⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 (15 Juni 2020)
15 Juni 2020, pernikahan antara Beeve dan Andri pun di gelar dengan megah, banyak tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan kedua insan tersebut.
Beeve yang di balut dengan busana indah, serta sentuhan make up flawless di wajahnya, membuat aura kecantikannya semakin berbinar.
Andri yang melihat penampilan calon istrinya pun di buat terpaku, Masya Allah, ini kah yang di namakan dengan bidadari surga? batinnya.
Perlahan Beeve yang di dampingi keluarganya berjalan ke singgah sanah pelaminan tempat akad akan di langsungkan, yang mana Andri telah duduk disana.
Setelah sampai, Beeve pun duduk di sebelah calon suaminya.
Arinda yang juga ada di tempat akad melihat calon suami Beeve untuk pertama kalinya.
Gila, ganteng bangat calon suaminya, Cristian sih enggak ada apa-apa di bandingkan mas Andri, batin Arinda.
Setelah semua telah siap, Erdogan selaku ayah dari mempelai wanita menjabat tangan calon menantunya.
“Bismillahirrahmanirrahim, saya nikah dan kawinkan engkau ananda Andri bin Yudi dengan anak saya yang bernama Beeve An Mahveen dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat 2 gram di bayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya Beeve An Mahveen binti Erdogan An Mahveen dengan maskawin tersebut tunai!” ucap Andri dengan lancar.
“Bagaimana saksi sah?!” ucap pak ustad.
Dan semua yang hadir menjawab sah!.
Beeve mencium tangan Andri yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Andri begitu bahagia, ia pun mencium kening Beeve dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah itu kedua mempelai melakukan sungkem kepada kedua belah pihak orang tua mereka.
Erdogan tak dapat menahan tangisnya, akhirnya sang putri mendapatkan suami dan ayah untuk cucunya.
Jane juga ikut menangis haru, Ya Allah, semoga semua akan baik-baik saja, batinnya.
Tak terkecuali orang tua Andri, mereka juga menangis, karena putra sulung mereka akhirnya menikah juga.
Kemudian kedua mempelai menyalami para tamu yang hadir dalam akad nikah mereka pagi itu.
Arinda pun memeluk Beeve, “Selamat ya sahabat ku, aku bahagia karena kau mendapatkan orang yang baik.” ucap Arinda dengan senyum bahagia.
“Makasih Nda, semoga kau juga mendapatkan orang yang baik dalam hidup mu,” ujar Beeve.
Keduanya pun saling melepas pelukan, karena Beeve harus melanjutkan ke tamu lainnya.
“Selamat ya mas Andri, semoga pernikahannya sakinah mawadah warohmah.” ucap Arinda seraya memeluk Andri.
“Mmm, terimakasih banyak,” Andri agak risih atas pelukan yang ia terima.
“Perkenalkan, aku Arinda sahabat Beeve, kelak kita akan sering bertemu,” ujarnya.
“Oh iya, semoga cepat menyusul ya,” ucap Andri.
Arinda terus saja memperhatikan langkah Andri, Semoga suatu saat aku dapat yang seperti dia, batinnya.
Setelah menyalami para tamu selesai, kedua mempelai memasuki area pesta dengan dekorasi yang super indah dan megah, alunan musik pun terdengar begitu merdu, membuat para undangan ingin menari.
Andri juga mengajak Beeve untuk berdansa, bergabung dengan para tamu lainnya.
“Terimakasih telah mau menjadi istri ku,” ucap Andri.
“Aku juga berterimakasih banyak pada mu mas, sudah mau menikahi ku,” ujar Beeve.
Pukul 22:00, satu persatu tamu mulai meninggalkan area pesta.
Beeve yang kelelahan pun tak sanggup berdiri lagi, sebab sekujur tubuhnya terasa nyeri, perutnya juga mulas.
“Ya Allah, aku sampai lupa kalau aku hamil,” batinnya.
“Kau kenapa sayang?” tanya Andri.
“Aku lelah mas, bisa antar aku ke kamar?” ucap Beeve.
Andri yang khawatir akan kesehatan istrinya pun menuntun Beeve segera ke kamar.
Saat mereka akan masuk kamar, Jane melihat keduanya.
“Beeve, kau kenapa nak?”
Beeve yang kesakitan pun berkata, “Aku kecapean saja kok bu,
Namun Jane merasa khawatir, terlebih putrinya terus memegang perutnya.
“Andri, rebahkan dia ke atas ranjang, ibu akan bawakan air madu hangat,” ujar Jane.
“Baik bu,” jawab Andri.
Sesampainya pasangan pengantin baru itu ke kamar Beeve yang telah di hias dengan dekorasi romantis, Andri pun langsung membantu istrinya untuk merebahkan tubuh.
“Bee, apa perlu aku panggil dokter?”
“Jangan mas, kalau istirahat sebentar pasti sembuh.” Beeve takut jika kehamilannya akan terbongkar, apabila Andri memanggil dokter.
Tak lama, Jane masuk ke dalam kamar, membawa air madu hangat dan sepiring nasi, “Ayo nak, makan dulu.”
Andri pun membantu istrinya untuk duduk, “Biar Andri saja bu yang nyuap Beeve.”
“Ya sudah, ibu tinggal kalian kalau begitu,” ucap Jane.
Setelah ibu mertuanya keluar dari dalam kamar Andri pun menegang piring yang telah berisi makanan.
“Ayo sayang, makan dulu.” ujar Andri penuh cinta.
“Terimakasih mas.” Beeve pun membuka mulutnya.
Lalu Andri menyuapinya dengan telaten, hingga tak ada sisa nasi di piring.
Setelah itu, Beeve meminum air madu buatan ibunya.
“Ayo, kau tiduran lagi,” ucap Andri.
“Makasih ya mas,” Beeve yang kelelahan pun perlahan memejamkan mata.
Pukul 01:00 dini hari, tiba-tiba Beeve terbangun, karena merasa tubuhnya sangat berat.
Ketika ia membuka mata, ia terkejut sebab Andir telah berada di atas tubuhnya.
“Mas!”
“Bee, kau bangun?”
“I-iya, kau sedang apa mas?”
“Maaf Bee, kalau aku tak sopan,”
Andri pun bangkit dari atas tubuh Beeve, “Maafkan aku,” ucap Andri lagi.
“Kenapa harus minta maaf mas? Itu memang sudah seharusnya, tapi kau lihat kan mas, aku belum mandi, bisakah kita tunda sampai besok?”
Andri merasa kalau besok itu bukan waktu yang lama pun menyetujuinya.
“Baiklah sayang, oh ya aku sudah ambil cuti kerja selama seminggu, besok kita akan langsug berangkat ke Paris untuk honeymoon,” ujar Andri.
“Paris?” Beeve yang masih hamil muda menjadi khawatir, sebab di usia kandungannya yang masih 10 minggu tidak di anjurkan untuk naik pesawat.
“Mmm...., boleh enggak kalau kita liburannya dekat-dekat sini saja mas?”
“Loh kenapa sayang?”
“Sebenarnya dari dulu aku punya cita-cita kalau menikah honeymoon nya di pulai Seribu,”
Andri mengernyit, “Pulau Seribu?”
“Iya, kita kesana saja ya mas....,” pinta Beeve.
Sebenarnya Andri kurang setuju, mengingat ia telah membeli tiket dan booking hotel di Paris, namun karena ia tak ingin berdebat dengan sang istri, ia pun akhirnya mengalah.
“Baiklah, kalau begitu besok kita akan kesana saja.”
“Makasih ya mas.” Beeve tersenyum bahagia di hadapan suaminya, walau dalam hatinya sangat was-was dan cemas.
Apa respon mas Andri kalau tahu aku sudah tak suci lagi ya? batinnya.
Saat Beeve melamun, Andri menyentuh pipinya sang istri dengan kedua tangan Andri, “Ada apa? Kenapa kau melamun sayang?” tanya Andri.
“Enggak mas, aku hanya lelah," jawab Beeve.
“Ohh, tapi sebelum istirahat, apa boleh mas mencium mu sayang?”
Beeve yang belum siap di sentuh oleh Andri mulai mencari-cari alasan.
“Mas, nafas ku bau sekali, dan aku juga belum mandi, apa boleh aku bersih-bersih dulu?”
“Enggak perlu, kau masih tetap harum kok,” ucap Andri.
“Ah, mas bisa saja, sebentar saja mas,” Beeve yang ingin menghindar buru-buru turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir