NovelToon NovelToon
Skandal Di Balik Layar

Skandal Di Balik Layar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Rizaidhan Luthfian

Ajo dan Elsa dipertemukan dalam proyek film yang sama. Ajo sebagai produser dan Elsa sebagai pemeran utama. Sejak awal pertemuan, ketertarikan satu sama lain sudah terasa. Namun, status mereka yang berbeda – Ajo sebagai duda dan Elsa sebagai aktris yang sedang di puncak popularitas – menjadi penghalang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Ketegangan semakin meningkat ketika skandal masa lalu Ajo terungkap. Hal ini mengancam reputasi dan karir mereka berdua. Mereka harus berjuang melawan tekanan publik, gosip media, dan juga konflik batin mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizaidhan Luthfian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang di Rumah Kayu Tua

Bau tanah basah dan jelaga dingin menyambut Ajo saat langkah kakinya menapak lantai papan yang berderit. Rumah panggung berarsitektur Jawa-Sunda tua ini berdiri terasing di pinggiran sebuah desa kecil di kaki Gunung Salak. Ini adalah rumah masa kecilnya—tempat di mana ia dilahirkan sebelum mendiang ayahnya bangkrut dan memboyong keluarga mereka ke Jakarta, jauh sebelum nama Ajo melambung sebagai produser dingin berselimut harta.

Di rumah inilah dinding-dinding kayu lapuk menjadi saksi bisu pertama kali Ajo belajar tentang rasa kehilangan. Dan kini, di rumah yang sama, ia kembali untuk merajut ingatan yang sengaja ia kubur.

Ajo melangkah ke sudut ruang tengah yang remang. Di atas meja kayu yang tertutup debu tebal, tergeletak sebuah kotak besi tua berkarat milik almarhum ayahnya. Kotak yang selama ini tak pernah berani ia buka.

Jimi, yang berdiri di dekat pintu kayu yang terbuka separuh, mengamati sahabatnya dengan tatapan prihatin. Di luar, hujan gerimis membilas pepohonan bambu, menciptakan ritme monoton yang mencekam.

"Kau yakin di sini aman, Jo?" tanya Jimi pelan, memecah kesunyian.

"Tidak ada orang kota yang tahu rumah ini pernah ada, Jim," jawab Ajo parau. Jemarinya yang kasar mengusap gembok kotak besi yang sudah lapuk. "Bahkan Maya pun tidak tahu. Baginya, masa laluku sebelum menjadi produser kaya hanyalah sampah yang tak perlu diingat."

Tiba-tiba, suara ketukan kencang di pintu dapur belakang membuat keduanya bersiap. Jimi menarik napas kencang dan melangkah penuh waspada. Namun, sosok yang muncul dari balik pintu dapur membuat dada Ajo berguncang kaget.

Sesosok wanita berpakaian serba hitam dengan mantel basah kuyup melangkah masuk, mematikan lampu senter di tangannya. Ia membuka penutup kepalanya.

Rina. Sekretaris pribadi Ajo yang baru.

"Rina?" Ajo melangkah maju, dahinya berkerut bingung. "Bagaimana kau...?"

Sebelum Ajo menyelesaikan kalimatnya, Rina berlari mendekat dan langsung berhambur ke pelukan Jimi. Jimi merengkuh tubuh wanita itu dengan protektif, mengusap punggungnya yang gemetar. Ajo membelalakkan mata saat menyadari koordinasi yang terjadi di depannya.

"Dia istriku, Jo," bisik Jimi rendah, tatapannya sarat rasa bersalah sekaligus tekat bulat. "Maaf aku merahasiakannya darimu selama ini. Saat kau butuh sekretaris baru dua bulan lalu, aku sengaja menempatkan Rina di sisimu untuk menjagamu dari dalam... karena aku sudah curiga ada yang tidak beres dengan pergerakan Maya."

Ajo mematung, kepalanya dipenuhi kebingungan yang makin menebal.

Rina melepaskan dekapannya dari Jimi, lalu menatap Ajo dengan mata yang memerah dan napas tersengal. Dari dalam mantelnya, Rina mengeluarkan sebuah flashdisk dan setumpuk salinan dokumen rahasia.

"Pak Ajo... Maya bukan cuma mengambil alih perusahaan Bapak," suara Rina bergetar hebat, dipenuhi dorongan emosi yang tertahan. "Dia adalah dalang dari seluruh kehancuran ini sejak awal. Maya memanfaatkan celah sistem yang Bapak buat, lalu memakai nama Tuan Adam untuk membiayai operasinya. Tapi ada hal yang jauh lebih mengerikan yang baru saya temukan kemarin di brankas tersembunyi ruang kerja Bapak..."

Rina menatap Ajo dengan pandangan penuh kepedihan. "Maya tahu tentang rumah tua ini, Pak. Dulu, sebelum ayah Bapak bangkrut, perusahaan keluarga Bapak dihancurkan oleh skandal keuangan palsu. Orang yang memalsukan tanda tangan ayah Bapak sepuluh tahun lalu... adalah orang tua Maya. Maya mendekati Bapak sewaktu kuliah bukan karena kebetulan, Jo. Dia mendekati Bapak dan Adam untuk memastikan keluarga Bapak tidak pernah bisa bangkit kembali."

Kata-kata Rina merayap bagai racun yang membekukan darah Ajo. Rumah tua ini, dinding kayu lapuk ini, dan seluruh penderitaan masa kecilnya... ternyata bertautan dalam benang merah kelam yang dirancang oleh wanita yang pernah menjadi istrinya.

Sementara itu, ratusan kilometer dari desa yang sunyi, Jakarta berubah menjadi neraka bagi Elsa.

Kehancuran Adam sudah tak tertandingi. Seluruh aset perusahaannya disita, para investor memburu kepalanya, dan media menelanjanginya tanpa ampun sebagai dalang skandal nasional. Adam mengurung diri di penthouse mewahnya yang gelap, meneguk alkohol hingga hilang kesadaran, hancur oleh kebangkrutan dan pengkhianatan Maya yang tak pernah ia duga.

Namun dampak paling menyiksa justru dihantamkan pada Elsa.

Di luar kompleks apartemen tempat Elsa tinggal, puluhan mobil siaran berita dan ratusan wartawan mengepung setiap sudut. Kilatan lampu blitz kamera menembus kaca jendela, sorak-sorai pertanyaan penuh tuduhan bergema tak henti-henti dari bawah.

"Nona Elsa! Benarkah Anda terlibat dalam skema cuci uang Ajo?!"

"Di mana Ajo bersembunyi?! Apakah dia meninggalkan Anda?!"

"Elsa! Berikan tanggapan tentang kebangkrutan Adam!"

Di dalam kamar yang gelap dengan gorden tertutup rapat, Elsa duduk meringkuk di sudut lantai. Rambut indahnya kusut, wajah cantiknya pucat pasi dengan bibir yang bergetar. Ponselnya terus berdering tanpa henti dari nomor-nomor tak dikenal. Elsa menutup kedua telinganya dengan tangan, membiarkan air mata membasahi lututnya.

Ia tak memedulikan kariernya yang hancur. Ia tak peduli pada tuduhan publik. Satu-satunya hal yang merobek dadanya hingga berdarah adalah fakta bahwa Ajo pergi menyembunyikan diri tanpa menyisakan satu pun pesan untuknya.

"Ajo... di mana kamu..." bisik Elsa parau dalam kegelapan, tangisannya pecah menyuarakan rasa sepi yang membakar. "Kenapa kamu membiarkan aku sendirian di sini..."

Di bawah pendar redup lampu minyak di rumah tua Salak, Ajo memegang dokumen dari Rina dengan tangan yang gemetar hebat. Misteri kelam tentang masa lalu keluarganya, dalih kejahatan Maya, dan penderitaan Elsa yang membayang di kepalanya bersatu menjadi badai emosi yang meledakkan dadanya.

Ajo mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih, menatap dua sahabatnya dan Rina.

"Maya pikir dia sudah memenangkan segalanya di atas tanah rumah ini," bisik Ajo, suaranya kini berubah menjadi keheningan yang paling berbahaya—sebuah ketenangan sebelum badai besar meletus. "Sekarang, kita buat dia sadar bahwa tempat dia berdiri adalah kuburannya sendiri."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!