NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Muak

Satu tahun berlalu, Sheza kembali mendaftar di kompetisi menari. Hadiah untuk pemenang adalah mendapatkan beasiswa di sekolah tari di luar negeri. Rasanya Sheza merasa mungkin lebih baik kalau dia bisa mendapatkan beasiswa itu. Dengan alasan sekolah, bukankah dia bisa menjauh dari keluarga yang juga telah lama mengabaikannya itu.

Setiap hari Sheza berlatih, tanpa lelah. Bahkan sampai pulang malam. Hingga ketika kompetisi itu diadakan satu hari lagi. Sheza berlatih dengan sangat giat. Dia baru pulang jam 7 malam.

Ketika akan menuju kamarnya. Karen menghadang Sheza tepat di atas tangga lantai dua.

Tangan Karen merentang ke arah pegangan tangga yang ada di seberangnya.

"Minggir!" ketus Sheza.

Dia memang tidak pernah ingin berbasa-basi atau bicara manis pada Karen.

"Besok adalah kompetisi, ingat kata paman dan bibi. Kamu, harus mengalah!"

Sheza mendengus pelan.

"Aku latihan siang dan malam, selama satu tahun ini. Aku sudah banyak mengalah padamu, tapi menari? aku tidak mau!"

Sheza baru saja hendak melangkah menaiki anak tangga terakhir. Namun Karen yang memang kesal pada Sheza yang masih saja tidak mau mengalah darinya. Segera mendorong Sheza dengan kedua tangannya dan seluruh tenaganya.

Sheza yang tidak siap, dan mendapatkan dorongan kuat jatuh dari tangga.

Sheza berguling beberapa kali sampai pada akhirnya, terjatuh di lantai dengan suara yang cukup keras.

Brukk

Karen yang tidak mau disalahkan segera berteriak minta tolong.

"Tolong! paman, bibi! Sheza jatuh dari tangga!"

Karen berteriak sambil menuruni anak tangga dengan cepat.

Nella dan Pras berlari keluar dari kamar mereka.

Di lantai, Sheza sudah tak sadarkan diri dengan luka di kepala, dan kaki.

"Nella, suruh supir siapkan mobil. Kita bawa Sheza ke rumah sakit!"

"Iya mas!"'

Pagi harinya, Sheza sadar. Kakinya terasa sakit sekali, kepalanya juga. Saat dia membuka mata, yang pertama kali dia dengar adalah tangisan Karen yang berada di rangkulan ibunya.

'Aku yang terluka, kenapa dia yang menangis seperti itu. Dasar ratu drama!' batin Sheza.

Sheza beralih ke arah kakinya yang di perban. Dan rasanya sakit sekali saat digerakkan.

"Kakiku..."

"Dokter bilang terbentur cukup parah, ada retak. Makanya Sheza, lain kali kalau naik tangga hati-hati!" ujar Pras.

Mata Sheza melebar, Sheza yang mendengar kakinya terluka begitu parah langsung menunjuk ke arah Karen.

"Dia yang mendorongku!" pekik Sheza.

"Bibi, tidak. Bukan aku, aku tidak mungkin mendorong Sheza. Aku bahkan ketakutan saat dia jatuh! Bukan aku bibi, sungguh bukan aku!"

Karen malah menangis lebih kencang lagi.

"Iya sayang, bibi percaya!"

Ucapan Nella sungguh membuat Sheza terkejut.

"Ibu, dia mendorongku. Dia bilang aku harus mengalah di kompetisi tari. Dan aku tidak mau. Makanya dia mendorongku. Kalian lihat saja kamera pengawas di rumah!"

"Bibi, aku tidak melakukan itu. Paman, bibi jika kalian tidak percaya padaku. Aku lebih baik pergi saja menyusul ibuku..."

Karen bahkan hanya melepaskan tangannya dari tangan Nella. Tapi wanita itu kembali menarik Karen.

"Bibi percaya padamu Karen. Mungkin Sheza makasih terkejut, makanya dia salah ingat"

Sheza mengernyitkan keningnya.

"Ibu... " lirih Sheza.

Hatinya lagi-lagi harus merasakan sakit itu. Rasa sakit ketika ucapannya di anggap angin lalu bahkan oleh ibunya. Dia sudah terluka separah ini, ibunya masih bicara seperti itu.

"Sheza, kamu istirahat saja. Kamu pasti salah, tidak mungkin Karen mendorong kamu. Dia sangat perduli padamu. Sejak semalam dia tidak berhenti menangis. Padahal dia harus tampil menari di kompetisi hari ini. Ayah dan ibu sudah mencabut pendaftaran kamu. Kamu istirahat saja dengan tenang. Ayah dan ibu akan mengantarkan Karen dulu lomba ya!"

Pras bahkan langsung mendekati Karen dan Nella. Ketiganya langsung pergi begitu saja dari kamar rawat Sheza.

Air mata Sheza kembali menetes. Tapi kali ini, Sheza tidak membiarkannya terlalu lama. Dia sudah muak.

Sheza segera menyeka air matanya itu. Dengan cepat. Dan mengepalkan tangannya dengan kuat.

Seperti yang dia kira beberapa jam kemudian. Ayah dan ibunya datang, bersama dengan Karen. Membawa sebuah piala, piala kemenangan Karen.

Tapi Sheza sudah tidak merasakan rasa sakit itu lagi. Dia sudah menatap kebahagian ketiga orang di depannya itu dengan mata terbuka, tanpa perasaan.

Tahun demi tahun berlalu. Sheza sungguh sudah tidak perduli dengan keluarga yang sudah mengacuhkannya cukup lama itu. Dia bahkan memilih kuliah di tempat yang jauh supaya bisa tinggal di asmara. Sheza bahkan bekerja paruh waktu, bukan untuk membiayai kuliahnya. Tapi dia memang ingin pergi dari rumah itu setelah dia lulus kuliah dan bekerja nanti.

5 tahun sejak Sheza tidak bisa menari lagi, dia bekerja dia sebuah perusahaan kecil. Bukan milik ayahnya, karena ayahnya justru memberikan saham lebih besar pada Karen. Jika dia bekerja disana, dia akan menjadi bulan-bulanan Karen.

"Malam ini, kita akan membicarakan pertunanganmu dengan Alex yang akan dilakukan satu minggu lagi. Pastikan kamu tidak terlambat!" Pras bicara pada Sheza.

Tapi, Sheza bahkan lupa. Kalau dia anak tunggal keluarga ini. Dia biasanya tidak pernah di ajak bicara saat sarapan bersama seperti ini.

Nella dan Pras saling pandang.

"Sheza, kamu dengar ayah bicara kan?" tanah Pras dengan suara lebih tinggi dari sebelumnya.

Sheza baru menoleh ke arah ayahnya ketika namanya di sebut.

"Oh, ayah bicara padaku!"

Tak

Pras sampai membanting garpu yang dia pegang di atas piring, mendengar ucapan Sheza seperti itu.

"Kamu ini, semakin lama benar-benar semakin tidak bisa diatur. Awas saja kalau kamu sampai tidak sopan seperti ini saat kita makan malam bersama malam ini dengan keluarga Alex!" tegas Pras.

Sheza juga meletakkan garpunya. Dia baru makan dua suap roti bakar. Tapi rasanya dia sudah kenyang, kenyang dengan perasaan muak pada ayah dan ibunya sendiri.

"Sheza, jangan bersikap seperti itu pada paman. Kamu anak paman satu-satunya..."

Sheza terkekeh mendengar ucapan Karen. Kenapa orang itu tidak di ajak bicara, tapi selalu mau ikut campur urusan orang lain.

"Aku kira kamu anak mereka satu-satunya!"

"Sheza!" bentak Pras.

Sheza mendengus kesal. Dia memilih meraih tasnya dan meninggalkan tempat itu.

"Sheza ingat makan malamnya jam 7, jangan terlambat!" kata Nella mengingatkan Sheza.

Tapi Sheza terlihat sama sekali tidak perduli. Dia memilih segera pergi dari tempat itu.

'Huh, mau menikah dengan Alex? aku tidak akan membiarkanmu Sheza. Semua yang kamu miliki, aku akan merampasnya darimu!' batin Karen.

"Paman, bibi. Tenanglah, nanti aku akan pergi ke kantornya dan menjemput Sheza!" kata Karen.

"Karen memang pengertian, entah kenapa Sheza jadi seperti itu. Dia jadi sangat sulit di beritahu!"

Nella bertanya seperti itu? rasanya terdengar aneh. Bukankah seharusnya dia yang paling tahu, kenapa putrinya menjadi seseorang yang seperti itu.

***

Bersambung...

1
Ariany Sudjana
dasar orang tua bodoh, masih juga membela pelacur murahan yang ga tahu diri itu, daripada membela anak kandungnya sendiri
Kedan Bawel 🍒
Hal yg paling menyakitkan adalah ketika orang tua mengesampingkan kepentingan anak sendiri, demi kepentingan anak orang lain..
Lebih merasa gak enakan seolah-olah punya hutang budi, dan memperlakukan anak sendiri bagai orang lain..
Denial dengan ucapan anak sendiri, dan lebih percaya dengan omongan orang lain.. 🤦🏻‍♀️
Kedan Bawel 🍒: Lalu, bagaimana dengan kisah selanjutnya..?
Apakah Sheza akan memaafkan & membebaskan nya..?
Apakah ortu Sheza benar² minta maaf, atau justru hanya karena ingin Karen dibebaskan dari sel tahanan nya..?
Peluang jatuh miskin sudah pasti besar tuh bagi keluarga Hadiwinata..
Secara saham² perusahaan sudah dalam kendali Ayank Jendra, dan Sheza sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan ayahnya..
Jika Karen bebas, masih mau kah Karen hidup bersama mereka berdua..?
Secara Karen hanya ingin hidup glamor layaknya anak orang kaya..
Namun jika keadaan berubah, aku yakin Karen akan menunjukkan sifat aslinya pada orang tua Sheza.. 🤭
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bener² baik apa bener² bodoh Sheza 🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga bohong sekali 🤣🤣🤣
ditendang sambil duduk katanya 😂😂
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenal gak kamu Pras Nella sama Sheza Hadiwinata 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Astaga dasar orang tua tidak peka, clue aja dah jelas sekali 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Bella🤔🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Sheza gurunya 🤔
vj'z tri
😅😅😅😅😅 cuma tendang terus mental cuma yaaa😅😅😅
vj'z tri
guru tadi 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
uang 🤧🤧🤧🤧🤧
Sekar
lanjut thor💪💪
yula
💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪
Noer: semangat
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Lagi bayangin wanita pegulat dengan berat 100kg, ada 2 orang pulak jadi 200kg.. Jika Karen kena SmackDown, dalam sekali bantingan apa tak langsung game over dari dunia halu..? 🤣🤣
Sedangkan aku aja pernah ketimpa paksu sewaktu masih berat 88kg, mataku melotot seperti mau keluar.. Astaghfirullah..🤣🤣
Kedan Bawel 🍒: Gepeng lah Kak.. 🤣
total 3 replies
Kedan Bawel 🍒
Setidaknya jika kau meragukan anakmu Sheza, kau tak perlu mempercayai sepenuhnya ucapan Karen & menelan nya mentah² dong Nella..
Kau orang tua nya..
Kau ibunya, yg seharusnya lebih paham akan karakter anaknya..
Seharusnya kau mencari tau sendiri dulu yg sebenarnya..
Kau bisa menghubungi nya, tanpa harus berkoar-koar dulu dengan siapa²..
Bahkan dengan Karen pun, kau harus menyimpan rahasia & fakta..
Agar kesalahan pahaman yg terjadi ketemu jawabannya..
Agar kau bisa melihat sendiri seperti apa Karen & seperti apa Sheza..
Namun kau berbeda, kau justru memilih buta untuk mencari fakta..
Kini sesal mu pun tiada guna..
Kau pun telah kehilangan putri terbaik mu, dan menantu terkaya..
Rasakan kurma pahit buat kalian semua..
Untuk kau Pras, Karen, dan Nella..
Dan kau Pras, saham mu pada perusahaan akan menyusul kejatuhannya..😏
Kedan Bawel 🍒: Orang tuanya lebih mementingkan ambisi drpd keinginan anak nya sendiri..
total 2 replies
Kedan Bawel 🍒
Kenapa kau terkejut Karen..?
Bukan kah kau benar² wanita licik & menjijikkan, benar kan..? 🤣🤣
Gak usah merasa jd wanita terzolimi kau sebagai perempuan..
Sebab hanya hati yg kotor, yg hanya melihat mu yg jd korban..
Mereka yg bisa melihat wujud asli mu, pasti tau bahwa kelakuan mu bagai setan..
Memanipulasi, menghasut, bahkan tega playing victim asal terwujud keinginan..
Kau menghalalkan segala cara untuk mencari simpatisan..
Agar terlihat seperti anak baik, padahal akhlaknya bagai siluman.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Kodok brewok dia mahh.. 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ternyata dianiaya Karen dipenjara 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kasihan, tapi AQ syuka🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
masihkah akan tertutup matanya 🤔
Noer: dirinya sendiri gak mau buka mata kak, jadinya sudah ya kan
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
maafmu gak guna 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: jangan, nanti lautnya tercemar 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!