Mengandung kata kata kasar.
Salah paham yang berujung di cap sebagai pelakor. Davina Brigita gadis yang menyukai tantangan itu memilih bermain main dan mengikutinya dibanding dengan menyangkal semuanya.
Siapa sangka semuanya menjadi kenyataan ketika satu minggu menjelang pernikahan, tiba tiba sang tunangan yang begitu ia cintai lebih memilih menikahi sahabatnya.
Davin memilih pergi menjauh, rasa sakit yang ia terima membuatnya benar benar menjadikan dirinya pelakor hanya karena sebuah dendam.
Empat tahun kemudian dia datang membawa kejutan untuk membalas dendam. Bagaimana cinta Davina akan berakhir? akankah dia bahagia setelah menghancurkan pernikahan mantan tunangannya?
Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Esok adalah hari dimana Marchel dan Syeila menikah, jika Syeila begitu bahagia tidak dengan Marchel dan Ria, dua orang itu begitu terluka, mereka sangat terpukul apalagi mendengar kabar kepergian Davin ke luar negeri. Rasa bersalah semakin menggunung di hati Marchel, dia telah menyakiti wanitanya begitu dalam.
Vin, jika waktu bisa diputar tentu aku tidak akan memilih jalan ini, aku tahu sakit hatimu, aku tahu kehancuranmu, dibalik wajah tegasmu tersimpan sejuta luka, akupun sama sakit dan hancurnya seperti dirimu, ini bukan kemauanku, bukan. Jika suatu saat kita bertemu aku harap kamu bisa memaafkan semua kesalahanku, aku mencintaimu, sangat, bahkan melebihi diriku sendiri, aku memang menikahi wanita lain tapi hati, jiwa dan ragaku hanya untukmu, hanya kamu .
********
Saham di perusahaan Marchel menurun karena berita ini, banyak investor yang menarik saham mereka, termasuk Evan papa Davin. Dia tidak peduli semua itu, apalagi perasaannya sekarang hancur, sangat hancur.
*****
Marchel tak sengaja berpapasan dengan Evab saat menghadiri sebuah pertemuan bisnis.
"pa..." lirih Marchel
Evan tersenyum sinis
"siapa yang kau panggil papa?" Marchel terdiam, sejak papanya meninggal dan dia kembali bertemu dengan Davin, Evan menjadi papa pengganti baginya bahkan Evanlah yang mengajarinya berbisnis hingga sukses seperti sekarang.
"maaf"
"maafmu di tolak"
"pa, dimana Davin berada?"
"untuk apa kau menanyakan keberadaan putriku, bukankah besok adalah hari bahagiamu?"
Banyak mata yang melihat mereka, mereka tahu apa yang terjadi antara keduanya karena baik Evan maupun Marchel sama sama seorang pengusaha yang terkenal
"aku hanya ingin tahu keadaannya"
"untuk apa? untuk menyakitinya lagi? kau bahkan mencampakkan putriku!!, kau mengambilnya dari istana kami lalu dengan mudahnya kau membuangnya seperti sampah!!!, tapi aku bersyukur setidaknya Davin tidak menikah dengan pecundang sepertimu, kau yang aku percaya bisa membahagiakannya nyatanya hanyalah seorang bre...sek yang tidak tahu diri, aku menganggapmu anakku sendiri, aku mengajarimu bisnis hingga sukses seperti saat ini, tapi apa yang kamu lakukan? kamu menyakitiku, kamu menghancurkan kepercayaanku, menghancurkan putriku, tidakkah kau malu masih bertanya bagaimana kondisinya, tentu dia hancur, tapi ingatlah dia adalah Davina Brigita, dia wanita kuat dan suatu hari dia akan kembali untuk membalas semua yang kau lakukan, berbahagialah selagi bisa, berbahagialah selagi ada waktu, jika putriku sudah kembali maka hidupmu akan hancur sama seperti kami saat ini" Evan mengeluarkan semua keluh kesah hatinya, banyak rekan bisnis yang mengabadikan momen ini, sementara Marchel hanya tertunduk tanpa menjawab apapun yang dikatakan Evan.
********
Disebuah rumah, seorang pria paruh baya pensiunan dokter tengah menyimak video kiriman temannya yang merupakan salah satu pengusaha, dia meneteskan air mata, dia telah memisahkan dua orang yang saling mencintai, dia menyakiti Davin dan keluarganya hanya demi kebahagiaan sang putri, keluarga satu satunya yang dia miliki.
"sayang maafkan aku, aku sudah gagal mendidik putri kita, kamu pasti sedih kan melihat aku melakukan cara licik untuk memenuhi keinginan anak kita, aku bahkan seolah mendukung perbuatan salahnya, salahkah aku melakukan semua ini sayang?" tangis Prasetyo pecah, dia merasa begitu egois, dengan mudah dia menuruti semua ucapan Syeila, dia sendiri tidak yakin jika putrinya akan bahagia dengan pernikahannya kelak, karma pasti berlaku begitupun yang dilakukan dirinya dan Syeila, dia hanya tinggal menunggu waktu itu tiba, waktu dimana dia dan putrinya akan hancur.