" Aku siap menikahimu kapanpun kau mau.. " Andrian berteriak kepada gadis yang berjalan menjauhinya.
" Tapi aku yang sekarang tidak mau.. Kakak terlalu dingin untuk gadis sepertiku. "
Indah, gadis ceria yang manja dan cerewet dihadapkan dengan perjodohan oleh ayahnya dengan anak dari salah satu sahabatnya sedari kecil. Pria dingin yang Indah sebut manusia kulkas satu pintu yang menjabat sebagai CEO di perusahaan perdagangan terbesar se-Asia. Bukan hanya kaya, dia juga pria tampan idaman kaum hawa.
Tapi akan seperti apakah kisah cinta mereka berdua ?? Bisakah dua pribadi yang berbeda itu bersatu dalam ikatan suci pernikahan ?? Mampukah Indah bertahan dengan sifat Andrian ??
Akankah masalalu yang membuat Andrian tidak lagi mengencani wanita akan muncul lagi di kehidupannya setelah berumah tangga dengan Indah?
Ikutin terus cerita Andrian dan Indah yang akan semakin seru untuk disimak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji Calon Menantu
Bukan di sebuah gedung mewah dan segala fasilitasnya. Bukan dengan ratusan tamu undangan seperti konglomerat lainnya. Mereka hanya melakukan prosesi lamaran di rumah tempat dimana sang wanita dibesarkan. Tempat yang nyaman dan dirindukan untuk kembali. Hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat dan dengan dekorasi yang tidak berlebihan tapi cukup cantik untuk dilihat.
Kursi-kursi ditata memenuhi ruang tamu. Dan ada juga panggung kecil di depan.
Andrian datang bersama rombongannya membawa berbagai seserahan dari barang-barang branded. Malam ini pria berumur dua puluh tujuh tahun yang biasanya gagah dalam memimpin setiap rapat dan presentasi sekarang terlihat gugup. Beberapa titik keringat terlihat di dahinya, padahal dalam ruangan berAC.
Jantung Andrian semakin berdegup saat melihat gadis yang sedang digandeng kedua temannya di kiri dan kanan itu menuruni tangga. Sihir apa yang diberikan Indah sehingga susah sekali Andrian untuk berpaling dari menatap wajah cantik itu. Tak percuma gadis itu pergi kesalon untuk persiapan hari ini.
Indah duduk diapit kedua orang tua gadis itu, selayaknya Andrian yang juga duduk diapit orang tuanya.
Kata sambutan demi kata sambutan di ucapkan bergantian dari perwakilan dua keluarga. Saat tiba giliran Andrian menyampaikan maksud dan tujuannya hadir membawa keluarganya, Andrian semakin gugup lagi. Lebih baik ia presentasi untuk memenangkan proyek dari pada harus berdiri didepan sana melamar seorang gadis untuk ia nikahi.
Salam dan sapaan Andrian sampaikan kepada semua yang hadir dengan lancar. Hingga saat akan mengungkapkan inti kehadirannya dia berdeham beberapa kali.
"Kehadiran saya beserta keluarga saya malam hari ini adalah untuk melamar anak Om Gilang dan tante Anita." Indah menunduk meremas jemarinya. Rasa bahagia tentu ada. Karena bagaimanapun Indah sudah memutuskan untuk melabuhkan hatinya untuk pria yang sedang melamarnya itu.
"Izinkan saya menggantikan Om Gilang untuk menjaga dan menyayangi putri kalian. Saya berjanji akan memperlakukan Indah dengan baik, sebagaimana selama ini dia diperlakukan di rumah ini." hati Indah bergetar mendengarnya. Sungguh-sungguhkah Andrian akan menggantikan ayahnya menjaga dan menyayangi Indah?
"Jadi apakah Om Gilang mengijinkan dan meridhoi niat baik saya ini?" Ayah Gilang beridir untuk menjawab pertanyaan pria yang berani meminta anaknya.
"Om izinkan dan Om ridhoi. Tapi Om berpesan sama kamu, tepati janji kamu malam ini kepada Om yang disaksikan semua keluarga kita ini. Tolong jaga dan sayangi Indah dengan baik. Dia putri Om satu-satunya, permata hati Om. Jika dia tersakiti, Om akan merasa lebih sakit lagi. Jika dia bersedih, Om juga yang akan merasa lebih sedih dari yang Indah rasakan. Karena jika Indah tersakiti dan bersedih, berarti Om gagal menjadi ayahnya selama ini. Om gagal dalam menjaganya." Air mata tak kuasa Indah bendung saat mendengar kata-kata ayahnya. Indah tau ayahnya sangat menyayanginya. Tapi Indah baru tahu jika rasa sayang ayah padanya sebesar itu.
"Karena Om tidak akan pernah membiarkan anak gadis Om itu tersakiti. Jika kamu merasa bosan atau tidak tahan dengan segala sifat dan kekurangan Indah, Om mohon jangan kau sakiti dia dengan kata-kata apa lagi perbuatan. Cukup kau kembalikan ia kepada Om. Om akan dengan senang hati menerimanya kembali. Biar Om yang mendidiknya dengan kasih sayang yang Om miliki untuk dia, saat kau tak sanggup untuk mendidiknya." Andrian sadar disini tanggung jawab meminang anak gadis orang lebih besar dari pada tanggung jawab memimpin perusahaan. Disini dia dituntut harus mampu mengayomi, menyayangi, melindungi, mendidik, dan mengerti Indah sebagai istrinya kelak.
"Tapi Om akan lebih senang dan bahagia lagi jika kamu yang mampu mendidiknya. Didiklah putri Om ini untuk menjadi istri yang baik, wanita yang hebat untuk anak-anak kalian kelak." Ayah Gilang menarik pelan putrinya untuk berdiri, menghapus air mata di wajah putrinya dengan tissu yang diberikan oleh istrinya.
"Indah putri cantik ayah. Hari ini Andrian datang melamarmu. Sungguh bukan ayah tak mau lagi menjaga dan mendidikmu. Ini semua ayah lakukan karena ayah amat mencintaimu, ayah pilihkan orang yang ayah percaya untuk menjagamu. Karena ayah tidak akan selamanya bisa menjagamu sayang, nyawa manusia tidak ada yang tahu." bukan hanya Indah, tapi Bunda Anita dan banyak lagi wanita yang hadir disana yang ikut meneteskan air matanya. Mereka bisa merasakan betapa sayangnya ayah kepada putrinya itu.
"Ayah serahkan kamu kepada Andrian, tapi tentu jika kamu mau menerima lamarannya. Tapi jika kau tolak, ayah masih sanggup menjagamu dan akan ayah carikan lagi pria yang cocok untukmu. Jadi, apakah kamu menerima lamarannya nak?" tanya ayah Gilang kepada Indah.
"Indah sayang ayah, Indah juga sayang bunda. Terimakasih sudah menjaga dan menyayangi Indah sampai sebesar ini. Indah tidak akan melupakan bagaimana jasa kalian kepada Indah. Indah janji akan menjadi anak yang baik untuk kalian dan istri yang baik untuk kak Andrian." Indah memeluk ayahnya sekilas, kemudian menatap lurus Andrian dan menghembuskan nafasnya untuk membulatkan keputusannya.
"Indah terima lamaran kak Andrian. Tolong jaga, sayangi dan didik Indah untuk menjadi istri yang baik untuk kakak." Andrian tersenyum dan mengangguk.
Semua bertepuk tangan bahagia. Kakak perempuan Andrian membawa kotak yang berisi cincin. Andrian mengambil cincin yang bertahtakan berlian untuk ia sematkan di jari manis Indah, yang kemudian dia cium tangan dimana cincin itu bersemayam yang langsung mendapatkan riuh tepuk tangan dan cuitan dari keluarga serta sahabat mereka yang hadir.
Indah dengan wajah yang sudah merona mengambil cincin yang polos tanpa berlian dan mengambil tangan Andrian dengan gugup untuk ia pasangkan cincin itu di jari calon suaminya itu. Setelah terpasang banyak yang bersorak untuk Andrian mencium Indah.
Menangkup kedua sisi wajah Indah dan menempelkan bibirnya di dahi calon istri yang akan menemaninya disaat susah dan senang hingga akhir hayatnya.
"Terimakasih karena sudah menerima lamaran dari saya." ucap Andrian setelah ciumannya ia lepas. Indah hanya tersenyum dan mengangguk. Tak dipungkiri jantungnya meledak-ledak karena bahagia.
"Yang baru tunangan jangan tatap-tatapan terus, belum sah nanti khilaf. " celetukan dari Leon membuat tamu yang hadir tertawa. Sedangkan kedua orang itu menunduk dan saling menjauh karena malu.
Terakhir kedua keluarga sepakat untuk melangsungkan pernikahan putra dan putri mereka bulan depan. Dan disetujui oleh kedua calon mempelai.
Semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati jamuan yang ada. Sedangkan Andrian dan Indah dikerubuti sahabatnya.
"Selamat ya Ndah.. Otw nyusul juga." peluk Shevi bergantian dengan yang lain.
"Makasih ya udah pada mau nemenin gue malam ini. Kalau gak ada kalian pasti gue lebih gugup lagi."
"Kata Uzumaki Naruto 'Teman adalah orang yang menyelamatkanku dari neraka yang bernama kesepian.' Dan kita juga kan akan selalu ada untuk satu sama lain." Jawaban Nay langsung mendapatkan pelukan dari keempat sahabatnya.
*
*
*
pertama baca ini dulu lanjut ke novel mamanya
sudah ta vote thor
trus ke demi dia
n terdampar di sini karena suka karakter indah di demi dia
usul bagaimana kalau Authornya kasih tahu urutan produksi novelnya... supaya fansnya bisa runut ngikutinnya.... heheheh just usul