Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Kesempatan
Keduanya langsung melepaskan diri setelah masuk ke dalam mobil. Baik Diara ataupun Jevandra, keduanya sama-sama menjaga jarak setelah keluar dari rumah.
Melihat itu membuat Roy hanya bisa menghela nafasnya saja. Kedua manusia ini benar-benar aneh menurutnya.
"Kita pulang, Tuan?" tanya Roy sebelum menjalankan mobilnya.
"Hem..." jawab Jevandra.
Sedangkan Diara, dia masih memandangi hadiah pemberian nenek suaminya itu.
"Kau terlihat sangat bahagia sekali karena telah berhasil menipu nenekku bukan?" dikatakan menipu oleh suaminya membuat Diara merasa kesal.
Menipu apanya? dia tidak pernah menipu siapapun di sini. "Bahkan aku tidak pernah meminta apapun pada keluarga anda, tuan. Lalu Bagaimana bisa Anda mengatakan bahwa aku telah berhasil menipu nenek? jika memang Tuan tidak terima karena hadiah ini, dengan senang hati aku akan mengembalikannya pada nenek. Tapi, apakah Tuan sanggup memberi penjelasan pada nenek, kenapa aku mengembalikannya?" ujar Diara panjang lebar.
Dia ingin laki-laki ini sadar bahwa dia tidak pernah menipu siapapun di sini. "Kau masih berdalih. Kau sengaja pura-pura menolak, padahal kau benar-benar menginginkannya." sindir Jevandra.
Dia tahu betul jika wanita ini benar-benar menginginkan gelang serta cincin milik neneknya itu. Karena terlihat jelas olehnya, Bagaimana ekspresinya ketika dia berpakaian perhiasan tersebut ditangannya.
"Apakah anda tahu yang namanya basa-basi? jika aku langsung menerimanya, apa yang akan dipikirkan nenek dan juga ibu mertuaku? seharusnya Anda berterima kasih, karena aku menjaga kehormatan suamiku. Meskipun pernikahan ini bukan pernikahan yang kuinginkan, setidaknya aku tidak akan pernah membuat suamiku malu." pungkas Diara yang langsung mengalihkan pandangannya.
Dia tidak ingin berdebat lagi dengan laki-laki itu, karena jika dia kalah dia akan langsung mengalihkan pembicaraan.
Jevandra sendiri hanya diam, karena memang jika mendebat wanita itu dia akan kalah. Diara ini benar-benar pandai sekali memainkan kata-kata. Jadi dia tidak akan pernah menang jika melawan wanita itu.
Kini, mereka sudah sampai di rumah mereka. Saat turun dari mobil, Jevandra langsung memberikan perintah pada para pelayannya.
"Pastikan nyonya kalian tidak keluar dari kamarnya! Jika aku tau dia keluar dari kamarnya, maka kalian semua yang akan menerima akibatnya!" ucap Jevandra penuh dengan ancaman.
Diara tidak peduli dengan laki-laki itu dan berlalu pergi meninggalkannya begitu saja.
Bagaimana cara meluluhkan hati beku laki-laki itu? Dengan cara apa dia harus melakukannya? Bahkan ponsel saja pun dia tidak punya. Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?
"Nyonya?" panggil Tia, ketika dia masuk ke dalam kamarnya Diara.
"Nyonya, anda dimana?" panggil Tia lagi saat Diara tidak menjawabnya.
"Disini." jawab Diara dari arah balkon kamar.
Mendengar suara nyonya muda nya di balkon membuat Tia langsung menghampirinya, untuk memberikan camilan.
"Apa nyonya bosan?" tanya Tia, padahal dia sudah tau jawabannya apa.
"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini Tia. Aku sudah seperti tawanan Dalam sangkar emas. Aku tidak bisa melakukan apapun. Bahkan aku tidak memiliki ponsel. Aku merindukan keluargaku, tapi aku tidak tahu bagaimana cara menghubungi mereka. Aku tidak tahu apakah mereka saat ini baik-baik saja atau tidak." jelaskan pada Tia.
Diara merasakan hidupnya benar-benar berantakan saat ini. Andai saja kakeknya waktu itu tidak berkhianat, mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Tapi, yang menjadi permasalahannya saat ini adalah apa penyebab dari pengkhianatan kakeknya. Hingga membuat keluarga Raksa Bumi begitu sangat membenci keluarganya, bahkan Jevandra menikahi hanya untuk membalas dendam dan membuatnya merasa tersiksa.
"Apa nyonya hafal nomor ponsel keluarga nyonya yang bisa di hubungi?" tanya Tia pada nyonya mudanya.
"Aku tidak ingat." jawab Diara, karena memang dia tidak ingat sama sekali dengan nomor ponsel keluarga.
"Lalu, Bagaimana cara kita menghubungi mereka jika begini?" gumam Tia lemas, karena tidak bisa membantu nyonya mudanya tersebut.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣