NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Di lain tempat.

" Rapat di tunda, selanjutnya akan di informasikan oleh asisten saya" ucap Rafael cepat dan tegas .

Pria berjas hitam itu terlihat bangkit dari duduknya dan berjalan cepat,bahkan ia terlihat setengah berlari setelah melihat sebuah notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya, wajahnya terlihat berubah menjadi begitu khawatir.

" Berikan kunci mobil mu" pintanya pada Damares cepat, asisten sekaligus sahabat nya itu.

" Tapi...." belum selesai Damares menjawab,.

" Cepetan ARES" suara lantang Rafael begitu mengerikan,dan Damares tau, sesuatu tengah terjadi.

Belum Damares menyerahkan kunci mobilnya, Rafael sudah lebih dulu mengambil nya, terlihat seperti merampas dan berlari meninggalkan Damares setelah lift terbuka.

Damares yang memang selalu siaga,segera mengikutinya dan memberikan perintah pada pengawal pribadi sang pangeran dan juga supir pribadi nya,ia harus mengikuti dengan cepat,jangan sampai kehilangan jejak .

" Shit " umpat Rafael marah karena harus menghadapi macet,ia baru merasa menyesal karena tak menggunakan pengawalan.

Tit...

Tit...

Tit...

Berulang kali Rafael membunyikan klakson, berharap agar ia bisa menerobos,tapi lagi-lagi ia tak dapat melakukan hal itu.

Di tengah kepanikan nya, Rafael mendengar sirine patwal yang biasa digunakan untuk pengawalan anggota kerajaan, Rafael menghembuskan nafas lega,ia tau itu pasti Damares, mobil-mobil mulai memberikan jalan,hal itu membuat Rafael dengan cepat mengambil kesempatan, masuk di antara mobil-mobil tersebut.

Rafael melirik Damares yang berada di dalam mobilnya, sahabatnya itu mengalihkan perhatian publik,seakan Rafael lah yang berada di dalam mobil itu, Rafael mengacungkan jempol nya, mengisyaratkan bahwa keputusan yang Damares ambil sangat tepat.

Tepat saat telah mendekati rumah sakit,Rafael keluar dari iringan mobil kerajaan,dengan cepat ia membelokkan mobilnya memasuki gerbang rumah sakit.

Rafael menghentikan mobilnya tepat di depan pintu IGD, bahkan Rafael tak peduli saat mobilnya terparkir sembarangan,ia berlari keluar memasuki unit gawat darurat dengan wajah yang masih terlihat begitu khawatir.

Kemunculan nya di rumah sakit tanpa pengawalan membuat heboh seketika,namun suasana jadi begitu mencekam.

" Dimana Meera?" tanya Rafael saat melihat Cecilia.

" Pa-pangeran...me-me-meera sedang di tangani dokter di dalam" jawab Cecilia gugup,ia bingung siapa yang memberitahukan kepada pria dingin itu.

" Selamat siang pangeran,maaf..ada yang bisa kami....." seorang dokter menghampirinya dan menyapa nya dengan segala hormat, sedangkan beberapa dokter atau perawat lain tak memiliki keberanian untuk menyapa nya, mereka hanya menunduk hormat,namun belum selesai dokter itu bicara,Rafael sudah lebih dulu melangkah masuk.

" Meera...." panggil Rafael lirih saat berada di dalam dan melihat tubuh tak berdaya Meera yang terbaring di ranjang pasien.

" Pangeran...." semua dokter dan perawat yang berada di dalam ruangan itu terkejut, bahkan ada yang hampir menjatuhkan alat medis nya saat melihat kehadiran pria itu.

" Lakukan yang terbaik,jangan sampai salah diagnosa " perintah Rafael tegas, terdengar begitu mutlak,tak ingin di bantah.

" Baik pangeran" Jawab tim medis dan menunduk hormat.

Rafael tak menghiraukan mereka,ia melangkah menuju Meera" Ra....buka mata kamu,kamu kenapa Hem? Apa yang terjadi?" bisik Rafael lembut di puncak kepala Meera,tangan kekarnya mengusap lembut puncak kepala Meera.

Para tim medis yang berada di ruangan itu mencuri-curi melirik , melihat pemandangan yang tak pernah mereka lihat dan duga, ternyata berita tentang pertunangan pangeran Rafael dengan seorang wanita,putri seorang pengusaha terkemuka itu benar adanya, bukan hanya berita hoax,tapi apakah benar ini wanita itu? Bukankah gadis itu masih menggunakan seragam SMA?.

Rasa penasaran mereka semakin bertambah saat tiba-tiba muncul Damares, bersamaan dengan manager rumah sakit, yang langsung memberikan penghormatan kepada Rafael.

" Nona Meera akan baik-baik saja, pangeran tidak perlu terlalu khawatir,nona hanya kelelahan" dokter Adam memberikan penjelasan dengan nada tenang.

Rafael tak memberikan respon apapun, matanya fokus menatap wajah pucat Meera,kedua tangannya berada di kepala Meera.

" Uh..." tiba-tiba terdengar suara lirih Meera,ia seperti sedikit mengerang, terlihat kesakitan.

" Ra..." panggil Rafael cepat,ia berpindah ke sisi Meera,tak lagi berada di bagian kepalanya.

" Kak..." sapa Meera yang terlihat mengerutkan keningnya saat melihat keberadaan nya di samping gadis itu.

Rafael tak menjawab,ia mengusap lembut kepala Meera seraya terus menatap wajah cantik yang kini terlihat pucat, Rafael tau,ialah yang menjadi penyebab utama semua itu.

Tes...

Air mata Meera menetes tiba-tiba,namun bibir nya menyunggingkan senyuman tipis, matanya membalas tatapan Rafael padanya.

Melihat air mata Meera, dengan cepat tangan Rafael terulur menghapusnya,ia mendongakkan wajahnya tak ingin melihat mata basah Meera, bahkan sebelah tangan nya terkepal erat di atas pangkuan nya, Rafael benar-benar sangat membenci dirinya yang menjadi penyebab semua itu.

berulang kali Rafael memaki dirinya sendiri yang menyakiti hati Meera,gadis yang tidak memiliki kesalahan apapun pada nya.

" Maaf...aku janji,kamu tidak akan pernah merasa seperti ini lagi" bisik Rafael di samping telinga Meera, suaranya terdengar bergetar saat mengucapkan semua itu, Rafael bahkan memejamkan matanya beberapa saat.

Tak lama kemudian kedua orang tua Meera muncul.

" Sayang....ya Tuhan,apa yang terjadi Hem?" nyonya Vanessa langsung menghambur memeluk tubuh sang putri yang terbaring di atas ranjang.

Sedangkan tuan Amran mengusap lembut puncak kepala putri kesayangannya " darling...are you okay? Hem?" tanya tuan Amran Lennox,pria paruh baya itu bersikap lebih tenang di bandingkan sang istri.

Meera mengagguk seraya tersenyum tipis " I'm fine, Dad, Mom, mungkin karena pagi tadi aku melewatkan sarapan pagi ku" jawab Meera pelan.

Rafael masih berada di sisi kanan Meera,tepat di samping tuan Amran,ia seakan tak ingin menjauh dari Meera walau sedikit pun.

" Pangeran..maaf kami tidak melihat keberadaan anda " tuan Amran menunduk memberikan tanda hormat saat menyadari keberadaan Pangeran Rafael.

" Om,Tante ,tidak perlu sungkan,kita keluarga" jawab Rafael cepat.

Tuan Lennox menanggapi nya dengan sebuah anggukan sopan,biar bagaimanapun,beliau tidak pernah melupakan aturan negara mereka yang memang sudah sejak turun temurun,harus memberikan penghormatan saat bertemu keluarga kerajaan.

Setelah beberapa saat akhirnya Meera di pindahkan ke ruangan perawatan, tentunya ruangan VVIP terbaik rumah sakit tersebut, Cecilia masih bersama mereka, begitupun dengan siswa yang mengaku bernama Gio.

" Nak..kamu ya yang menolong Meera dan membawanya ke rumah sakit? Terimakasih banyak ya,Tante tak akan bisa membalas kebaikan mu" nyonya Vanessa mengucapkan rasa terimakasih nya pada Gio, Cecilia menceritakan semuanya pada nyonya Vanessa.

" tidak perlu sungkan seperti itu Tante,saya akan menolong siapapun jika itu terjadi di depan saya, terlebih ini adalah teman sekolah saya" jawab Gio santai.

" Siapa nama kamu nak?" tanya tuan Amran selanjutnya.

" Gio om,Giovano Tengker" jawab nya tenang.

" oh kamu putranya tuan Aliando Tengker? " tanya tuan Amran antusias.

Gio mengangguk sambil tersenyum tipis, siapa yang tak kenal orang tuanya, seorang pengusaha sekaligus advokat nomor satu di negara asal mereka.

" Beliau itu adalah rekan saya,tapi mengapa kamu bersekolah di negara ini?" tanya tuan Amran heran.

Gio tersenyum sebelum menjawab " mama saya asli negara ini om,saya ingin mencoba suasana baru,dan memutuskan di negara ini,ada Oma yang masih tinggal di negara ini" jawab Gio sedikit menjelaskan.

Tuan Amran mengangguk mengerti" semoga kamu nyaman berada di negara ini " ucap tuan Amran setelah mendengar jawaban Gio.

" Pasti om,bahkan saya sudah melewati tahun kedua di negara ini " jawab Gio yakin,pemuda itu terlihat begitu sopan dan pandai membawa diri, gestur tubuh nya terlihat begitu Hubble,tak sedikitpun menujukkan sikap acuh terlebih arogan.

1
aleena
bisa jadi mereka hanya orang orang yg dibayar
aleena
heh katanya
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
aleena
sepertinya kamu tertipu oleh sikap camel yang terlihat lemah lembut dan dewasa itu
dia hanya rubah yang licik
Leha Leha
Hari ini Tk up ke sis
aleena
oh Gio
apakah kamu penggemar rahasia
KIM TAMIE
makin tegang
aleena
bener bener netizen itu menyebalkan
aleena
bener berarti semua itu adalah ulah pengawal
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
aleena
pengagum rahasia
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
aleena
ooh anak dari pengawal
ngelunjak ya
minta di geprek kau

dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
aleena
lalu si camel
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
aleena
oh oh siapakah dia
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
Putra jomblo
asli yg plin plan itu pangeran Rafael yg tidak bisa meraba perasaan nya sendiri ketika meera terlalu manja dan selalu mengikuti terus dia bilang Meera cuman adek ketika meera nyaman dgn laki2 lain dia cemburu payah dia tak pantas jadi seorang pangeran Meera tinggalin Rafael kamu berhak bahagia 💪💪
aleena
ohhoo camelia jadi orang ketiga rupanya
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭

ish is tak patut
tak patut
aleena
sang putry sangat cantik
aleena
mampir 💪💪
KIM TAMIE
Cieeee yg masih ga sadar kl udah kecintaan, main sosor aja anak orang..apalagi ngancam mau diperkosa lagi. Siapa kemarin yg bilang mau mengakhiri pertunangan 🤭🤭
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂
Leha Leha: Ini yg di katakan mulut ckp lain hati ckp lain
total 2 replies
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Khoirun Ni'mah
begitu saja sudah panas ,,,coba jadi Meera yg mendengar berita kamu sama Camelia di sosmed
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!