NovelToon NovelToon
Lagu Yang Tenggelam

Lagu Yang Tenggelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Cinta Seiring Waktu / Dark Romance
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Keivanya Huang

Selama sepuluh tahun, Nana tumbuh sebagai manusia di desa nelayan — tanpa tahu bahwa dirinya adalah putri mahkota kerajaan Siren Aequoria. Setiap malam, ia mendengar lagu misterius dari dasar laut, memanggilnya dengan nama.

Jeno, Siren penjaga perairan selatan, telah mengawasinya sejak bayi. Tugasnya sederhana: lindungi Nana sampai waktunya kembali. Tapi sepuluh tahun mengamati dari kejauhan membuatnya jatuh cinta pada lagu dalam darah Nana — dan pada Nana sendiri.

Ketika Nana berubah menjadi Siren untuk pertama kalinya, tak ada jalan kembali. Ia harus belajar mengendalikan kekuatannya, menghadapi bibinya yang merebut takhta, dan memilih antara dunia yang ia kenal — atau cinta yang selama ini menunggu di dasar laut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keivanya Huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Perjalanan ke Timur

Subuh tiba.

Nana, Jeno, dan Zara berangkat ke Timur sebelum matahari laut terbit. Mereka menyusuri jalur rahasia di selatan Aequoria — jalur yang hanya dikenal oleh para Siren penjaga.

Perjalanan ke Kerajaan Oriens — tempat Pangeran Theron diasingkan — memakan waktu tiga hari.

Hari pertama mereka melewati padang lamun yang luas. Lamunnya setinggi pohon palem di darat, bergoyang lembut mengikuti arus. Ikan-ikan kecil berwarna-warni berenang di antara dedaunan, tidak terganggu oleh kehadiran para Siren.

"Kerajaan Oriens," kata Zara sambil berenang di samping Nana. "Kerajaan kecil di Timur. Tidak punya pasukan besar, tapi kaya akan rempah-rempah laut."

"Kenapa Pangeran Theron dibuang ke sana?" tanya Nana.

"Karena ibunya selir. Raja Aldric — ayah Kael — tidak pernah mengakui Theron sebagai anak sah. Tapi Theron punya darah kerajaan. Secara hukum... dia bisa mengklaim takhta."

"Apakah dia mau?"

Zara mengangkat bahu. "Tidak tahu. Tapi kalau dia mau... Kael akan punya musuh di dalam."

Jeno yang berenang di depan mereka memperingatkan. "Diam. Ada sesuatu di depan."

Mereka berhenti.

Di kejauhan, sekelompok Siren berenang melintasi padang lamun. Seragam mereka biru muda — warna Kerajaan Aquilae.

"Pasukan Kael," bisik Zara. "Mereka sudah sampai sejauh ini?"

"Mereka mencari kita," kata Jeno. "Kael pasti sudah tahu kita pergi."

Nana menarik napas. "Bisa kita hindari?"

"Bisa. Tapi kita harus memutar. Perjalanan jadi empat hari."

"Lakukan."

 

Hari kedua, mereka melewati Lembah Karang.

Tempat itu indah — karang-karang berwarna-warni menjulang tinggi seperti gedung pencakar langit. Ubur-ubur kecil berwarna merah muda melayang di antara karang, berpendar lembut.

Tapi keindahan itu menyimpan bahaya.

"Hati-hati," bisik Zara. "Lembah Karang tempat tinggal Siren liar. Mereka tidak punya kerajaan. Mereka tidak patuh pada siapa pun."

"Apakah mereka berbahaya?" tanya Nana.

"Jika tidak diganggu, mereka tidak berbahaya."

Tepat saat Zara selesai bicara, sesosok Siren muncul dari balik karang.

Siren itu besar — dua kali lipat tubuh Jeno. Sisiknya hitam pekat, matanya kuning seperti ikan predator. Rambutnya panjang dan kusut, tidak pernah disisir.

"Siren asing," kata Siren besar itu. Suaranya berat, menggema di lembah. "Apa urusanmu di wilayahku?"

"Kami hanya lewat," jawab Jeno. Tangannya sudah di gagang trisula. "Kami tidak akan mengganggu."

Siren besar itu mendekat. Matanya menatap Nana.

"Kau... ratu?"

Nana tidak bergeming. "Aku Ratu Aequoria."

Siren besar itu tertawa. "Ratu? Di kerajaan kecil? Aku tidak kenal."

"Terserah."

Siren besar itu berhenti tertawa. Ia menatap Nana lama — terlalu lama.

"Kau berani," katanya akhirnya. "Aku suka."

Ia menepi, memberi jalan.

"Lewat. Tapi jangan kembali. Lain kali, aku tidak akan sebaik ini."

Nana mengangguk. "Terima kasih."

Mereka berenang melewati Siren besar itu. Jantung Nana berdebar kencang — tapi ia tidak menunjukkan ketakutannya.

 

Hari ketiga, mereka tiba di perbatasan Kerajaan Oriens.

Tidak ada karang megah atau istana mutiara. Hanya rumah-rumah sederhana dari batu karang, diterangi oleh lampu-lampu minyak dari ikan paus.

"Ini... kerajaan?" tanya Nana.

"Oriens kecil," jawab Zara. "Tapi penduduknya baik. Mereka tidak suka perang."

Mereka mencari Pangeran Theron.

Tidak sulit menemukannya. Theron adalah satu-satunya Siren di Oriens yang memiliki sisik biru muda — warna kerajaan Aquilae.

Ia sedang duduk di depan rumahnya, mematung.

"Pangeran Theron?" sapa Nana.

Theron menoleh. Matanya biru — biru tua, berbeda dari biru es milik Kael. Wajahnya teduh, tenang, tapi ada kesedihan di matanya.

"Siapa kau?" tanyanya.

"Aku Nanara, Ratu Aequoria. Aku datang untuk berbicara tentang adikmu."

Theron tersenyum pahit. "Kael? Apa yang dia lakukan sekarang?"

"Dia mengancam kerajaanku. Dia ingin aku menikahinya. Kalau tidak, perang."

Theron tertawa — pahit, dingin.

"Kael tidak berubah," katanya. "Dulu dia mengancamku. Sekarang dia mengancammu."

"Apa yang dia lakukan padamu?"

Theron menatap Nana lama. Lalu ia bercerita.

 

"Aku anak tidak sah. Ibuku selir. Ayahku — Raja Aldric — tidak pernah mau mengakuiku. Tapi Kael... Kael tidak puas hanya dengan pengasingan. Dia ingin aku mati."

"Dua kali dia mengirim pembunuh. Dua kali aku selamat. Akhirnya, aku memilih mengasingkan diri ke Oriens. Karena di sini, dia tidak akan menemukanku."

Nana mendengarkan dengan saksama.

"Apa kau ingin kembali?" tanyanya. "Rebut takhta yang seharusnya menjadi hakmu?"

Theron menggeleng. "Aku tidak ingin takhta. Aku hanya ingin hidup tenang."

"Tapi Kael tidak akan membiarkanmu tenang. Selama dia berkuasa, selama dia merasa terancam... kau tidak akan pernah aman."

Theron diam.

"Bantu aku," kata Nana. "Bantu aku menghentikan Kael. Dan setelah itu... kau bisa kembali ke Oriens, hidup tenang, tanpa takut dibunuh."

Theron menatap Nana.

"Kau pemberani," katanya. "Atau bodoh."

"Keduanya."

Theron tertawa — sungguhan kali ini.

"Baik," katanya. "Aku akan membantumu."

1
hrarou
seruuu!! Lanjut yaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!