NovelToon NovelToon
Diantara Dua Hati

Diantara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Rara Wijaya, seorang perawat muda berbakat di RS Bunda, hidup dengan luka yang dalam akibat kehilangan kedua orang tuanya. Ibu yang berhati lembut meninggal karena penyakit langka, sementara ayahnya, seorang dokter, tewas dalam kecelakaan mobil saat menolong korban tabrakan. Meskipun penuh dendam, Rara tumbuh menjadi perawat yang sangat berdedikasi.

Namun, kehidupannya berubah total ketika RS Bunda mendatangkan dokter spesialis bedah baru, dr. Arkan Pratama. Dokter muda ini dikenal dingin dan perfeksionis, yang sering meremehkan perawat. Awalnya, Rara dan Arkan selalu bertikai, sampai suatu hari Rara mengetahui bahwa Arkan adalah putra dari dokter yang menyebabkan kematian ayahnya 15 tahun lalu.

Konflik mereka memuncak ketika mereka harus bekerja sama menangani pasien kritis. Di tengah badai, mereka terjebak di rumah sakit tua yang sudah tidak terpakai - tempat yang sama di mana ayah Rara terakhir kali bekerja. Di sana, rahasia keluarga mereka terbongkar satu per satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Pengakuan Terakhir

Rara dan Arkan pergi ke kantor polisi setelah urusan dengan dr. Hanif selesai. Mereka membawa bukti rekaman dan obat-obatan. dr. Hanif akhirnya mengaku bahwa dia memberi dosis tinggi kepada Ny. Sumiati dan pasien lain. Dia melakukan itu untuk menutupi salah operasi.

"Semua sudah selesai," kata Arkan. Dia menggenggam tangan Rara saat mereka keluar di bawah sinar matahari pagi.

"Tidak sepenuhnya," jawab Rara sambil menatap kosong. "Masih ada satu hal lagi."

Arkan paham maksud Rara. Mereka pun kembali ke rumah sakit dengan perasaan berat. Ada satu saksi yang bisa menjawab tanya mereka tentang apa yang menimpa ayah mereka 15 tahun lalu.

Di kamar VIP rumah sakit, dr. Surya terbaring lemah dengan selang oksigen di hidungnya. Dia dokter senior pensiunan yang dulu rekan kerja ayah Rara dan Arkan.

Rara memegang tangan pria tua itu dan memanggilnya lembut. Dia bilang mereka datang untuk bertanya soal ayah mereka.

Aku tahu, jawab dr. Surya lirih. Matanya tampak menyesal. Dia sudah lama menunggu momen ini.

Arkan bertanya dengan suara tegang. Dia takut tapi ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya.

dr. Surya mulai bercerita dengan susah payah. dr. Reza memang tidak sengaja menabrak dr. Wijaya, tapi bukan itu penyebab kematiannya.

Rara bertanya dengan jantung berdebar.

Mobil mereka dibajak orang yang ingin mencuri obat di bagasi, jelas dr. Surya. Pelaku menembak dr. Wijaya karena melawan.

Arkan bingung. Dia ingat ayahnya mengaku sebagai penyebab kecelakaan itu.

Dia melindungimu, kata dr. Surya sambil menatap Arkan kasihan. Pembunuhnya adalah pemilik klinik obat palsu. Dia ingin membungkam dr. Wijaya yang sedang menyelidikinya.

Arkan bertanya dengan suara bergetar apakah ayahnya tidak bersalah. Selama ini dia hidup dalam kebohongan.

dr. Surya menggeleng. Dia tidak bersalah sama sekali. Tapi rasa bersalah karena gagal menyelamatkan dr. Wijaya membuat ayahnya lari ke alkohol.

Ayah... Arkan menunduk. Air matanya jatuh untuk pertama kali sejak kecil.

"Kalian berdua berhasil melakukan apa yang gagal kami capai," ujar dr. Surya sambil tersenyum tipis ke arah Rara dan Arkan. "Kalian menangkap dr. Hanif. Dia ternyata anak dari orang yang membunuh dr. Wijaya."

"dr. Hanif?" Rara kaget.

dr. Surya mengangguk. "Polisi membunuh ayahnya setelah kejadian itu. dr. Hanif tumbuh dengan rasa benci, terutama kepada keluarga dr. Wijaya."

"Jadi semua ini..." Arkan mulai paham.

"Ini dendam lama," potong dr. Surya. "Tapi sekarang sudah selesai."

"Selesai," bisik Rara. Dia menggenggam tangan Arkan dengan erat. Dia akhirnya tahu kenapa hidup mereka selalu terikat.

"Sudah," kata Arkan sambil memeluk Rara erat. Beban yang selama ini ada akhirnya hilang. "Semua sudah berakhir."

Tetesan air mata yang selama bertahun-tahun tertahan kini mengalir dengan deras, membasahi bahu Rara. Tangannya gemetar ketika memeluk tubuh kecil itu, satu-satunya tempat di mana dia merasa benar-benar dimengerti di dunia ini. "Sudah selesai," katanya dengan suara serak, seperti orang yang baru saja terbebas dari beban berat.

Rara merasakan tubuh Arkan bergetar saat berada dalam pelukannya. Pria yang selalu tampak sempurna itu kini tampak rapuh. Ia membelai rambut kasar Arkan, memberi kesempatan pada dirinya untuk menjadi sandaran bagi Arkan yang akhirnya melepaskan beban hatinya. "Kita sudah terlalu lama merasakan sakit," bisik Rara sambil mengecup pelipis Arkan yang basah. "Sekarang kita mulai hidup baru."

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!