NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:270.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: nazwa talita

Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18 BAYANGAN MASA LALU

Arga tersenyum sambil menatap ponselnya. Di sana, dia melihat gadis yang sedari tadi mengusiknya itu sedang terlelap.

Kenapa kau begitu menarik perhatian? Padahal kau hanya seorang office girl.

Arga mengusap layar ponselnya, kemudian kembali meletakkannya di meja. Pria itu mendesah panjang saat menatap semua berkas yang kini menumpuk di mejanya.

Niat hati ingin libur, tetapi ternyata malah disuguhi pekerjaan yang sangat banyak.

Padahal saat ini pikirannya sedang tidak fokus karena keberadaan Gendis di apartemennya.

Pria itu ingin segera pulang agar dia bisa segera bertemu dengan gadisnya.

Gadisnya? Sejak kapan perempuan itu menjadi gadisnya?

Arga menggeleng pelan dengan pikiran konyolnya.

Sepertinya aku sudah gila.

Senyum Arga mengembang di wajah tampannya. Tangannya kemudian bergerak meraih berkas dan mulai mengerjakannya satu persatu.

Dia ingin segera pulang agar dia bisa segera menemui perempuan yang membuat hatinya tidak tenang semenjak pertama kali melihatnya.

***

Gendis membuka matanya saat merasakan sentuhan lembut yang membelai wajahnya. Perempuan itu sangat terkejut saat melihat Arga sudah berada di depannya dengan telapak tangan yang sedang membelai wajahnya.

Pria itu tersenyum menatapnya. Gendis sejenak terpaku, menatap senyum yang mengembang di wajah tampan pria itu.

Tampan ... tentu saja! Sejak dulu, pria itu memang sangat tampan dan mampu menghipnotis banyak orang.

Kini, pria itu bukan hanya tampan, tetapi juga mapan. Dua tahun, adalah waktu yang sangat singkat. Namun, dengan semua harta yang dicuri darinya, pria itu berhasil menjadi pengusaha muda terkenal seperti sekarang.

Gendis mengepalkan tangannya dibalik selimut. Namun, senyum manis tercetak di wajah cantiknya membuat pria di depannya itu sejenak menghentikan pergerakan tangannya di wajah gadis itu.

"Maaf, Pak, saya ketiduran."

"Maaf." Gendis menyingkirkan tangan Arga dari wajahnya.

*Sedekat ini aku denganmu, tetapi kau bahkan tidak mengenaliku sama sekali. Apa dulu kau benar-benar tidak memperhatikan aku dengan benar? Sampai kau tidak ingat sama sekali seperti apa diriku di masa lalu?

Ini baru dua tahun, Arga. Tapi kau bahkan tidak mengingatku sama sekali*.

Arga tersenyum canggung.

"Ma-maaf, saya-"

"Saya yang harusnya minta maaf karena saya tertidur dan tidak mengetahui kedatangan Bapak." Gendis memotong ucapan Arga.

Arga tersenyum lembut.

"Saya baru saja pulang."

"Kata Bibi, kamu belum makan. Saya ingin mengajak kamu makan."

"Bisakah saya makan di sini saja?" Gendis meringis kesakitan.

Luka di tubuhnya terasa sakit dan perih.

"Kau tidak apa-apa?" Arga terlihat khawatir.

"Sakit ...." Gendis merintih saat dia mencoba bangun dari tidurnya.

"Jangan bergerak!"

Arga menahan tubuh Gendis, laki-laki itu kemudian mengangkat tubuh Gendis dan mendudukkan gadis itu di sofa.

"Saya kan sudah bilang, seharusnya kamu menginap di rumah sakit biar lukamu cepat sembuh." Arga menundukkan kepalanya, memperhatikan luka perban di kedua lutut Gendis.

Saat Arga melihat luka itu ternyata berdarah, hingga perbannya berwarna merah, laki-laki itu tersentak kaget.

Bayangan masa lalunya tiba-tiba melintas. Arga menelan saliva sambil menghembuskan napas panjang.

"Ada apa, Pak? Kenapa Bapak terlihat kaget?"

Arga menatap Gendis dengan napas tak beraturan. Pria itu mencoba menetralkan perasaannya. Detak jantungnya berdetak cukup kencang.

Bayangan wajah perempuan yang menangis penuh luka di sekujur tubuhnya kembali terlintas.

Suara tangisan dan teriakan kesakitan perempuan itu bahkan masih terngiang jelas di telinganya.

Arga menatap Gendis dengan tatapan tak terbaca. Napasnya masih memburu dengan keringat yang kini mulai membasahi keningnya.

"Pak, Pak Arga. Bapak tidak apa-apa?"

Arga menggeleng pelan sambil menyeka keringat di keningnya.

"Sa-saya tidak apa-apa. Saya hanya terkejut karena melihat lukamu berdarah lagi," ucap Arga dengan gugup.

"Bapak takut melihat darah?" Gendis menatap pria itu dengan heran.

Bagaimana mungkin pria berdarah dingin itu takut dengan darah? Apa dia lupa apa yang sudah dia lakukan dulu padaku?

Gendis menahan semua emosi di dadanya. Bayangan saat Arga dan Arabella juga anak buahnya saat menyiksa dirinya hingga darahnya berceceran di atas lantai, kembali terlintas.

Saat itu Arabella menendang luka di lututnya berkali-kali setelah perempuan itu menggoresnya dengan benda tajam.

Teriakan bahkan rintihan kesakitannya tidak membuat dua orang berhati iblis itu menghentikan siksaannya.

Setelah mereka puas, mereka menyuruh anak buah mereka mengobati luka di sekujur tubuhnya.

Namun, setelah mengobati luka Gendis, esok harinya mereka berdua kembali menyiksa gadis malang itu sampai akhirnya Gendis mengalah dan memberikan semua yang mereka minta.

Bodohnya Gendis karena saat itu dia menyangka kalau dua orang pengkhianat itu akan melepaskannya saat dia memberikan semua yang mereka minta.

Setelah mereka berhasil mendapatkan semua yang mereka inginkan, mereka berdua kembali menyiksa Gendis, hingga akhirnya gadis itu hampir kehilangan nyawa.

Seandainya saat itu dia tidak pura-pura mati, mungkin saat ini dia benar-benar sudah mati dan tidak bertemu kembali dengan iblis berwajah tampan di depannya ini.

Gendis mengehembuskan napas panjang sambil menatap pria di depannya yang saat ini sedang menunduk seperti orang kesakitan.

"Saya tidak takut darah, sa-saya hanya ...." Wajah tampan Arga mendongak menatap Gendis.

"Hanya apa, Pak?" Gendis menatap pria itu dengan rasa penasaran.

"Setiap kali melihat darah, saya teringat masa lalu saya."

"Masa lalu, Bapak?" Arga mengangguk mendengar ucapan Gendis.

"Memangnya ada apa dengan masa lalu Bapak?"

Arga tersenyum tipis saat melihat gadis itu begitu ingin tahu tentang masa lalunya.

"Kita baru saling kenal, tidak baik terlalu ingin tahu masa lalu orang yang baru kamu kenal." Arga mengacak rambut Gendis kemudian merapikannya kembali.

"Tidak baik juga buat Bapak sok akrab sama saya, padahal kita juga baru saling kenal," ucap Gendis dengan wajah cemberut.

"Kamu marah?"

Gendis menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya.

"Apa kamu lupa, kalau hampir setiap hari kamu mengantarkan kopi dan sarapan untuk saya?"

Arga menatap gadis di depannya itu dengan gemas. Perasaan takut yang tadinya muncul tiba-tiba langsung menghilang begitu saja.

"Itu kan beda ceritanya, Pak."

"Lalu?"

"Apa yang kamu inginkan? Apa kamu juga ingin lebih mengenal dekat dengan saya seperti saya yang sangat ingin mengenalmu lebih dekat?"

Wajah tampan pria itu mendekat, deru napasnya menerpa wajah cantik Gendis yang terpaku. Namun dalam hati dia mencibir.

.

Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya ya teman-teman.

Terima kasih sudah membaca ....

1
Anneke28 Annetje
tdh seru ceritanya tamat begitu saja gantung
Sri Wahyuni
bagus lanjutkan
Floren Soria
gantung cerita
Nur Qalbi
lanjut
🍻
Penulisnya gak professional dalam berkarya !!!!
🌸 SoraMelody 🌸
kok udah tamat aja gimana dah
Shinta Nurfadillah
loh cerita kok gantung gini
angel
bikin karya kog Ngantung
Nazwatalita: Nanti lihat di season 2 nya Kak🙏
total 1 replies
Nur Mei
menguras emosi
SeoulganicId
eh apapun alasan lu arga gue tetep gak setuju gendis balik ama lu , ud jahat ternoda pula lagi 😩
SeoulganicId
sumpah yah arga jgn ampe akhirannya sama lu
Trihastuti Handayani
Kecewa
Ema Fitria
up
rorosableng
di gantung ya thor ?
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Akh .. Author mah ga puguh .. masa sih ceritanya ngegantung seperti ini? biasanya cerita dituntaskan selesai kalaupun mau disambung akur cerira nya ga ngacak .. kecewa lho .. jadi malas Novel karangan Author ... selamat membuat kami2 KECEWA ..
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Author yg bener saja .. apa ini ga akan diteruskan .. koq cerira masih gantung begini .
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Ha .. ha .. ha .. kena batunta Argha .. makanya jadi orang harus punya prinsip .. jangan mudah di setir sama orang Arabella ... huh .. kalau sudah gini NYESEL TUJUH KELILING selamat menikmati kehancursnMU
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Sudah saatnya Srikandi mengamuk di depan musuh2 nya .. hancurkan se-hancur2 nya .. apa yang di tanam itulah apa yang di petik .. ha ha ha ... rasakan Karina . Chandra .. begitu pula Argha .. yang telah membunuh keluarga Gendis ..
Lina aja
oooo jadi kekayaan keluarga gendis di kuasai m keluarga nya Arga....m
Lina aja
kasian banget itu gendis....ketemu sama pembunuh ortunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!