NovelToon NovelToon
REPLAY

REPLAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: Anyelir 02

Berawal dari pertemuan di sebuah pernikahan menjadi kisah cinta yang rumit. Kisah antara Devika Nala Arutala dengan Raditya Arya Wijaya. Bagi Arya, Nala bukan hanya masa kini namun juga masa lalu. Masa lalu yang tak mungkin bisa ia lupakan begitu saja.

Berawal dari pertemuan tanpa sengaja di sebuah pernikahan. Sekian lama kembali bertemu, Arya mengetahui sebuah rahasia tentang kisah mereka di masa lalu, membuat tekadnya yang padam menjadi membara.

Pertemuan mereka bukanlah hanya sebuah kebetulan, namun takdir. Bertemu kembali, mengulang kisah. Jika dahulu berakhir menyedihkan, maka kini haruslah indah. Air mata yang dulu tumpah haruslah berganti menjadi pelangi.

Waktu mungkin saja berjalan, namun hati selalu tahu tempat mereka pulang. Bunga yang layu mampu kembali mekar, sama seperti manusia. Ada saatnya kita layu untuk merenung dan mekar untuk bersinar. Cinta sejati tidak pernah benar-benar mati, ia hanya layu untuk mengajarkan kita cara merawatnya dengan lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 - Benang Kusut

Nala menangis dalam diam. Ayahnya memberikan cinta yang begitu tulus tanpa pamrih untuk ibunya. Namun, kenapa harus dibalas sebuah pengkhianatan yang paling menyakitkan. Nala merasa tak terima. Ingatannya mungkin hilang soal ibunya, namun sakit yang di derita ayahnya mampu ia rasakan.

Kemudian, ia melanjutkan membaca buku harian itu. Dalam buku terlihat jelas ayahnya memantau dirinya dari jauh. Meminta seseorang untuk terus mengikutinya, menjaganya. Semarang dan Jakarta, jaraknya jauh tapi ayahnya tetap menyayanginya. Kasihnya begitu besar untuknya.

Foto dirinya saat mengikuti lomba sains tingkat nasional, terpampang di bukunya. Potongan berita dari koran soal dirinya pun juga terpasang dalam buku.

Hari ini terasa sakit. Putriku yang cantik harus mengalami hal yang menyakitkan. Kukira kau bahagia, nak. Ayah kira kau hidup enak dengan ibumu dan keluarganya yang berkecukupan. Namun, kenyataannya tidak. Kau tersiksa disana. Kau yang ceria berubah menjadi pendiam. Putri cantikku terluka. Ayah tak terima, nak. Ayah akan berusaha agar kau kembali ke pelukan ayah. Ayah akan merebutmu dan membuatmu berada dalam perlindungan ayah kembali.

“Luka?” gumam Nala

Foto dirinya bersama ibunya. Dalam foto itu, dirinya dipukul dengan sebuah tongkat. Nala merasakan sakit di kepalanya. Bayangan adegan seperti dalam foto itu sekelebat muncul di kepalanya.

“Apakah ini alasannya ingatan soal ibu terhapus?” gumam Nala

Nala kembali membaca lembar tiap lembar buku harian itu. Perjuangan ayahnya untuk mengambilnya. Tekad kuat ayahnya tersampaikan dengan sangat baik dalam tulisan itu. Bahkan saat dirinya berhasil direbut, ayahnya menuangkan cinta dengan porsi yang sama dengan kakaknya.

Cerita itu berakhir saat ayahnya berada di Lebanon, menjalan tugasnya disana. Ada satu kalimat yang begitu menyentuh untuknya.

... Putriku, Ayah mungkin tidak selalu ada untuk menjagamu dari dekat, tapi setiap langkah patroli ini adalah doa agar kau selalu hidup di dunia yang aman. Jika suatu saat Ayah tidak pulang, ketahuilah bahwa namamu adalah kata terakhir yang Ayah sebut dalam doa.

Foto ayahnya dengan seragam lengkap dan baret birunya terpampang disana. Ayahnya tampak begitu gagah. Nala mengelus foto itu dengan lembut. Ada kerinduan dalam mata Nala yang terpancar disana.

“Ayah, Nala rindu ayah,”

Tes

Air matanya kembali menetes. Meskipun dirinya tak terlalu ingat soal ayahnya di masa lalu, namun hatinya tetap terasa penuh. Tak ada lubang cinta dari ayahnya.

“Sekarang, tekadku sudah bulat. Ingatanku harus balik bagaimanapun caranya.” Nala tau akibat dari perbuatannya. Rasa sakit mungkin akan kembali ia rasakan dan akibatnya mungkin lebih parah nantinya daripada sebelumnya.

“Air itu! Air itu akan sangat membantu. Ingatanku kembali setelah meminum air itu.” Girang Nala dan segera masuk ke ruang dimensi itu.

 

...****************...

Arya menatap puas lukisan miliknya. Lukisan Nala yang tersenyum dengan gaun bridesmaid yang ia kenakan. Tampak sama sesuai dengan ingatannya.

Cantik.

Sangat cantik.

Pujian tak akan putus setelah memandang lukisan itu. Dalam benaknya terus saja memuji keindahan itu.

“Bagaimana Kevin, cantik, kan?”

“Cantik, tuan!” Kevin begitu memuji bakat tuannya dalam seni lukisnya. Gambaran itu sangat sama dengan gambaran aslinya.

Arya menatap tajam Kevin saat mendengar pujian Kevin soal Nala. Tidak ada yang boleh memuji Vika-nya. Yang boleh hanya dirinya.

“Maksud saya lukisannya tuan. Lukisan anda sangat bagus!” Kevin segera memperbaiki kalimat pujiannya saat menyadari tatapan tajam dari bosnya.

Arya kembali menajam saat merasa bahwa Kevin menghina Nala. “Jadi maksudmu Vika-ku tak cantik?” Arya sangat tak terima jika Vika tak dipuji cantik.

Kevin dilanda kebingungan. Memuji Vika salah dan memuji lukisan salah. Kevin menghela napas lelah saat bosnya sedang begitu sensitif.

“Maksud saya, objek dalam lukisan anda sangat cantik karena anda yang melukisnya.” Puji Kevin dan Arya mengangguk puas.

Melihat itu, Kevin bernapas lega. Sungguh, menyenangkan bosnya itu susah-susah gampang. Dia terlalu sensitif dan pemarah. Hanya menyangkut soal cintanya yang mampu membuatnya merasa puas dengan mudah.

Ingat!

Hanya soal Vika lah yang mampu membuatnya senang. Apapun itu.

Melirik ke arah berkas yang ia bawa. Dirinya bingung bagaimana cara menyampaikannya. Bosnya sedang hanyut dalam obsesinya. Sedangkan pekerjaan saat ini sedang menumpuk. Berkas kerja sama terbengkalai dan laporan bulanan belum ditinjau. Sungguh, rasanya Kevin ingin berhenti. Hanya saja, gajinya yang besar yang membuatnya bertahan. Di tempat lain, mana mungkin mendapatkan gaji sebesar gajinya yang sekarang.

“Tuan!”

Arya yang dipanggil hanya menjawab tanpa menoleh. Memandangi lukisan nya lebih menarik untuknya. “Ada apa?” Jawaban itu mampu membuat Kevin berkeringat dingin. Nadanya biasa, namun mampu membuatnya terasa akan mati nantinya. Berbanding terbalik dengan Arya yang sedang tampak santai tanpa tau bahwa asistennya sedang berkeringat dingin.

“Ini soal kerja sama dan – “

“Ah, pekerjaan ya,” Jawaban dingin itu kembali. Mode ini, sangat menakutkan bagi Kevin. Arya meletakkan kuasnya dan berhenti melukis. Melirik ke arah Kevin yang berdiri di sampingnya sambil mengelap tangannya.

“Ada masalah?” Arya berdiri dari tempat duduknya dan berpindah ke kursi kerjanya. menengadahkan telapak tangannya ke arah Kevin, sebuah isyarat bisu yang menuntut laporan yang harus dibacanya.

“Jadi, Sanjaya Group kembali berulah,” Arya mengetuk-ngetuk ujung kuku secara berirama. Memikirkan strategi yang cocok untuk menangani masalah

“Benar tuan. Mereka berusaha mendapatkan tanah yang sedang kita incar untuk membuat sebuah perumahan elite.”

“Sampah itu sangat tak tau diri!” geram Arya. Sanjaya Group milik Keluarga Sanjaya. Musuh keluarga Wijaya. Mereka selalu menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Keluarga Wijaya termasuk menggunakan cara kotor sekalipun akan mereka lakukan.

Cara yang paling kotor mereka adalah bekerja sama dengan seseorang untuk menipu dan membuat Wijaya Group bangkrut. Penghasilan utama keluarga Wijaya adalah Wijaya Estate Group. Dan jika menjatuhkan Wijaya Estate Group, maka Keluarga Wijaya akan hancur secara perlahan.

Arya mengingat saat-saat itu. Dirinya tak diberi kesempatan untuk lengah. Lengah sedikit, Wijaya Group akan jatuh. Untuk tidur saja, Arya tak mampu. Dirinya harus menopang keluarganya. Hanya mengingat Vika yang bisa membuatnya tetap sadar, meskipun dalam hatinya ada kebencian di dalamnya terhadap Vika. Keinginan bertemu Vika-nya kembali dengan cepat adalah motivasinya untuk terus maju.

Namun, semua itu terbayarkan. Dirinya bisa kembali bertemu Vika-nya. Bahkan membalas rasa sakit Vika-nya terhadap ibunya pun dirinya kini telah mampu.

“Sanjaya Group,” gumam Arya

Membaca laporan mengenai Keluarga Sanjaya, ada satu hal yang mengejutkannya. Laporan soal ibu dari wanita yang ia cintai ternyata menjadi istri dari anak di Keluarga Sanjaya. Bahkan orang itu pernah ikut menganiaya Vika-nya.

“Jadi, dia pernah menyentuh rambut Vika-nya di masa lalu,” Tangan Arya mengepal erat. Amarah keluar begitu saja saat membaca laporan soal Keluarga Sanjaya. Sanjaya tak hanya pernah menyentuh keluarganya, namun juga kekasih hatinya.

“Kehancuran mereka akan segera datang.”

1
Noona Rara
Aku mampir yah kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!