NovelToon NovelToon
Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih terjebak di masa lalu

‎Karta masih terus mengikuti Ratri kemanapun dia pergi, dan sekarang dia sudah berada di perkebunan karet untuk membantu beberapa pekerja di sana yang sedang menimbang getah karet, tugasnya adalah mencatat jumlah getah yang sudah di kumpulkan pekerja karena Ratri ternyata tidak buta huruf seperti pekerja lain, dia bisa menulis dan membaca dengan baik bahkan bisa menghitung dengan benar.

‎Bugh. Bugh.

‎"Ampun! ampuni saya tuan! saya terpaksa mencuri karena keluarga saya butuh makan, anak saya sakit" lirih suara yang di dengar Karta, bahkan Ratri juga menoleh ke arah depan di mana seorang lelaki tua sedang di siksa beberapa orang Belanda yang berpakaian seragam dan memegang tali juga cambuk di tangan mereka.

‎"Apa yang sudah dia lakukan?" tanya Patricia yang memang selalu mengurus perkebunan itu secara langsung bahkan ikut memantau para pekerja.

‎"Dia mencuri timbangan dan beberapa perkakas di gudang nyonya" jawab ajudan Patricia

‎Plak. Bugh.

‎"Lancang! kamu pikir tanah ini milikmu! ini tanahku dan tidak boleh ada yang mengambil barang di tempat ini meskipun itu hanya satu butir tanah milikku!" bentak Patricia menampar dan menendang lelaki yang sudah tidak berdaya itu.

‎"Tolong... tolong ampuni saya nyonya..."

‎"Tak ada ampun untuk kacung pencuri seperti kamu, habisi dia dan cong kel ma tanya untuk makanan anjingku!" perintah Patricia

‎"Tidaakkk!" teriak lelaki itu berontak sekuat tenaga tapi tenaganya kalah dengan tenaga orang orang yang bertubuh lebih tinggi dan besar darinya.

‎"Kompeni sialan! tanah ini bukan milikmu! ini milik kami!" teriak lelaki itu mengamuk.

‎Karta melotot di tempatnya, dia juga melihat Ratri berusaha untuk menyelamatkan lelaki tua itu tapi Ratri justru di dorong sampai tubuhnya tersungkur dan di pukuli oleh Patricia juga Erni.

‎"Mevrouw, tolong jangan bakar dia, dia punya banyak anak yang harus dia nafkahi" ucap Ratri berlutut di depan Patricia.

‎Plak.

‎"Kamu pikir aku akan peduli! aku tidak peduli dengan kalian apalagi kamu yang sering menggoda suamiku!" bentak Patricia menendang bahkan menampar Ratri lagi.

"Tolong kasihani dia Mevrouw" lirih Ratri

"Percuma Ratri, nyonya meneer tidak akan mengasihani siapapun, dia itu sudah seperti ratu di tempat ini" ucap Erni dan terlihat Patricia menyunggingkan senyumnya sombong.

‎"Hiks... aku kutuk kamu nyonya sialan! meneer Vincent sama sekali tidak pantas memiliki istri seperti kamu! kamu Iblis dan akan menderita sepanjang hidup kamu, keturunan kamu tidak akan pernah bahagia dan mereka akan cacat seumur hidup!" teriak lelaki itu membuat amarah Patricia semakin naik.

‎Ctas. Ctas.

‎"Aaakhhh!"

‎Lelaki itu terus berteriak kesakitan ketika Patricia mencambuk tubuhnya dengan cambuk yang di pegang seorang ajudan, lelaki itu bahkan tidak di berikan jeda setelah di cambuk, dia benar benar di siksa hidup hidup dan itu membuat Karta gemetar ketakutan.

‎"Kenapa.. kenapa aku ada di sini" gumam Karta memalingkan wajahnya tepat ketika lelaki itu meregang nyawa di dalam lubang yang sudah di penuhi api yang berkobar.

‎"Pak Falah!" pekik Ratri yang di pegangi Erni.

‎"Ingat Ratri, kamu tidak akan bisa mengalahkan nyonya meneer, dia itu tak hanya kuat secara fisik, di juga punya ilmu yang tidak akan bisa kamu bayangkan, dukunnya sakti dan aku saksinya" bisik Erni

‎"Memalukan! kamu bahagia ketika melihat bangsamu di siksa! kamu tidak pantas memiliki mata itu Erni, kamu buta!" bentak Ratri mendorong Erni dan segera berlari ke arah rumah Vincent.

‎"Nenek tunggu!" panggil Karta menyusul Ratri.

‎Karta terus berbalik ke belakang karena dia khawatir Patricia mengikuti Ratri dari belakang, tapi ternyata tidak, Patricia hanya menatap kepergian Ratri dengan seringai jahat di bibirnya karena dia memiliki rencana lain untuk Ratri.

‎"Erni!"

‎"Iya nyonya"

‎"Kamu tahu kan siksaan apa yang paling sering aku lakukan untuk para pembangkang di tempat ini?"

‎"Tahu nyonya"

‎"Apa itu?"

‎"Mengambil mata orang orang yang tidak nyonya sukai"

‎"Kalau begitu kamu lakukan itu pada Ratri, culik dia ke tempat ritual karena aku ingin membuat dia jadi tumbalku, dia perawan kan?" tanya Patricia

‎"Saya tidak yakin nyonya dia sering terlihat bersama meneer Vincent" Jawab Erni memanas manasi.

‎"Aku tidak peduli,. yang penting peliharaan milikku bisa memakan mata si Ratri, bawa dia satu minggu lagi" perintah Patricia

‎"Baik nyonya"

‎•••••••••••••

‎Di tempat Ratri.

‎Brak.

‎"Aakhhh! kenapa Mevrouw begitu jahat! pak Falah itu sudah sangat di hormati di kampung ini! dia bahkan seorang yang di tuakan di sini!" kesal Ratri membanting pintu kamarnya yang terletak di halaman belakang rumah Vincent.

‎"Nenek, cepat pergi dari sini, mereka itu jahat dan nenek harus menyelamatkan diri nenek" ucap Karta tapi percuma, berteriak sekencang apapun Ratri sama sekali tidak bisa mendengarnya.

‎"Maafkan Ratri pak Falah, Ratri seharusnya bisa membantu pak Falah, tapi gaji Ratri juga belum di berikan pada Ratri, meneer Vincent, meneer Vincent pasti bisa membantuku dia pasti akan membantu anak anak pak Falah yang masih kecil, dia baik" gumam Ratri segera keluar untuk pergi menemui Vincent di kantor kepala desa karena jabatan Vincent saat itu adalah kepala desa di sana bahkan sangat di hormati di tempat itu.

‎Ratri terus berlari tanpa henti, dia bahkan tidak peduli kakinya yang tanpa sandal sudah mulai terluka karena baginya yang terpenting adalah istri dan anak anak Falah harus mendapatkan keadilan.

‎"Pak Cecep, saya perlu bertemu meneer Vincent" ucap Ratri

‎"Tapi Ratri, meneer sedang ada kunjungan dari pejabat Residen yang sedang memeriksa beberapa hal di ruang rapat" jawab Cecep yang heran melihat penampilan Ratri yang berantakan dengan kaki yang lecet dan pipi lebam hingga bibir Ratri yang robek.

‎"Kamu kenapa?" tanya Cecep

‎"Pak Falah di bunuh Mevrouw dan orang orangnya di perkebunan karet" jawab Ratri

‎"Astagfirullah! Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, kamu masuk ke ruangan meneer langsung, bersembunyi di bawah mejanya biar aku nanti yang bicara dengan meneer Vincent" panik Cecep karena Ratri pasti akan di ikuti orang orang Patricia.

‎Cecep membersihkan sisa sisa darah di lantai tempat itu, dia melihat sekeliling dan untungnya di sana sepi jadi dia bisa kembali bertugas menjaga pintu ruangan Vincent agar Vincent tidak marah jika ada orang lain yang masuk ke dalam ruangannya nanti.

‎"Wajah Cecep mirip Zakariya, jangan jangan ini leluhur Zakariya" gumam Karta mengintip ke dalam ruangan Vincent lalu kembali berdiri di luar bersama Cecep.

‎"Cecep, kamu melihat kacung nyonya?" tanya ajudan Patricia yang datang ke sana dengan wajah marah setelah tidak menemukan Ratri di rumah.

‎

1
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ya, kayak anak kecil aja kalau marah gimana sih, tantrum itu, jadi beliin aja es krim wkwk
nurul supiati
endingnya kumaha klahkah
Ridwan01: bab selanjutnya sudah up kak👍
total 1 replies
neni nuraeni
lnjut kak,,, seruuuu
Ridwan01: terima kasih kak, siap👍
total 1 replies
neni nuraeni
semoga gandra berhasil dan tidak knp2,,, hati2 kamu gandra semoga gandra tidak knp2 jgn buat dia terluka kak
neni nuraeni: sukur deh kak aku sampai deg2 ini bacanya🤭🤭🤭 pokonya jgn smpai deh kak yaaa😉😉 ga rela aku
total 2 replies
Sri rahayu
mungkin dia cuma punya baju putih makanya di namai sosok putih 😁😁 canda thor🙏
Ridwan01: benar kak, bajunya putih, rambutnya putih dan wajahnya juga putih 🤭🙏
total 1 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Kenapa ya Gandra marah sama Sahara, padahal biasanya Sahara sama Dimas aja dia berusaha nggak marah
Ridwan01: Gandra sedang berpura pura kak
total 1 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
Ilham
bg kembali kan ceritanya seperti semula bg..aku ngk tahan lihat bintang peran nya jadi begitu bg
Ridwan01: tidak akan lama ko bang👍
total 1 replies
neni nuraeni
aduuh ngarep kamu mah Erni,,, mimpi aja sana,,,, semoga si Romo gagal dan bintang sembuh sperti sedia kala lagi jgn sampai mereka menguasai bintang serta khodamnya,,, aga rela aku kak,, lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak
total 4 replies
neni nuraeni
aduuh takutnya itu si anjing romo
neni nuraeni: waduuuhhh😯😯
total 2 replies
neni nuraeni
wadduh semoga bintang seperti itu ga lama semoga bintang cepat sembuh,,, kasian mereka apalgi Sahara 🤭🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: ok kak💪💪kak☺️☺️
total 2 replies
nurul supiati
bintang nya jadi polos polos gimna gtu
DIFAN2: *"SULUNG"* Sebuah novel yg akan buat dunia pembaca jungkir balik, yuk mampir!
total 2 replies
Ilham
Sahara pun kenak juga 🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: iya bang, Bintang benar benar lupa semuanya
total 1 replies
Ilham
hahahha kasihan aku lihat di gandra 🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: Gandra harus jadi aktor
total 1 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Waduh kok gitu bintang ini
Ridwan01: Bintang hilang ingatan kak
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
gandra penggemarmu si erni🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
Alhamdulillah bintang akhirnya slmt ayo Dimas blskn rasa sakit papamu, lnjut
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Ridwan01
siap kak terima kasih
neni nuraeni
awas Jayden,,, lariiii,, lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!