya ada seseorang yang membantuku.

Aku kembali ke Mom. Dia melihatku dengan khawatir.

"Sara, Ibu baik-baik saja, kita pulang saja, kita bisa menghemat banyak biaya perawatan. Nanti kita bisa minta dokter Richard memeriksa kondisi Mom." Sudah kuduga Mom akan meminta pulang.

"Mom, dokter perlu mengobservasi keadaan Mom, bonus dan gajiku sudah keluar, aku masih punya tabungan darurat. Mom tak usah khawatir oke."

Dia menatapku dengan pandangan khawatir.

"Benarkah, apa benar tak apa. Mom bisa berjalan, hanya sedikit lemas, apa benar kau tak apa?"

"Tak apa Mom. Percayalah padaku. Kau harus istirahat sekarang. Aku akan mengurus semuanya."

Dia nampak sedikit lega. Aku bersyukur masih ada orang yang membantuku. Tapi tak bisa begini lagi. Cukup sekali, aku tak bisa begini lagi.

Akan kuterima tawaran Ashley. Meski sakit aku harus meninggalkan ballet yang aku cintai, tapi lebih sakit lagi membuat Ibuku khawatir seperti ini.

Aku tak mau menyesal seumur hidup menolak tawaran Ashley.

1
Cairo 🌸
woohhh ternyata Agen KGB
Granada 🌸
so saddd
Raisha Qanitha
nampak seperti syariat (hukum) dalam agama Islam yg benar,, pelarangan interaksi antara laki2 n perempuan secara intens aka intim sebelum ada hubungan sah secara hukum agama dan negara (halal),,, saling tatap lama juga dilarang tp alasan"a bukan karena bisa hamil yaaa hehe,,, author keren ,,, semangat berkarya yaa
Gina Vianty
keren
Santi Suci
uluh uluh. sudah mulai cemburu
t_ara
ternyata cemburu, mungkin Nicholai benar Sara mirip manta kekasihnya mungkin
t_ara
pekerjaan dg gaji besar tentu resiko jg besar apalagi terlihat sepele hanya memasukkan alat ke ponsel
💜Ilalang Senja💜
banyak cinta untukmu Author terLOVE selaluu 💟💜💙🩷🤍🩶❤️💛💚♥️🩵🔥💟
💜Ilalang Senja💜
💟🩵♥️💚💛❤️🩶🤍🩷💙💜💟
💜Ilalang Senja💜
siapp gaskan meluncur ke novel baru Author..
💜Ilalang Senja💜
🔥🧡🔥🧡🔥🧡🔥🧡
💜Ilalang Senja💜
🍀🍀🍀🍀
💜Ilalang Senja💜
🩷💙💜💟🩵♥️💚💛🧡❤️
💜Ilalang Senja💜
🩵♥️💚💛🤍
💜Ilalang Senja💜
👍👍👍👍💟🩷💙💜💟
💜Ilalang Senja💜
Hallo Maureen.... welcome.....
💜Ilalang Senja💜
ikut...deg...deg...serrr....
💜Ilalang Senja💜
ayo...ayoo....
💜Ilalang Senja💜
👍👍👍👍💟💜💙🩷💟
💜Ilalang Senja💜
dooorrr..... peluru sudah di tembakan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!