Alina Hartawan gadis malang yang harus menebus semua hutang Ayah nya dengan cara terpaksa menikahi Ceo yang sangat Arogan dan Kasar padanya.
Akan kah Alina bisa meluluh kan hati sang Ceo dengan kelembutan yang ia miliki yuk merapat buat yang pengen tau kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
''Iya sayang aku mengerti kok dan makasi kamu juga selalu mengerti aku. '' Zoya kembali mengecup singkat bibir zian.
Tak berapa lama Zoya pun terlelap dalam dekapan Zian setelah meminum obat nya. melihat Zoya yang sudah tertidur pulas dengan perlahan Zian bangkit dan pergi karna pekerjaan nya masih banyak dan menumpuk.
Setelah merasa Zian benar-benar telah pergi Zoya pun bangun kembali. ternyata dia hanya pura-pura tidur agar Zian cepat pergi.
''Ah akhirnya dia pulang juga saat nya bersantai ria.. ah kasur ku yang sangat nyaman aku rindu '' Zoya berguling kesana kemari merindu kan kasur nya yang empuk.
🍁🍁🍁
Pagi menjelang seperti biasa Alin terbangun dari tidur nyenyak nya. Ia segera bergegas membersihkan diri karna ada kuliah pagi ini. Dan ia tak sempat untuk membuat sarapan terlebih dahulu.
Setalah selesai ia pun berangkat menuju kampus sesampai di depan gerbang kampus saat hendak masuk ada sebuah mobil hitam yang berhenti tepat di belakang Alin.
Mobil itu langsung membawa tubuh Alin seketika masuk kedalam dan membekap mulut Alin dengan sapu tangan yang telah mereka beri bius. Mereka pun melajukan mobil nya dengan kencang agar tak ada yang melihat.
Tapi untung saja Inem dan Ira sempat melihat kejadian itu. ia berlari untuk mencari Alena.
''Len...lena.. '' panggil mereka dengan ngos-ngosan.
''Eh kalian kenapa,,, ?''
''Itu... itu'' jawab mereka serempak
''Ok kalian tarik nafas dulu dalam-dalam habis itu buang baru kalau agak tenang baru cerita. '' mereka pun menuruti perintah Lena.
''Tarik nafas... buang,,,, ''
''Ok kita udah agak tenang, Alina di bawa orang kabur Len. '' jawab mereka.
''Hah kemana? kok bisa? kenapa gak ngomong dari tadi? aduh gimana nih? aku harus telfon Bagas dulu. ''
Tut... Tut... Tut...
''Aduh Bagas kok gak ngangkat sih aku telfon siapa lagi coba? Ah iya aku telfon Zidan aja. ''
Tapi Zidan pun sama,tak ada satu pun yang mengangkat. akhirnya Lena mencoba menelfon Zian. Dan dengan dua kali deringan telfon pun di angkat.
''Ha,,,hallo Zian tolong, tolong selamatkan Alin dia barusan di culik orang '' terang Alen.
Tapi Zian hanya diam dan langsung mematikan telfon.''Hah dasar tak tau diri percuma juga aku menghubungi nya, dasar tidak sopan main matiin gitu aja gue pecat juga nih jadi adek ipar'' batin Alen.
Alin yang sudah sadar kan diri berusaha melihat sekeliling,tempat ini berasa sangat asing bagi dirinya.''Ini dimana ya '' batin Alin.
Saat sedang masih mengumpulkan kesadaran beberapa gerombolan orang berbadan besar masuk ke dalam ruangan yang sangat pengap itu.
''Akhirnya kau sadar juga Nona.'' kata salah seorang pria berbadan besar itu. sementara pria lain pun ikut berkata
''Wah ternyata kau sangat cantik Nona sayang kalau kami harus membunuh tanpa mencicipi tubuhmu terlebih dahulu. ''
Mendengar itu Alin pun sangat terkejut dan takut ia memundurkan dirinya beberapa langkah ke belakang.
''Jangan mendekat!! Apa yang kalian ingin kan dan siapa yang menyuruh kalian untuk menculik ku. '' pekik Alin.
''Tenang lah kami akan membawa mu terbang melayang sehingga kau akan merasa sangat tagihan.''
Salah satu pria bertubuh kekar itu langsung menarik kaki Alin sehingga ia terjatuh dan diseret mendekat dengan, sekuat tenaga Alin terus menendang-nendang nya. Namun Alin tetap kalah telak oleh mereka yang sangat beringas itu.
Semua yang ada di sana memandang Alin dengan penuh nafsu tatapan seperti hewan kelaparan yang akan memangsa buruan nya.
Mereka membelai pipi dan paha mulus Alin secara bergantian. Alin hanya bisa menangis walau sudah mencoba melawan dia hanya berharap akan ada yang menolong nya terbebas dari siksaan ini.
Rasa nya lebih baik mati saja kalau harus melayani nafsu bejat mereka semua, Alin terus meronta sambil menangis.Badan nya yang kecil tak bisa mengalahkan ke empat pria bertubuh besar itu.
Mereka merobek paksa baju Alin, sehingga kancing baju nya pun ikut berhamburan,menampak kan gundukan besar putih dan mulus itu, semua mata terpana melihat ke indahan dan kemolekan itu , menambah ke g@irahan setiap yang melihat.
''Benar-benar indah'' puji salah satu dari mereka.
''Yah aku sudah tak sabar untuk mencicipi nya. ''
Salah satu dari mereka mendekat seperti nya itu adalah kepala genk mereka dengan tatapan lapar pun langsung berusaha mencium bibir mungil itu tapi Alin langsung mengelak dan ciuman itu langsung jatuh ke leher jenjang nya.
Menghirup wangi pada leher Alin ia pun menjadi sangat bernafsu dan menjilati leher jenjang Alin...
''Tolong,,, siapa pun tolong Aku'' Ronta Alin.
''Tenang lah tak akan ada yang menolong mu karna tempat ini jauh dari pemukiman. ''
Alin terus saja meronta saat pria itu mulai turun ke belahan dada nya dengan keras Ia langsung menendang pusat inti si pria sehingga ia merasakan sakit yang tak bisa di ungkap kan.
Melihat pria itu kesakitan Alin berusaha melarikan diri, ''Apa yang kalian liat cepat kejar dia sebelum lolos. '' sekuat tenaga Alin berusaha lari tapi dia kalah cepat. Pipi Alin pun di tampar oleh salah satu nya.
''Dasar tak tau diri kami sudah bersikap baik padamu tapi kau malah menendang bos kami. rasakan ini ''
Pria itu lagi-lagi memukul Alin sehingga meninggal kan bekas tamparan yang sangat sakit bagi Alin sudut bibir nya pun ikut robek karna tamparan itu.
Tak sampai disitu bahkan mereka juga menghantam kan kepala Alin ke dinding pelipis nya pun mengeluarkan darah segar. Alin berteriak karna kesakitan.
Seolah tak puas dengan apa yang mereka lakukan.Sang bos pun mendekat dengan sedikit tertatih
''Cepat kalian ikat tangan dan tubuh nya di tiang itu biar dia tau rasa''
Mereka segera mengikat tangan Alin pada sebuah tiang yang cukup besar yang masih terlihat kokoh di tengah ruangan itu.
Dengan begitu mereka akan lebih leluasa lagi menggerayangi tubuh kecil itu.
Sekarang Alin benar-benar pasrah karna ia tidak bisa lagi melarikan diri tangan dan tubuh nya sudah terikat kuat. Yang ia harap kan hanya lah keajaiban yang akan menolong dirinya.
Kawanan penculik itu kembali berusaha meraba dan memegang tubuh mungil itu. Dengan senyum jahat mereka terus mengelus-ngelus.
Setelah puas meraba salah satu dari mereka pun langsung maju dan membuka ikat pinggang celana nya dan ia juga berusaha membuka celana Alin. untung saja Alin memakai celana jeans yang cukup ketak sehingga menyulitkan untuk di buka.
Karna tak kunjung terbuka akhirnya ikatan tali itu di lepas,Alin terduduk pria itu terus menarik celana Alin.Setelah terbuka sepenuh nya si pria pun dengan cepat menindih tubuh Alin.
............BERSAMBUNG.......
eeh ada kak inem ..🤗🤗😂😂🤭makin seru wae ki lanjutt