NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 17

Setelah Layla  selesai visum, Bennedict menawarkan untuk mengantar Layla ke tempat Riri, "jika kau mau aku bisa mengantarmu ke tempat Riri supaya kamu merasa aman untuk sementara waktu," kata Bennedict.

‎"Ia tentu, terimakasih," Layla tersenyum manis.

‎Setelah Bennedict menyelidiki tentang Zhao Lee, ia mulai menjalankan aksi balas dendamnya. Ia mendekati Layla dengan maksud menyelamatkan Layla sekaligus merebut semua aset yang di miliki Zhao Lee.

‎Bennedict mengunjungi rumah Riri untuk menjenguk keadaan Layla. "Bagaimana keadaanmu?,'' tanya Ben.

‎"Sudah lebih baik, terimakasih buat yang kemarin," kata Layla.

‎"Aku bawakan beberapa baju ganti, mungkin tidak terlihat bagus tapi cukup untuk menjalankan fungsinya," kata Bennedict sambil tersenyum. Layla menerimanya dengan sopan. ekspresi wajah Layla masih terlihat gelap, ia belum sepenuhnya baik-baik saja.

‎"Jika butuh sesuatu katakan saja padaku aku pasti bantu'' kata Ben. diam-diam Riri mengamati mereka berdua dari jauh, ada sesuatu yang mencurigakan dari Riri. setelah semua di rasa cukup Bennedict pamit pulang dan berpesan pada Riri agar menjaga Layla dengan baik.

‎"Bagaimana perkembangannya?," ucap Zhao Lee di telfon kepada seseorang yang misterius.

‎"Target benar-benar memakan umpannya," ucap suara wanita misterius itu di seberang telepon. Kemudian menutup telfon.

‎Kedekatan Layla dan Bennedict semakin intens, Layla merasa aman di dekat Ben. Wajah Layla yang semula mendung sekarang menjadi cerah berkat Ben. Ben selalu ada di saat Layla benar-benar butuh.

‎Sebulan kemudian hasil visum pun keluar, Layla ada janji temu dengan petugas rumah sakit untuk menyerahkan hasil rekam medis di rumah besar Zhao Lee. Tapi anehnya petugas itu malah lebih dulu menemui Zhao Lee sebelum Layla. ''Bukankah Zhao Lee masih ada di kantor jam segini," ujar Layla dalam hati. Layla melangkahkan kakinya ke ruang kerja pribadi Zhao Lee.

Layla yang baru tiba hendak mengetuk pintu ruang kerja. Namun, suara Zhao Lee dari dalam membuat langkahnya terhenti. Tanpa sadar ia mendengar percakapan yang akan mengubah segalanya.

‎"Kamu sebenernya ada apa sih sama istri mu? Aneh banget istri kok sampai lakuin visum," Dokter Adrian bertanya  penasaran. Adrian dan Zhao Lee adalah teman sekaligus rekan bisnis, mereka sudah mengenal luar dan dalam satu sama lain.

‎"Udah lahh, kamu kan udah kenal  lama sama aku. Enggak usah penasaran lah sama urusan rumah tangga orang," kata Zhao Lee.

"Untung pemeriksaannya dilakukan di rumah sakitku. Kalau di tempat lain, situasinya mungkin akan lebih rumit," kata Adrian.

‎"Iya terimakasih atas bantuannya kali ini aku akan mengingatnya," kata Zhao Lee.

''Lalu bagaimana dengan dokter yang melakukan visum ke Layla?" tanya Zhao Lee penasaran.

"Dokter yang menangani pemeriksaan sudah dipindahkan ke cabang lain. Tenang saja. Semua prosedur sudah ditangani sesuai jalurnya. Tidak akan ada masalah," ucap Adrian santai.

‎"Eh tapi kamu punya selera yang unik ya pilih istri. Hahaha," kata Adrian sedikit mengejek.

‎"Dengar ya, kalo kamu hina istriku itu berarti kamu juga hina ku juga. Cam kan itu!'' kata Zhao Lee tegas.

‎"gimana ceritanya kamu bisa sama dia, dia pasti ngejar-ngejar kamu abis-abisan ya," ucap Adrian.

‎"Untuk mendapatkannya, aku harus menyiapkan banyak bidak. Hutang, pekerjaan, sampai pernikahan... semuanya hanya bagian dari permainan," kata Zhao Lee santai sambil meminum segelas wine di tangannya.

‎Mendengar itu Adrian hanya menggelengkan kepala keheranan melihat tingkah Zhao Lee yang sudah  gila karena cinta, lalu mengatakan, "wah aku tidak menyangka seorang Zhao Lee bisa melakukan hal gila seperti itu hanya demi seorang wanita jelata. Aku jadi penasaran apa yang membuatmu terpikat olehnya, sehangat itukah perempuan itu?," kata Adrian sambil minum wine di tangannya.

‎"Jangan menguji kesabaran ku Adrian Ferdinan, kau tidak akan sanggup jika memilih menjadi musuhku. Aku pemegang saham terbanyak di rumah sakit keluargamu bukan," kata Zhao Lee sedikit sombong. Adrian meresponnya dengan senyum karir ia tidak mau pertemuan ini mempengaruhi stabilitas bisnis keluarganya. Setelah selesai menghabiskan satu gelas wine, Adrian pamit pergi karena ia sudah lama menunggu Layla namun tak kunjung datang. Tak di sangka Adrian mendapati Layla sudah berada di balik pintu, ia terkejut dan sedikit khawatir. Adrian takut bahwa pembicarannya yang tadi sudah di dengar semua oleh Layla.

‎‎"Oh Nona Layla, selamat sore. Apa anda sudah sedari tadi di sini?," tanya Adrian.

‎"Oh tidak saya baru sampai." ucap Layla.

‎"Maaf saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ini berkasnya. Hasil pemeriksaan tidak menemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan telah terjadi kekerasan seksual. Luka yang ada bersifat tidak spesifik dan dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan. Saya pamit, jika ada yang ingin di tanyakan nanti hubungi saya saja," kata dokter Adrian santai lalu melangkah pergi meninggalkan Layla berdiri sendiri di sana.

Layla menggenggam berkas itu erat. Ia tahu isi laporan itu tidak mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa menit yang lalu, ia telah mendengar sendiri bagaimana Zhao Lee dan Adrian membicarakan semua itu.

Layla mengepalkan hasil pemeriksaan itu hingga kertasnya kusut. Untuk pertama kalinya, rasa takut dalam dirinya perlahan berubah menjadi amarah. Air mata yang biasanya jatuh kini tak lagi keluar. Ia mengangkat kepalanya, menatap pintu ruang kerja Zhao Lee, lalu melangkah tanpa ragu. Sore itu, ia datang bukan untuk memohon atau mengalah. Ia datang untuk menuntut jawaban.

...****************...

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!