NovelToon NovelToon
DEWA ABSOLUT BANGKIT DI PONTIANAK

DEWA ABSOLUT BANGKIT DI PONTIANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: Arrofy

Raka Pratama hanyalah pemuda yatim piatu dari Pontianak yang terbiasa diremehkan oleh dunia.
Namun pada malam ketika darahnya menetes di tepi Sungai Kapuas, langit Pontianak retak, para dewa terbangun, dan sebuah suara agung menyatu dengan jiwanya.
[Sistem Dewa Absolut aktif.]
[Selamat datang kembali, Tuan.]
Sejak malam itu, Raka bukan lagi manusia biasa.
Makhluk asing dari Dunia Immortal mulai turun ke Pontianak. Para kultivator menyusup ke kota. Keluarga-keluarga besar diam-diam bekerja sama dengan mereka demi kekuasaan.
Mereka semua mengira Raka menyimpan pusaka dewa.
Padahal yang bangkit dalam tubuhnya bukan pusaka.
Melainkan pemilik takhta yang dulu membuat para dewa berlutut.
Pontianak pun berubah menjadi medan perang antar dunia.
Dan Raka Pratama… adalah pusat dari kebangkitan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Malam di sekitar Jembatan Kapuas terasa lebih gelap daripada bagian lain Pontianak.

Lampu-lampu jalan masih menyala, tetapi cahayanya tampak redup, seolah ditelan kabut tipis yang merayap dari arah sungai. Air Kapuas mengalir pelan di bawah jembatan, membawa pantulan cahaya kota yang pecah-pecah di permukaan gelapnya.

Biasanya, tempat itu tetap ramai oleh kendaraan yang melintas. Suara motor, mobil, dan angin malam akan bercampur menjadi irama kota yang tidak pernah benar-benar tidur.

Namun malam ini, ada bagian kecil di bawah jembatan yang terasa terpisah dari dunia.

Udara di sana dingin.

Terlalu dingin untuk malam Pontianak.

Di bawah salah satu tiang besar jembatan, sebuah garis hitam terbuka perlahan di udara. Bentuknya seperti luka robek yang menggantung tanpa menyentuh tanah. Dari celah itu, kabut gelap merembes keluar, jatuh ke permukaan sungai seperti tinta yang mencemari air.

Seekor kucing liar yang sedang mencari makan berhenti mendadak.

Bulunya berdiri.

Ia menatap celah hitam itu dengan mata melebar, lalu lari terbirit-birit tanpa menoleh lagi.

Beberapa detik kemudian, sesuatu merangkak keluar dari retakan.

Bentuknya tidak sepenuhnya manusia.

Tubuhnya kurus, panjang, dan membungkuk. Kulitnya hitam pucat seperti daging yang terlalu lama terendam air. Kedua lengannya menyentuh tanah, sementara jari-jarinya panjang seperti ranting basah. Di wajahnya tidak ada hidung. Hanya mulut yang terbuka terlalu lebar, serta dua lubang mata yang memancarkan cahaya merah redup.

Makhluk itu mengendus udara.

Lalu kepalanya berputar ke arah kota.

Dari tenggorokannya keluar suara serak, seperti batu digesek di dasar sumur.

“Takhta…”

Di tempat yang tidak jauh dari sana, beberapa bayangan manusia berdiri di balik tiang jembatan. Mereka bukan warga biasa. Mereka adalah anak buah Bram yang diperintah untuk berjaga dan memastikan makhluk itu benar-benar keluar.

Namun setelah melihat bentuk makhluk tersebut, keberanian mereka hilang.

Salah satu dari mereka berbisik dengan suara gemetar, “Bang… itu apa?”

Orang di sebelahnya menelan ludah.

“Jangan tanya aku. Kita cuma disuruh mengawasi.”

“Kalau dia menyerang kita?”

“Diam. Jangan bikin suara.”

Tapi makhluk itu sudah mendengar mereka.

Kepalanya berputar perlahan ke arah para preman itu.

Suasana langsung membeku.

Salah satu dari mereka mundur tanpa sadar. Sepatunya menginjak pecahan batu kecil.

Krek.

Suara itu sangat pelan.

Namun cukup.

Makhluk itu menoleh penuh.

Mulutnya terbuka semakin lebar.

“Darah…”

Para preman itu langsung lari.

Namun sebelum mereka sempat mencapai tangga naik ke jalan, makhluk itu bergerak.

Cepat.

Terlalu cepat.

Tubuhnya melesat seperti bayangan busuk, lalu menabrak salah satu preman hingga pria itu terlempar ke tanah. Jeritannya pecah, menggema di bawah jembatan.

“Tolooong!”

Makhluk itu menindih tubuhnya dan membuka mulut, seolah hendak menggigit lehernya.

Tepat saat gigi-gigi hitam itu hampir menyentuh kulit, udara di bawah jembatan tiba-tiba menekan turun.

Makhluk itu berhenti.

Bukan karena takut kepada preman di bawahnya.

Tapi karena sesuatu yang lain telah datang.

Dari arah jalan gelap, langkah kaki terdengar pelan.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Raka Pratama muncul dari balik kabut tipis.

Ia berjalan tanpa tergesa. Jaket hitamnya bergerak pelan tertiup angin sungai. Matanya tenang, tetapi cahaya emas tipis bergerak samar di dalamnya.

Preman yang hampir digigit itu menoleh dengan wajah penuh air mata.

“Ra… Raka…”

Raka tidak langsung menatapnya.

Pandangan Raka tertuju pada makhluk hitam yang masih menindih pria itu.

Mata Dewa terbuka.

Di sekitar tubuh makhluk itu, aura hitam busuk berputar seperti asap kotor. Tidak seperti manusia. Tidak seperti preman. Tidak seperti aura merah gelap penuh niat jahat.

Makhluk ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya berada di dunia manusia.

Sistem berbicara di dalam jiwa Raka.

[Makhluk asing tingkat rendah terdeteksi.]

[Asal: celah rusak antara dunia.]

[Sifat: lapar, liar, tidak memiliki akal penuh.]

[Tujuan: mencari jejak takhta.]

Raka menatap retakan hitam di belakang makhluk itu.

“Ini ulah Mahendra?”

[Jejak energi Hei Yan terdeteksi.]

[Mereka melepaskannya untuk menarik Tuan.]

Raka menunduk sedikit.

Di bawah kaki makhluk itu, preman tadi masih gemetar. Wajahnya pucat. Ia adalah salah satu orang yang beberapa jam lalu ikut mengawasi Raka dari kejauhan. Orang seperti ini bukan orang baik.

Tapi malam ini, ia bukan ancaman utama.

Ia hanya umpan.

Raka menatap makhluk itu.

“Turun dari dia.”

Makhluk hitam itu mengeluarkan suara mendesis. Kepalanya miring, seolah mencoba memahami bahasa manusia.

Lalu ia tersenyum lebar.

“Takhta… daging… darah…”

Makhluk itu membuka mulutnya kembali, kali ini sengaja hendak menggigit leher pria di bawahnya sambil menatap Raka.

Mata Raka menjadi dingin.

“Jadi kau memilih tidak mendengar.”

Sistem berbisik.

[Makhluk ini tidak mengenal perintah manusia.]

[Namun ia dapat mengenali tekanan takhta.]

Raka melangkah satu kali.

Lingkaran emas samar muncul di bawah kakinya.

Air Sungai Kapuas di belakangnya beriak melawan arus.

Kabut gelap yang keluar dari retakan bergetar, lalu mundur sedikit seolah takut menyentuh udara di sekitar Raka.

Preman-preman lain yang tadi berlari kini jatuh terduduk di kejauhan. Mereka tidak berani mendekat. Tidak berani kabur. Tubuh mereka gemetar saat melihat udara di bawah jembatan berubah berat.

Raka mengangkat tangan.

Tidak ada jurus besar.

Tidak ada teriakan.

Ia hanya menunjuk makhluk itu.

“Lepaskan.”

Satu kata.

Tubuh makhluk hitam itu terpental mundur seketika, seperti dihantam palu raksasa yang tidak terlihat. Ia menabrak tiang jembatan hingga beton di belakangnya retak.

Preman yang tadi hampir mati langsung merangkak menjauh sambil menangis.

Raka menoleh sedikit ke arahnya.

“Pergi.”

Pria itu tidak perlu disuruh dua kali. Ia bangkit dengan kaki gemetar dan berlari ke arah teman-temannya.

Namun Raka tidak melupakan siapa mereka.

“Berhenti di sana.”

Seluruh preman membeku di tempat.

Tubuh mereka langsung kaku.

Raka berkata tanpa menoleh, “Setelah ini, kalian akan membawakan pesan untuk Bram.”

Tidak ada yang berani menjawab.

Makhluk hitam di depan Raka mulai bangkit.

Retakan di tiang beton tempat ia menabrak menyebar kecil. Tubuhnya bergetar, tetapi bukan karena takut. Ia seperti menjadi semakin lapar setelah merasakan tekanan Raka.

Dari mulutnya, air liur hitam menetes ke tanah dan membuat aspal berasap.

“Takhta… takhta…”

Raka menatapnya datar.

“Kau hanya bisa mengucapkan itu?”

Makhluk itu melesat.

Gerakannya jauh lebih cepat dari manusia biasa. Dalam sekejap ia sudah berada di depan Raka, cakar panjangnya menebas ke arah wajah.

Namun cakar itu berhenti beberapa senti dari mata Raka.

Bukan karena Raka menahan dengan tangan.

Bukan karena ada dinding terlihat.

Cakar itu berhenti karena udara di sekitar Raka menolak keberadaan makhluk itu.

1
Alia Chans
keren banget plisss😖
Rayzent
menarik nih, lagi gabut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!