NovelToon NovelToon
Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:217.4k
Nilai: 5
Nama Author: rcancer

Apa yang terjadi jika seorang CEO yang awalnya menolak dijodohkan malah justru menginginkan perjodohan itu tetap dilaksanakan.
apa yang terjadi.?
kenapa dia sangat antusias dengan perjodohan ini.?
Cuma kisah ringan, seringan kapas..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Ini Rasanya.??

"Assalamu'alaikum Nai.." Ucap seorang laki laki. Senyumnya merekah indah kepada seorang perempuan yang menatapnya dengan sebal.

"Mas.? Ngapain ada disini.?"

"Jawab dulu salamku dong Nai.." Naina hanya mencebikan bibirnya namu tak lama kemudian dia menjawab salam dengan enggan.

"Kalau lagi marah, cantik kamu ya Nai hehhe.."

"Apaan sih.? Ngga lucu.."

"Siapa yang datang Nai.?" Terdengar suara ibunya yang sedang beranjak ke arah Naina dengan sepiring pisang goreng di tangannya.

"Pengamen bu.?" Sinar melongo saat mendengar Naina menyebutnya pengamen ke ibunya.

"Pengamen.?" Tanya ibunya sambil menaruh piring berisi pisang goreng di meja, kemudian dia beranjak ke arah pintu. "Loh, bukannya kamu.."

"Sinar tante, anaknya pak Rama.." Jawab Sinar dengan manisnya yang membuat wajah Naina makin menunjukan rasa sebelnya.

"Oh iya, masuk nak, Nih anak, ada tamu malah dikatain pengamen.." Ujar ibu sambil menoel lengan anaknya.

"Apaan sih bu, sakit tau.."

"Duduk dulu nak, ibu buatkan minum sebentar ya.? Mau minum apa nak Sinar.?"

"Ngga usah repot repot tante.."

"Ngga, ngga repot.."

"Samain aja sama Naina tan.."

"Dih ikut ikutan.." Ujar Naina yang makin enek lihat tingkah Sinar.

"Naina.." Ibunya mendelik ke arah Naina. Dan kemudiam tersenyum canggung ke arah Sinar. "Ya udah Nak Sinar duduk dulu ya.."

"Naina ke kamar dulu bu, cape, pengin istirahat.." Ucap Naina sambil membelokkan kursi rodanya.

"Nai, jangan kaya gitu, ada tamu malah kaya anak kecil.."

"Dia kan kesini mau ketemu sama ibu.."

"Engga kok tan, aku kesini pengin ngobrol sama Naina.." Ucap Sinar cepet cepet. Sinar maklum dengan sikap Naina. Toh semua yang terjadi pada gadis itu karena ulah dia juga.

"Tuh denger, jangan kaya gitu, ngga sopan.." Ujar ibu ke arah Naina, kemudian ibu kembali menatap Sinar. "Ya udah ibu bikin minum dulu bentar.."

"Silahkan tante.." Dan Laraspun beranjak.

Sinar menatap ke arah Naina yang memalingkan wajahnya. Dia sadar betul kehadirannya saat ini tidak diharapkan. Tapi dia sudah bertekad apapun tanggapan Naina, dia harus menyelesaikan masalahnya.

"Ngapain liatin terus sih, ngomong tinggal ngomong, mau ngejek aku.? karena aku duduk dikursi roda.?"

"Nai, bukan gitu.."

"Terus apa.? bilang aja kamu bahagia melihat keadaanku seperti ini.." Sinar terhenyak. Hatinya seperti tergores. Dia sadar, mungkin Naina juga merasakan sakit yang sama saat dia menuduhnya dulu. Bahkan mungkin Sakit hati Naina tak sebanding dengan sakit yang dia rasakan saat ini.

Sinar menatap sayu ke wajah yang sedang menahan emosi itu. Dia ngga mau kepancing emosi juga, Disini dia yang salah.

"Nai.." Sinar sampai bingung mau mengatakan apa. mulutnya benar benar kelu.

Tak lama kemudian sang ibu kembali datang dengan membawa nampan berisi air minum.

"Bu tolong Naina, Naina pengin diluar, bawah pohon mangga.." Ujar Naina. Dia ngga mau ibunya sampai mendengar percapakan mereka nanti.

"Oh kamu mau diluar.? Baiklah.."

"Biar saya aja Tan.." Tawar Sinar begitu melihat Laras memegang gagang kursi roda.

"Eh apa ngga ngerepotin.?"

"Engga Tan.."

"Ya udah, biar ibu pindahkan minumnya ke meja depan.."

Sinar mendorong pelan kursi roda ke arah yang halaman yang ada pohon mangganya. Meski di acuhkan oleh Naina, tapi Sinar memakluminya. Laras sudah pergi masuk kembali setelah tadi memindahkan minuman yang disuguhkan untuk mereka.

Suasana mendadak hening. Sinar yang awal kedatangannya pengin ngomong sama Naina, bener bener seperti kehilangan kata kata. Dia hanya menatap sayu ke arah wajah yang sedang menunjukan amarah namun penuh kesedihan itu.

"Rencana apa lagi yang sedang kau jalankan mas.?" Tanya Naina Lirih namun masih bisa di dengar Sinar dan dia terhenyak mendengar pertanyaan itu.

"Rencana.? Rencana apa Nai.?"

"Ngga usah pura pura, ngga usah akting mas.." Ujar Naina sembari menampakkan senyum getirnya.

"Nai.."

"Kamu bilang padaku kamu hanya karyawan biasa, kamu mendekatiku dan mengutarakan perasaanmu. kamu menghinaku saat aku menolakmu, dan kamu juga menghinaku saat malam perjodohan itu, terus kemarin kamu tiba tiba melakukan hal konyol di depan umum hingga menjadi berita, agar apa mas.? apa agar mereka tahu, betapa buruknya aku.? atau agar mereka tahu betapa angkuhnya aku seorang gadis lumpuh yang menolak pria kaya raya.?" Ucap Naina dengan tatapan tajam mengarah ke arah Sinar. Airmatanya tak bisa dibendung lagi.

Sinar hanya bisa membalas tatapan Naina tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia Sadar, dia begitu sangat melukai perasaan gadis di depannya.

"Kamu seenaknya menuduhku saat aku menolakmu dan kamu juga seenaknya menghinaku tanpa mau mendengar penjelasanku. Ahh, gimana mau mendengarkan penjelasanku, kalau malam itu saja kamu ngga percaya sama sekali denganku. Sedangkan dari awal kita kenal, sudah jelas siapa yang berbohong duluan. Tapi kamu seenak hatimu menuduhku hanya gara gara kamu berasal dari keluarga kaya raya.?" Sinar benar benar terpojok, dia kini menunduk tak berani menatap Naina yang penuh amarah diantara derai airmatanya.

"Dan sekarang kamu kesini, apa hanya untuk memastikan keadaanku.? apa kamu berharap ada yang menghujatku atas viralnya kelakuan kamu.?"

"Nai..."

"Apa.? Hah..!!! Apa yang sedang kamu rencanakan lagi.?"

"Ngga ada yang sedang aku rencanakan Nai.."

"Kamu pikir aku percaya.?"

"Nai, aku tahu aku salah, aku tahu, tapi aku kesini benar benar hanya ingin minta maaf sama kamu dan keluargamu."

"Buat apa.? ngga penting."

"Tapi ini penting bagi aku Nai.."

"Yah, aku tahu, kamu memang selalu mementingkan dirimu sendiri. Wajarlah, orang kaya mah bebas.."

"Nai.."

"Apa.? kamu merasa terhina.?"

"Nai, aku tahu, kamu ngga akan mau memaafkan aku, aku tahu aku terlalu menjijikan dimata kamu saat ini. Seenggaknya ijinkan aku minta maaf sama kedua orangtuamu. karena aku..." Sinar menjeda ucapannya.

"Sudahlah, ngga perlu. kamu ngga perlu melakukan itu. kamu minta maaf pun percuma, ngga akan merubah keadaan. Aku akan tetep berada di kursi roda."

Kembali suasana hening menyelimuti mereka. Entah apa yang sedang mereka pikirkan. yang pasti mata Sinar masih setia menatap sayu ke arah Naina. Dan gadis itu juga sedang berusaha menahan tangisnya.

"Pulanglah, ngga ada yang perlu di bahas lagi.."

"Tapi Nai.?"

"Dan bilang sama Om Rama, ngga perlu merasa bersalah, ini sudah takdirku. dan batalkan saja perjodohan kita, aku sekarang sudah lumpuh, aku ngga ada gunanya.." Sinar terkejut mendengarkan kata kata Naina. Matanya tajam menatap Naina. Dan Sinarpun bangkit beranjak kehadapan Naina.

"Ngga, aku ngga akan membatalkan perjodohan ini, entah kamu setuju atau tidak, aku akan meneruskan perjodohan kita. aku hanya mau kamu yang menjadi jodohku bukan orang lain.."

Naina terhenyak mendengar penuturan Sinar matanya membulat tajam ke arah pria yang juga sedang tajam menatapnya.

@@@@@@@

Hai reader, makasih sudah nyimak karya ku ini. jangan lupa kasih dukungan juga dong sambil nyimak. tinggalkan jejak kalian di Like, rate, fave, and komen, Okeh.??? makasih..

1
Edwin Keitaro
👍
Yuliana Purnomo
naaah sinar dapet pelajaran tentang hidup kaum menengah ke bawah oleh,,Nai
Yuliana Purnomo
hehehehe Untung cinta,,,biar diajak nonton dangdut an ,,ya oke waelah
Yuliana Purnomo
haahh,aku mikir mantannya sinar yg bakalan ketemu
Yuliana Purnomo
ya kalau diterima sama Nai?? pede amat bangi
Yuliana Purnomo
terlalu kau sinar
Yuliana Purnomo
cie cie mas sinar yg lagi jatuh cintrongg
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Puji Rahayu
rcancer????
apaaan tuhh????
kode keras nich kek nya dr author...
d karya yg ni beda bgt..
tumben crita ceo trs kali ni narsis bgt..najonggg....
tp gokil....👍👍👍
Puji Rahayu
kyk inyong senjatane tak neng e kono...
emg enak di cuekin..
drpd cuap2 gk di dengerin n ngabisin energi.
mending diem.
diem itu emas...
palg kl jd emas beneran...lgsg tak dol...
😃😃😃
Puji Rahayu
kdg tokoh naina ketuker ma mawar....
msh halu mawar ya thor...😄😄😄
typo2 dikit...✌
Puji Rahayu
sinar ki kudune gentle to yo...
Puji Rahayu
emg piral bgt ni pantai..
cm ya itu rawan kecelakaan,
krn jln nya x yak...
tp y ttdj waelah ...
Puji Rahayu
jd judulnya
" pertemuan jodoh d kerete api yang tak terduga"
panjang kn judulnya kyk ikan terbang?😄😄😄😄😄
Puji Rahayu
helleehhh....palingan jg ni author nya yg narsis.....😃😃😃😃😃
tp sukses ya thor.....💪💪💪👄👄👄
Ida Lailamajenun
karya yg wajib dibaca😂😂
Ida Lailamajenun
cerita enak singkat padat dan jelas👍👍😂😂klu othor karyanya lebih menjurus ke kehidupan nyata cerita nya.ini karya kedua yg aku baca setelah tiga perjaka desa nya yg gokil n mumpuni abis🤣🤣sukses selalu ya Thor semangat berkarya selalu💪💪kamsia 🙏🙏 otw ke karya selanjutnya..
Ida Lailamajenun
kedua kubu pembahasan nya sama yak 🤣🤣 bahas bercocok tanam 🤣🤣🤣
Ida Lailamajenun
CEO nya tengil yak🤣🤣dari kencan naik motor trus nonton dangdutan acara lamarannya pkai pinjem cincin kakak ipar🤦🤦🤣🤣🤣
Ida Lailamajenun
yg ngebet kawin kayak kebelet pipis nih sinar 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!