Janji Jari kelingking...??
It's a True..
"In My World, You are be Mine."
Zen Mahendra, memendam Cinta pada adik kecilnya Zoya Vidette Wijaya. Perasaan cintanya pada gadis itu, membuatnya terpaksa pergi meninggalkan keluarga yang membesarkan dirinya.
Hingga akhirnya, 11 tahun kemudian saat ia merasa sudah cukup pantas bagi gadis kecilnya dulu, ia datang kembali membawa seluruh hati dan cintanya pada gadis itu. Bagaimana perjuangan Zen setelah 11 tahun berpisah dengan Zoya? bisakah Zoya membalas cintanya? atau sudah adakah orang lain yang mengisi tempat kosong di hatinya..?
Jangan lupa ikuti terus Love story ZenZoya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ZEN & ZOYA
...ENJOY...
.......
.......
.......
.......
"Hooaaammm".
Zoya merenggangkan badan nya. Tidurnya nyenyak sekali, dan mimpi itu..? Wajah Zoya merona saat mengingatnya lagi. Betapa gila nya saat Zoya memimpikan Zen yang sedang mencium nya dengan begitu lembut.
"Sadarlah Zoya,, Zen adalah kakak mu..!' ia menepuk-nepuk wajahnya.
Tok..Tok..
"Zo'e,, kau sudah bangun..?" panggil Zen dari balik pintu. "Kak Zen..? bagaimana ini..? aahh.. memalukan sekali kalau dia melihat ku seperti ini." Zoya menutup wajah nya dengan selimut.
"Zo'e kakak masuk ya..?"
"Hah.. Nooo...! Jangan masuk kak, aku belum mandi. kakak turun saja duluan, aku akan menyusul sebentar lagi..!" cegah Zoya.
"Baiklah, kakak akan menunggu mu di kamar kakak, kita turun bersama." Zoya bergegas turun dari tempat tidur, mengambil baju mandi dan juga handuk nya. Hampir saja ia melonjak kaget, melihat pantulan seorang gadis yang sangat berantakan dalam cermin.
"Hahh.. untung saja.. bagaimana kalau kak Zen melihat wajah ku yang seperti ni..? memalukan sekali!"
...❄️❄️...
20 menit kemudian, Zoya sudah keluar dari kamar mandi. Untuk pagi ini, ia hanya akan mengenakan dress berwarna cream dengan lengan seperempat dan panjang di atas lutut.
Zoya mengenakan makeup tipis di wajahnya, dengan sedikit perona di pipi agar wajahnya tidak terlihat pucat, tidak lupa ia juga menambahkan lipstik berwarna peach di bibirnya.
"Apa ini tidak berlebihan..?" Zoya melihat dirinya di dalam cermin.
Setelah mengeringkan rambutnya, Zoya menguncir nya ke atas, agar tidak terlihat berantakan. "Kak?"
Zoya mengintip ke dalam kamar Zen yang memang tidak tertutup.
"Sudah siap..?" Zen berdiri di depan Zoya. "Apa kamu memang selalu secantik ini Zo'e..?"
Wajah Zoya merona. ''Apa sih kak..?" Zoya berbalik badan memalingkan wajahnya yang terasa panas.
Namun Zen menahan tangan nya cukup kuat.
"Jangan! Jangan lakukan ini di depan laki-laki lain..!"
Zen melepaskan kuncir rambut Zoya, membuat rambut panjang Zoya tergerai sempurna.
DEG...
DEG...
DEG...
Perasaan apa ini..? Zoya memegang dada nya.
"Mommy, Daddy. Umm maksud ku, mereka sudah menunggu." Zoya mengalihkan pembicaraan. Jantung nya berdebar begitu cepat. Dan Zen tersenyum begitu manis pada nya. Bagaimana bisa senyum nya setampan itu..? Zoya melanjutkan langkah nya menuruni tangga.
"Ahhkk.." Hampir saja Zoya terjatuh dari tangga, beruntung Zen begitu cepat menangkap tubuh Zoya yang sempat limbung.
Kini tubuh keduanya begitu dekat.
DEG...
DEG..
DEG..
"Dasar gadis ceroboh..!" Zen menyentuh kening Zoya dengan satu jari nya. Dengan cepat Zoya menjauhkan diri dari pelukan Zen.
"Kaki ku hanya tidak sengaja tersangkut..!" Zoya menyentuh tempat yang sebelumnya di sentuh Zen.
Lalu kembali menuruni tangga menuju ruang makan.
"Morning Mom, Dad." sapa Zoya masih dengan perasaan yang bercampur aduk. "Bocah kecil, selamat pagi." sapa nya pada Ken.
"Selamat pagi sweet heart." Rehan.
"Dady, Mollie, selamat pagi."
"Ken, selamat pagi jagoan.." sapa Zen mengikuti Zoya dan duduk disebelah gadis itu.
"Kenapa kakak duduk disini..? di sana masih banyak kursi kosong!" kata Zoya pelan. Ia begitu gugup dan juga malu berada di dekat Zen.
"Apa tidak boleh..? Kau adalah gadis favorit ku, kenapa kau begitu kejam kepada fans mu, hem nona..? benar kan Dad, mollie..??" Zen menuntut persetujuan orang tua mereka.
"Apa sih kakak!" Zoya memalingkan wajahnya yang semakin memerah. "Ayo sarapan lah, kalian bisa melanjutkan percakapan kalian nanti..!" sela Julie pada anak-anak nya.
"Kak Zen..boleh aku bertanya..?" Ken membuka suara.
''Tentu saja, apa itu..?"
"Apa kakak menyukai Zozo..?"
Uhukk..Uhhukk..
Zen menepuk punggung Zoya yang tersedak susu coklat membuat semua perhatian tertuju pada nya.
"Aku baik-baik saja." Kata Zoya menenangkan mereka.
Zen kembali pada pertanyaan Ken sebelumnya.
"Tentu saja aku menyukai Zoya, kakak juga sangat menyukai mu, kalian keluarga ku, dan aku mencintai kalian." Zen menjawab pertanyaan Ken.
Merasa tidak puas dengan jawaban yang diterima nya, Ken ingin kembali bertanya, namun Zoya lebih dulu melayangkan tatapan yang mengintimidasi. Ia merasa ada yang sesuatu yang berbeda, tapi apa mungkin hanya perasaan nya saja. Ken membatalkan niatnya.
Setelah menyelesaikan sarapan, mereka menggunakan akhir pekan untuk berkumpul keluarga. Julie dan Zoya berkolaborasi memainkan alat musik, Zen menemani Dady Rehan bermain Catur, sedangkan Ken, Ia memilih untuk memainkan game dalam ponsel nya.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sudah memasuki siang hari.
"Apa ada menu khusus yang ingin kalian makan, untuk makan siang..?" tanya Julie pada orang-orang yang ada di depan nya.
"Mollie,, bagaimana kalau aku saja yang memasak untuk makan siang." Zen mengajukan diri. "Kakak bisa..?"
"Lihat dan coba lah nanti, Ayo..!" Zen menarik tangan Zoya untuk ikut bersama nya ke dapur. Julie dan Rehan membiarkan keduanya, lalu kembali melanjutkan kegiatan akhir pekan mereka.
"Moo, ayo ikut bersama ku..!" bisik Rehan. "Kemana...?" Julie juga ikut berbisik.
"Ikut saja,.." Rehan merangkul pinggang istrinya. Ken terlalu malas untuk mengomentari kelakuan orang-orang dalam keluarga nya. Ia memilih untuk tetap melanjutkan permainan game nya.
"Bi biar aku dan Zoya yang memasak untuk makan siang." kata Zen pada asisten rumah tangga yang bertugas di dapur. "Tapi kak, aku tidak."
"Kamu duduk saja disini, cukup menemani ku. Aku akan mengerjakan semuanya." Zen mendudukkan Zoya pada kursi putar yang ada di dekat pantry.
Zen memulai kegiatan masak memasak nya. Zoya tidak percaya dengan apa yang di lihat nya sekarang. Laki-laki di depan nya ini terlihat 100 kali lebih tampan saat sedang beraksi seperti ini.
Sangat **** dan....
Zoya menyadari perubahan pada wajahnya. Ia segera merubah posisi duduk dan juga ekspresi nya yang terkagum-kagum pada Zen.
Mengetahui Zoya yang memperhatikan nya sejak tadi, Zen semakin percaya diri dengan masakannya.
Ia memang ingin membuat gadis kecilnya itu terkesan.
1, 2, 3, Dan 4 Jenis masakan sudah siap tersaji di atas meja pantry..
"Aa.." Zen menyodorkan sendok ke arah Zoya.
,-Buka mulut mu dan cicipi masakan ku.." pinta Zen.
Zoya membuka mulut nya untuk menerima suapan dari Zen.
Hup..
"Hem, ini enak." komentar Zoya sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Aaa.." Zen menyuapi Zoya lagi, dan lagi..
"Apa kakak akan menyuapi ku sampai semua makanan ini habis..? Karena seperti nya aku akan makan terus.. ini sangat enak.." puji Zoya dengan sebenarnya.
"Habiskan saja, aku akan membuatnya lagi. Aku suka kalau gadis kecil ku ini, menyukainya." Zen mengurung Zoya di antara kedua tangan nya.
"Eehhmm.. baiklah, tapi aku lebih suka berbagi." Zoya menyelipkan dirinya keluar dari kurungan Zen.
Zoya mengambil piring-piring yang sudah di isi makanan, lalu membawa nya ke atas meja makan. "Apa gadis kecil itu sedang malu..?" Zen memperhatikan Zoya lalu mengikuti gadis itu.
...❄️...
...❄️...
...❄️...
tapi mendingan selesai kan dulu cerita Zen dan Zoya supaya jangan bingung Thor..
terus kalau cerita Ken biar aja dilapak baru supaya kita baca fokus Zen sama Zoya..
Dan setelah baca lagi....
Aku benar-benar masih ngerasa jahat..😭😭
Mampir kuy di cerita aku !
Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️
Ada yang lain lagi juga.
Hello Daddy, Im Sugar Baby !
Klik Profil aku dan liat yang mau kalian baca !
Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
Kuy lah yok, Mampir di cerita aku !
Hello Daddy, Im Sugar Baby !
Ada Om Damian dan Istri muda nya Baby.
ada juga bang Alex dan Risa di, Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️
Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
Lope Lope Sekebon Anggur 🍇🍇🍇