NovelToon NovelToon
The Aftermath

The Aftermath

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di tengah dinginnya kota New York, pernikahan megah Adiba Abbey dan Raynazh Leon Osborn hancur berantakan dalam waktu semalam.

Di dalam kamar griya tawang keluarga Osborn yang remang dan mabuk oleh atmosfer perayaan, sebuah kesalahan fatal terjadi.

Adiba menyerahkan segalanya kepada pria yang dia kira adalah sang suami yang baru saja mengikat janji suci bersamanya di altar.

Namun, tepat di detik-detik pelepasan yang intim, sebuah suara asing yang bergetar hebat meloloskan nama Adiba.

Kesadaran menghantamnya bak badai es; pria yang baru saja menidurinya bukanlah Raynazh, melainkan sang adik ipar, Louis Enver Osborn.

Pengkhianatan tak sengaja yang dipicu oleh kegelapan dan alkohol ini meruntuhkan dinding pernikahan mereka, menyeret Louis dan Adiba ke dalam jurang penyesalan, dendam, dan rahasia kelam yang mengancam kehancuran total dinasti Osborn.

_🌷_

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11

Pagi hari di Manhattan selalu datang dengan ritme yang tergesa-gesa, namun di dalam griya tawang berlantai dua milik dinasti Osborn, waktu seolah berjalan melambat, diselimuti oleh kabut ketegangan yang pekat. Tiga minggu telah berlalu sejak badai di ruang kaca kantor pusat yang melibatkan Raynazh dan asisten pribadinya.

Sejak hari itu, Raynazh benar-benar hidup bagai seorang tahanan kota di bawah pengawasan ketat mata-mata ayahnya sendiri, sekaligus menjadi bayang-bayang tak berarti di hadapan Adiba.

Di kamar utama yang luas di lantai dua, Adiba Abbey berdiri mematung di depan wastafel marmer. Wajah cantiknya tampak sedikit pucat, dengan beberapa bulir keringat dingin yang membasahi pelipisnya.

Rasa mual yang teramat sangat baru saja menguras isi perutnya sejak fajar menyingsing—sebuah gejala yang telah berulang selama empat hari berturut-turut, membuat tubuhnya yang ramping terasa sedikit lemas.

Namun, di balik rona wajahnya yang pias, sepasang manik mata hitam milik Adiba tidak memancarkan ketakutan sedikit pun. Sebaliknya, kilat mata itu dipenuhi oleh binar kemenangan yang teramat pekat.

Di atas permukaan meja marmer yang dingin, tergeletak sebuah alat uji kehamilan elektronik berbentuk putih panjang. Di layar digital kecil alat tersebut, sebuah indikator garis dua berwarna merah menyala dengan sangat tegas, memutus segala keraguan yang ada.

Positif.

Adiba perlahan mengulurkan tangannya yang lentik, memungut alat tersebut dan menggenggamnya erat di depan dada.

Sebuah senyuman manis, hangat, sekaligus mengerikan perlahan terukir di bibirnya. Dia terkekeh pelan dalam kesunyian kamar mandi yang mewah, sebuah tawa kemenangan yang menggema halus di antara dinding-dinding kaca.

Hamil. Dia mengandung.

Dan demi seluruh kegelapan yang menguasai jiwa, Adiba tahu dengan kepastian seratus persen siapa ayah dari janin yang kini mulai tumbuh di dalam rahimnya.

Itu adalah Louis Enver Osborn. Pria yang di malam pertamanya telah menumpahkan seluruh gairah liarnya di atas ranjang ini, satu-satunya pria yang pernah menyentuhnya seumur hidupnya.

Selama satu bulan pernikahan sandiwara ini berjalan, Raynazh tidak pernah sekali pun diizinkan menyentuh seujung jarinya, apalagi berbagi ranjang dengannya. Janin ini adalah darah daging Louis. Benih murni dari pria yang dia puja dari kegelapan selama bertahun-tahun.

"Kau merasakannya, Louis?" Adiba berbisik lembut, jemarinya perlahan bergerak turun, mengusap perutnya yang masih rata dengan kelembutan yang teramat sangat. "Darahmu... jiwamu... kini mengalir di dalam tubuhku. Kita telah terikat selamanya, dan tidak akan ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa memisahkan kita lagi."

Obsesi gila Adiba kian matang. Kehamilan ini bukan sekadar berkah biologis baginya; ini adalah senjata pemusnah massal yang paling sempurna untuk menghancurkan Raynazh dan seluruh keangkuhan dinasti Osborn dari dalam fondasinya.

Dia sudah bisa membayangkan bagaimana hancurnya ego Raynazh saat dipaksa mengakui anak dari adiknya sendiri sebagai putranya di depan publik, demi menjaga nama baik keluarga yang sangat mereka agungkan.

Adiba melangkah keluar dari kamar mandi, berjalan menuju lemari pakaian untuk memilih gaun hariannya.

Hari ini adalah hari penandatanganan awal investasi bersama antara Osborn Group dan Abbey Enterprises untuk proyek pelabuhan Brooklyn—sebuah proyek yang kini dipimpin langsung oleh Louis di tempat pengasingannya.

Ini adalah momen yang sangat sempurna untuk memulai babak baru dari pertunjukan caturnya.

Di sisi lain, di dalam ruang kerja CEO Osborn Group Manhattan, Raynazh Leon Osborn duduk bersandar pada kursi kulitnya dengan wajah yang kusut.

Di hadapannya, beberapa dokumen bisnis penting terhampar berantakan, namun pikirannya sama sekali tidak tertuju pada angka-angka saham. Kehilangan Clara yang didepak paksa oleh ayahnya keluar dari New York membuat Raynazh tidak memiliki lagi tempat untuk meluapkan rasa frustrasinya.

TOK, TOK.

Pintu ruang kerja terbuka, dan Adiba melangkah masuk dengan keanggunan seorang ratu.

Dia mengenakan gaun terusan beludru berwarna hijau zamrud yang longgar, dengan riasan wajah yang sengaja dibuat sedikit lebih tebal untuk menutupi wajah pucatnya.

Namun, auranya siang ini terasa begitu mendominasi, membuat Raynazh secara refleks menegakkan posisi duduknya dengan rasa waswas yang langsung merayap di dada.

"Ada apa, Adiba? Pertemuan dengan ayahku dan tim hukum baru akan dimulai satu jam lagi," ucap Raynazh, mencoba menjaga nada suaranya agar terdengar datar.

Adiba tidak menjawab dengan kata-kata. Dia berjalan mendekati meja kerja Raynazh, lalu dengan gerakan yang sangat santai, dia melempar alat uji kehamilan yang dibawanya tepat ke atas dokumen penting di hadapan suaminya.

Tuk.

Raynazh mengernyitkan alis, menatap benda putih panjang itu dengan bingung sebelum akhirnya matanya menangkap dua garis merah tegas di layar digital tersebut.

Detik itu juga, seluruh pasokan oksigen di dalam paru-paru Raynazh seolah diisap habis. Wajahnya berubah pias, memucat bagai mayat, dan jantungnya bertalu hebat dengan ritme yang liar.

"A-Apa... apa maksud dari semua ini, Adiba?" Suara Raynazh bergetar hebat, tangannya yang terulur untuk menyentuh alat itu mendadak kaku di udara.

Adiba menyandarkan pinggulnya di tepi meja kerja Raynazh, melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap suaminya dengan pandangan yang penuh rasa muak dan kepuasan yang sadis.

"Kau lulusan universitas elit New York, Raynazh. Kau pasti tahu cara membaca alat tes kehamilan," ucap Adiba dengan nada suara yang sangat tenang namun setajam silet. "Aku hamil."

"Tidak... tidak mungkin!" Raynazh berdiri dari kursinya dengan sentakan keras hingga kursi itu terdorong mundur membentur dinding kaca.

Dia menunjuk Adiba dengan jari yang gemetar. "Kita... kita tidak pernah melakukannya, Adiba! Aku tidak pernah menyentuhmu sejak malam pernikahan kita! Anak siapa yang kau kandung, hah?!"

Adiba terkekeh pelan, sebuah tawa sinis yang membuat bulu kuduk Raynazh meremang sempurna. Dia memajukan wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata Raynazh yang dipenuhi ketakutan akan kehancuran ego luarnya.

"Kau benar-benar bodoh atau sedang berpura-pura amnesia, Suamiku?" bisik Adiba, sengaja menekankan kata 'Suamiku' dengan nada mengejek. "Tentu saja ini bukan anakmu. Ini adalah benih dari Louis. Anak dari pria yang meniduriku di malam pertama pernikahan kita, sementara kau... kau berdiri di kamar seperti seorang pengecut."

Deg.

Hantaman kenyataan itu terasa begitu telak hingga membuat Raynazh merasa dunianya benar-benar runtuh dan hancur berkeping-keping.

Anak adiknya sendiri. Istrinya mengandung anak dari Louis—pria yang paling dia benci, pria yang masa depannya telah dia hancurkan demi takhta perusahaan. Sekarang, takdir seolah sedang meludahi wajahnya dengan cara yang paling kejam.

"Kau... kau harus menggugurkannya, Adiba!" Raynazh mencengkeram bahu Adiba dengan liar, matanya menggelap oleh kegilaan dan kepanikan yang teramat sangat.

"Aku tidak akan membiarkan anak haram itu lahir! Kau harus menyingkirkannya hari ini juga! Jika Ayah tahu, jika media tahu, reputasiku akan hancur! Aku akan menjadi bahan tertawaan seluruh New York!"

Adiba dengan kasar menepis tangan Raynazh dari bahunya. Tatapan matanya berkilat kejam, memancarkan kegelapan yang pekat yang membuat keberanian Raynazh menciut seketika.

"Berani kau menyentuh anakku, Raynazh, maka hari ini juga aku akan memastikan kau membusuk di dalam penjara atas keterlibatanmu dalam kasus pemerkosaan Ambar di masa lalu," ancam Adiba dengan suara yang teramat rendah namun mematikan.

"Anak ini akan tetap lahir. Dan kau... kau akan menjadi ayah baptisnya di depan publik. Kau akan menggendongnya, kau akan memberinya nama belakang Osborn, dan kau akan berpura-pura mencintainya di depan seluruh dunia, sementara di dalam hatimu, kau tahu betul bahwa setiap kali kau melihat wajah anak ini, kau sedang melihat bayangan Louis yang telah merebut segala hal darimu."

Raynazh jatuh terduduk kembali di kursinya, air mata frustrasi dan ketakutan mengalir deras di pipinya.

Dia meremas rambutnya sendiri dengan kedua tangan, merasakan sesak yang teramat sangat di dadanya. Neraka yang dirancang oleh Adiba kini telah mencapai tingkat yang paling jahanam bagi jiwanya.

Dia dipaksa memelihara darah daging adiknya sendiri di dalam rumahnya, di bawah satu atap, tanpa bisa melawan sedikit pun.

"Kau... kau benar-benar iblis, Adiba..." bisik Raynazh dengan suara yang pecah.

Adiba hanya tersenyum manis, merapikan kembali gaun hijau zamrudnya dengan anggun.

"Aku bukan iblis, Raynazh. Aku hanyalah perpanjangan tangan dari keadilan yang tertunda. Bersiaplah, karena sebentar lagi kita harus pergi ke Brooklyn untuk menemui ayah kandung dari anak ini."

Sementara itu, di kantor cabang Osborn Group di Brooklyn, suasana kerja siang itu berjalan dengan sangat sibuk.

Louis Enver Osborn berdiri di tengah ruang rapat utama, meninjau maket besar dari proyek perluasan pelabuhan komersial yang menjadi tanggung jawab barunya.

Penampilannya masih tetap urakan dengan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, menampilkan deretan tato di lengannya, namun fokus kerjanya tidak bisa diragukan lagi.

Pintu ruang rapat terbuka, dan sekretaris cabangnya melangkah masuk dengan ekspresi wajah yang tegang. "Pak Louis... rombongan dari kantor pusat Manhattan dan perwakilan dari Abbey Enterprises baru saja tiba di lobi utama."

Louis menghentikan penjelasannya, matanya yang abu-abu menatap lurus ke arah pintu. Detak jantungnya yang semula stabil mendadak memberikan getaran aneh yang tidak biasa. Adiba datang, batin Louis, sebuah intuisi yang langsung membuat otot-otot tubuhnya menegang.

Beberapa menit kemudian, rombongan tersebut melangkah masuk ke dalam ruang rapat. Arthur Osborn memimpin di depan dengan langkahnya yang angkuh, disusul oleh Raynazh yang berjalan dengan kepala yang sedikit tertunduk, dan akhirnya... Adiba Abbey.

Begitu Adiba melangkah masuk ke dalam ruangan, mata elang milik Louis langsung mengunci sosok wanita itu.

Louis menyadari ada sesuatu yang berbeda dari penampilan Adiba siang ini.

Meskipun wanita itu memasang senyuman manisnya yang biasa kepada para staf, wajahnya tampak sedikit lebih pucat dari biasanya, dan ada gumpalan aura yang teramat pekat dan protektif terpancar dari cara wanita itu berjalan sembari meletakkan satu tangannya di atas perutnya sendiri secara halus.

1
Agus Hidayat
ya pada perang sendiri padahal bayinya udah ma daddynya🤣🤣🤣
nayla tsaqif
Semoga lekas sembuh,, 😊
Ros 🍂: ma'aciww ka🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
semoga lekas sembuh kak😍😍
Ros 🍂: ma'aciww kakak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Gaskennn,bang gio,, segera sah kan mbk adibanya,, biar louis ketar ketir anak yg di kira miliknya punya calon bpk,, 🤭
Ros 🍂: Ku kira anakku, ternyata bukan anakku😭🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ketemuan juga gasken bang gio gercep sekali babang yg satu ini😍😍😍
Ros 🍂: Ahahaha 🤭
total 1 replies
Agus Hidayat
next😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Plotwist yg sangat mengejoet kn,,?? Diatas si gila adiba masih ada yg lbh gila,, babang giogio,, 😌
Ros 🍂: Reader aman ? 🤭🙏🏻
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wauuu aku sungguh tergiorgio Giorgio ini ma sama kayak yg aku haluiin Thor kerennn pakai kebangetan thanks kak udah datengin makhluk yg sama GK warasnya kayak Adiba😍😍👍👍👍
Ros 🍂: Huhuhu Ma'aciww ya kak 🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
😍😍😍😍😍
Ros 🍂: uhuhuyyy🥰🫶
total 1 replies
Debu Nakal
sungguh diluar nurul 😱😱😱
Ros 🍂: biar Author lanjutkan 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
sorry kak typo othor maksudnya bukan tohir🙏🤣🤣🤣
Ros 🍂: santai kak hehehe😅
total 1 replies
Agus Hidayat
wauu sungguh plot twist yg sangat sangat😍👍 GK bisa berkata kata kerennnnn pakai banget suka semua karya Tohir semuanya best😍😍😍😍😍
Ros 🍂: iiiih thankyou kak🫶 sehat-sehat ya 🥰
total 1 replies
Agus Hidayat
next kak👍
Ros 🍂: siap kak
total 1 replies
Agus Hidayat
absen 😍😍😍😍
Ros 🍂: ya huuuuu Ma'aciww Sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aku mendukungmu 1000 persen Adiba jadilah perempuan yg tangguh dan Badas, bukan kamu yg tidak pantas tapi dia yg tak pantas untukmu💪😍😍😍
Ros 🍂: nah iya 🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huh rasain jangan balikan lagi Thor kasih Adiba jodoh yg lain aja👍
Ros 🍂: okay kak🫶🥰
total 1 replies
Bellz
kapan up thor nungguin banget suka sama karhanya😍
Ros 🍂: Malam ini dua bab dulu ya kak🫶 besok Author Up banyak 🙏🏻🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Q rela louis nyumpah nyerampahin adiba,, tp q gk rela baby di kandungan adiba di hina bpknya sendiri sprti itu sakit bangettt itu,, plisss jangan balikan,, jd single mom aja adiba,,
Ros 🍂: siap sesuai Maunya reader 🥰 Maafkan author yaa 😭
total 1 replies
Bellz
semangat Thor, suka sama karyanya😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🥰 semoga tetap Singgah 🫶
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huuaaaaa nangis aku thor nyesek banget, tapi i am so happy akhirnya Adiba jadi waras jangan buat balikan sama Louis Thor nek banget sama cowok modelan gitu kasih jodoh yg lain baru kali ini baca novel othor spaneng Mulu aku jangan kasih bawang terus thor
Ros 🍂: huhu maafkan author 🙏🏻🤭🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!