NovelToon NovelToon
Menikah Karena Tekanan Keluarga

Menikah Karena Tekanan Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Asmaul Husna

Anya Clarissa, seorang Arsitek Lanskap yang terbiasa menata keteraturan dari kekacauan tanaman, menemukan hidupnya sendiri berantakan. Ibunya, Mama Clarissa, terjerat hutang miliaran setelah ditipu oleh rekan bisnis butiknya. Di tengah keputusasaan, sebuah tawaran datang dari Keluarga Arkatama, penguasa industri logistik laut yang legendaris.Devan Arkatama, CEO muda yang dingin, angkuh, dan efisien, sedang dalam posisi terhimpit. Sang ayah, Papa Arkatama, mengancam akan mencopot jabatannya dan mengalihkan warisan kepada sepupunya jika Devan tidak segera menikah dan memperbaiki citranya yang dikenal sebagai "Playboy Tak Berperasaan."Pertemuan pertama mereka di sebuah acara peresmian taman kota berakhir dengan bencana. Anya menganggap Devan adalah pria sombong yang tidak menghargai seni, sementara Devan menganggap Anya adalah wanita kelas menengah yang mencoba mencari perhatian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Asmaul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 27 : SANG PENJAGA RAHASIA DAN INSIDEN KOTAK MAKAN

Jakarta pagi ini seolah sedang merajuk. Langit abu-abu menggantung rendah di atas gedung-gedung pencakar langit, dan aroma aspal basah tercium hingga ke beranda mansion Arkatama. Anya Clarissa berdiri di depan cermin besar, merapikan kemeja putihnya yang sederhana. Di tangannya, ia memegang sebuah alamat yang ia temukan di balik dokumen tua semalam: sebuah kantor hukum kecil dan tersembunyi di kawasan Kota Tua.

Alamat itu milik Tuan Baskoro, seorang pengacara tua yang menurut catatan arsip, adalah orang kepercayaan almarhum ayahnya, Pramudya, sekaligus pengacara pribadi keluarga Arkatama sebelum Devan mengambil alih kepemimpinan. Jika ada seseorang yang tahu mengapa nama "Darmawan Arkatama" muncul di arsip ayahnya, orang itu adalah Baskoro.

"Kamu mau ke mana pagi-pagi begini, Sayang?" suara berat Devan terdengar dari arah pintu kamar.

Anya tersentak, hampir saja menjatuhkan tasnya. "Aku... aku ada janji dengan supplier tanaman langka di daerah Jakarta Barat, Devan. Katanya mereka punya bibit Baobab kecil yang cocok untuk proyek baruku."

Devan mendekat, merapikan kerah baju Anya dengan gerakan yang sangat lembut namun penuh selidik. "Jakarta Barat? Kenapa tidak pakai supir? Aku bisa minta ajudanku mengantarmu."

"Tidak perlu, Devan. Aku ingin menyetir sendiri, ingin menikmati waktu sendiri sebelum keruwetan proyek dimulai," jawab Anya sambil memberikan senyum yang dipaksakan.

Devan menyipitkan mata. Ia tahu istrinya sedang berbohong. Aroma parfum Anya hari ini bukan aroma lapangan, melainkan aroma keberanian yang tegang. Namun, Devan memilih untuk diam. Ia akan membiarkan Anya menjalankan misinya, sementara ia akan mengawasi dari bayang-bayang.

Baru saja Anya hendak melangkah keluar, Mama Sarah (Nyonya Sarah Arkatama) muncul dari arah dapur dengan membawa sebuah tas jinjing berukuran raksasa yang isinya penuh dengan kotak makan plastik berbagai ukuran.

"Anya! Berhenti! Kamu tidak boleh pergi dengan perut kosong!" seru Mama Sarah dengan semangat yang meluap-kali.

"Ma, Anya sudah sarapan roti tadi," protes Anya lembut.

"Roti itu bukan makanan, Anya! Itu cuma camilan burung!" Mama Sarah mulai memasukkan kotak-kotak itu ke dalam tas Anya. "Ini ada rendang tanpa kolesterol, ada tumis kacang panjang, dan ini... ini yang paling penting: jus pare campur madu! Bagus buat konsentrasi kalau kamu lagi pusing ngurusin pohon!"

Anya melotot melihat botol berisi cairan hijau pekat itu. "Jus pare, Ma?"

"Iya! Biar pahit di mulut, tapi manis di ingatan! Ayo, bawa!" Mama Sarah bahkan sempat-sempatnya menyelipkan sebuah sendok perak ke saku jaket Anya. "Jaga-jaga kalau kamu tiba-tiba lapar di jalan tol!"

Anya hanya bisa pasrah. Akibatnya, misi rahasianya mencari pengacara tua kini disertai dengan tas jinjing yang baunya seperti dapur rumah makan Padang. Setiap kali Anya melangkah, bunyi kotak makan yang saling beradu terdengar seperti alat musik perkusi yang gagal.

...****************...

Anya memacu mobilnya menuju Kota Tua. Ia memarkir kendaraannya di dekat stasiun tua dan berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit yang berbau sejarah. Di sebuah bangunan kolonial yang catnya sudah mengelupas, ia menemukan papan nama kecil dari kuningan yang sudah berkarat: "Baskoro & Partners - Advokat & Konsultan Hukum".

Di dalam, suasananya sangat sunyi. Rak-rak buku setinggi langit-langit penuh dengan bundel dokumen yang sudah menguning. Di balik meja jati besar, duduk seorang pria berusia sekitar delapan puluh tahun dengan kacamata tebal dan rambut putih yang rapi.

"Anya Clarissa binti Pramudya," suara Tuan Baskoro terdengar parau namun jernih. "Aku sudah menunggumu sejak sepuluh tahun yang lalu."

Anya tertegun. "Anda... mengenal saya?"

Tuan Baskoro tersenyum tipis, mempersilakan Anya duduk. "Aku mengenal ayahmu lebih baik daripada siapapun. Dan aku mengenal mertuamu, Papa Arkatama, lebih dalam daripada yang kamu bayangkan. Kamu datang untuk menanyakan tentang Darmawan, bukan?"

Anya mengangguk pelan, meletakkan tas jinjing berisi rendang itu di lantai. "Siapa Darmawan Arkatama, Tuan? Dan apa hubungannya dengan keluarga saya?"

Tuan Baskoro menarik napas panjang, seolah sedang mengambil beban dari masa lalu yang sangat berat. "Darmawan Arkatama adalah kakak kandung dari Papa Arkatama. Dia adalah pewaris utama dinasti ini sebelum semuanya hancur karena sebuah pengkhianatan."

Anya membeku. "Kakak kandung? Berarti Devan punya seorang paman yang tidak pernah ia ketahui?"

"Darmawan jatuh cinta pada seorang wanita yang tidak disetujui oleh keluarga besar Arkatama saat itu. Wanita itu adalah tantemu, adik kandung dari ayahmu, Pramudya. Keluarga Arkatama sangat kolot, mereka menganggap hubungan itu akan merusak kemurnian dinasti bisnis mereka," jelas Tuan Baskoro.

"Terjadi perselisihan besar. Darmawan diusir, namanya dihapus dari silsilah keluarga, dan hartanya disita. Ayahmu, Pramudya, mencoba membela hubungan itu, namun yang ia dapatkan justru kehancuran bisnisnya sendiri karena tekanan keluarga Arkatama yang saat itu dipimpin oleh kakek Devan. Mereka terpaksa bersembunyi. Dan Anya... pernikahanmu dengan Devan bukanlah kebetulan."

Anya merasakan dunianya berputar. "Maksud Anda?"

"Papa Arkatama yang sekarang, ayah mertuamu, adalah orang yang paling merasa bersalah atas apa yang terjadi pada kakaknya. Selama puluhan tahun ia mencari keturunan kakaknya dan keturunan Pramudya. Saat ia tahu keluargamu sedang terpuruk karena hutang, ia menggunakan itu sebagai alasan untuk menyatukan kembali darah yang sempat terputus. Dia ingin menebus dosa masa lalu keluarganya lewat kamu dan Devan."

Tepat saat suasana menjadi sangat emosional, tiba-tiba terdengar suara BEEP! BEEP! BEEP! yang sangat keras dari dalam tas Anya.

Anya tersentak kaget. "A-apa itu?!"

Ternyata, itu adalah alarm dari jam digital yang dipasang Mama Sarah di dalam tas kotak makan sebagai "pengingat waktu makan". Anya dengan panik merogoh tasnya dan secara tidak sengaja menjatuhkan botol jus pare-nya. Botol itu menggelinding tepat ke bawah kaki Tuan Baskoro.

"Maaf, Tuan! Maaf sekali! Ini... ini ramuan dari mertua saya," ucap Anya dengan wajah merah padam karena malu.

Tuan Baskoro mengambil botol itu, melihat isinya, lalu tertawa kecil. "Sarah Arkatama... dia memang tidak pernah berubah. Selalu protektif dan penuh kejutan. Jus pare, ya? Aku dulu sering dipaksa minum ini saat masih menjadi pengacara muda mereka."

Anya merasa meskipun rahasia ini berat, ia berada di antara orang-orang yang—dengan cara yang aneh—sangat menyayanginya.

Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Saat Anya hendak pamit, ponselnya bergetar hebat. Sebuah pesan video masuk dari nomor tidak dikenal.

Dalam video itu, terlihat Valerie sedang berdiri di sebuah ruang arsip rumah sakit. Ia memegang sebuah dokumen hasil tes DNA yang tampaknya telah ia palsukan atau ia curi.

"Hai Anya sayang... sudah puas bermain detektif dengan pengacara tua itu? Kamu tahu tidak, apa yang terjadi jika publik tahu bahwa kamu sebenarnya adalah keponakan kandung dari Papa Arkatama yang 'hilang'? Di mata hukum, pernikahanmu dengan Devan bisa dianggap ilegal karena hubungan darah yang terlalu dekat jika aku bisa membuktikan satu hal kecil lagi. Bayangkan skandalnya! Arkatama Shipping akan hancur, dan Devan akan dicap sebagai pria yang menikahi saudaranya sendiri!"

Anya lemas. Ia menatap Tuan Baskoro dengan tatapan ngeri. "Tuan... apakah saya dan Devan... bersaudara?"

Tuan Baskoro menggeleng tegas. "Tidak secara biologis yang melarang pernikahan, Anya. Ayahmu Pramudya dan Darmawan adalah mitra bisnis dan ipar karena pernikahan Darmawan dengan adik ayahmu. Kamu adalah keturunan Pramudya, tidak ada setetes pun darah Arkatama di nadimu. Tapi Valerie... dia akan memelintir fakta ini. Dia akan mengatakan bahwa kamu adalah anak haram Darmawan dengan ibumu, Clarissa, agar pernikahanmu dengan Devan dianggap inses di mata publik!"

Anya mengepalkan tangannya. "Dia benar-benar iblis."

Anya keluar dari kantor Tuan Baskoro dengan tekad baru. Ia tidak akan membiarkan Valerie merusak segalanya. Sebagai arsitek lanskap, ia tahu bagaimana cara memperkuat fondasi sebuah bangunan yang sedang diguncang gempa. Ia segera menelepon tim risetnya di studio.

"Laras, aku butuh kamu mencari data tentang pernikahan Darmawan Arkatama di tahun 1995. Cari di catatan sipil daerah terpencil di Jawa Tengah. Kita harus punya bukti otentik sebelum Valerie merilis fitnahnya!" perintah Anya. Pekerjaannya yang biasa mengurus birokrasi perizinan lahan kini ia gunakan untuk melacak jejak sipil yang hilang.

...****************...

Sementara itu, di kantor pusat, Devan sedang duduk di ruang monitor logistik. Ia mengawasi pergerakan kapal Arkatama Glory yang sedang melintasi Terusan Suez. Namun, konsentrasinya terpecah saat ajudannya masuk membisikkan bahwa Anya baru saja keluar dari kantor Tuan Baskoro.

Devan berdiri, mengambil jasnya. "Siapkan mobil. Kita ke kantor Tuan Baskoro. Dan hubungi tim IT, aku ingin semua akses internet Valerie di hotelnya diputus total sore ini. Kita akan melakukan pembersihan total."

Malam itu, saat Devan dan Anya bertemu kembali di rumah, mereka tidak bicara. Mereka hanya saling peluk di tengah ruang tamu yang gelap. Ada beban rahasia besar di antara mereka, namun ada cinta yang lebih besar yang sedang berusaha melindungi satu sama lain.

"Apapun yang terjadi, Anya... jangan pernah lepaskan tanganku," bisik Devan di tengah aroma rendang yang masih tersisa dari tas Anya.

Anya tersenyum dalam tangisnya. "Aku tidak akan melepasnya, Devan. Bahkan jika seluruh dunia menyebut kita salah."

Di sudut ruang, Mama Sarah mengintip dengan wajah cemas sambil memegang sapu lidinya. "Aduh... sepertinya jus parenya kurang banyak. Besok Mama bikin satu ember!"

1
Emily
ada ada aja orang jahat
Emily
😂😂😂jus pare satu ember ...ada aja mama sarah
Emily
Valerie otak kriminal
Emily
memang kampret si valerie
Emily
Valerie Mak lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!