Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17 Misi Selesai
[Ting!]
[Misi Utama Selesai!]
[Misi Skala Kota Berhasil!]
[Selamat Anda mendapatkan 100.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 3000 poin]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah mobil sport mewah]
[Saldo 117.000.000]
[Insting penyembuhan:8%]
[Pendeteksi penyakit:8%]
[Kecerdasan:8%]
[Keberanian:8%]
[Keterampilan Tindakan:8%]
[Pengendali Energi:8%]
[Pengetahuan ramuan/obat-obatan:8%]
[Ketahan Mental:8%]
[Poin:6000]
[Level 5]
Arka melangkah mundur ke dalam kegelapan lorong pipa, mengabaikan teriakan histeris para anggota Vipera yang ditangkap.
Dari kejauhan, ia melihat Wijaya Kusuma turun dari mobilnya dengan wajah penuh takjub menatap pipa utama yang selamat dari kehancuran.
Arka merapatkan jaketnya, berjalan santai meninggalkan kompleks pabrik menuju jalan raya.
Di depan matanya, layar hologram berwarna biru cerah melayang tenang di udara, menampilkan gambar miniatur sebuah mobil sport berwarna hitam legam dengan garis-garis merah menyala yang tampak futuristik.
"Ha ha ha! Gila! Aku beneran dapat mobil?" Arka tertawa lepas, setengah tidak percaya dengan keberuntungan gila yang baru saja menimpanya.
Namun, sedetik kemudian, tawa itu terhenti. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menatap sekeliling. "Tunggu dulu... tapi gimana cara ambilnya? Masa mobil sebesar ini langsung muncul di tengah jalanan?"
Sebuah notifikasi suara khas sistem berbunyi di dalam kepalanya, diiringi pendaran cahaya dari layar.
[Petunjuk Sistem: Anda dapat menyentuh ikon kendaraan pada layar hologram, sama seperti saat Anda mengambil item obat penyembuhan. Disarankan untuk menukarnya di area yang lapang.]
"Oh, tinggal sentuh doang kayak waktu ngambil Health Potion?" Arka manggut-manggut paham.
Arka segera menyusuri lorong gang sempit, untuk menuju ke tanah lapang. Ia butuh tempat yang aman dan dan sepi.
Setelah beberapa menit berjalan, Arka menemukan sebuah area bekas lahan parkir bawah tanah yang sudah ditinggalkan. Tempat itu sepi, remang-remang, dan cukup luas.
"Oke, tempat ini pas," gumam Arka.
Ia menghembuskan napas panjang, merenggangkan jemarinya, lalu mengarahkan telunjuknya ke arah tulisan
[Ambil Hadiah: Hyperion Sport-V] yang melayang di udara.
Bzzzzt!
Saat ujung jarinya menyentuh tulisan berformat hologram itu, riak gelombang energi biru menjalar ke sekeliling ruangan.
Cahaya berkilauan mengumpul di tengah area parkir, berputar semakin cepat hingga menciptakan pusaran angin kecil.
Wushhhhh!
Angin kencang menghempas wajah Arka, memaksanya menutupi mata dengan sebelah lengan.
Suara dentuman halus terdengar bersamaan dengan pudarnya cahaya tersebut.
TAP!
Sesosok objek raksasa berbobot berat kini berdiri kokoh di atas lantai semen.
Arka perlahan menurunkan tangannya. Matanya membelalak sempurna, mulutnya menganga lebar menatap interior dan eksterior kendaraan yang ada di hadapannya.
Cat hitam matte yang tidak memantulkan cahaya sangat cocok jika ingin bersembunyi di tempat gelap, lekukan bodi aerodinamis yang tajam, ban anti-peluru berlapis serat karbon, dan ban depan yang sedikit berpendar cyan.
Mobil itu bukan sekadar mobil sport biasa, melainkan mahakarya teknologi dari masa depan.
"Gila... Ini beneran mobil sport super?!" teriak Arka, suaranya memantul di dinding-dinding beton area parkir.
Ia mendekat perlahan, membelai kap mesin mobil yang terasa dingin dan solid. "Pintu tanpa gagang? Mesinnya pakai apa ini?"
Layar hologram kembali muncul secara otomatis di samping pintu pengemudi.
[Sistem: Mobil Sport 'Hyperion-V' telah terikat dengan jiwa Pengguna. Dilengkapi dengan Bahan Bakar Abadi, Bodi Serat Titanium Kelas-S, dan Mode Siluman.]
"Bahan bakar mana abadi? Jadi aku gak perlu pusing mikirin bensin?!" Arka melonjak gembira. "Fitur siluman juga ada? Sistem, kau benar-benar mengerti penderitaanku!"
Arka tertawa puas. Rasa lelah akibat bertarung seharian menguap begitu saja. Pikirannya membayangkan betapa cepatnya ia bisa menjelajahi kota dan melarikan diri dari kejaran para monster.
"Dengan begitu, aku tidak perlu berjalan kaki sampai kaki patah lagi!" kata Arka dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan.
Ia menepuk kap mobil itu dengan bangga, lalu menarik napas dalam-dalam. "Saatnya kita uji coba, Sayang. Mari kita lihat secepat apa kau bisa melibas jalanan!"