NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

***

Tania tersenyum senang begitu melihat seorang perempuan yang sudah sangat ia rindukan sedang duduk di salah satu kursi meja cafe, dan juga sedang melihat kearah nya.

Wanita itu juga melambai tangan nya.

"Tania, ya ampun....Aku rindu banget sama kamu." Wanita itu langsung menghambur memeluk sahabat nya yang sudah sangat ia rindukan.

Tania menyambut dengan hangat." Aku juga sangat rindu Na, rindu banget...." Setelah puas memeluk dan saling melepas rindu, barulah mereka menarik kursi dan duduk bersama.

"Kamu udah banyak berubah kayak nya ya! Makin cantik aja." Puji Ratna setelah memperhatikan penampilan Tania sekarang.

"Kamu juga sudah banyak berubah Ratna....Bahkan kelihatan nya kamu udah sedikit berisi ya. Apa jangan-jangan kamu lagi hamil?" Tebak Tania menerka.

Ratna mengangguk sembari tersenyum," Alhamdulillah Tan....Kamu benar sekali, aku memang lagi hamil, bahkan usia kandungan ku sudah menginjak 3 Minggu..." Jelas nya, raut wajah wanita itu terlihat begitu bahagia saat menjelaskan sama sahabat nya itu.

"Alhamdulillah Na, aku ikut senang dengar nya! Kamu beruntung ya, baru aja nikah udah langsung bisa hamil. Hebat kamu!" Puji Tania ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya.

Ratna tersenyum malu mendengar nya." Kamu bisa aja Tan....Aku doain semoga kamu juga secepatnya nyusul, enak Lo kalo lagi hamil, suami perhatian terus sama kita....Apalagi mertua, pokok nya di manjain banget sih...." Ujar Ratna dengan binar mata bahagia.

Tania tersenyum tipis mendengar nya.

Dia teringat akan nasib nya yang sama sekali tidak pernah di terima oleh keluarga suaminya.

Beruntung sekali sahabat nya itu.

"Kamu beruntung Ratna, keluarga suami kamu baik, bisa memperlakukan kamu layak nya menantu," Ucap Tania, Ratna merasa sedikit heran mendengar ucapan Sabahat nya itu.

"Tan, kamu baik-baik aja kan? Maksud aku keluarga suami kamu___

Tania tertawa kecil sembari menepuk lembut bahu Ratna." Aku baik-baik aja kok, keluarga suami aku juga baik semua....Jangan berpikir yang macam-macam," Ucap Tania mencoba menutupi, bukan apa, hanya saja ia tidak ingin mengumbar masalah pribadi nya. Walau pun Ratna Sahabat nya, tapi tetap saja itu privasi dan menyangkut masalah rumah tangga nya yang harus ia tutup rapat-rapat.

Ratna merasa seperti ada yang tania tutup-tutupi darinya, ia tau betul bagaimana sifat sahabat nya itu yang terlalu menutup diri pada siapapun.

"Tan, kalau ada apa-apa kamu cerita ya! Aku siap kok dengar nya, jangan sungkan. Kita tu sahabatan nya udah lama banget, jadi aku tau betul bagaimana kamu." Ucap Ratna, berharap Tania mau terbuka dengan nya.

Tania menoleh, dan tersenyum. Wajah nya benar-benar terlihat begitu tenang.

"Kamu pikir apa sih Ratna? Udah ah...Oh ya, gimana sama perkembangan penjualan rumah nenek? Apa udah ada yang mau beli?" Tanya Tania mengalihkan pembicaraan.

Tania memang sempat menyuruh Ratna untuk membantu nya menjual rumah peninggalan neneknya dulu.

Walau sebenarnya berat, karena itu satu-satunya harta peninggalan keluarga nya. Namun, Tania terpaksa.

Niatnya ia ingin menggunakan uang tersebut untuk membangun sebuah usaha, dia tidak ingin selalu bergantung sama suaminya. Apalagi sama mertuanya.

"Sebenarnya, sudah ada yang mau beli sih.... Tapi ____

Ratna menggantung ucapan nya.

Tania harap-harap cemas mendengar sahabat nya yang seperti terlihat ragu saat menyampaikan ucapan nya.

Itulah satu-satunya harapan agar ia bisa bangkit dan bisa berdiri dikaki nya sendiri.

"Tapi kenapa Ratna?" Tania seakan tidak sabar menunggu lagi.

"Tapi nggak jadi di beli___

"Huff.....Sudah kuduga, memang tidak ada harapan. Apalagi rumah nenek jauh dari pemukiman, siapa yang mau beli." Ujar Tania terlihat lesu.

"Siapa bilang, orang rumah nya udah laku kok."

Wajah Tania seketika berbinar, dan buru-buru menatap sahabatnya .

"Maksud kamu? Bukan nya tadi kamu bilang kalau pembeli nya nggak jadi beli? Kok sekarang udah laku? Maksud nya gimana sih? Jangan buat aku semakin bingung Ratna." Gerutu Tania yang mengira Ratna sedang bercanda.

"Beneran Tania sayang, maksud aku, orang itu memang nggak jadi beli tanah rumah nenek kamu, karena tanah nya mau aku dan suamiku yang beli." Ucap Ratna, membuat Tania sedikit kaget.

"Apa? Kamu dan suami kamu? Kamu serius Ratna? Jangan bercanda ah."

"Ya ampun Tania, aku serius. Sebenar nya suami aku punya niat mau jadiin tanah itu untuk di jadikan kebun, nanti rencana nya aku suruh bude aku yang kelola biar nanti hasilnya bisa dibagi dua. Kan lumayan hasilnya. Tapi, nggak papa kan kalau rumah nya kami robohkan." Tanya Ratna merasa tidak enak, apalagi banyak kenangan masa kecil Tania di rumah itu.

"Sebenarnya berat sih Lepasin nya. Tapi, ya mau gimana lagi, itu kan sudah hak kalian sebagai pemilik baru tanah itu. Ya itu sudah terserah kalian sih....Nggak ada sangkut pautnya lagi sama aku Ratna. Lagian aku senang dan bersyukur karena kamu yang akan jadi milik tanah rumah nenek aku, aku percaya kamu bisa menjaga dan merawat nya dengan baik." Jawab Tania lugas, ia ikhlas melepas semua kenangan masa lalu nya. Demi masa depan nya. Ia berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan hasil uang menjual rumah nenek nya.

"Syukur lah, aku lega dengar nya. Aku janji sama kamu, aku dan suami aku akan merawat nya dengan baik. Apalagi rumah nenek kamu berada dekat dengan kebun jagung milik warga, jadi pasti cocok kalau nanti aku juga bikin kebun yang sama, pokok nya biar menghasilkan lah." Ucap Ratna penuh perencanaan.

"Oh ya, masalah uang nya. Aku dan suami aku udah siapkan semuanya. Mau aku TF atau langsung tunai?" Tanya Ratna, Tania seperti sedang berfikir. Dia sedang menimbang-nimbang gimana baiknya.

"Boleh nggak kalau uang nya kamu yang pegang aja dulu, aku harus urus beberapa hal dulu soalnya." Ucap Tania, rencana nya ia mau mengurus buku rekening pribadi nya dulu. Nggak mungkin dia simpan uang nya sama suaminya. yang ada semua uang nya bakalan dirampas sama mertuanya lagi. Apalagi kalau ia bawa pulang uang tunai.

Bakal dirampok dia sama mereka semua.

"Oke, nggak papa....Nanti, kalau kamu udah benar-benar butuh langsung kabarin aku ya! Kamu tenang aja, uang nya aman sama aku."

Tania mengangguk, dia bersyukur masih mempunyai seorang Sahabat seperti Ratna yang benar-benar tulus terhadap dia.

"Makasih ya Na. Kamu udah baik banget sama aku!" Ujar Tania menggenggam tangan sahabatnya.

"Kayak sama siapa aja sih kamu ini, kita itu udah sahabatan lama banget Tan.... Meskipun sempat terpisah lama, tapi yang namanya sahabat sejati tetap tidak akan pernah bisa saling melupakan....Percaya deh sama aku." Ucap Ratna, kembali membuat Tania merasa lega dan tenang.

Rencana nya setelah ini dia langsung mau mengurus semua yang akan diperlukan nanti.

Dia tidak mau nyia-nyiakan lagi kesempatan yang sudah ada ini.

"Loh, itukan Mas Raka..." Tania tidak sengaja menoleh dan melihat suami nya yang juga seperti sedang mengobrol dengan seseorang dan setelah itu terlihat mereka seperti hendak pergi.

"Ratna, kayak nya aku harus pergi sekarang. Nanti sampai rumah aku kabarin kamu lagi." Tania buru-buru meraih tas nya dan bergegas keluar dari tempat itu

"Kamu kenapa? Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Ratna ikut berdiri. Namun, tania sudah keburu pergi tanpa menoleh lagi.

"Ada apa sih sebenarnya?" Gumam Ratna merasa bingung sekaligus mengkhawatirkan sahabatnya.

****

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!