NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:135k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik Ipar

Langkah kaki Alfa mengalun pelan menelusuri koridor lantai lima puluh, mengantar Senja menuju ruangan barunya. Ruangan megah dengan dinding kaca tempered melengkung yang menyajikan pemandangan lanskap ibu kota itu kini resmi menjadi wilayah Senja.

Bagi Senja, ruangan baru ini sejatinya adalah penjara baru baginya. Sebuah sangkar emas yang dirancang khusus untuk mengikatnya dalam rantai bisnis keluarga. Namun, jika dulu sangkar di bawah cengkeraman Papanya terasa seperti penjara gelap gulita yang dingin dan penuh duri, mungkin sangkar sekarang sedikit berbeda. Di sini, setidaknya Senja bisa melihat setitik cahaya yang menerobos masuk dari sedikit celah yang mulai terbuka.

"Ini ruanganmu, Senja. Kalau ada fasilitas atau interior yang perlu diubah, katakan saja!" Ujar Alfa seraya membukakan pintu untuknya.

"Terima kasih, Mas. Ini sudah lebih dari cukup." Balas Senja dengan senyum tipisnya yang biasa.

Setelah memastikan Senja menyatu dengan lingkungan barunya, Alfa berpamitan dan kembali ke ruangannya sendiri yang berada di ujung koridor lain. Mereka berdua mulai menyatukan diri dalam tumpukan dokumen ekspansi perusahaan dan jadwal rapat yang padat.

Tak terasa, jarum jam merayap cepat menuju pukul dua belas siang. Saat jam makan siang tiba, atmosfer profesional itu mendadak berganti menjadi tekanan tak kasat mata. Sebagai pengantin baru dari dua konglomerat besar yang baru saja mengikat janji, mereka tentu saja harus terlihat keluar bersama demi menjaga citra di mata publik dan karyawan.

Namun, kendala besar menghadang. Alfa menatap layar ponselnya yang baru saja menyalakan notifikasi pesan singkat dari Suster Weni. Kondisi Dila memerlukan perhatian dan Alfa harus bergegas melihat kekasihnya itu ke rumah sakit.

Alfa mulai dilanda dilema yang teramat sangat. Pria itu berdiri kaku di depan meja kerja Senja. Jika mereka terlihat keluar kantor secara terpisah di hari pertama bekerja, hal itu dipastikan akan memicu gosip dan rumor liar di kalangan media online.

Publik akan mencium bau ketidakharmonisan dari pasangan yang baru menikah sehari namun sudah bergerak sendiri-sendiri.

Melihat raut wajah Alfa yang serba salah dan penuh keraguan, Senja dengan sigap mengambil keputusan.

"Aku akan ikut pergi dari kantor bersamamu, Mas" Potong Senja memecah keraguan Alfa.

Alfa menatapnya terkejut.

"Tapi Senja, aku harus...."

"Aku tahu. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk menemui Dila" Lanjut Senja tenang sembari merapikan tas tangannya.

"Tapi tenang saja, aku akan mencari tempat lain di sekitar sana dan tidak akan mengganggu kalian. Kehadiranku keluar bersamamu dari gedung ini hanya untuk membuat orang-orang tidak curiga."

Alfa terpaku. Rasa bersalah dan rasa terima kasih berkecamuk hebat di dalam dadanya.

"Terima kasih, Senja..." Bisiknya lirih.

Mobil yang dikendarai Alfa menurunkan Senja di depan sebuah kafe bergaya vintage yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari area rumah sakit tempat Dila dirawat.

Senja memilih masuk ke dalam kafe tersebut seorang diri. Sebelum menginjakkan kaki di dalam ruang kafe, ia memasang kacamata hitam berbingkai besar dan masker kain gelap untuk menutupi separuh wajah cantiknya. Ia sengaja tak ingin dikenali oleh siapa pun.

Menariknya, hari ini Senja pergi benar-benar seorang diri. Ia tidak lagi diikuti oleh Meimei, asisten pribadinya yang sebenarnya adalah mata-mata kepercayaan Papanya.

Senja berhasil membatasi pergerakan Meimei dengan alasan cerdik bahwa Alfa merasa tidak nyaman jika ada asisten pribadi yang terus mengekor di kehidupan pribadi mereka.

Sebuah alasan berkelas yang membuat Prasetya tak bisa berkutik, sekaligus memberi Senja sedikit napas kebebasan dari pengawasan ketat sang ayah.

Senja memilih sudut paling sepi di bagian belakang kafe, terlindungi oleh rimbunnya tanaman hias indoor. Ia memesan segelas cappuccino hangat dan menikmati makan siangnya dalam keheningan yang menenangkan.

Sampai akhirnya, sebuah bayangan tinggi melintas dan mendekati mejanya. Seorang pria berpakaian santai dengan hoodie hitam longgar yang tudungnya ditarik hingga menutupi sebagian kepala berdiri di samping meja Senja.

Pria itu sengaja berpenampilan demikian agar tak memancing perhatian publik di tempat umum, persis seperti Senja yang memakai kacamata hitam dan masker saat masuk tadi.

Senja menghentikan usapan jemarinya di atas cangkir, sedikit terkejut saat pria itu secara lancang mengambil posisi duduk di hadapannya.

"Hai, Kakak Ipar..." Sapa pria itu. Bibirnya terangkat, mengulas senyum miring yang penuh penekanan.

Senja melepas kacamata hitamnya pelan. Matanya membelalak tipis begitu mengenali sosok di depannya. Pria itu adalah Ares, adik kandung Alfa, alias adik iparnya sendiri.

Senja sempat mengernyitkan dahi mendengar nada suara dan gaya bicara Ares yang terkesan sangat santai dan sedikit nakal. Saat pertemuan keluarga di restoran mewah untuk membahas rencana perjodohan waktu itu, Senja mengira

Ares adalah tipe pria muda yang pendiam, dingin, dan acuh tak acuh. Pasalnya, sepanjang acara makan malam itu Ares hanya duduk membisu sembari fokus menatap layar ponselnya.

"Hai" Jawab Senja kaku, mencoba menguasai keterkejutannya.

"Boleh duduk di sini?" Tanya pria yang usianya dua tahun lebih muda di bawah Senja itu, meski tubuhnya sudah lebih dulu santai bersandar di kursi.

"Tentu" Sahut Senja santun.

Ares menyandarkan punggungnya, menatap Senja dengan binar mata yang penuh rasa ingin tahu.

"Kenapa di sini sendiri? Di mana kakakku?"

Senja menyedot minumannya pelan, merangkai kata.

"Dia..."

"Dia menemui kekasihnya itu?" Potong Ares cepat tanpa ragu-ragu.

Senja tertegun, matanya menatap Ares lurus-lurus.

"Kamu tahu?"

"Sudah tidak heran lagi" Sahut Ares terkekeh sinis, menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Dia memang selalu mementingkan wanitanya itu dibanding apa pun di dunia ini."

"Keadaannya drop lagi, Ares" Sela Senja mencoba meluruskan, memberikan alasan objektif atas tindakan suaminya.

Ares mendengus pelan, tatapan matanya seolah begitu jengah.

"Akan terus seperti itu kalau dia tidak secepatnya mendapatkan donor ginjal yang cocok. Tapi... apa Kakak Ipar tidak keberatan karena suamimu pergi menemui kekasihnya di hari pertama kalian bekerja?"

Senja mengulas senyum tipis yang amat tenang, tidak ada raut terluka sedikit pun di wajahnya.

"Kamu tahu sendiri kami menikah karena apa, kan? Jadi... kenapa aku harus keberatan?"

Ares terdiam sejenak. Kedua alisnya terangkat tinggi, memancarkan rasa kagum yang tak tertutupi atas ketenangan wanita di hadapannya.

"Wooww... aku sungguh tidak menyangka wanita sepintar dirimu punya pikiran seluas dan sesantai itu" Puji Ares terkagum-kagum.

Dibandingkan dengan Alfa yang cenderung kaku, berjarak, dan selalu dibayangi rasa bersalah, gaya interaksi Ares terasa jauh lebih santai dan menyenangkan.

"Terima kasih atas pujiannya" Balas Senja elegan. Namun kemudian, ia menatap Ares dengan pandangan sedikit terganggu.

"Dan tolong... jangan panggil aku seperti itu. Itu... terdengar sangat tidak nyaman di telingaku. Panggil saja namaku."

Ares terkekeh pelan, senyum miring kembali terukir di wajah tampannya saat ia memajukan tubuhnya mendekati meja Senja. Tatapan matanya mendadak berubah tajam, penuh kilat intimasi yang sulit diartikan.

"Oh, maaf kalau membuatmu tidak nyaman, Kakak Ip... emmm maksudku, Kak Sen...ja" Bisik Ares pelan, mengeja nama Senja dengan nada suara yang amat dalam dan provokatif.

"Hmmm!"

Sebuah deheman berfrekuensi berat dan dingin tiba-tiba memotong percakapan mereka dari belakang. Suara bariton yang teramat akrab itu mengejutkan Senja dan Ares secara bersamaan.

Senja dan Ares mendongak serentak.

1
Nadja 🎀
coba senja kerja bikin kue di toko, terus Alfa bikin lukis bareng atau bantu bikin kue roti dll bersama... nanti byk pembeli di sana semangat ya!
mery harwati
Penasaran dengan Arganthara orang tuanya Alfa & Ares, semoga sudah mati Arganthara & Prasetya 🤣
Devi Novita
zaman sekarang sudah jarang kisah cinta dan rasa cinta yg begitu dalam pada pasangannya lah kalau wanita2 sekarang bilang makan tu cinta emang cinta bisa beli skincare bisa beli perhiasan bisa buat perut kenyang😅 tp rasa cinta si Alfamart cocok dgn aku yg bersyukur dgn kata susah senang dijalani bersama doa dan ikhtiar GK akan mengkhianati hasil intinya selalu bersyukur maka segala sesuatunya dipermudah oleh Allah SWT, cemungut ya bang Alfa buat menjalani bahtera rumah tangga yg sesungguhnya doa ku bersamamu 🤭😁
Devi Novita
2 hari GK ketemu suami aja aku rindu banget GK tenang gelisah 🫣😂 lah ini 1 THN ya rindu sampai karatan lah 😁
nayla tsaqif
Udahan thorr,, bawangnya,,! Waktunya bahagia,, kerja jd pelukis aja alfa senja,, buka galeri 😩
Silvia
selamat berjuang Alfa dan senja semangat💪💪
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas aq
Fitra Sari
lanjut KK
Hanima
🥹🥹🥹🥹😭
Hanima
gerammm eikeee tau 🤭
Hanima
ke 2 nya bodxx..pakai bangetssss
Sastri Dalila
🥺🥺🥺🙄🙄
Sastri Dalila
🥺🥺🥺👍
Sastri Dalila
🥺🥺🥺
Umfaiq
badai telah berlalu... mudahkan segala urusan nya thorrr...
Aysah Meta
Mau nangis,tapi kok yooo!!Pagi betul
ini memang sengaja malam hari kah,upnya!!Btw bayangin kalian berdua ini gimana ya!!Pintar dan kaya tanpa cela,tapi urusan hati..Kalian ini gak bisa mengungkapkan dan menangkap kode dr pasangan masing².Berarti manusia emang bener,kada ada yg sempurna ya?Baik di dunia novel maupun dunia nyata.
Tapi..aku bahagia buat kalian berdua,ke depan jangan lagi ada rahasia ya!!Diantara kita..ehhh salah??
senja dan alfa🤣😍😍😍
Maharani Rani
lanjutt kak🥲🥲😍😍
Agunk Setyawan
Yo salahe Alfa juga kenapa gak jujur dari awal disini senja juga korban mana bisa menebak" isi dan pikiran Alfa diawal kan emang Deket banget sama Dila sebelum nikah sama senja so tetap Alfa yg salah coba kalo ngmg jujur pasti gak bakal kacau 👍👍🤣
Agnezz: sumbernya karena percakapan yg gak tuntas, saat Alfa mengatakan dia mempunyai kekasih yg sakit gagal ginjal kalo dapat donor ginjal dan sembuh maka........belum selesai bicara sudah dapat telp yg mengabarkan Dila drop. Alfa langsung panik dan meninggalkan Senja. Sedang Senja yg ditinggalkan menyimpulkan sendiri kalo mereka akan bercerai. Padahal yg sebenarnya adalah Alfa dan Dila akan putus hubungan. Setelahnya Alfa alpa mengatakan hal yg penting itu, Senja sendiri juga banyak menutup diri, menyembunyikan hatinya yg rapuh. Disini masalah terbesarnya adalah miskom diantara mereka.
total 2 replies
Agnezz
mulai dari sekarang,.jangan pernah rahasiakan apa2 lagi. Suami istri itu harus saling terbuka, walau hal itu menyakitkan. karena dari situ bisa timbul saling memahami dan saling percaya.
Agnezz
Baru tau kenyataannya kan Senja, makanya jangan berputar2 pada pemikiranmu sendiri, kalo ada yg perlu ditanyakan kepada Alfa tanyakan, kalo ingin marah dan kecewa pada Alfa katakan. kamu memilih diam Senja dan berusaha terlihat kuat. Yang paling fatal kamu pergi tanpa pamit pada Alfa.biar bagaimanapun dia masih suamimu saat itu dan sekarangpun masih tetap suamimu.
Agnezz: bener banget kak 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!