NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

Benar saja, setelah menghadiri acara gala dinner, Jinny langsung terbang ke Singapura. Jadilah malam ini Sean kembali seorang diri saja.

Hanis sudah makan malam dan bersiap untuk tidur di kamarnya ketika Sean mengetuk pintu dua kali secara lambat dan membukanya perlahan.

“Hanis? Sudah tidur?”

Mendengar suara itu, Hanis langsung terduduk dan merapikan pakaiannya. “Belum. Gimana?”

“Baguslah. Tunggu ya, aku mandi sebentar.”

Hanis mengira bahwa Sen akan mengajaknya berbincang lagi, melanjutkan obrolan yang terhenti karena Jinny pulang dari berolahraga dan Sean harus bersiap untuk gala dinner. 

Tak berselang lama, Sean kembali ke kamar itu. Mengenakan kaos kebesaran yang nyaman dan celana pendek santai.

Sean kini sudah tampak jauh lebih nyaman bersama Hanis. Tidak lagi canggung, ia langsung naik ke atas ranjang, duduk bersebelahan dengan Hanis.

“Gimana gala dinnernya?” tanya Hanis basa-basi.

“Ya lancar semua, aman. Jinny sudah langsung terbang.”

“Ini kita enggak dimarahi kalau kamu disini malam-malam?”

Sean justru menggeser tubuhnya semakin mendekat pada Hanis. “Ini kita mulai hari ini aja gimana? Udah masuk masa ovulasinya, kan?”

Mendengar pertanyaan to the point itu, Hanis sedikit terkejut. Sejujurnya ia bahkan belum siap.

“Kalau kamu sudah siap aja, kalau belum nyaman besok enggak apa-apa. Tapi beneran harus karena tanggalnya pas biar cepat jadi.”

Hanis menggeleng, bagaimanapun itu tugas utamanya. Jangan sampai hanya karena ia yang tidak nyaman semuanya jadi berantakan dan tertunda. Karena jika momen terlewat maka harus menunggu sebulan lagi, yang berarti ia harus terpisah lebih lama dengan keempat anaknya.

“Sekarang aja enggak apa-apa.”

“Oke, mulai?” Sean justru tertawa setelahnya. Merasa situasi jadi sangat lucu, tidak natural tapi terstruktur, bukan bercinta tapi lebih memulai lomba kelereng. 

Hanis ikut tertawa. “Hahaa… jangan gitu… rasanya jadi aneh.”

“Oke, oke. Kita… ah aku nggak pengalaman,” keluh Sean. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa begitu canggung.

Seumur hidup, Sean hanya pernah bercinta dengan Jinny, istrinya. Sama sekali tidak pernah dengan orang lain, maka dari itu ia merasa sangat aneh jika harus melakukannya bersama meski hanya demi tujuan mendapat keturunan.

Hanis sendiri juga sama, iya hanya pernah dengan suaminya, Rino. Dan tidak tahu harus bagaimana memulainya, dengan Rino semuanya terasa natural dan mengalir begitu saja.

“Aku juga bingung,” lirih Hanis.

Sean berusaha memulai dengan ciuman, namun ia ingat akan janjinya kepada Jinny. Tidak boleh ada ciuman, tidak boleh pelukan, tanpa foreplay, dan yang utama tidak boleh ada perasaan.

“Ah bingung! Gimana kalau aku tidur di sini dulu malam ini?” tanya Sean meminta izin. “Kan setidaknya kalau sudah semalam tidur bersama kita nggak akan secanggung ini besok.”

Usulan itu dinilai bagus oleh Hanis, namun ia teringat oleh peringatan Jinny yang mengatakan bahwa mereka tetap harus tidur terpisah. “Tapi… Jinny bilang…”

Sean mengangguk,sudah tahu kekhawatiran Hanis. “Iya, iya, aku tahu. Tapi, aku nggak bisa kalau langsung kita perlu pemanasan. Bukan berarti itu… ya, setidaknya kita perlu tidur bersebelahan dulu.”

“Kalau dimarahi?”

“Biar aku yang jawab besok. Lagi pula, dengan Jinny dulu juga tidak bisa langsung, perlu tidur dulu seminggu baru melakukannya.”

Akhirnya, malam itu mereka habiskan dengan berbaring saling menghadap di atas ranjang. Melanjutkan obrolan yang tadi sempat terjeda dan tidur dalam posisi yang nyaman, jarak dekat dan hati yang gembira.

Keduanya melupakan sejenak masalah masing masing. Hanis melupakan masalah finansial keluarganya, termasuk suaminya yang belum mendapat pekerjaan. Dan Sean melupakan soal istrinya yang tetap pergi malam ini meski tidak diizinkannya.

...****************...

1
falea sezi
sean ini bodoh mau ma jiny bekas gt🤣 mending bantuin haniscerai dr suami nya 🤣 trs elu ama hanis aja
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!