NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 HASIL UJIAN DAN KEBAHAGIAAN KELUARGA

Hari-hari setelah pelaksanaan ujian berjalan dengan teratur seperti biasa. Aisyah tetap menjalani rutinitasnya setiap pagi dengan disiplin, bangun subuh, melaksanakan ibadah, dan mempersiapkan diri untuk sekolah. Di luar rumah, dia tetap bersikap tenang, tidak banyak berbicara, dan terlihat dingin di hadapan orang lain. Namun, ketika dia kembali ke rumah, suasana berubah sepenuhnya. Dia menjadi gadis yang ceria, manja, dan tidak berhenti bercerita tentang hal-hal yang dia alami sepanjang hari.

Kedua abangnya, Alpin dan Alfarro, serta orang tuanya selalu memperhatikan perubahan sikap adik mereka itu dengan penuh kasih sayang. Mereka tahu bahwa sikap dingin Aisyah di luar adalah cara dia melindungi dirinya sendiri dan menjaga ketenangan hidupnya, sedangkan di rumah, dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu menyembunyikan perasaannya. Setiap kali Aisyah pulang dari sekolah, dia akan langsung menceritakan semua kejadian yang dia lewati, mulai dari pelajaran yang dia dapatkan, teman-temannya, hingga hal-hal kecil yang menurutnya menarik untuk dibagikan.

Suatu hari, saat mereka sedang berkumpul di ruang makan setelah selesai sarapan, Aisyah terlihat sedikit lebih bersemangat dari biasanya. Wajahnya yang datar saat di sekolah kini terlihat berbinar-binar, dan matanya berkilau ketika dia menatap kedua abangnya dan orang tuanya.

"Bunda, Ayah, Abang-abang!" panggil Aisyah dengan suara yang ceria dan lembut. "Hari ini sekolah mengumumkan hasil ujian kenaikan kelas! Aku sudah mendapatkan hasilnya!"

Mendengar ucapan adiknya, seluruh anggota keluarga menatapnya dengan perhatian. Alfarro yang sedang minum teh langsung menaruh gelasnya dan menoleh ke arah Aisyah dengan senyum lebar. "Wah, benar? Bagaimana hasilnya, Adik? Pasti nilainya bagus ya, kan?" tanyanya dengan nada yang penuh harap.

Aisyah mengangguk cepat, wajahnya terlihat sangat bahagia dan bangga. "Iya, Bang! Aku mendapatkan nilai yang paling tinggi di kelas! Semua mata pelajaran aku dapatkan nilai sempurna! Guru-guru juga memujiku dan bilang aku bisa membanggakan sekolah kita!"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Aisyah tidak bisa menahan kebahagiaannya lagi. Dia langsung mendekati Alfin yang duduk di sampingnya, lalu memeluk lengan abangnya dengan erat sambil terus tersenyum lebar. "Abang, aku sudah menepati janjiku! Aku mendapatkan nilai terbaik! Sekarang Abang harus memberiku hadiah yang dijanjikan ya!" katanya dengan nada yang manja dan sedikit memaksa, membuat seluruh orang di sekitarnya tertawa mendengar tingkahnya.

Alpin yang melihat kebahagiaan adiknya itu juga ikut tersenyum puas. "Bagus sekali, Aisyah! Kami semua bangga padamu. Kau sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, dan hasilnya memang pantas didapatkan," ujarnya dengan suara yang penuh kebanggaan.

Ibunya menatap Aisyah dengan pandangan yang penuh cinta dan kebahagiaan. "Lihatlah, Nak. Usahamu tidak pernah sia-sia. Dengan kesabaran dan ketekunanmu, kau bisa mencapai apa yang kau inginkan. Kami sangat bangga menjadi orang tuamu," katanya sambil mengusap kepala Aisyah dengan lembut.

Alfin menatap adiknya dengan tatapan yang penuh kasih sayang. Dia tahu bahwa Aisyah memang selalu berusaha sekuat tenaga dalam setiap hal yang dia kerjakan, dan keberhasilan ini adalah hasil dari semua usahanya selama ini. "Baiklah, adikku yang paling berprestasi," kata Alfin sambil tersenyum. "Hadiah yang aku janjikan sudah siap. Karena kau berhasil mendapatkan hasil yang terbaik, aku akan memberimu sesuatu yang pasti akan kau sukai."

Setelah selesai sarapan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Alfin mengambil sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Aisyah. Aisyah menerima kotak itu dengan tangan yang sedikit bergetar karena rasa penasaran dan kebahagiaan. Dia membuka kotak itu dengan hati-hati, dan di dalamnya terdapat sebuah kalung yang sangat indah. Kalung itu terbuat dari emas putih, dengan liontin berbentuk bintang yang berkilauan karena dihiasi dengan berlian kecil yang berwarna putih.

"Wah, indah sekali!" seru Aisyah sambil memandang kalung itu dengan mata yang berbinar dan ini dari ayah dan bunda nak dan ini dari abang alfaro"Terima kasih banyak, Abang abang dan bunda dan juga atah hadia dari kalian aku sangat menyukainya!" katanya sambil memeluk Alfin dengan erat bergantian dengan alfaro terus sama ayah dan bundanya, menunjukkan betapa senangnya dia menerima hadiah tersebut.

Alfarro yang melihat itu hanya tertawa kecil dan berkata, "Lihatlah, baru dapat hadiah saja sudah senang sekali. Memang adik kita ini tidak pernah berlebihan dalam menyukai hal-hal yang baik."

"Kan aku memang menyukainya, Bang!" jawab Aisyah sambil tersenyum manis. "Terima kasih semuanya ya, karena sudah mendukungku dan menyayangiku selama ini. Aku tidak akan bisa mencapai ini semua tanpa bantuan dan doa kalian semua."

Setelah momen kebahagiaan itu berlalu, kehidupan mereka kembali berjalan seperti biasa. Namun, ada perbedaan kecil yang terlihat pada diri Aisyah. Di luar rumah, dia tetap bersikap seperti sebelumnya — tenang, tidak banyak berbicara, dan terlihat dingin ketika berinteraksi dengan orang lain. Ketika teman-temannya di sekolah menanyakan tentang hadiah yang dia terima atau hasil ujiannya, dia hanya menjawab dengan singkat dan datar, "Terima kasih. Aku hanya melakukan yang terbaik." Dia tidak pernah memamerkan keberhasilannya atau pujian yang dia terima kepada orang lain, karena baginya, kebahagiaan dan kebanggaan yang dia rasakan hanya cukup untuk dia dan keluarganya saja.

Namun, di dalam hatinya, dia merasa sangat bersyukur dan bahagia. Dia selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik, siswa yang berprestasi, dan saudara yang menyayangi. Dia tahu bahwa semua kebaikan yang dia dapatkan saat ini adalah berkat dari doa dan perhatian yang diberikan oleh orang-orang yang dia cintai.

Suatu hari, saat Aisyah sedang duduk di perpustakaan sekolah membaca buku, seorang guru mendatangi tempat duduknya. Guru itu menatapnya dengan pandangan yang penuh kekaguman. "Aisyah, bapak dengar bahwa kamu mendapatkan hasil ujian yang sangat bagus. Kau adalah salah satu siswa terbaik di sekolah ini yang sangat hebat dan pantas mendapatkanya. Kami sangat bangga memiliki siswa sepertimu," kata guru itu dengan suara yang lembut.

Aisyah menoleh ke arah guru itu, menatapnya dengan tatapan yang tenang dan datar. Dia hanya mengangguk sedikit sebagai jawaban, lalu berkata dengan suara yang rendah, "Terima kasih, Pak. Aku hanya berusaha sebisa yang aku mampu. Aku berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah harapan bangsa ini."

Guru itu tersenyum mendengar jawaban Aisyah. "Kamu adalah contoh yang baik untuk semua siswa di sini. Kau menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan kesabaran, kita bisa mencapai apa saja yang kita inginkan. Semoga kau terus menjadi seperti ini dan terus berprestasi di masa depan," ujarnya sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah guru itu pergi, Aisyah kembali memandang buku yang dia baca, tapi pikirannya melayang ke rumah dan keluarganya. Dia teringat akan kebahagiaan yang dia rasakan saat bersama mereka, akan kasih sayang yang selalu mereka berikan kepadanya, dan akan dukungan yang selalu mereka berikan dalam setiap hal yang dia kerjakan. Dia tahu bahwa apapun yang terjadi di masa depan, dia akan selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, dan dia akan selalu berusaha membanggakan mereka semua.

Sore harinya, saat Aisyah kembali ke rumah, dia langsung disambut oleh seluruh anggota keluarga yang sudah menunggunya. Ketika dia menceritakan kembali apa yang dikatakan oleh gurunya, wajahnya yang datar sedikit terlihat lebih bersemangat, dan dia menatap mereka dengan pandangan yang penuh cinta.

"Kalian tahu kan, meskipun orang lain memujiku, yang paling penting adalah kalian semua bangga padaku," kata Aisyah sambil duduk di antara kedua abangnya. "Karena kalian adalah orang-orang yang paling penting dalam hidupku. Tanpa kalian, aku tidak akan bisa menjadi seperti ini."

Alpin menepuk bahu adiknya dengan lembut. "Kau adalah bagian dari keluarga kita, Aisyah. Kita semua saling menyayangi dan mendukung satu sama lain. Apapun yang kau capai, itu adalah kebahagiaan kita juga," ujarnya dengan suara yang penuh kehangatan.

Alfarro menambahkan, "Dan ingatlah, apa pun yang terjadi, apakah kau berhasil atau tidak, kita akan selalu menyayangimu dan mendukungmu. Karena kau adalah adik yang paling kita cintai di dunia ini."

Mendengar kata-kata itu, Aisyah tersenyum lebar. Senyum yang tidak sering dia tunjukkan di luar rumah, tapi senyum yang paling tulus dan bahagia yang hanya dia tunjukkan di hadapan keluarganya. Dia merasa bahwa kebahagiaan yang dia rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang paling berharga di dunia ini, dan dia akan selalu berusaha untuk menjaga kebahagiaan itu selamanya.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan lancar. Aisyah tetap menjalani hidupnya dengan cara yang dia lakukan — tenang dan disiplin di luar rumah, tapi ceria dan penuh perasaan di dalam rumah. Dia terus belajar dengan giat, berusaha mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, dan dia selalu berusaha menjadi anak yang baik dan berguna. Dan seluruh keluarganya selalu mendukungnya, menyayanginya, dan bangga padanya setiap hari.

Mereka semua tahu bahwa Aisyah adalah anak yang istimewa. Meskipun dia terlihat dingin dan tidak banyak berbicara di depan orang lain, dia memiliki hati yang lembut, pikiran yang cerdas, dan semangat yang besar untuk mencapai impian-impiannya. Dan bagi mereka, itu adalah hal yang paling berharga yang bisa mereka miliki dalam hidup mereka.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🌷🩷

akun TikTokku: (lisalestari310 )

akun Instagramku: (Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!