"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama Abang
Bukan dari pacar ,melainkan dari bahasa cinta Abangku .Danau Toba pertama kali kulihat dengan penuh bahagia ,dibawa olehnya . Aku pun mulai mengatakan untuk Permisi pulang sebab cutiku hanya berlaku sampai tiga hari saja jadi besok sudah harus pulang Abang memasang muka sedih—mulai izin itu ia mulai mencari sesuatu aku tau dari sorot matanya.
"Abang belikan bajumu ya ?khas Danau Toba. Anggaplah gantinya dari orang tuamu, kalau yang coklat ini sangat cocok untukmu motifnya terlalu cewek kamu kan cewek banget cewek kue." katanya tertawa hahaha
mengejekku.
"Abang juga susun rencana lah ke Jakarta ,aku juga sudah punya rumah nanti kita ke Monas ya .Supaya aku gantian belikan Abang baju Monas."
menurutku ini hal yang krusial ,sebab tanpa dampingan orang tua bisa saja kami Salah mengartikan arti kedekatan ini di hati kami .wanita mana yang tidak senyum manis mendapat perhatian seperti ini ,namun kalian Jangan berpikir kami termasuk aku pribadi merasakan hal itu !!!itu murni dari buah pemikiranku ,berpikir saja kalau misalnya kami yang saling kekurangan kasih sayang melenceng dari niat tujuan awal kami .Makanya sekarang aku paham Kenapa ada orang yang bisa jatuh cinta dengan saudara kandungnya sendiri di sinilah peran orang tua untuk menjelaskan baik secara lisan maupun secara tuturan .
"tapi sepertinya Abang belum bisa Dek ,Abang udah janji sama kakakmu kalau misalnya abang sudah ketemu adikku kami akan menikah .Jadi kemungkinan sebelum tahun ini Abang harus bener-bener bisa membawanya ke dalam ikatan pernikahan .Oh iya soal warisanmu Abang sudah bagi dan juga ada adik kita namun aku tidak ingin mengakuinya itu bukan adik kita. Sebelum kamu pulang nanti kamu ambil surat-suratnya ya selama ini Abang yang urus nanti setelah ini Bolehkan kita perhitungan ."
Ternyata Abangku bukanlah laki-laki yang rakus akan harta ,Iya secara jujur dan gamblang membahas soal uang yang akan aku terima .aku memberikan rasa simpati terhadap saudaraku ,akhirnya aku Memiliki seseorang yang bisa aku percaya untuk tempat cerita dan tawa tangisku .kenapa baru ini ya batinku ,tapi mungkin inilah Waktu Tuhan yang tepat untuk mempersatukan kami untungnya aku ikut pulang sehingga abang ku tahu wujud asliku .
"Nanti kabarin aja soal pernikahan abang ,mudah-mudahan aku bisa bantu."
"nggak usah dipikirin !biar itu menjadi urusan abang dan kakak ,tugasmu cukup datang dan ya Bekerjalah Sesuai adat .kan kamu anak buru jambunya Abang"
Rambutku habis digosok lembut oleh Abang ya walaupun tidak sakit tapi cukup membuat rambut berantakan ,Abang mulai menampakan sikap usilnya setelah cukup akrab denganku .namanya darah menyambung nya cukup cepat kalau untuk masa pengenalan ,kami mengambil waktu untuk beribadah sebelum aku pulang ke Jakarta .Mama melihat kami berdua ,hatinya mungkin sedih selain kehilangan Kakak Ia juga melihat Kami bahagia .langkahnya berusaha menghampiri namun kami sudah tak sudi.
"ngomong-ngomong soal pernikahan ,jika suatu hari nanti aku menutupi masa laluku termasuk Abang apakah Abang akan membenciku ?" Abang memahami sendiri maksud kata-kata dan pertanyaanku lalu dia menggelengkan kepala dan berkata ya "Jika terbaik adalah melupakan masa lalu mu tidak masalah Intinya kamu cukup mengenalkan kami saja tidak usah menjelaskan siapa kami."
Sepulangnya gereja kami ziarah ke makam tante , tidak lupa untuk singgah ke rumahnya Permisi kepada adik-adik dan membawa barangku yang ketinggalan .lanjut Abang melakukan perjalanan sampai ke bandara,di sana aku bertemu dengan sepasang suami istri .Istrinya kebetulan ingin ke Jakarta sama denganku ,aku tidak ragu mengajaknya untuk selalu bersama supaya ia tidak bingung karena terlihat dari usianya dia wanita sekitaran umur 50-an namun masih terlalu segar untuk dikatakan lansia.
"Ibu mau ke mana sapaku ?" Menyebutkan salah satu alamat yang masih asing di telingaku walaupun sudah berapa tahun tinggal di Jakarta ."mau ketemu saudara atau anak." tanya aku datar.
"mau ketemu anak Kak." katanya memanggilku
"Sudah dua hari ini dia dirawat di rumah sakit ,Nggak tahu entah kenapa tiba-tiba saja kondisinya melemah."
"Semoga cepat sembuh ya Bu anaknya ,Oh iya kalau misalnya nanti mau pesan Taksi atau Mau singgah ke rumah dulu nggak papa saya tahu kok rumah sakitnya atau alamat yang dibubarkan nanti kita searching saya antarin supaya tidak tersesat."
"harusnya ada keluarga yang jemput nanti di bandara Soekarno Hatta."
"senang dengarnya."
Kami berbincang-bincang seadanya, ia meminta pertemanan dengan ku ketika itu kami menjadi teman dalam satu media sosial, saat mengambil foto ternyata kami memiliki fitur wajah yang hampir 80% mirip sekali.
Wajahku waktu muda hampir mirip sekali denganmu ,ia menunjukkan wajahnya ketika memakai adat di pernikahan .benar katanya aku juga memperhatikan itu sebenarnya Cuman karena orang asing Aku tidak berani mengatakan aku mirip dengan dia ,cara kami tersenyum tertawa bahkan cara Kami berbicara .dalam waktu 2 jam setelah makan obat takut tertidur kamu pulas,nggak tahu deh dia lagi apa dan ngapain sama aku tinggal tidur .intinya kami berpelukan di Bandara Soekarno Hatta melepas satu sama lain ,Iya dijemput keluarganya sementara aku masih menunggu taksiku datang .keluarganya juga mengakui betapa miliknya kami dari cara jalan dan juga cara kami tertawa atau tersenyum ,sudah dibilang 80% kemiripan ada di kami ,"Aku punya dua anak laki-laki" kata-kata itu Dejavu banget sama aku.
"Jadi mau kakak jodohkan sama anak Kakak yang mana?" Mungkin laki-laki itu masih saudaranya.
"Umurmu berapa dek ?" ketika aku Sebutkan angka aku ,yang menunjukkan anak yang paling kecil karena seumuran denganku.
"kalau anak Mertuaku belum menikah dan juga punya pasangan ,tapi kalau kamu mau juga nggak apa-apa .bedanya mungkin ada di 4 atau 5 tahun" Aku tersenyum bukan berarti mengiyakan hanya menolak untuk dikatakan menjadi gadis sombong.
"nanti singgah aja main ke rumah Bu,kan kita sudah berteman .bisa hubungi aku kalau mau dijemput " dia tersenyum namun aku yakin kemiripan Kami bukanlah murni dari garis keturunan.
Pasti benang merah akan membawakan kami pada cerita selanjutnya ,pertemuan ini bukanlah Pertemuan singkat sebab ada rasa tersendiri .
Taksi datang dan ya menjalani Jalan Jakarta yang macet padat, "Bibi sudah sampai ya Dek." pesannya kepadaku ,terasa menemukan keluarga baru dibalik Kehilangan ,nggak pakai lama aku langsung balas pesannya. "Baik bik."
dia mengirimkan sebuah foto ,Namun aku belum sempat membukanya di jalan dan menikmati kantuk yang datang, sepanjang jalan aku hanya tertidur pulas sampainya di rumah juga begitu pukul 03.45 pagi aku sempat melakukan olahraga pagi sebelum membuka ponsel .ternyata bibi itu mengirim foto anaknya yang sedang sakit ,namun ketika aku zoom gambar itu seperti kak Reno.
Terlalu sempit dunia ini jika ia ibunya kak Reno, "gimana kondisi nya sekarang bik?"
Apa dia dari suku Karo? kenapa aku disuruh Panggil bibi ? bibi kan salah satu panggilan yang disematkan untuk seorang wanita semarga tersebut dengan dia.Awalnya kalian tahu kan aku panggil dia ibu ,ah terlalu mudah jalan hidup ini