Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Pencarian
🍃🍃
Keesokan harinya pada malam hari, dua sahabat itu begitu kompak untuk mengunjungi salah satu sekolah atas yang akan menjadi tujuan awal misi mereka. melintasi jalanan kota yang begitu sepi dan dingin oleh semilir angin yang menerpa permukaan kulit mulus mereka. jalanan kota yang tak lepas dari fuso mengharuskan keduanya untuk berhati-hati berkendara.
Beberapa menit kemudian, kedua gadis itu telah tiba di salah satu sekolah. menatap sekitar yang sepi hingga menoleh ke samping membuat Azwa cukup terkejut.
"Kenapa?"
"I-itu .. ada kantor polisi didekat sini." keluh Aswa gelagapan
"Wadaaw!! piye iki? opo tak lanjuti ae?" ucap Keysha
"Wih, pulang sajalah yuk, merinding gue. Apa lagi cuma kita doang disini. bisa dicurigai" gerutu Azwa
"Ah gas ajalah!"
"Haaa???"
"Gak perlu takut. udah nanggung nih"
"Kena tangkap awas lo!" peringat Azwa
"Ya ya ya, Ayo" ajaknya, menarik tangan sahabatnya itu
Menyelundup masuk ke area sekolah secara diam-diam, mata yang tajam menatap sekitar demi keamanan mereka, tak lupa pula tubuh yang ikut tegang, seolah tengah melakukan tindakan tak senonoh namun bukan begitulah sebenarnya. hingga keduanya tiba di jeruji besi yang cukup tinggi, mencari akal bagaimana bisa memasuki tempat itu.
"Bisa manjat kan?" tanya Keysha
"Bisa dong, cemeeh deh"
"Ayolah"
Kedua gadis itu pun berusaha menaiki gerbang yang cukup tinggi tersebut dengan susah payah. Azwa bernafas lega, akhirnya ia berhasil memasuki area sekolah itu.
Perjuangan tetaplah perjuangan, bukan disatu titik langsung berhasil. semua butuh proses, yang akan menilai kita apakah sosok pemberani dalam berjuang atau tidak. seperti yang tengah mereka lakukan, mencari identitas pria asing dari tuntutan sebuah mimpi dan masa lalu. pria asing yang tak mereka kenal namun terus berjuang mencari sosoknya.
Melangkah dan melangkah, menyelundup dalam kegelapan tanpa meninggalkan jejak dari sebuah bunyi kaki yang membisingkan. mata tak lepas jua dalam mengawasi, telinga pun tak lepas untuk menangkap bunyi yang akan mendekati mereka dan semuanya butuh kehati-hatian ekstra dalam perjuangan. hingga beberapa lama kemudian, kedua gadis itu telah tiba di ruang tata usaha sekolah. senyum cerah pun terukir indah di sudut bibir mereka.
"Kita coba pakai ini yaa siapa tau berhasil" ucap Azwa menunjuk sebuah jepitan kertas
"Oke, kalau gak bisa gue bawa ini nih, kunci L"
"Wow, mantul deh lo!"
"Siapa dulu! ayo buka" desak Keysha. dirinya pun berusaha menatap sekitar untuk berjaga-jaga
Dengan telitinya Azwa berusaha membuka pintu yang terkunci itu dengan sebuah alat. cukup lama namun begitu susah sekali hingga ia beralih menggunakan alat lain. setelah cukup lama, cara itu berhasil juga. wanita itu beryes-ria dengan bisingnya suara wanitu itu. dengan cepat, Keysha langsung membungkam mulutnya.
"Sssstt!! gile apa lo! bising amat!" gerutu Keysha
"Eeeemh!!" Azwa meronta dilepaskan, dan langsung dilepaskan oleh Keysha. "Udah berhasil goblok!"
"Gak perlu teriak juga! ayo"
Kedua gadis nakal itu pun bergegas memasuki ruang tersebut dengan pelan tanpa suara langkah kaki yang bisa membawa kesialan pada mereka. tak lupa juga menutup pintu dengan pelan agar tidak menimbulkkan suara.
Azwa dan Keysha bekerja sama mencari buku tahunan alumni yang seangkatan dengan mereka. sebab usia mereka sebaya dengan pria itu hingga mereka memutuskan mencari di tahun angkatan yang sama. Azwa mencari dengan cepat namun tetap hati-hati agar tak bersuara. mata yang jeli menatap tulisan tertera dengan menggunakan senter yang terpasang didahi. begitu juga dengan Keysha, melakukan hal yang sama.
"Dapat!!" sorak Azwa, dengan suara kecil setengah berbisik. Keysha mendekatinya.
"Ayo buka!" desak Keysha. Azwa pun menurut, membuka lembaran demi lembaran, menatap jeli mencari nama Azwar dan tak lupa pula menyandingkannya dengan foto suami Tante Sekar yang ia bawa
Beberapa menit kemudian, yang di cari pun nihil. wajah antusias kini telah berubah sendu. menatap kegelapan dengan tatapan kosong penuh hampa. pencarian pertama gagal dan ini sungguh membuat frustasi.
"Ayo kita pulang saja" ajak Azwa, lelah.
"Jangan dulu! kita cari di angkatan tahun sebelum ini dan sesudahnya. bisa aja dia cepat sekolah atau lambat masuk sekolah. bahkan mungkin tinggal kelas!" ucap Keysha yang berujung meledek
"Pppffffftt!! kurang asam lo! ledekin anak orang kayak gitu. pasti sekarang dia tiba-tiba terbangun karna ulahmu" seru Azwa, ikut terkekeh
"Hahaha, biarin aja. ayo dong semangat!"
"Semangat!!"
Dan mereka pun mulai mencari dari awal seperti tadi.
Setelah mendapati, keduanya mulai menelusuri setiap nama demi nama, menatap foto demi foto yang sekiranya mirip dengan ayah kandung. dan beberapa menit kemudian, mereka hanya pasrah. tak menghasilkan apa-apa.
"Ada?"
"Enggak"
"Sama dong"
"Yuk pulang, kesel gue" keluh Azwa.
🍃🍃
Jangan lupa di Like, Koment yaa 😊🙏
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya