NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Menyulut Api Kemarahan

Tok tok tok

Tok tok tok

Ceklek!

"Ya ampun Bundaaa, aku tidak tuli! aku hanya sedang mandi." ucap Asraf dengan sedikit kesal, sedang enak-enak mandi malah pintu kamarnya diketok-ketok dengan sangat kuat.

"Kenapa sih Bunda kalau ngetuk kamarku seperti orang mau menggerebek pasangan mesum?" kesal Asraf, ia bertolak pinggang di ambang pintu itu.

Leni tersenyum, ternyata sang tuan muda yang sudah seperti anaknya ini memang sehabis mandi. Rambutnya basah dengan handuk yang melilit di pinggang.

"Maaf Tuan, tuan besar memanggil Anda," jawab Leni seraya menunduk hormat.

"Ya sudah, sehabis memakai baju aku akan menemuinya."

Setelah mendengar jawaban Asraf itu, Leni pergi dengan hati yang tenang. Ia sangat berharap, pernikahan Asraf dan Ruhi dapat di percepat. Ia ingin Ruhi segera tinggal di rumah ini dan tidur bersama Asraf di kamar itu.

Tak butuh waktu lama, akhirnya kini Asraf sudah berada di kamar sang kakek, berdiri disisi ranjang dengan muka malas-malasan.

"Ada apa Kakek memanggilku?" tanyanya, terdengar seperti mengeluh ditelinga Bizar.

"Bagaimana kabar Randu? apa dia sudah sadar?" tanya Bizar langsung pada intinya, ia juga malas berurusan dengan cucu nakalnya ini.

"Ya Allah!" Asraf terkejut, seolah baru mendapatkan kembali ingatannya yang sudah hilang.

"Aku lupa Kek, kemarin aku tidak menjenguk Randu, dari tadi pagi juga aku tidak kesana," jawab Asraf jujur.

Kakek dan cucu sama-sama pelupa, haduuh.

"Ya sudah tunggu apa lagi, sana pergi!" titah Bizar dengan raut wajah kesal.

Tanpa berpamitan, Asraf keluar dari kamar sang kakek dan menuju rumah sakit.

"Dasar pikun!" ejek Bizar, tangannya terulur mengambil buku dan kaca mata di atas nakas, ia kembali membaca.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jam 6 sore, bertepatan dengan adzan magrib, Asraf sampai di rumah sakit. Saat semua pengunjung rumah sakit berbondong-bondong keluar untuk ke masjid, ia malah berjalan berlawanan dan masuk ke rumah sakit

Tanpa ada perasaan yang aneh, ia terus berjalan melawan arus. Hingga akhirnya kini ia berdiri tepat didepan pintu ruang rawat Randu.

Berulang kali ia mengetuk namun tidak ada yang membuka, jangankan membuka, menyahuti salamnya pun tidak.

Terpaksa, Asraf membuka pintu itu sendiri. Dengan perlahan, ia mulai memutar kenop pintu, lalu masuk ke dalam kamar itu.

Ia tertegun, ketika melihat Ruhi, Randu dan sang ibu yang sedang menjalankan shalat magrib. Randu duduk di kursi roda dan memimpin menjadi imam. Sedangkan Ruhi dan Rina menjadi makmum.

Hatinya tersentil, merasa tersindir, bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia melaksanakan shalat.

Merasa tak enak hati, akhirnya Asraf kembali memutuskan untuk keluar ruangan itu, ia duduk di kursi tunggu.

5 menit kemudian, Ruhi keluar dan memeriksa siapa tadi yang membuka pintu ruang rawat Randu.

"Om Asraf," panggil Ruhi ketika ia melihat Asraf duduk sendirian di kursi tunggu, tepat disebelah pintu kamar ini.

Asraf mendongak dan tatapan keduanya bertemu. Beberapa waktu tak bertemu, entah kenapa kini seperti ada yang lain diantara keduanya.

"Ayo masuk," ajak Ruhi, entah angin apa yang membuat wajahnya memanas, pipinya merona karena ditatap si tua bangka ini.

Asraf bangkit, buru-buru ia mencekal tangan Ruhi agar tidak masuk dulu.

"Ada apa?" tanya Ruhi, tangannya digenggam erat oleh calon suami. Kini pun ia tak tahu, kenapa darahnya mendadak mengalir lebih cepat.

"Maaf, tentang kejadian di parkiran waktu itu," ucap Asraf ragu-ragu, ia pun bingung, kenapa kini ia lancar sekali mengucapkan kata maaf. Kata-kata yang selama ini tidak pernah keluar dari mulutnya.

Setelah melihat Ruhi shalat, entah kenapa ia merasa bersalah sendiri ketika mengingat ia sering sekali menggoda Ruhi, bahkan sudah 2 kali ia menyesap bibir manisnya itu.

Kini ia tahu, kenapa Ruhi selalu marah saat di cium. Gadis-gadis seperti Ruhi pasti menganggap jika itu adalah dosa.

"It's oke, ayo masuk," jawab Ruhi, ia memutar tangannya, isyarat meminta agar genggaman tangan itu di lepas, Asraf yang mulai peka pun akhirnya menurut.

"Om Asraf!" Sapa Randu antusias, ia memutar roda kursinya sendiri dan mendekati sang calon kakak ipar.

"Ku pikir Om tidak akan kesini hari ini," ucap Randu dengan senyum yang tak surut-surut.

Belum menjawab pertanyaan Randu, Rina sudah mempersilahkan Asraf untuk duduk.

Akhirnya semua orang menuju sofa ruangan itu.

"Sejak kapan kamu sadar?" tanya Asraf kepada calon adik ipar.

"Kemarin malam Om."

"Alhamdulilah, jadi kapan Randu boleh pulang Bu?" kini Asraf bertanya pada Rina.

"Masih lama, 9 hari lagi." jawab Rina apa adanya, raut wajahnya masih terlihat sedih saja.

Asraf kembali terdiam, bingung ingin menanyakan apalagi.

Ia melirik Ruhi sekilas, dan ternyata Ruhi pun sedang melihat ke arahnya. Entah kenapa kini keadaan menjadi canggung.

Secepat kilat keduanya memalingkan wajah, dengan detak jantung yang tak beraturan.

"Bagaimana kabar kakek Bizar As? kata Aksa kemarin kakek tidak enak badan." Tanya Rina.

Asraf mengerutkan dahinya, Aksa kesini? Dasar, awas saja jika dia kembali merebut kekasihku. Batinnya tak sadar.

"Kakek baik-baik saja Bu, dia memang selalu seperti itu tiap hari, mudah lelah," jawab Aksa sekenanya saja, karena baginya tiap hari Bizar memang selalu seperti itu, sakit sana sini, mengeluh ini itu dan selalu memarahinya.

"Alhamdulilah kalau sudah membaik, tolong katakan pada kakek ya, Randu sudah sembuh dan sehat, ibu benar-benar mengucapkan banyak terima kasih."

"Iya Bu, nanti saya sampaikan."

Keadaan kembali canggung, Randu pun sedari tadi hanya tersenyum-senyum saja, duduk di kursi roda. Melihat Asraf sudah datang kesini membuatnya merasa sangat bahagia.

"Bu, Ruhi ke bawah dulu ya, cari makan malam." Ruhi buka suara, mencari alasan untuk meninggalkan keadaan canggung ini.

"Biar aku temani!" sanggah Asraf cepat, Rina yang melihat keduanya hanya tersenyum.

Berharap jika kedua orang ini menikah akan selalu dipenuhi kebahagiaan.

"Ya sudah kalian pergi berdua, cari yang dekat-dekat saja," ucap Rina dan Ruhi mengangguk.

Ruhi keluar lebih dulu dengan bibir mencebik, niat hati ingin menghindari Asraf kini malah ia akan menghabiskan waktu bersama.

"Ruhi tunggu," ucap Asraf, karena ia ditinggal begitu saja oleh gadis kecil ini.

"Kenapa buru-buru sekali, ayo jalan beriringan," ajak Asraf.

Ruhi hanya terdiam, tapi entah kenapa kini ia menurut. Keduanya jalan beriringan dengan jarak yang sangat tipis.

"Apa kemarin kamu menungguku?" tanya Asraf percaya diri, ia ingin sekali menggoda Ruhi.

"Tidak, kemarin aku sibuk menghabiskan waktu bersama kak Aksa, jadi tidak sempat memikirkan Om," jawab Ruhi dengan entengnya.

Ia tidak tahu jika kata-kata itu menyulut api kemarahan sang calon suami.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!