NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32.

Matahari mulai menyelinap dari balik perbukitan, memancarkan sinar keemasan yang menghangatkan Desa Sekar. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, menghadirkan udara pagi terasa sejuk dan menenangkan.

Usai menunaikan shalat Subuh berjamaah, Daniel dan Zeya langsung disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Daniel menyiapkan sarapan sederhana di dapur kecil mereka. Dia memanggang beberapa lembar roti dan membuat susu hangat. Sementara itu, Zeya turun ke bawah rumah untuk mencuci pakaian.

Awalnya, gadis itu sempat sedikit kesulitan, karena selama ini terbiasa menggunakan mesin cuci, tetapi sekarang ia sudah mulai terbiasa dengan hal-hal baru yang sebelumnya tak pernah dilakukan. Baginya, semua ini adalah pengalaman baru yang mengajarkannya untuk lebih menghargai hal-hal sederhana dalam kehidupan.

Setelah sarapan selesai disiapkan, Daniel mengambil kanebo lalu mulai mengepel lantai kayu rumah hingga bersih.

"Ze...sudah selesai belum nyucinya?" tanya Daniel dari atas tangga. "Kita sarapan, yuk!"

"Iya, sebentar," sahut Zeya sembari menjemur pakaian terakhir.

Tak lama berselang, Zeya pun selesai dengan pekerjaannya. Ia segera naik ke atas. Keduanya kemudian duduk berhadapan di lantai, menikmati sarapan sederhana yang terasa begitu nikmat karena mereka menyantapnya bersama-sama.

Sesuai rencana yang telah mereka sepakati semalam, hari ini Daniel akan menghadiri seminar mengenai teknik pertanian modern yang dia dapatkan informasinya dari internet.

"Jam berapa nanti seminarnya, Niel?" tanya Zeya di sela-sela mengunyah roti.

"Jam sepuluh," jawab Daniel setelah meneguk susu hangat. "Yakin kamu nggak mau ikut?"

Zeya menggeleng pelan. "Kayaknya nggak usah, deh. Aku kan, punya misi sendiri hari ini. Nanti aku mau ke rumah Bu Kades, menyampaikan gagasanku. Semoga beliau menyambutnya dengan baik."

"Aamiin."

"Kamu juga doakan aku, ya. Semoga aku bisa memahami semua materi yang disampaikan, supaya nanti ilmunya bisa langsung aku terapkan di lahan Pak Hadi." ucap Daniel, lalu menyeruput susu dalam gelas di tangannya.

"Kalau soal itu sih, kamu nggak perlu khawatir. Aku akan selalu mendoakanmu," jawab Zeya mantap. "Aku yakin kamu pasti bisa. Kalau nanti ada materi yang masih kurang paham, kita bisa pelajari lagi sama-sama."

Daniel tersenyum hangat. "Makasih ya, Ze. Kamu selalu membuatku bersemangat."

Zeya membalas senyum suaminya. Namun, beberapa saat kemudian, ia seperti baru teringat sesuatu. "Oh ya, nanti kamu berangkat minta diantar sama siapa?"

"Aku pinjam motor Pak RT. Tadi pagi aku sudah kirim pesan ke beliau. Katanya nanti aku tinggal ambil saja motornya sebelum berangkat," jawab Daniel, sembari melanjutkan sarapannya.

"Syukurlah." Zeya mengembuskan napas lega. "Semoga seminarnya lancar, ya."

"Aamiin. Kamu juga semoga lancar menyampaikan idemu ke Bu Kades."

Selesai sarapan, Zeya membereskan piring bekas sarapan mereka. Sementara Daniel segera berganti pakaian bersiap untuk berangkat ke tempat seminar diselenggarakan.

"Aku berangkat, ya," pamit Daniel sambil mengulurkan tangannya.

Zeya menyambutnya lalu mencium punggung tangan besar itu dengan takzim.

"Hati-hati di jalan ya, Niel," pesan gadis itu tulus.

Daniel mengangguk lalu mencium kening istrinya sebelum turun, kemudian membawa langkahnya meninggalkan rumah panggung.

Zeya menatap kepergian suaminya sambil tersenyum dan melambaikan tangan sampai bayangannya tak lagi nampak. Kemudian ia segera masuk ke dalam rumah serta menguncinya.

Gadis itu mengambil ponsel di atas meja. Ia mencari kontak ibu mertuanya lalu melakukan panggilan.

Terdengar nada sambung beberapa kali, hingga akhirnya suara lembut Mami Mia terdengar dari seberang.

"Halo? Assalamualaikum, Sayang," sapa Mami Mia hangat.

"Waalaikumsalam, Mi," jawab Zeya sopan, tetapi agak sedikit gugup. "Mami sedang sibuk nggak? Maaf, Ze menelpon sepagi ini."

"Nggak sama sekali, Ze. Mami justru senang sekali mendengar suaramu. Apa kabar kamu sama Kakak di sana? Sehat semua, kan?" tanya Mami Mia penuh perhatian.

"Alhamdulillah, kami sehat-sehat saja, Mi," jelas Zeya singkat. "Sebenarnya Ze ingin minta tolong sesuatu sama Mami."

"Cerita saja, Sayang," ujar sang ibu mertua dengan senang hati. "Apa yang bisa mami bantu?"

Zeya pun mulai menceritakan gagasannya tentang pembentukan bank sampah, serta rencana mengajarkan para ibu desa mengolah sampah plastik menjadi kerajinan yang bernilai jual. Ia juga menyampaikan keraguannya karena hanya mengandalkan tutorial online dirasa belum cukup efektif tanpa bimbingan langsung.

Mendengar penjelasan itu, Mami Mia terdiam sejenak, lalu suaranya terdengar penuh antusiasme.

"Wah, ide yang sangat bagus dan mulia sekali, Ze! Kamu benar-benar hebat," puji Mami Mia tulus.

"Soal instruktur kamu tenang saja. Kebetulan Yayasan Sosial mami memang sering bekerja sama dengan pengrajin yang ahli di bidang daur ulang. Nanti mami akan hubungi mereka, minta tolong untuk datang ke sana memberikan pelatihan. Insya Allah nggak akan sulit."

Wajah Zeya seketika berbinar cerah, beban di dadanya perlahan luruh. "Benarkah...? Terima kasih banyak, Mi! Ze nggak tahu harus ngomong apa lagi," ucapnya penuh rasa syukur.

"Nggak perlu berterima kasih, Nak. Justru mami bangga sama kamu mau berbuat baik dan membawa manfaat bagi orang lain. Nanti mami kabari lagi ya setelah semuanya tersusun," janji Mami Mia lembut.

Setelah mengucapkan terima kasih berkali-kali dan berpamitan, Zeya menutup sambungan telepon. Hatinya kini terasa jauh lebih tenang dan penuh semangat. Dengan keyakinan yang mantap, ia merapikan penampilannya, bersiap pergi menuju kediaman Bu Kades untuk menyampaikan rencana indah tersebut.

...

Sementara itu, Daniel telah tiba di lokasi seminar tepat waktu. Sepanjang acara berlangsung, pemuda itu menyimak dengan perhatian penuh, mencatat setiap poin penting tentang teknik penanaman, pengelolaan air, hingga cara mencegah serangan hama secara alami. Materi yang disampaikan sangat mudah dia pahami, membuat semangatnya semakin berkobar.

Tak terasa waktu berlalu, seminar pun usai menjelang sore. Daniel bergegas menuju tempat motor milik Pak RT terparkir. Dia berniat segera pulang agar tidak membuat Zeya cemas.

Namun, saat melewati jalan sepi tepat di mana dia pernah hampir dibegal beberapa waktu lalu, tiba-tiba ada tiga orang pemuda bertubuh kekar berdiri tegak di tengah jalan, seolah sengaja menghadangnya. Dia pun terpaksa mengerem mendadak hingga motor itu berhenti dan nyaris terbalik. Daniel menurunkan kakinya ke jalan, menatap mereka dengan kewaspadaan tinggi.

"Kalian siapa? Kenapa menghalangi jalan?" tanyanya sambil menyipitkan mata.

Salah satu dari mereka yang berpenampilan paling garang menyeringai sinis sambil memutar sebatang kayu di tangannya.

"Kamu itu Daniel, kan? Yang katanya mau menyewa lahan Pak Hadi?" tanyanya dengan nada menantang. "Kami anak buah Juragan Bahar. Kami hanya ingin bilang, lebih baik kamu urungkan niatmu karena juragan kami menginginkannya. Wilayah ini sudah ada yang mengatur, jadi jangan coba-coba sok menjadi pahlawan di desa ini."

Daniel mengeratkan genggaman pada stang motornya. "Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Hadi dan mendapat izin resmi. Jadi urusan ini tidak ada hubungannya dengan Juragan Bahar." Daniel terpaksa berkata seperti itu agar urusan cepat selesai.

Akan tetapi, pemuda itu justru tertawa mengejek setelah mendengar ucapannya. "Keras kepala juga kamu, ya. Kamu pikir kami akan percaya sama bocah ingusan sepertimu?"

Pemuda berwajah garang itu pun memberi kode lewat isyarat. "Kalau begitu, kami akan memberimu pelajaran , agar kamu sadar diri dan berhenti berkhayal!"

"Serang, dia...!"

1
Aditya hp/ bunda Lia
rapat dadakan 😁
Nar Sih
jgn kepede an dulu juragan ,jgn anggap remeh daniel dan zheya yg ada kmu yg kalah🤣
Patrick Khan
kyk nya mw rundingan😁😁
Aditya hp/ bunda Lia
perasaan cuuinttaaaaa ..... itu namanya Zeyaaa kasih tau Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣,
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ini mama Mia yang di sebelah yah ... Mak Mia 🤭🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kisah daniel zeya itu novel pertama ibu, di akun mentarisenja, cari aja dah ada kok judulnya mencintaimu tak perlu alasan, bahkan kisah anak mereka juga sudah ada. 🤭
total 7 replies
Patrick Khan
serbuuuuuuu🔨🔨🔨🔨🔨ini q bawah senjata😁
Aditya hp/ bunda Lia: siap perang kita 😂😂😂
total 5 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kebalik paaaakkk kamu yang siap2 belum tau ajah kau itu siapa Daniel dan zeya ... kamu salah pilih lawan ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Bu Yuni kompor meleduk....kalau iri bilang bu😂🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kak, Es, pernah lihat sinetton tukang ojek pengkolan gak? nah seperti itulah karakter bu yuni dlm bayangan ibu🤭🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya maraton 😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 3 replies
Nar Sih
lega kan hti mu maura klau sdh minta maaf dan di terima ,tinggal perbaiki diri dan hti mu biar jauh dri sifat yg gk trrpuji lgi
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
ahh muara tobat ni ye🤣🤣🤣
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
terkejut kan zeya
.emaknya datang😁
Esther
kalau akur gini kan enak,gak ada rasa iri.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu ya zhe
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
semoga dgn ada nya zheya dan daniel di desa tersebut bisa membwa perubahan yg lbh maju
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Nar Sih
👍👍maura kmu sdh berani bersikap legowo minta maaf semoga dgn saling memaaf kan bisa membawa hidup lebih damai biar bagai mana pun kmu dan zeya saudara
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
tium atuh Niel udah sah ini tium kening ajah ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: wkwkwkk ... iya juga yah
total 4 replies
Dew666
Maksut istri tua gimana nih
Dew666: Ooh begitu 😍
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
clear udah
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!