NovelToon NovelToon
Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Dunia Di Balik Batas : Penciptaan Tanpa Batas

Status: tamat
Genre:Komedi / Barat / Tamat
Popularitas:17.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Shina Yuzuki

Zilogia, penguasa tertinggi ras manusia duduk lemas diatas singasana.

"Aku ingin pensiun, menjadi yang terkuat, heh....omong kosong." Menghembuskan nafas panjang dengan bosan.

"Melindungi dimensi mortal, JANGAN BERCANDA, bahkan aku harus mengorbankan waktu menonton liga Champions demi melawan para monster itu, gak sepadan coy." Mengoceh Zilogia tanpa henti.

"Tapi jika pensiun bagaimana dengan kami, tuan." Berkata salah satu bawahannya .

"Dan apa kau tahu eldfet, kenapa dimensi noir terlalu serius berperang melawan manusia, itu merepotkan saja." Zilogia dengan lemas mengutarakan isi hatinya.

"Kalau begitu tuan, sebaiknya kita mencari seorang penerus anda." Eldfet memberikan pendapat.

"Itu ide yang bagus, baiklah mari kita berikan ujian kepada penerus takdirku, sebagai penyelamat dunia dari takdir sang penguasa." Zilogia bersemangat atas ide itu dan segera memulai tujuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lemparkan ke jurang

Dua dimensi bisa disamakan seperti cermin, nyata dan Maya, satu dunia dengan dua ruang yang berbeda, berdampingan tapi memiliki batas.

Dimensi Mortal sebagian besar di huni oleh ras human atau manusia, tapi tidak hanya manusia, ada lima ras lain di dalam dimensi mortal yang hidup secara tersembunyi yaitu vampir, spirit, Aqua, fairy dan Hobbit.

Dimensi Noir pun ada enam ras yang menjadi penghuni yaitu ras iblis, dragonic, elf, Titan, beast dan unknown .

Kedua belas ras ini lah yang tercipta sejak awal pembentukan dunia, dimensi mortal, manusia mendominasi setiap wilayah dan hanya ada sedikit catatan untuk ras selain manusia yang hidup didimensi mortal. Untuk goblin dan demihuman sendiri mereka masuk dalam ras iblis sesosok makhluk yang tercipta dengan tubuh monster, pergerakan pasukan ras iblis memang menakutkan, dimana penyerangan besar-besaran seringkali terjadi karena jumlah pasukan di dalam ras iblis terlalu banyak dan juga memiliki kemampuan adaptasi tingkat tinggi.

Kelompok bantuan dari Batarasanga sudah datang, mereka adalah para anggota senior yang bahkan tidak di kenal oleh Askar.

"Elica apa benar retakan dimensi ditempat ini mengalami perubahan ."

Abdu salah satu ketua dari kelompok bantuan menanyakan situasi dari keadaan perubahan dimensi .

"Ya seperti itulah, dialat pendeteksi hanya menujukan tingkat rendah, tapi kami memiliki anggota yang mampu melihat energi dan dia mengatakan retakan ini adalah tingkat menengah keatas ."

"Ini akan sangat buruk jika kita sembrono dalam penyerangan ."

"Delapan anggota guild Rajobesi tewas dan hanya menyisakan duse, walau sekarang sudah menjadi seonggok sampah ."

Elica menunjuk duse yang tergeletak lemas dengan tubuh penuh perban dan luka.

"Aku tidak mengerti kenapa dia harus disisakan ." Silsi bergumam kesal karena duse masih hidup, sepertinya Silsi pun memiliki dendam pribadi dengan duse .

"Bahkan mungkin monster tidak menyukai tubuhnya yang di penuhi minyak rambut ."

"Sebaiknya kita lemparkan ke jurang saja ." Silsi berbisik kepada Elica.

"Tolonglah sedikit serius ." Absas ketakutan saat mendengar rencana kedua seniornya .

"Tenang saja, setengahnya adalah bercanda, kan Silsi .?."

"Ya,seperti itulah ."

"Jadi setengah persoalan berharap dia mati, itu tidak bercanda ." Absas mengatakannya dengan menelan ludah dan tidak ada jawaban hanya tatapan serius dari kedua wanita itu .

Silsi berjalan menuju Askar yang sedang sibuk dengan makan siangnya. "Askar, jika di dalam sana ada tiga goblin king, apa kau bisa melawan satu dari mereka ."

"Kalau dia tidak sekuat monster demihuman waktu itu, aku bisa mengalahkannya dengan mudah, hanya saja yang paling penting adalah melewati seluruh pasukan goblin itu."

"Itu bisa kita atasi ." Jawab Silsi.

Setiap lelaki di pasukan kelompok Askar mulai berbisik-bisik tebtang akrabnya Askar dengan senior Silsi .

"Ada apa dengannya, kenapa setiap wanita mudah sekali datang kepadanya ."

"Aku yakin dia menggunakan pelet ."

"Memang dia tampan, tapi aku sendiri tidak kalah tampan dengannya ."

"Sepertinya di sini ada orang yang lupa untuk bercermin ."

"Apa kalian tahu tentang penyerangan besar di wilayah margasari."

"Ya aku tahu, banyak anggota pasukan tewas di sana, tapi di satu dari pimpinan monster itu di kalahkan oleh senior Silsi ."

"Tidak, yang mengalahkan monster setara raja itu adalah Askar ."

"Itu tidak mungkin, dia hanya seorang kesatria jiwa akhir, tidak mungkin mengalahkan monster setingkat raja tempur sendirian ."

"Tapi bagaimana jika dia menggunakan kecerdasaanya, bahkan orang kuat sekali pun bisa di bodohi jika kau memiliki rencana yang jenius ."

"Pantas saja senior Silsi akrab dengannya ."

Mereka sedikit memberikan kesan positif terhadap Askar, sedangkan Askar terasa merinding seperti ada yang membicarakannya .

'*Aku merasa akan ada hal buruk di sini .'

'Jawab : tidak ada persentase kekalahan diatas 40%, jadi semua akan baik-baik saja tuan."

'Bukan itu juga maksudku* ,"

Dalam pertarungan besar, warrior berkategori tank akan menjadi dinding pertahanan di depan Mage, warrior Assassin dan fighter hanya bertugas dalam hal bertarung dan para Heller berada di barisan paling belakang. Heller hanya ada empat dari tiga puluh tiga anggota ini, salah satunya adalah Elena.

Untuk goblin rendahan bagi kelompok ini hanya seperti seekor kecoa, walau mudah tapi menjijikan, high goblin dan di atasnya, kecerdasan spiritual mereka sudah terbuka, mereka seringkali menggunakan rencana dalam pertarungan.

"Baik saatnya kita menyerang ."

Seluruh kelompok maju di pimpin oleh senior Elica dan saat ini pangkat silsi di naikan menjadi ketua kelompok karena kontribusi saat penyerangan demihuman di Margasari. Retakan dimensi memancarkan gelombang yang tidak stabil, saat seluruh kelompok masuk, mereka semua di bawa ke sebuah rawa yang di penuhi lumpur dan pohon bakau besar.

"Semua siaga, lawan kita tidak ada di dalam radius satu kilometer ." Elena memberikan komando karena dia melihat dengan absolute eyesnya .

"Senior Silsi, aku yakin mereka memasang jebakan di tempat ini ." Askar memberikan peringatan, karena tidak ada satu pun kehadiran monster dizona persepsinya .

"Pasukan Assassin berpencar dan intai seluruh arah mata angin ."

"Baik ." Sepuluh Assassin pergi melompat ke dahan pohon, mereka semua sudah di latih dalam situasi pengintaian seperti sekarang .

Setelah lima menit pengintaian, sebuah sinyal panggilan di kirim ke Silsi .

"Senior, mereka mengepung kita dari jarak jauh, mereka akan menggunakan sihir ledakan, sebentar lagi."

Mendengar informasi dari para Assassin, Elica bergerak dan memberikan perintah. "Baik, semuanya menyebar, hindari serangan ."

"Laksanakan."

Silsi melihat dari segala arah, ada dua puluh bola api ukuran dua meter mulai menuju ke lokasi warrior kelompok Elica .

"Semua bersiap untuk menahan serangan."

Dalam hal penyergapan sihir jarak jauh seperti ini, para warrior kelas Mage sudah mempersiapkan pertanahan dari sihir mereka .

"Ini serangan sihir dari goblin king ."

"Senior, mereka semua mulai bergerak ." Teriak Elena memperingatkan ke elica untuk serangan serangan musuh selanjutnya .

"Semua bersiap ."

"Baiklah ."

Serbuan gelombang pertama datang dari goblin tingkat rendah dan high goblin. Untuk Askar, serangan dalam jumlah besar tidak terlalu di sulit, kecepatan gerak dalam membunuh, ketahanan dalam serangan dan efek serangan Askar, mampu membunuh goblin rendah dengan mudah. Memotong dan melemparkan senjatanya kesetiap goblin yang mendekat, tugas tank menahan serangan high goblin yang ukurannya mencapai dua meter.

Sedangan para goblin champion masih belum menunjukan minat untuk menyerang, mereka masih bersembunyi dalam jarak aman.

"Senior, mereka akan meruntuhkan pohon." Elena berteriak terkejut karena tidak berpikir, jika goblin rendahan akan menjadi tumbal dalam rencana penyerangan melawan para Warrior.

"Alex, elica bersiap ." Silsi berteriak kepada keduanya .

"Baiklah."

"Ok ."

Ketiga senior yang memiliki kekuatan tingkat raja tempur ini mulai mengaktifkan skillnya .

"Skill pembentukan : Scarlet wall ."

Skill alex ini menciptakan dinding energi menahan empat pohon besar sebelum roboh dan menimpa seluruh kelompok .

"Rigur, Elos, hancurkan pohon di atas ."

Elica adalah seorang penguna roh, kedua roh Elica berbentuk manusia bertubuh besar dengan tanduk di kepala mereka. Kedua roh peliharaan Elica melompat dan menghantam pohon hingga hancur dalam satu serangan.

"Kita selamat ."

"Selamat apanya, lihat kesana ."

Sebuah serangan element api tingkat tinggi datang, Sina, Silsi dan kedelapan Mage lainnya, menciptakan dinding pertahanan dari skill elements.

"Ini kuat sekali ." Dalam beberapa detik dinding energi elements, hancur dan melemparkan setiap orang. Dari balik pohon sosok tiga goblin king keluar, berjalan keluar dengan tubuh gemuk dan masing-masing dari mereka membawa batu merah menyala .

"Sial, itu stone power ."

Sebuah batu yang memberikan peningkatan kekuatan energi secara instan dan itu sangat langka .

1
teguh andriyanto
🤣🤣🤣2026 baca lagi, dan ternyata masih sama. MC nya ngga berkembang otaknya🤣🤣
KASMAN BATURAJA
🤣🤣
KASMAN BATURAJA
maaf ngakak 🤣🤣
KASMAN BATURAJA
Rabu 08-juli-2026
kembali kesini untuk membaca ulang
Dede Darmawa
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
🍊🍊🍊🍊🍊
ikeh kimochi yamete kudasai 😂🤣
Pra Yogi
Luar biasa
🍊🍊🍊🍊🍊: hooh cok tenan 🤣😁
total 1 replies
Pra Yogi
lah..!
tak kirain!!!
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
YANTO BIRAHI 🅥
makkk aku kaya makkk
teguh andriyanto: mas, namamu mas🤣🤣🤣👍
total 2 replies
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh a
YANTO BIRAHI 🅥
ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh ahh
Unknown
gilaa sungguh epic ini adalah klimaks cerita yang ku tunggu seribu tahun sangat hebat sial betapa hebatnya ini
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
Herwan Wawan99
30m2 luas dan besar dr mana?
Herwan Wawan99
sak karepmu, diiiiin, uuuudiiiiiiiiin!!!!!!!!!
Sky•X7
pantesan ibu warung nasi diingat
Raditya Vicky
Luar biasa
☆Ryan☆
Akhirnya aq Membaca season 1-nya tanpa ada halangan.
Dulu sewaktu novel ini masih chapter 400-500 aq ngikutin, tapi karena ibuku butuh uang HPku di gadaikan dan setelah di tebus, aq malas melanjutkan-nya.
Dan akhirnya 1/2 minggu lalu aq mulai baca dari awal dan novel ini tetap bagus seperti dulu, Komedi-nya masih bikin aq ketawa & jalan ceritanya g bikin bosen.
GOOD JOB untuk AUTHORNYA👍👍👍
hanachi_🌷
berarti monster ini berasal dari dimensi noir. apakah berbeda dengan dimensi tempat Zilogia dan para monsternya tinggal ?
🍊🍊🍊🍊🍊: berbeda sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!