NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:47.2k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Uang dalam tikar

''Aku harus bagaimana sekarang? keanehan semakin banyak muncul dan bisa saja Nanti para warga akan merasa curiga!" Ilham mulai panik sendiri.

"Susu."

"Hei kau, jangan terus membuat ulah seperti itu karena aku masih harus menyembunyikan kematian Rina!" Ilham memarahi bocah kecil yang ada di pojok kamar.

"Mau Ibu!" rintih anak kecil itu.

"Diam kau bangsat, Kau yang sudah membuat Rina mati dan sekarang masih sibuk ingin Ibu kembali." bentak Ilham dengan sangat marah.

"Mau minum susu ibu." isak nya kembali pecah.

"Aku bilang diam!" Ilham membentak dengan suara keras sekali karena dia marah dan juga bingung dengan situasi yang ada sekarang.

"Mas Ilham sedang memarahi siapa?" Rania muncul di ambang pintu karena dia membutuhkan beberapa bahan masakan.

"Eh Ran, enggak kok ini cuma lagi melihat kecoak saja." dusta Ilham karena dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.

"Apa kecoak bisa dimarahi seperti itu?" Rania membatin di dalam hati dengan keanehan tersebut.

Terlebih tadi di belakang juga terjadi kehebohan karena para warga sudah melihat sendiri bagaimana air yang ada di dalam gentong itu berubah menjadi kehitaman dan menimbulkan aroma yang begitu busuk, Siapa yang tidak jijik melihat air seperti itu karena mencium aroma saja sudah membuat mereka semua kalang kabut tidak karuan.

Rasa ingin lari dari ini semua namun tidak mungkin Rania melakukan hal itu karena dia masih harus melindungi Rina dari segala macam omongan buruk para warga, ini lagi Dia harus mempersiapkan segala sesuatu keperluan untuk tahlil nanti malam dan malah Banyak sekali tragedi yang harus dia terima karena keanehan demi keanehan yang telah terjadi.

Ilham juga menunjukkan gelagat yang tidak beres sehingga membuat Rania semakin curiga dan dia tertarik dengan ucapan Pak Kades untuk meminta bantuan kepada wanita yang bernama Purnama itu, dalam hati dia bertekad kalau ini semua nanti sudah selesai maka dia akan datang sendiri ke rumah Purnama untuk meminta bantuan.

Kalau untuk sekarang memang dia sedang sibuk sekali karena mempersiapkan segala sesuatu untuk acara tersebut, bukan hanya sibuk untuk acara tapi Rania juga merasakan tekanan batin yang begitu besar di tengah rasa sedih yang melanda akibat kehilangan sosok kakak yang begitu berarti di dalam hidup dia selama ini.

Sreeeeeng.

Mendadak saja Rania yang sedang berdiri itu merasakan Aura yang tidak beres di dalam kamar ini dan dia pun segera menjauh, Padahal dia ingin meminta uang kepada Ilham untuk membeli perlengkapan yang kurang namun Entah kenapa kamar itu seolah begitu berat dan ada sesuatu yang seperti sedang mengintai dirinya.

''Kamu mau ngomong apa memangnya?'' Ilham ikut keluar dari kamar itu.

''Aku mau minta tambah uang karena kurang buat belanjaan.'' ujar Rania.

''Oh uang, ini kamu beli saja apa yang kurang.'' Ilham langsung memberikan uang sebanyak dua juta.

''Tidak sebanyak itu karena yang lain masih cukup.'' tolak Rania karena dia tidak mau menerima uang sebanyak itu.

''Ambil saja, aku masih punya banyak uang dan bisa memberimu uang yang lebih banyak lagi.'' Ilham tersenyum kepada Rania.

Senyum yang menurut Rania begitu aneh sekali sehingga membuat gadis ini merinding dan dia segera berlalu pergi dari sana, selama ini mereka memang sudah serumah namun tidak pernah Rani yang melihat senyum seperti itu dari Ilham dan selama Rina juga masih ada Ilham tidak pernah macam-macam kepada sang adik.

''Ah mungkin hanya perasaan aku saja.'' bantah Rania.

''Cabe ijo beli juga ya, itu tadi kurang.'' Mbok Inem menghampiri Rania yang masih terdiam.

''Oh iya, aku pergi beli dulu ya kalau begitu.'' Rania mengangguk dan segera mengambil kunci motor.

''Sama Mbok minta tolong belikan kacang hijau.'' pesan Mbok Inem.

''Mau buat bubur kacang juga ya?'' Rania menoleh karena dia memang tidak tahu.

''Emmm iya, beli empat kilo biar bisa untuk makan yang masak.'' Mbok Inem langsung mengangguk.

''Ya sudah kalau begitu aku pergi beli dulu ya ke pasar.'' pamit Rania kepada orang tua ini.

''Hati hati, Ran.'' Mbok Inem mengangguk dan menatap gadis itu.

Rania hanya mengangguk dan dia segera melaju pergi meninggalkan rumah karena mau menuju pasar untuk membeli perlengkapan dan Bu Inem juga mendadak ingin kacang hijau, Rania sama sekali tidak paham sehingga ketika Mbok Indah mengatakan akan memasak bubur maka dia setuju saja, tidak ada pikiran apa-apa dan dia fokus untuk melanjutkan perjalanan yang agak memakan waktu antara rumah serta perjalanan menuju pasar ini.

''Jangan sampai dia juga kena, Kasihan anak yatim piatu itu.'' Bu Inem berkata sendirian di depan pintu kamar.

Wuuuuttt.

''Heh!'' Mbok Inem tersentak kaget karena dia seperti melihat sesuatu berjalan cepat keluar dari kamar tersebut.

''Kenapa, Mbok?'' tegur Winar yang baru saja datang membawa tikar.

''Ah Enggak cuma kaget saja karena tadi sepertinya ada kecoa lewat.'' Mbok Inem kembali berdusta.

Winar tersenyum dan dia kembali membentang tikar yang akan dipakai untuk nanti malam membaca tahlil, banyak para warga yang membantu Meskipun mereka juga merasakan rumah milik Ilham dan Rina ini seperti ada sesuatu yang tidak biasa dan sejak tadi Mbok Inem yang terus merasakan keanehan demi keanehan.

''Ya allah duit nya Ilham sampai di tikar ini.'' Winar langsung berisik ketika dia membuka tikar dan menemukan setumpuk uang.

''Uang sebanyak itu!'' Pak Edi saja sampai kaget karena dia sedang berdiri di depan pintu depan.

''Ini mungkin uang pelayat kemarin dan dia masih belum sempat memasukkan ke dalam kamar.'' ucap Winar sambil mengumpulkan uang tersebut.

''Tapi kalau uang pelayat kenapa merah semua?'' Pak Edi bertanya dengan nada heran.

''Eh iya juga, apa yang melayat memang memberikan lembaran uang merah ini?'' Winar tertegun sesaat karena dia juga kepikiran dengan hal itu.

''Heh sudah lah, mau merah atau biru itu bukan urusan kita!'' Bu Inem membentak mereka berdua dan dia segera membantu Winar.

''Ya kan Kami cuma merasa aneh saja melihat tumpukan uang yang begitu banyak di dalam tikar.'' Pak Edi sampai datang mendekat untuk memastikan tentang uang itu.

''Ini emang uang asli kok.'' Winar memperhatikan lebih jauh karena menurut ia cukup aneh saja.

Mbok Inem sama sekali tidak menjawab karena menurut dia bila ingin dijawab Maka nanti yang ada akan semakin melebar kemana-mana dan tidak akan ada Ujung, belum lagi bila nanti sampai terdengar oleh Pak RT maka semua menjadi semakin rumit karena RT mereka itu memiliki tabiat yang tidak baik.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua bercerita autor Novita Jungkook ya, Semoga selalu suka dengan cerita author.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!