Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
batin sang kakak
Ketika jam menunjukkan pukul setengah tiga sore, Sella membuka pintu ruang kerja Raffa dengan langkah santai. Tangannya membawa dua gelas coffee milk, aroma kopi dan susu yang hangat menyebar tipis ke seluruh ruangan.
Raffa menoleh, sedikit mengernyit, namun tak bisa menahan senyum tipis. Ia meraih satu gelas yang diberikan Sella.
“Terima kasih,” ucapnya pelan, mencoba tetap tenang meski di dalam hatinya ada sedikit rasa risih, bukan karena minumannya, melainkan karena keberadaan Sella di sana.
Sella hanya tersenyum, mengangkat alis. “Jangan terlalu kaku, Pak Raffa. Santai saja.”
Aswin baru saja masuk ke ruang kerja dengan berkas di tangan, melihat interaksi itu, ia berdeham pelan dan memberi kode. Sella seketika menangkapnya, lalu tersenyum dan melangkah keluar ruangan.
Sesaat setelah pintu tertutup, Aswin menoleh ke Raffa sembari menepuk meja ringan. “Katanya sudah punya Shintia… tapi ada cewek bawain kopi diterima juga, ya, Pak?”
Raffa menatap Aswin tajam, mata menahan api kesabaran. “Aswin.”
“Iya, Pak?”
“Di hati saya hanya Shintia. Tidak ada yang lain,” jawab Raffa tegas, membuat Aswin hanya bisa mengangkat bahu sambil tersenyum tipis. “Hati-hati, Pak. Sella itu licin.”
Raffa hanya tersenyum tipis, menegakkan tubuhnya, menatap ke arah jendela. Pikiran Raffa kini hanya fokus pada pertemuan nanti dengan Shintia, di hari wisuda Shintia.
...
Sementara itu, di tempat duduk kerjanya, Sella menatap layar ponsel dengan tenang. Gosip yang tersebar tentang dirinya dan Raffa terus bermunculan. Caption-caption akun gosip semakin membesar, membicarakan kedekatan mereka, membahas senyum, tatapan, dan bahkan momen tipis saat Raffa merangkul bahunya.
Sella menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. Yang kini ia khawatirkan adalah Andreas. “Aku harap Andreas tidak tahu ini …” gumamnya pelan.
Ia tak ingin Andreas salah paham. Dan di sisi lain, Sella sangat membenci Jeffry. Ulahnya jelas, sengaja ingin mencampuri hidupnya, bahkan mungkin mengganggu hubungan orang lain demi rasa cemburunya sendiri. Sella menutup aplikasi media sosial itu, menepuk ponselnya pelan. “Nanti juga reda sendiri.
Ia menatap ke luar jendela, sinar matahari sore menembus tirai, membuat wajahnya tampak dingin dan menantang. Di hatinya, satu hal jelas, ia tak akan membiarkan siapapun merusak hidupnya.
***
Malam itu, di kediaman Andreas, suasana jauh lebih tenang. Shintia duduk santai di ruang keluarga, kaki menekuk di sofa, ponsel di tangan. Sesekali ia tersenyum, mengetik pesan singkat kepada seseorang. Sosoknya terlihat rileks, bahkan ceria, seolah seluruh beban beberapa minggu terakhir hilang begitu saja.
Andreas menuruni tangga, memandang adiknya dari atas anak tangga. Ia memperhatikan setiap gerakan, setiap senyum tipis yang muncul di wajah Shintia. Sesekali ia mencondongkan tubuh, mendengar suara ketukan jari di layar ponsel.
“sudah happy lagi…” gumam Andreas,
Andreas melangkah ke ruang keluarga, duduk di kursi dekat Shintia tanpa mengganggu. “chat sama siapa kamu, Shin?” tanyanya pelan.
Shintia mengangkat wajah, tersenyum manis. “Cuma teman, Kak. biasa Tari itu lo.”
Andreas menatapnya diam,
"ngapain kakak liatin aku?" Tanya Anjani heran,
Andreas mengangkat alisnya, "enggak, cuma perhatikan kamu aja. Oh iya... Gimana, besok persiapan wisuda? Sudah siap?"
"udah, kak. Besok pagi mamah sama ayah kesini kan?"
"mungkin. atau mereka datang sehari sebelum wisuda kamu... Kalau besok kayaknya ayah yang belum bisa."
Shintia mengangguk,
ruangan hening beberapa detik, suara jam dinding terdengar Lebih jelas ...
"em, kak... Gimana hubungan kakak sama kak Sella? Baik kan? Kapan kak Sella di ajak ke rumah?"
Deg.
Seketika pertanyaan Shintia membuat Andreas sedikit terdiam.
Untung saja ekspresinya cepat kembali normal.
“Baik. Kenapa memang?” Andreas menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Kapan-kapan saja kakak ajak ke rumah. Sekarang Kak Sella sibuk, kakak juga sibuk.”
Shintia mengangguk pelan.
“Oh... kirain lagi berantem.”
“Enggak.”
“Syukurlah.”
Andreas tersenyum tipis.
Namun hanya dirinya yang tahu kalau senyum itu terasa berat. Karena di kepalanya saat ini bukan hanya tentang Sella.
Melainkan juga tentang Raffa, Laki-laki yang sampai hari ini masih menjadi rahasia terbesar yang ia sembunyikan dari adiknya.
Laki-laki yang sebenarnya masih hidup.
Laki-laki yang ternyata Direktur Hotel Permata.
Dan laki-laki yang jelas-jelas menyukai Shintia, namun ternyata penghianat baginya.
Andreas menghela napas pelan.
Di sisi lain, Shintia sama sekali tidak menyadari apa yang sedang dipikirkan kakaknya. Ia justru tersenyum kecil sambil memandangi cincin yang melingkar manis di jarinya.
Andreas memperhatikan itu.
“Masih suka cincinnya?”
Shintia langsung mengangguk cepat.
“Suka banget, kaka pinter memilih.”
“Baguslah.”
“Makasih ya, Kak.”
Andreas tersenyum semu.
ya dadanya terasa tidak nyaman, jelas itu.
Karena setiap kali melihat cincin itu, ia teringat pada Raffa.
Kalau saja Shintia tahu siapa pemberi sebenarnya... Entah bagaimana reaksinya nanti.
“Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Andreas.
Shintia langsung salah tingkah.
“Enggak kok.”
“Boong.”
“Beneran enggak.”
Andreas terkekeh kecil. Untuk sesaat ia memutuskan melupakan semua masalah yang sedang mengelilinginya.
Tentang Sella, Tentang Raffa, dan foto-foto yang beredar. Rasa curiga, cemburu yang semakin besar.
Malam itu ia hanya ingin melihat adiknya bahagia.
***
Sementara itu... Di Hotel Permata.
Jam kerja sudah berakhir sejak satu jam lalu.
Namun lampu ruang direktur utama masih menyala terang. Raffa masih duduk di depan meja kerjanya.
Tumpukan berkas terbuka di hadapannya. Tetapi fokusnya jelas bukan pada pekerjaan.
Tatapannya berulang kali jatuh pada kalender digital di tablet.
Tiga hari lagi.
Wisuda Shintia.
Sudut bibirnya terangkat tipis.
Rasanya aneh.
Sebagai direktur hotel yang terbiasa menghadapi ratusan rapat penting, negosiasi besar, dan keputusan bernilai miliaran rupiah...
Ia justru gugup menghadapi satu gadis.
Pintu ruangan diketuk.
Aswin masuk sambil membawa beberapa dokumen.
Namun baru beberapa langkah, ia langsung melihat senyum tipis di wajah atasannya.
“Hm.”
“Apa lagi?” tanya Raffa.
Aswin meletakkan berkas.
“Bapak lagi mikirin mba Shintia ya?”
Raffa mengangkat alis.
“Kelihatan?”
“Banget.”
Raffa tertawa kecil.
“Sebegitu parahnya?”
“Iya.”
Aswin ikut tersenyum.
“Kalau mba Shintia lihat wajah bapak sekarang mungkin beliau langsung tahu semuanya.”
Raffa menggeleng pelan.
“Dia gak akan tahu.”
“Belum tahu.”
Raffa terdiam.
Benar juga.
Tiga hari lagi semuanya akan berubah. Tidak ada lagi rahasia, Tidak ada lagi penyamaran. Dan tidak ada lagi alasan bersembunyi.
Ia akan muncul langsung di hadapan Shintia.
Dan untuk pertama kalinya... Memperkenalkan dirinya yang sebenarnya.
***
Di tempat lain.
Sella baru saja sampai di apartemennya.
Ia melempar tas ke sofa lalu menjatuhkan tubuhnya ke kursi ruang tamu.
Hari itu terasa melelahkan baginya.
Belum lagi berita di media sosial yang semakin ramai.
Ponselnya bergetar, Satu notifikasi baru muncul.
Sella membukanya.
Raffa tertabrak.? 🥲🥲
di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
pasti Shintia salah paham🥲
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲
fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗