NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh Belas

"El ...," panggil Zoya pelan.

"Hm?"

"Aku tidak bermaksud membuat kamu dan kedua orang tuamu salah paham," ucap Zoya hati-hati. "Aku hanya sekadar ingin mengatakan apa yang aku tahu."

El terdiam. Tangannya masih menggenggam kemudi, sementara matanya fokus melihat jalanan yang mulai sepi. Lampu-lampu kota terlihat melewati kaca mobilnya satu per satu.

Selama beberapa saat, El tidak menjawab. Bukan karena ia marah kepada Zoya. Justru sebaliknya. Dalam pikirannya, Zoya tidak punya niat buruk. Gadis itu hanya mengatakan sesuatu yang menurutnya benar. Hanya saja, kebenaran itu datang pada waktu yang salah dan membuat semuanya berubah.

"Kamu tidak salah, Zoya," akhirnya El berkata.

Suaranya terdengar lebih tenang. "Aku justru berterima kasih."

Zoya terdiam mendengar itu.

"Jika kamu tidak mengatakannya, aku tidak akan tahu kebenaran semua ini."

El menarik napas panjang. "Setidaknya sekarang aku tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku tahu kenapa selama ini ada hal-hal yang tidak pernah aku pahami."

Zoya menggigit bibirnya pelan. Ada rasa bersalah yang masih mengganggunya.

"Tapi El ...."

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan," potong El pelan. "Kamu merasa bersalah karena semua ini terjadi."

Zoya tidak menjawab.

"Jangan seperti itu. Ini bukan salah kamu."

Meski El mengatakan itu, Zoya tetap merasa tidak nyaman. Bagaimanapun, ia merasa kedatangannya dalam masalah keluarga Arsaka membuat semuanya semakin rumit.

"El, sekarang kamu tidak usah pikirkan semua ini dulu," kata Zoya akhirnya. "Kamu sedang emosi. Jangan membuat keputusan besar saat hati kamu masih terluka."

El tersenyum kecil, meski Zoya tidak bisa melihatnya.

"Kamu terdengar seperti Mommy."

"Karena mungkin kali ini aku juga berpikir seperti Mommy kamu," jawab Zoya pelan.

Kalimat itu membuat El diam. Ia kembali teringat wajah Hana ketika dirinya menarik koper tadi. Wajah ibunya yang penuh kesedihan.

Sebenarnya, bagian paling menyakitkan bukanlah ketika Arsaka marah. Melainkan ketika ia melihat ibunya menangis karena dirinya.

"Aku hanya butuh waktu," ucap El.

"Iya," jawab Zoya. "Ambil waktu yang kamu butuhkan."

Beberapa detik mereka kembali diam.

"Besok kita bertemu," kata Zoya kemudian. "Kita bicara baik-baik."

El mengangguk kecil meskipun tahu Zoya tidak melihatnya. "Iya."

"Jangan lupa makan."

El hampir tertawa kecil. "Kamu sama saja seperti Mommy."

"Anggap saja aku menggantikan dia mengingatkan kamu malam ini."

Senyum kecil muncul di wajah El untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan rumah. "Terima kasih, Zoya."

"Sama-sama."

Panggilan itu akhirnya berakhir. El meletakkan ponselnya di kursi sebelah. Namun kali ini, pikirannya sedikit lebih tenang.

Meski begitu, rasa sakit itu masih ada. Ucapan Arsaka masih terngiang jelas di kepalanya. Kalimat itu terus berputar di pikirannya.

El menggenggam kemudi lebih erat. Ia tidak tahu apakah keputusannya benar atau salah. Ia hanya tahu, malam ini ia terlalu terluka untuk tetap berada di rumah itu.

Beberapa saat kemudian, mobil El berhenti di depan apartemennya. Ia turun perlahan lalu membawa tas kecil yang tadi ia ambil dari rumah. Tidak banyak barang yang ia bawa. Hanya beberapa pakaian dan benda penting.

Ironis memang, selama ini ia tinggal di rumah besar dengan segala kenyamanan. Tapi malam ini, ia kembali ke tempat kecil yang biasanya hanya ia datangi ketika ingin menyendiri.

El membuka pintu apartemen. Suasana hening langsung menyambutnya. Tidak ada suara Hana yang bertanya apakah ia sudah makan atau suara Al yang biasanya berlari menghampirinya.

Tidak ada suara Chelsea yang kadang membuat rumah terasa lebih ramai. El masuk lalu meletakkan tasnya di sofa. Apartemen yang biasanya terasa nyaman justru terasa sangat kosong.

Ia duduk diam. Matanya menatap ruangan di depannya. Dan tanpa sadar, pikirannya kembali kepada keluarganya.

Sementara itu, di tempat lain, Chelsea duduk sendirian di meja makan apartemennya.

Makanan yang tadi ia pesan masih tersisa setengah. Entah kenapa, malam itu selera makannya hilang.

Ia menatap kursi kosong di depannya. Biasanya, ketika makan malam, ia tidak pernah benar-benar sendirian. Ada Daddy yang selalu bertanya bagaimana harinya dan Mommy yang selalu memastikan ia makan dengan baik, serta Al yang selalu punya cerita lucu tentang sesuatu yang terjadi di kampus atau pekerjaannya. Dan tentu saja, ada El.

Chelsea menunduk. Entah kenapa, nama itu yang paling membuat dadanya terasa sesak. El yang dulu selalu menjaganya. Pria itu dulu menjadi orang pertama yang membuatnya merasa diterima.

El juga yang dulu selalu mengatakan bahwa rumah itu adalah tempat di mana ia tidak perlu merasa takut. Tapi sekarang semuanya berubah. Chelsea memejamkan mata.

Ia merasakan rindu yang perlahan muncul. Rindu pada keluarganya dan suara mereka. Ia juga rindu pada perasaan memiliki rumah. Namun Chelsea buru-buru menggeleng.

"Tidak ...," bisiknya pada diri sendiri.

Ia tidak boleh terus seperti ini. Bukankah ia sudah mengambil keputusan. Berarti ia harus kuat. Ia harus belajar berdiri sendiri.

"Mulai sekarang aku harus terbiasa tanpa mereka," ucapnya pelan.

Chelsea kemudian berdiri dan membawa piringnya ke dapur. Setelah membersihkan semuanya, ia kembali ke ruang kerja kecil di apartemennya.

Laptopnya masih tergeletak di meja. Ada banyak hal yang harus ia lakukan. Ia tidak ingin terus menangisi keadaan yang sudah terjadi.

Chelsea membuka laptop dan mulai memeriksa email masuk. Awalnya ia hanya ingin memastikan apakah ada kabar terbaru dari beberapa perusahaan yang ia lamar.

Namun saat melihat satu email dengan nama perusahaan besar, matanya langsung membesar. Tangannya perlahan mengklik email tersebut.

Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah. Matanya berbinar. "Serius?"

Chelsea membaca ulang isi email itu. Lamarannya diterima. Ia mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia harapkan.

Untuk pertama kalinya setelah hari penuh kesedihan, senyum muncul di wajahnya. "Aku diterima ...."

Suara Chelsea bergetar karena bahagia. Ia langsung mengambil ponselnya. Orang pertama yang ingin ia hubungi adalah Daddy.

Ia ingin mengatakan kabar baik itu. Ia ingin mendengar suara Arsaka yang selalu terdengar bangga setiap kali ia berhasil melakukan sesuatu.

Jarinya sudah membuka kontak Daddy. Namun sebelum menekan tombol panggil, Chelsea berhenti. Tangannya perlahan turun.

Wajah Hana, Arsaka, Al, dan El kembali muncul di pikirannya. Air mata kecil menggenang.

"Aku tidak boleh ...."

Chelsea menghapus air matanya. "Aku tidak boleh menghubungi Daddy dan Mommy."

Ia menarik napas panjang. "Bahkan kalau aku merindukan mereka."

Chelsea mematikan layar ponselnya. Ia tahu, menghubungi mereka sekarang hanya akan membuat semuanya semakin sulit. Ia harus belajar menerima kenyataan dan membuktikan bahwa keputusannya bukan sebuah kesalahan.

"Aku harus bisa," ucapnya pelan.

Malam itu, dua anak yang sama-sama terluka berada di tempat berbeda. El dengan rasa kecewa karena merasa kehilangan keluarganya.

Dan Chelsea dengan rasa rindu karena harus menjauh dari keluarga yang selama ini menjadi dunianya. Mereka sama-sama mencoba terlihat kuat.

1
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!