Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03
"I-iya kak," jawab Naya menunduk dan berdiri di hadapan Samuel sambil mengengam erat pegangan koper nya.
"Di rumah ini kau harus mengikuti peraturan yang aku buat, tidak ada pelayan di sini dan kau lah yang akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah ini, jangan pernah berharap aku akan memperlakukan kau sebagai istri ku, karena istri ku hanya lah Aurel, kau tidur di kamar sana, kau mengerti?" ucap Samuel sambil menujuk sebuah kamar ujung lorong yang sedikit jauh dari kamar nya.
Meskipun pisah kamar, namun kamar mereka tetap berada di lantai dua, lantai yang sama.
"Mengapa kau diam? Apakah setelah kecelakaan kau jadi bisu?" ucap Samuel sambil meninggikan suaranya.
"A ... Aku mengerti," jawab Naya penuh rasa takut.
"Bagus, jangan membuat aku malu, dan satu lagi kau hanya aku anggap pelayan murahan di sini, jangan pernah bermimpi untuk dekat dengan Rey dia berada jauh dari level mu yang senantiasa menjadi perempuan sial!" ucap Samuel yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar nya dan kemudian menutup pintu kamar dengan kasar.
Sementara itu Naya yang sudah terbiasa akan perkataan tajam dari ibunya, kini tidak lagi mempermasalahkan apa yang di ucapkan Samuel kepada nya, toh dia sudah menganggap itu semua adalah perkataan benar untuk dirinya yang hina ini.
***
Naya masuk ke dalam kamar yang begitu besar dan mewah sambil menarik kopernya, ini adalah pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar yang terlihat lebih luas di bandingkan ruang tengah rumah ibunya.
"Dia benar-benar orang kaya, aku jadi takut menyentuh barang-barang atau kasur yang ada di dalam kamar ini, bisa-bisa jika rusak atau tergores sedikit saja aku kehilangan nyawa ku, lagipula semua ini seharusnya milik kak Aurel, aku hanya menumpang dan menjadi pengganti nya untuk sementara sampai kak Samuel puas menyiska ku untuk balas dendam atas kepergian kakak yang aku sebabkan," batin Naya, ia terlihat polos, tapi jauh di lubuk hati nya yang paling dalam dia tau kenapa Samuel kekeh ingin menjadikan nya istri.
Naya menarik kopernya dan kemudian meletakkan nya di sudut kamar, setelah itu ia dengan hati-hati duduk di tepi ranjang sambil menikmati empuk nya kasur tebal yang tidak pernah dia rasakan selama hidup di keluarga nya yang miskin.
"Selanjutnya apa yang akan aku lakukan di sini? Aku benar-benar tidak tau, sekarang kak Samuel sangat galak padaku, beda dengan saat itu, saat pertama kali kakak membawa nya ke rumah bertemu kami, dia begitu baik menyapa ku dengan lembut dan terlihat iba dengan kondisi ku yang buta, tapi sekarang dia bagaikan raja singa jantan yang kehilangan permaisuri nya," gumam Naya dengan suara kecil.
Itu lah yang di ucapkan Naya sambil menatap foto sang kakak yang tertara di layar ponsel nya.
Naya yang lelah pun akhirnya ketiduran, meskipun pikiran nya sangat berkecamuk namun karena lelah semuanya hilang sementara ia memejamkan mata.
Keesokan harinya ...
Byur ...
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..."
"Dingin ... Dingin sekali ..."
Itu lah yang di ucapkan Naya saat dia membuka mata nya, wajah nya basah sampai ke dada serta air yang masuk ke dalam hidung nya membuat dia kesakitan dan tersedak.
"Apa kau tidak berniat untuk bangun? Apa kau pikir karna kita menikah kau bisa menjadi nyonya rumah ini?" tanya Samuel sambil tersenyum tipis. Ia terlihat mencaci Naya dari senyum tipis itu.
"K ... Kak Samuel, mengapa kau menyiram ku, kau kan bisa membangun kan ku, ini sangat dingin," ucap Naya menggigil.
"Jangan memanggilku dengan sebutan kak, apalagi mas, itu terdengar sangat menjijikkan, pangil aku tuan!" ucap Samuel lagi-lagi terlihat kejam.
Naya tersentak kaget saat Samuel membentak nya, jujur saja dia sangat takut ketika di bentak.
"Tunggu apa lagi? Bangun dan siapkan sarapan untuk ku," ucap Samuel yang kemudian berjalan keluar dari kamar Naya.
Pelajaran pagi hari sudah dia berikan kepada Naya yang malang itu.
"Hiksss ... Hiksss ..."
Naya menangis sambil memeluk lutut nya, rasanya cukup menyedihkan ketika perlakuan Samuel sangat kejam terhadap dirinya, dulu Naya pernah berharap jika suatu saat dia akan mendapatkan seorang laki-laki yang akan menyelamatkan dirinya dari kekejaman sang ibu, namun takdir malah berkata lain Samuel bahkan terlihat lebih kejam dari Rona.
"Ayah, kakak, mengapa ujian ku terus berlanjut, bukan kah kalian bilang aku akan bahagia setelah melewati banyak ujian dalam hidup ini?" ucap Naya sambil mengengam erat selimut yang ada di sebelah nya, menahan sakit yang ada di hatinya.
Setelah puas melampiaskan semua rasa sakit itu dengan mengeluarkan air mata, Naya pun beranjak turun dari ranjang dan kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit kemudian, ia pun selesai mandi dan mengunakan pakaian seadanya yang dia miliki lalu berjalan keluar dari kamar dan kemudian turun ke lantai bawah.
Rumah mewah tersebut terlihat sangat sunyi karena hanya ada Samuel dan dirinya saja.
Namun ternyata dugaan itu salah, setelah melewati ruang tengah, Naya di kaget kan melihat Samuel yang duduk dengan seorang perempuan sambil bercumbu mesra di atas sofa ruang tengah tersebut.
"Sayang, kau bilang kau tinggal sendiri di sini? Kenapa ada perempuan? Siapa dia? Apa dia pembantu baru di rumah ini?" ucap perempuan tersebut kepada Samuel.
Naya yang melihat itu tiba-tiba merasa sakit hati, bukan karena cemburu tapi karena ia selalu merasa kalau sang kakak masih hidup dan ada di dalam hatinya, ia merasa Samuel melakukan hal tersebut seperti selingkuh dari sang kakak.
Samuel berdiri dari duduknya dan menghampiri Naya yang terlihat hendak bicara.
"Ikut aku sebenar," ucap Samuel yang kemudian menarik pergelangan tangan Naya membawanya menjauh dari ruang tengah tersebut.
Naya tak habis fikir ternyata Samuel akan berprilaku seperti ini.
"Tuan, seperti nya anda ini memang tidak cocok dengan kakak saya, kakak saya baru saja meningal, tapi anda sudah main perempuan lain, di mana anda yang terlihat sedih itu?" ucap Naya yang kini mengira bahwa Samuel sebenarnya bukan lah laki-laki baik.
Karena marah dia mulai berbicara dengan berani di hadapan Samuel.
Tiba-tiba Sean mencengkram erat kedua pipi Naya dengan tangan nya, ia terlihat marah dengan perkataan yang di lontarkan Naya barusan.
"Wanita sialan, bernai-beraninya kau mengomentari aku, kau hanya pembantu jadi sadar posisi mu, jaga ucapan mu itu, apapun yang aku lakukan masih belum apa-apa jika di bandingkan dengan kesialan yang terjadi kepada mu sehingga membuat aku menderita dan jadi seperti ini, jadi tolong sadar diri!" ucap Samuel sambil terus mencengkram pipi Naya.
Naya menunduk sambil memegang pipi nya, dia gemetar karena takut dengan tatapan Samuel yang menakutkan serta rasa sakit di kedua pipinya.
Next ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,