PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.
"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"
"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"
Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.
Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.
Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.
Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.
Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama (REVISI)
Acara pernikahan pun telah selesai di laksanakan. Jessica dan Putra sekarang sedang saling berdiam diri di kamar Putra.
Jessica duduk sambil memandang jari kukunya yang di hias, Putra duduk resah seperti banyak pikiran.
Jessica yang melihat itu sedikit curiga dengan apa yang di pikirkan oleh Putra.
Jessica berencana untuk bertanya akan keadaan Putra sekarang, namun hal itu ia urungkan karena ada yang mengetuk pintu.
"Gue aja." Ucap Putra ketika Jessica beranjak ingin membuka pintu.
Putra pun bangkit dan berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Dibukanya pintu dan munculah Binan yang membawa dua gelas minuman.
"Aden Putra, ini jamu yang harus di minum oleh Aden dan Nona." Jelas Binan.
"Jamu buat apa?" Tanya Putra.
Binan tersenyum ke arah Putra. Namun anak buahnya yang lain malah tertawa pelan.
"Ini jamu dari Nyonya Taya." Jawab Binan.
Putra memiringkan kepalanya.
"Yaudah sini." Putra mengulurkan tangannya.
Binan pun tersenyum senang, lalu memberikan nampan yang berisi dua gelas jamu itu.
Putra mengambilnya lalu menutup pintu kembali.
"Kunci kunci!" Seru pelayan di belakang Binan kepada temannya sambil berbisik.
Temannya itu pun mengangguk dan segera mengunci pintunya dari luar.
Putra menyimpan nampannya di meja yang ada di depan kursi mereka.
"Apa itu?" Tanya Jessica.
"Nggak usah di minum." Jawab Putra ngawur.
Jessica memutar matanya malas karena jawaban Putra tak sesuai dengan pertanyaan Jessica, lalu ia pun bangkit dari duduknya. Dia berjalan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Putra hanya melihat Jessica yang pergi dari sisinya. Setelah Jessica sudah masuk ke dalam kamar mandi, ia pun bangkit dari duduknya dan bergegas untuk pergi.
Putra membuka knok pintu yang ternyata terkunci. Dia berusaha membuka pintu nya beberapa kali yang tetap saja masih tidak bisa terbuka.
Putra kesal. Ia pun merebahkan tubuhnya di kasur besar yang di taburi bunga mawar itu.
Satu jam kemudian, Jessica telah selesai dari ritual mandi kembang tujuh rupanya. Jessica terkejut melihat Putra yang sedang tertidur di kasur dengan masih memakai pakaian pengantin.
"Emang mandi gue kelamaan ya? Perasaan cuman lima belas menit." Gumam Jessica, Ohh hellowww lu mandi satu bulann.
Jessica pun mendekati kasur dan menggoyang - goyangkan badan Putra yang tertidur.
"Put bangun Put! Mandi!" Seru Jessica yang di hiraukan oleh Putra.
"EH KAMPRET BANGUN! MAU GUE MANDIIN JUGA LO?!" Teriak Jessica di telinga Putra.
Putra yang terusik langsung menarik tubuh Jessica dan mendekapkannya dalam pelukan.
Jessica membuka matanya lebar - lebar. Terkejut akan hal yang sedang di lakukan oleh suami nya yang baru sah beberapa waktu yang lalu.
Eh ngapain gue diem gblk, gue kan harusnya memberontak! Ini namanya pelecehan! Batin Jessica.
Jessica pun meronta - ronta.
"Diem." Bisik Putra.
Jessica agak sedikit geli mendengar bisikan itu. Tidak terbayang sama sekali dalam pikirannya, di malam pertamanya ini dia akan,
"Aaarggh!" Ringis Putra kencang.
Jessica yang sudah tidak di peluk oleh Putra langsung menjauhkan dirinya agar bisa mendapat jarak aman.
"Ngapain lo gigit gue!" Seru Putra.
"Ya abis ngapain lo peluk gue?!" Balas Jessica.
Putra terdiam.
Jadi yang di mimpi gue peluk aslinya Jessica? Batin Putra.
"Mandi cepet sana! Bau." Ketus Jessica.
Putra menatap Jessica. Jessica yang mendapat tatapan itu justru malah ketakutan.
Putra menaikan salah satu alisnya.
"Tadi lo bilang mau mandiin gue kan? Mandiin." Ucap nya.
"Ogah! siapa lo!" Ketus Jessica.
"Gue kan suami lo, lo juga tadi bilang mau mandiin gue." Goda Putra.
"Kalo lo udah lumpuh trus mati, baru gua mau mandiin lo." Jessica melipat tangannya di dada.
Putra yang makin senang menjahili Jessica langsung mendekati Jessica secara tiba - tiba.
"Eee mama cuik! Ih lo bikin--"
"Sssttt!" Putra menempelkan jari telunjuk nya di bibir Jessica.
"Kenapa?" Tanya Jessica yang juga memelankan suaranya.
"Ini kan.."
"Malam pertama kita!" Seru Putra.
"Ih!! Dasar lo!! Mesum!" Teriak Jessica langsung melemparkan bantal ke tubuh Putra.
"Eh diem!" Teriak Putra yang tak terima di perlakukan kejam oleh istrinya.
Putra menarik tangan Jessica yang membuat tubuh Jessica terhuyung ke depan dan Putra pun terjatuh yang kemudian di timpa oleh Jessica.
Jessica terkejut dengan kejadian itu. Namun, bukannya menghindar mereka malah terdiam dan saling mengamati wajah pasangannya satu sama lain.
Emang bener ya kata si Bianca sama Riana, si Putra nih kalo di lihat - lihat ganteng juga. Batin Jessica.
Kenapa gue mikir? Batin Putra.
"Aaaaa!!" Teriak Jessica yang membuat Putra terkejut dan menutup matanya.
Jessica langsung bangkit dan menjauh sejauh mungkin dari Putra.
"Lo yang--OHOK OHOK!" Putra tiba - tiba tersedak karena ngomong nya buru - buru.
"Ehh?" Jessica yang melihatnya ikut panik.
Dia pun langsung berlari ke arah pintu untuk meminta air kepada pelayan yang mungkin ada disekitar kamarnya.
Namun Jessica tidak bisa membuka pintunya karena pintu itu terkunci.
"Ngapain lo kunci pintunya dodol?!" tanya Jessica berteriak.
Putra tidak menjawab. Dia masih sibuk dengan batuknya sambil memegangi perut.
Jessica melihat kesekeliling dan matanya terhenti pada dua gelas yang ada di meja dekat kursi.
Ia pun segera mengambilnya dan hendak memberikan nya kepada Putra.
"Eh kan air ini katanya jangan lo mi--"
Belom selesai ngomong Putra langsung mengambil gelasnya dan segera meminum airnya.
"Ehh!! Lo bilang kan--"
"OHOK OHOK." Putra menepuk nepuk dadanya.
Dia langsung mengambil kembali gelas yang ada di meja dan meminumnya sampai habis.
Jessica hanya terdiam melihatnya. Dia juga sebenarnya tak tahu jelas apa efek dari jamu yang baru saja Putra minum tadi.
"Ni air apa si ko pait bang--"
"Itu jamu dari Binan yang tadi lo bilang jangan di minum!" sentak Jessica.
Putra membelakkan matanya terkejut. Ia menatap kembali gelas yang baru saja dia minum.
"Gue minum dua duanya?" Tanya Putra memastikan. Jessica hanya membalasnya dengan mengangguk.
Keringat Putra bercucuran di kedua pelipisnya.
"Emangnya kenapa sih?!" Tanya Jessica penasaran.
"Panas."
"Hah?!"
"Panas!"
"Pa--panas? Disini nggak panas ah!" Ucap Jessica.
"Tapi gue panas!" Ucap Putra.
"Apaan sih ngawur! Ac di sini kan ada du--AAAAAAAAA!!"
"PUTRA LO NGAPAIN BUKA BAJUUU!!!" Teriak Jessica yang langsung menutup matanya.
"Panas! Gue bilang kan tadi panas!" Seru Putra.
"Ya tapi nggak usah buka baju juga!" Ketus Jessica.
Tak ada balasan. Jessica yang penasaran pun membuka matanya.
"Putra lo kenapaa?!" Teriak Jessica yang melihat Putra sudah sangat lemas.
"Jess.."
"Hah?! Kenapa?! Lo jangan mati dong! Masa gue langsung jadi janda ah nggak--"
"Gue nafsu."
Botol sih jadi orang.
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.