NovelToon NovelToon
BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Tamat
Popularitas:435.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rita Tatha

Sultan sudah dijodohkan sejak kecil dengan Nabila oleh sang mama. Namun, Sultan menolak dengan tegas karena ia tidak mencintai Nabila. Lagi pula, ada wanita lain yang sudah mengisi hatinya.

Akan tetapi, keputusan itu sudahlah bulat. Hingga akhirnya Sultan melakukan segala cara untuk membuat Nabila pergi jauh darinya.

Sanggupkah Sultan membuat Nabila pergi? Atau justru dirinya yang menjadi terpikat dengan wanita itu?

Kisah ini merupakan Kisah Baby Bisul, putra pertama Kurap dan Panu.
Jadi, jangan sampai kalian melewatkan 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisul 18

"Na, gimana kabar lu?" tanya Ariel ragu saat mereka sedang makan bersama di sebuah restoran ternama. 

"Seperti yang lu lihat, sangat baik, Riel. Kita baru berapa hari enggak ketemu, tapi lu udah nanya kabar aja. Kangen ya?" Nabila menaik-turunkan alisnya untuk menggoda Ariel, dan hal tersebut langsung disambut decakan keras dari lelaki itu. 

"Pastilah. Kalau gue kagak kangen, mana mungkin gue nanya kabar lu. Gue cuma khawatir Sultan akan nyakitin lu." Ariel tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya lagi. Menilik Sultan dan Nabila yang menikah karena perjodohan dan ia tahu Sultan tidak mencintai Nabila, membuat Ariel benar-benar sangat khawatir kepada wanita pujaan hatinya. 

"Lu tenang aja. Sultan pasti bisa jaga gue dengan baik. Walaupun gue sama dia sering berantem. Anggap aja itu bumbu dalam sebuah hubungan," seloroh Nabila. 

Ia akan menutupi semuanya dari siapa pun. Termasuk Gevariel yang merupakan sahabat baiknya. Selain tidak ingin membuat lelaki itu khawatir, Nabila juga tidak ingin membuat citra Sultan menjadi buruk di depan orang lain. Seburuk apa pun pasangan kita. 

"Syukurlah kalau gitu. Gue ikut seneng." Ariel tersenyum paksa untuk menutupi kegelisahan hatinya. "Kalau sampai si Bisul nyakitin lu, jangan lupa kasih tahu gue, Na. Biar gue sunati lagi dia sampai burungnya habis tuntas."  

"Eh, jangan dong, Riel. Kalau disunat lagi sampai habis maka gue bakal galau lah, gimana sih, lu!" protes Nabila. Membuat kening Ariel mengerut dalam. 

"Maksud lu? Kenapa lu yang galau? Baru aja nikah udah bucin banget lu, Na." 

"Jangan berlagak bodoh, Riel. Bayangin aja lu nikah, tapi lu kagak punya burung. Gue jamin bini lu bakal pergi jauh-jauh karena kagak dapat nafkah batin," tutur Nabila. 

Ariel melongo untuk beberapa saat. "Asem emang lu, Na." 

Nabila tergelak keras. Ia merasa puas ketika melihat Ariel yang tampak kesal. Sungguh, untuk beberapa saat ini kegalauannya karena Sultan sedikit menghilang. Kedua orang itu pun lanjut mengobrol banyak hal. Bahkan, tak jarang mereka tergelak keras hingga membuat beberapa pengunjung di sampingnya merasa heran. 

***

Sultan menatap jam dinding dengan perasaan campur aduk. Waktu makan siang hampir tiba, tetapi belum ada tanda-tanda kedatangan Nabila ke kantor. Padahal wanita itu sudah berjanji akan datang saat makan siang tiba. 

"Pasti saking asyiknya berkencan dengan pria lain jadi dia lupa sama suaminya. Dasar wanita ganjen," umpat Sultan saking kesalnya. 

Selain gelisah karena menunggu Nabila yang tak kunjung datang, Sultan juga menggerutu karena ia tidak bisa fokus pada pekerjaannya meskipun sudah berusaha. Nabila benar-benar mengusik pikirannya. 

"Aargghh, sial!" umpatnya lagi. 

Sultan mengambil ponsel lalu berusaha menghubungi Nabila. Akan tetapi, panggilannya lagi-lagi tidak ada yang dijawab. Sultan pun beralih menelepon Ariel, tetapi sama saja. Panggilannya tidak ada yang terhubung sama sekali. Ia pun merem*s ponselnya sangat kuat untuk meluapkan kekesalan. 

Dengan gegas Sultan memakai jas lalu memasukkan ponsel ke dalam saku jas. Ia harus menyusul istrinya yang menurutnya sudah kurang ajar. Langkah Sultan begitu cepat dan terburu. Ia tidak sabar lagi ingin melihat Nabila. Atau memergoki wanita itu sedang bersama wanita lain. 

Namun, langkah Sultan terhenti tiba-tiba ketika ia baru sampai di parkiran. Keningnya mengerut dalam untuk menajamkan penglihatannya. Ia pun mengurungkan niatnya dan berjalan mendekati wanita yang sedang celingukan seperti sedang mencari sesuatu. 

"Hanum," panggil Sultan saat ia sudah berada di depan wanita itu. 

"Sultan." Hanum membalas dengan semringah. "Syukurlah, aku tidak salah masuk." 

"Tumben sekali kamu ke sini, ada apa?" tanya Sultan heran. 

"Em, maaf kalau aku mengganggu waktumu, Sul." Hanum menunduk dalam. Sambil merem*s rantang yang dipegangnya. 

"Tidak. Kamu sama sekali tidak menggangguku," kata Sultan lembut. 

"Aku ke sini untuk menepati janjiku. Bahwa aku akan membawa makan siang untukmu karena waktu itu kamu sudah menolongku," ucap Hanum tanpa berani mengangkat kepala. 

"Tidak apa. Aku justru sangat berterima kasih karena kamu sudah mau membawakan makan siang untukku. Kalau begitu, sekarang kita naik saja. Kita makan di ruanganku," ajak Sultan. Namun, Hanum justru bergeming dan tampak ragu-ragu. 

"Sul, aku—"

"Jangan memikirkan apa pun. Ini perusahaanku dan aku bebas melakukan apa pun," kata Sultan. 

Hanum menunduk sambil berjalan mengikuti Sultan. Ia merasa tidak percaya diri ketika menyadari tatapan karyawan di sana begitu tertuju padanya. 

Kedua orang tidak menyadari jika Nabila sejak tadi berada di pintu gerbang dan melihat mereka berdua. Tatapan Nabila tampak nanar dan jantungnya serasa sakit ketika ia melihat Sultan yang bersikap sangat lembut kepada Hanum. 

"Siapa wanita itu?" tanya Ariel penasaran. Ia tidak sekalipun mengalihkan pandangan dari punggung Sultan yang perlahan menjauh. 

"Entah, yang kutahu namanya Hanum. Sepertinya dia teman dekat Sultan, salah satu pengurus panti asuhan," jelas Nabila. Hal itu justru makin membuat Ariel bingung. 

"Kenapa selama ini gue enggak tahu wanita itu? Padahal kita bersahabat bukan hanya setahun dua tahun." Ariel mulai curiga. 

"Riel, walaupun kita bersahabat dekat sejak kecil, tapi tidak selalu semua hal kita ketahui. Pasti ada rahasia meskipun hanya satu, yang kita tutupi dari orang lain," kata Nabila. 

Ya, memang benar, Na. Seperti perasaan gue untuk lu yang masih tersimpan rapat di hati gue sampai saat ini. Hanya gue dan Tuhan yang tahu dan bahkan saat ini gue enggak punya kesempatan buat ngungkapin ke elu. Ariel hanya berani membatin. 

"Sudahlah, jangan bahas dia. Gue juga enggak mau ganggu mereka. Mendingan sekarang kita nge-game sama makan ice cream," ajak Nabila. 

"Na, lu enggak mau nemuin Sultan? Siapa tahu wanita itu pelakor yang mau ngerusak rumah tangga lu," tukas Ariel. Menoleh ke arah Nabila yang tampak gugup. 

"Hahaha. Omongan lu, Riel. Gue enggak takut kalaupun Sultan tergoda sama pelakor. Gue serahin semuanya kepada Tuhan. Kalau emang Sultan jodoh gue, ya udah dia bakal jadi milik gue seutuhnya. Tapi, kalau kami bukan berjodoh, ya udah juga, gue bisa apa," kata Nabila tetap terlihat tenang meskipun hatinya digempur kegelisahan. 

"Santai banget lu ngomong, Na," cibir Ariel. Nabila terkekeh cukup keras. 

"Udahlah, mendingan sekarang kita jalan. Gue mau puasin main sebelum besok mulai kerja lagi. Kalau lu enggak mau maka—"

"Ya. Kita pergi sekarang." Ariel menyela ucapan Nabila. Lalu kembali melajukan mobilnya meskipun sesekali ia melirik Nabila yang sedang sibuk menatap ke luar jendela. 

Gue tahu ada yang elu sembunyiin dari gue, Na. Lu lihat aja. Gue bakal cari tahu siapa wanita itu dan ada hubungan apa dengan Sultan. Gue udah ikhlas lu nikah sama Sultan, tapi gue enggak ikhlas kalau sampai dia nyakitin lu. Entah Sultan atau siapa pun itu, gue bakal memberi perhitungan untuk mereka yang udah bikin lu sakit. 

1
Arin
/Heart/
Rita Juwita
luar biasa...
Nur Rofikoh
nabila benar benar kayak. zaenab...
Nur Rofikoh
bisul jangan jahal. sama kadal...
Herlina Anggana
inget dulu papanya Jeje dan mama mu liburan 1 Minggu tidur di kamar yang sama meskipun beda kasur... tapi Gatra ttep gak move on dari kurap,kan kasian zeti
Herlina Anggana
kadal bisulan dah punya buntut
Herlina Anggana
masih berat di Hanum aja hatinya, begitu penat baru inget kadal 🥴.... kawatir Ama kadal juga karena takut Ama ortunya...
Herlina Anggana
berati ini bisul tu cintanya habis di Hanum demi menuruti keinginan orang yg dia cintai dia rela kembali dengan istri ya dan berusaha menerima istrinya urusan cinta nyusul gitu ....
Herlina Anggana
move on jalur ilfil sih cpet sembuhnya
S
judulnya woyyy 🤣
Lee 0893
astogeeeee ,, w rasa si Nesya yg pantes jd ank ny Agnes ,, tingkah ny sama ,, yg sbar yx je ,, 🤣🤣
Lee 0893
bang bisul kebakaran jenglottt ,, uupppss jenggot maksud ny ,,
mau d panggilin damkar gx bang ,,
🤣🤣🤣
Lee 0893
bawang gratis ,, bawang gratiss/Sob//Sob/
Lee 0893
gunakan waktu mu sebaik mungkin mas sultan ,, sebelum Dy menyerah karena lelah ,,
Lee 0893
waah ni kyaknya ank2 4sekawan somplak bibit unggul semua ,,

awas sul nanti di tuking si Ariel Bru nyesel km ,, 😄
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
yah kurang seru dikit thor, hrse dibikin nabila pergi dl biar si bisul ngerasa kehilangan, hrsnya ortu mereka ngumpetin nabila biar si bisul bingung nyari
Betri Betmawati
aku JD nangis bombai baca nya, tulis bgt cinta Nabila buat lu sul, jgn lu sia2 kn, lu ngk kn dpt lg kyk bgtu
Betri Betmawati
kenapa sikurap mksa bgt anak nikah SM Nabila, jatuh egois bgt orang tua nya
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Ariel mengingatkanku dengan Gatra dulunya yang cinta mati ke Rasya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!