NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mudah ditindas

“Nak Arsyad, ibu dan ayah sangat berterimakasih sekali karena sudah memberikan tempat ternyaman itu ayah dan ibu. Terimakasih juga, berkat nak Arsyad semua urusan dirumah sudah selesai. Keadaan rumah sudah layak kembali untuk ditempati. Sekali lagi ibu dan ayah sangat berterimakasih banyak.”

Sudah satu minggu ibu dan ayah wanita itu tinggal dirumahku, kini saatnya mereka kembali karena keadaan sudah membaik. Aku sudah membantu merenovasi rumahnya, bukan maksud apa-apa hanyalah sebagai bentuk permohonan maaf karena telah melukai hati mereka. Karena aku sudah lancang merenggut paksa kesucian anak perempuan yang mereka sayangi Zara Ayleen.

“Dengan senang hati, bu ini adalah sebagai bentuk permohonan maaf saya pada ayah dan ibu.”

Ibu dari wanita itu terlihat melamun sejenak, “ibu dan ayah sudah melupakan kejadian itu nak, untuk saat ini ibu dan ayah berpesan titip Zara ya, dia anaknya emang agak manja dan sedikit keras kepala. Nak Arsyad sekarang adalah suaminya, tolong perlakukan anak ayah dan ibu sebaik mungkin, karena ayah dan ibu pun membesarkan Zara dengan penuh kasih sayang. Jika memang tidak ada kecocokan diantara kalian, pulangkan saja Zara kerumah ibu dan ayah.” Ucap wanita berwajah teduh itu. Beruntung sekali wanita itu memeliki orangtua yang sangat perhatian dan penuh kasihsayang.

Aku hanya mengangguk samar.

Ayleen disampingku, hanya terdiam dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Wanita manja ini pasti sangat sedih akan ditinggal oleh kedua orangtuanya. Ayleen memeluk ibu dan ayah bergantian.

“Bu… kalau ada apa-apa jangan sungkan buat kabarin Zara. Ayah juga jaga kesehatan ya!, jangan banyak-banyak minum kopi ya yah” ucap wanita manja itu dengan berlinangan air mata.

Kedua orangtua Ayleen akan diantarkan oleh sopir yang sudah aku tugaskan. Wanita disebelahku melambaikan tangannya seiring dengan mobil yang melaju. Dia menyeka matanya, dan langsung masuk kedalam rumah.

Aku mengikuti langkahnya, wanita itu memasuki kamar.

Aku memperhatikan gerak-geriknya, ia membawa koper untuk mengemas pakaiannya, sepertinya wanita itu akan pindah kekamarnya lagi.

“Apa yang kau lakukan?” Ucapku tegas, dengan posisi duduk diatas sofa.

“Pindah ke kamar asal.” Balasnya sambil sibuk memindahkan pakaiannya kedalam koper.

Aku menghela nafas pelan. Gawat jika nanti mama dan Sabrine kesini mereka akan tidur dimana?, aduh aku tidak berani membayangkan jika Sabrine memaksi tidur dikamarku.

“Mama dan Sabrine akan sering menginap disini. Sebaiknya kamu jangan pindah!, karena kamarnya kan ditempati oleh mereka.”

“Itu urusanmu mas, bukan urusanku.”

“Bagaimana jika nanti Sabrine memaksa untuk tidur dikamarku hah?” Ucapku dengan melipat kedua tangan didepan dada.

Wanita itu tampak menghentikan aktifitasnya. Dia meliriku tajam. “Bukannya mas sudah sering tidur bersamanya?”

Sial, wanita itu sering menuduhku yang tidak-tidak. Benar citraku sudah buruk pada dirinya.

“Jangan omonganmu Ayleen!,” wanita itu terdiam menunduk. Jemarinya sibuk memilin ujung piyamanya.

“Saya memang tidak sebaik dirimu, tapi saya cukup tau batasan. Dan semua prasangka buruk yang kamu layangkan padaku itu salah. Saya belum pernah sekalipun meniduri wanita manapun. Kecuali malam itu denganmu.”

Deg. Wanita itu menatapku tajam, matanya berkaca-kaca.

“Dari sekian banyak wanita kenapa harus aku mas, banyak wanita cantik diluar sana.”

“Sudah saya bilang, itu diluar kendalai saya.” Ucapku berlalu pergi. Meninggalkan wanita itu yang masih terisak. Emosiku sedang naik, aku harus segera pergi dari rumah ini.

***

“Bagaimana istrimu Ar?” Lagi-lagi papa bertanya tentang wanita itu.

“Dia tidak kenapa-kenapa pa, aman.” Ucapku singkat.

“Awas saja jika kamu menyakitinya lagi.”

“Kok jadi papa yang ribet si.”

Aku berlalu pergi meninggalkan papa yang berada diruang kerjaku. Aku telah siap dengan pakaian olahraga. Aku perlu melampiaskan emosiku.

“Arsyad mau kemana kamu?, mama mu pergi kerumah kamu sekarang, jangan sampai terlambat dengan perlakuan mamamu pada istrimu.”

Langkahku terhenti, bisa gawat kalau mama pergi kerumah.

Pada akhirnya aku mengurungkan niat dan akhirnya tanjap gas menuju rumah.

Aku memarkirkan rubicon kesayanganku, dengan sempurna. Benar mobil Sabrine ada disana.

“Bisa-bisanya anak saya memberimu mahar cincin berlian.” Samar aku mendengar suara mama dari luar.

“Hey wanita penggoda, sebenarnya apa si yang sudah kamu kasih untuk anak saya, sampai dia tergoda olehmu. Cantik sih tapi badan kamu terlalu kecil seperti kekurangan gizi.”

“Saya tidak melakukan apapun untuk menarik perhatian anak tante, anak tantenya aja yang tergoda denganku.”

“Ish… kurang ajar sekali. Sok cantik banget, hey badan kamu itu kurus kering, apa yang dilihat arsyad dari tubuhmu itu?”

“Saya juga tidak tau tante, yang saya ingat malam itu mas Arsyad kalang kabut sekali melihat tubuhku, saya sudah meronta tapi mas Arsyad terus saja memaksaku.”

Entah mengapa bibirku tersenyum tipis kala mendengar jawaban dari wanita itu, ternyata wanita itu tidak mudah ditindas begitu saja. Dia pintar menjawab.

“Ih tante… hati Sabrine sakit. Sabrine juga mau digituin sama mas Arsyad.”

Aku masih terdiam mendengarkan dibalik pintu rumah, masih ingin tahu jawaban apalagi yang wanita kecil itu layangkan.

“Kasihan sekali ya mbak Sabrine, sudah berusaha sekuat tenaga buat godain mas Ar, tapi hasilnya nihil, mas Ar tidak tergoda.”

“KURANG AJAR KAMU.”

“PLAK…” sebuah tamparan keras.

“Dasar wanita penggoda.”

Tidak bisa dibiarkan, ini sudah main fisik. Aku melangkahkan kaki kedalam rumah.

“Sini kamu tidak pantas memakian cincin berlian itu, hanya Sabrine yang pantas memakainya.”

“Mama!” Mama menghentikan aksinya kala mendengar suaraku.

Ayleen masih memegangi pipinya yang memerah, air matanya kembali turun.

“Arsyad dia sudah kurang ajar sama Sabrine.”

“Ma, tolong hargaim Arsyad dirumah ini. Mama tau Arsyad paling tidak suka dengan keributan didalam rumah.”

Aku melirik wanita itu lagi. Ia sudah menunduk sambil mengangis tangan kanannya mengepal berusaha menjaga cincin berlian yang tersemat dijari manisnya. Tangan kirinya memegangi pipinya yang merah.

“Lyn masuk kamar!”

Wanita itu berjalan begitu saja, tanpa menoleh kearahku.

“Tante… wanita penggoda itu sudah satu kamar dengan mas Arsyad.” Sabrine merengek pada mama, dengan gaya manjanya.

“Arsyad….kam..”

“Diam atau pergi dari rumah ini.” Ucapku sambil menghempaskan tubuh diatas sofa.

“Benar-benar anak saya sudah tergoda dengan wanita penggoda itu. ya tuhan kenapa selera anak saya rendah sekali.”

Aku tidak mendengarkan ucapan mama, aku melambaikan tangan pada mbak Asih.

“Mbak, aku sangat haus.”

“Siap mas, mbak siapkan minuman segar.”

“Tante… apakah mereka melakuan adegan intim lagi didalam kamar itu, ah.. tante aku tidak bisa membayangkannya. Sabrin gak rela tante..”

Mereka berbisik tapi aku masih bisa mendengarnya.

“Tante juga gak habis pikir sama Arsyad”

“Ekhem..” aku berdehem cukup keras.

*

*

Kesel nanget author sama si Sabrine yang pickme itu. Jadi pengen cubit ginjalnya deh. Ih….

sayang-sayangku jangan lupa like, komen, kasih bintang lima dan vote ya. Sungguh dukungan dari kalian para readers sangat berarti buat author.💗

1
Aniza
lanjut thooor
roses: siap kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!