hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. curhatan wanita
Saat ku tiba di sana sudah ada Ha runa seperti biasa dan 2 menit kemudian becca datang menyusul bersama felix,
"hai girl,,, maafkan aku untuk yang kemarin aku tidak mau pura² kau tidak tau" ujar felix sembari memelukku,
"tak apa kau tidak perlu cemas,,," ujarku mencoba tetap santai,
"aku juga berharap kau benar baik² saja, kau tidak marah padaku kan?" ujar becca ikut berbicara,
"aku srius aku tak marah, kalau aku marah untuk apa aku mengajakmu sekarang dasar gila,,," ya aku tak marah pada becca dan felix ataupun yang lainnya kemarin,
Aku hanya marah pada diriku sendiri kenapa aku bisa ada di sana dan mendengar semua ucapan itu,
"aku sangat khawatir semalam becca terus menangis takut kau marah, sedangkan kemarin di villa suasananya sampai malam tidak begitu mengenakan setelah lee jo marah,,," jelas felix,
"sorry aku benar2 tidak ingin menguping tetapi tak ada jalan lain untuk keluar villa itu selain pinth utama, jadi aku mendengarnya" jelasku mencoba biasa saja,
"apakah suamiku ikut menggunjing mu?" tanya ha runa yang sebenarnya sudah tau semua hal itu dari suaminya,
"tidak,,, dia justru yang membelaku walaupun aku tak butuh pembelaan tapi aku sangat berterimaksih padanya,,,sungguh" jelasku agar ha runa tidak ikut salah paham pada suaminya,
"sebenarnya yanqi bukan orang seperti itu,,, kau harus percaya padanya,,," ujar felix,
aku hanya menanggapinya dengan cengiran, yah tentu seseorang akan berkata seperti itu untuk membela sahabatnya,
Felix menitipkan becca padaku dan nanti malam dia akan menjemputnya ke rumahku sebelum akhirnya dia pamit kembali ke vila WTM lagi,
kita bertiga berjalan dan mulai membicarakan sesuatu yang tidak penting, sepertinya sesuai dugaanku bila becca dan runa bertemu mereka akan seperti denganku cocok dan bisa menjadi persahabatan 3 orang,
"sebenarnya kenapa kin Ha Ni ada di vila WTM bukan kah di sana khusus yang bersangkutan dengan WTM saja ya" ujar becca tampak penasaran,
"sebelum menikah dengan sarang, hampir semua member mengira yanqi akan luluh dengan Hani suatu hari nanti,
hyun jo selalu punya alasan untuk istrinya yang membawa sahabantnya itu, padahal di satu sisi dia begitu mendukung kalau ha ni dengan yanqi" jelas ha runa,
"Aku sebal dengan yanqi yang tak menggubris apapun ketika mereka merendahkan sarang kemarin, bahkan wajahnya hampir kupukul,,,
tapi hyun joo melarangnya sayang sekali mereka akan segera melakukan syuting tidak boleh ada memar ataupun luka" ujar becca lagi,
Di sini aku hanya diam sibuk dengan pikuranku sendiri, yanqi tidak membelaku tentu saja karna aku tidak sama sekali penting di hidupnya bahkan dia tidak sedikitpun ingin membelaku di hadapan teman²nya,
"apa yang kau pikirkan,, " ha runa menepuk bahuku yang sedang mengawang menatap lurus ke arah ombak di depan sana,
Aku tersenyum melihat keduanya "apa sejak awal keputusanku salah ya,,," ujarku sambil menarik nafas berat,
"kenapa bilang begitu?,,," ujar becca sambil merangkul bahu ku,
"aku hampir saja percaya dengan semua perkataannya, tapi kau tau kemarin benar² membuatku kecewa dan aku sekarang sudah tidak punya rasa percaya diri sedikit pun" jelasku,
Ya aku ingin berbagi sedikit bebanku ini dengan mereka karna bagaimanapun akhirnya aku harus tetap mengeluarkannya agar tetap berpikiran waras.