NovelToon NovelToon
The Savior

The Savior

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Misteri / Action / Fantasi / Sci-Fi / Horor
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Sizzz

Semua berawal dari malam ia melarikan diri dari kejaran prajurit kerajaan. Dia dan ibunya berlari terpisah di tengah kekacauan kota. Karena terburu-buru, sang ibu tak menyadari bahwa ia tertinggal.

Keringat dingin membasahi punggungnya. Ia tersesat, berlari tanpa arah di lorong-lorong gelap yang asing. Dan sialnya, di setiap ujung jalan, bayang-bayang prajurit mulai mengepungnya.

Tepat sebelum tangan kasar seorang prajurit menyentuh kerah bajunya, tiba-tiba mereka berjatuhan. Satu per satu, tanpa suara. Sany berdiri di depannya, dengan ujung jari telunjuk masih teracung ke depan.

Setelah mengantarnya ke tempat yang aman, Sany memberinya beberapa emas dan pergi begitu saja. Tanpa nama. Tanpa alasan. Tanpa janji.

Tapi dia, tak akan pernah melupakan siapa yang menyelamatkannya malam itu.

Dan suatu saat nanti... ia yakin akan menemukan bertemu lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sizzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersesat part 2

Mulut gua itu tidak terlalu besar, hanya cukup untuk satu orang masuk.

Tapi di baliknya, ruangan di dalam lebih luas. Dinding batu yang lembap dan gelap, tapi cukup aman dari angin dan binatang buas.

Clara masuk lebih dulu.

Ia memeriksa sekeliling, memastikan tidak ada penghuni di dalam.

"Aman," katanya.

Will mengikuti. Udara di dalam gua terasa dingin, tapi tidak sedingin di luar.

Meskipun Clara lelah, ia masih bisa membuat api.

Ia mengumpulkan kayu-kayu kering di sekitar mulut gua, menyusunnya, lalu menggesekkan batu api yang ia bawa dari sakunya.

Percikan kecil. Lalu api menyala.

Cahaya oranye mulai menerangi dinding-dinding batu.

Gua itu sederhana, lantai pasir, langit-langit rendah, dan sudut-sudut gelap yang tak terjangkau api.

Clara duduk di dekat api. Napasnya masih terengah-engah.

"Kita istirahat di sini dulu," katanya.

"Besok pagi kita cari jalan keluar,"

Will mengangguk. Ia duduk di seberang Clara.

"Kau tidak perlu jaga malam. Aku yang akan jaga malam," kata Clara.

"Tidak," potong Will.

"Kita berdua butuh istirahat. Aku yang jaga malam,"

Clara menatapnya sebentar. Ia ingin menolak, tapi matanya sudah terasa berat.

"Baiklah. Tapi kalau ada sesuatu, bangunkan aku,"

"Baik,"

Clara merebahkan tubuhnya di tanah berpasir.

Api berderak pelan.

Will duduk diam, matanya menatap ke arah mulut gua.

Di luar, malam telah tiba. Gelap pekat.

Ia meraba pita biru di rambutnya.

Masih hangat.

"Daimos..." gumamnya

"Apa yang terjadi padaku hari ini?"

Will mulai mengambil batu dari kantongnya.

Diam-diam, ia berjalan perlahan menuju mulut gua. Api masih menyala di dalam. Clara sudah terlelap, napasnya pelan dan teratur.

Will keluar dari gua.

Udara malam langsung menyambutnya, dingin, lembap, dan gelap. Pepohonan di sekitarnya hanya tampak sebagai bayangan hitam di bawah cahaya bintang yang samar.

Ia menjauh beberapa langkah, cukup jauh agar suaranya tidak membangunkan Clara.

Kemudian ia memegang batu itu.

Batu komunikasi pemberian Aisa.

"Kak, Aisa,"

Batu itu hangat.

"Will? Ada apa? Ini sudah malam."

Will menarik napas.

Dia mulai menceritakan semua yang terjadi.

"Oh, begitu. Aku sudah menduga hal itu," suara Aisa terdengar tenang.

"Kakak, tahu kenapa?" tanya Will.

"Tentu, itu karena kekuatan Daimos,"

Will mengerjap. "Kekuatan Daimos?"

"Iya,"

Aisa mulai menjelaskan semua kemampuan Daimos.

"Aku mengerti, itulah kenapa pukulanku sangat kuat. Tapi... seberapa cepat Daimos beradaptasi? Aku perlu 3 detik, setelah terkena serangan Goblin besar tadi,"

Aisa terdiam.

Beberapa detik berlalu dalam sunyi.

"Instan," jawab Aisa akhirnya.

"Ketika Daimos terkena serangan, adaptasi mereka bekerja secara instan,"

Will mengerutkan kening. "Tapi aku butuh 3 detik..."

"Itu karena kau bukan Daimos sejati. Kau hanya meniru kekuatan mereka. Ada kekurangannya,"

Will menghela napas. "Aku mengerti,"

Ia merenung sebentar.

"Jadi... kekurangannya, aku tidak secepat Daimos asli?"

"Iya. Tapi kau masih bisa berkembang,"

Will mengangguk. "Baik, Kak,"

"Sekarang tidur. Besok kau harus keluar dari hutan itu,"

"Baik. Terima kasih, Kak,"

Batu itu dingin.

Will kembali masuk ke gua. Clara masih tidur. Api masih menyala pelan.

Ia duduk di dekat api, menatap nyala oranye yang berkedip-kedip.

Untung saja, di dalam gua ada lubang di atasnya. Jadi, asapnya bisa keluar melalui lubang itu.

Udara di dalam gua tetap segar, tidak pengap. Api pun bisa bertahan lebih lama tanpa mengganggu pernapasan mereka.

Will bersandar ke dinding batu. Dingin. Tapi tidak terlalu mengganggu.

Matanya masih tertuju pada api.

Pikirannya terus berputar.

Will menghela napas. Pandangannya beralih dari api ke mulut gua gelap pekat tanpa cahaya bintang.

Clara berguling pelan di sampingnya. Suaranya tidak jelas. Hanya gumaman tidur.

Will tersenyum tipis.

Will sekarang paham soal kekuatan Daimos, dia bisa hidup kembali berkat kekuatan itu.

Di rumah pohon.

Aisa sedang duduk di kursi kayu dekat jendela. Lampu minyak di sampingnya menyala redup, cukup untuk menerasi wajahnya yang serius.

Di depannya, dua sosok duduk bersandar di dinding.

Lola, saudarinya yang dingin dan penuh teka-teki.

Luxi, saudarinya yang lain, berambut pendek.

Lola menyilangkan tangan. Wajahnya datar.

"Mungkin karena, dunia sekarang hanya bisa dihancurkan oleh kehendak kita dan Any. Mereka tidak mempermasalahkannya,"

"Benar, aku juga sepemikiran," kata Luxi. Suaranya pelan, hampir seperti bisikan.

Aisa menghela napas.

"Mentang-mentang sumber kekuatan Void monster adalah Imaginary dan Gaib, tidak dianggap ancaman serius,"

Lola mengangkat bahu.

"Itu urusan mereka,"

Aisa mengerutkan kening. Matanya beralih ke luar jendela, ke hutan yang gelap, ke angkasa yang dipenuhi bintang.

"Tapi suatu saat, hal ini bisa terjadi lagi,"

Luxi menunduk. Tidak menjawab.

Lola hanya diam.

Angin malam berembus. Lampu minyak berkedip sebentar, lalu kembali stabil.

Aisa berbicara lagi, lebih pelan.

"Will sekarang memiliki kekuatan Daimos,"

Lola dan Luxi menoleh.

"Dia sudah mati sekali, lalu hidup kembali," lanjut Aisa.

Luxi membuka matanya lebih lebar. "Anak itu?"

"Iya,"

Lola tersenyum tipis. Senyum yang tidak bisa ditebak.

Di Gua.

Matahari pagi telah terbit.

Cahaya keemasan mulai masuk melalui celah-celah batu dan lubang di atas gua.

Udara dingin malam perlahan berganti dengan hangatnya pagi. Suara burung terdengar dari kejauhan, tanda bahwa hutan mulai bangun.

Will masih tertidur di dekat api yang sudah menjadi abu. Napasnya pelan. Wajahnya terlihat lelah, tapi tenang.

Clara sudah bangun lebih dulu.

Ia duduk di dekat mulut gua, matanya menerawang ke arah pepohonan. Kemudian, tanpa suara, ia berdiri dan keluar.

Beberapa menit kemudian, Clara kembali.

Ia membawa beberapa buah hutan, berwarna kemerahan, tampak segar.

Daun-daun hijau masih menempel di tangkainya. Juga sebatang kayu berisi air jernih yang ia ambil dari aliran kecil di dekat gua.

Will mulai terbangun saat mendengar suara langkah kaki.

Matanya membuka perlahan.

Ia melihat Clara sudah duduk di sampingnya, meletakkan buah-buahan dan air di atas daun besar.

"Kau sudah bangun," kata Clara.

"Aku mencari makanan tadi. Tidak banyak, tapi cukup untuk sarapan,"

Will duduk. Matanya masih sayu. "Kau pergi sendiri?"

"Iya. Hutan di pagi hari lebih aman,"

Will menghela napas.

Ia tidak tahu harus marah atau khawatir. Tapi Clara sudah kembali, dan itu yang penting.

Namun, Will belum mau mengambil makanan itu.

Clara yang melihatnya paham.

"Tenang saja. Aku tahu buah yang aman dimakan dan cara memfilter air,"

Will menatap Clara sebentar, lalu mengangguk.

Ia mengambil sebuah buah merah dan menggigitnya perlahan. Manis sedikit asam, tapi segar.

"Aku bukan anak kecil yang sembarangan makan," tambah Clara sambil ikut makan.

"Dulu aku sering masuk hutan sendirian. Kalau tidak tahu mana yang aman, aku sudah hilang sejak lama,"

Will tersenyum tipis.

Mereka makan dalam sunyi. Hanya suara kunyahan dan tetesan air dari kayu yang terdengar.

Bersambung...​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!