NovelToon NovelToon
Sang Antagonis Cantik

Sang Antagonis Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Ketos
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sunflower_Rose

Kata orang, dia manipulatif. Jahat. Perusak.
Katanya, dia menghancurkan cinta dan kepercayaan dari dua lelaki yang tulus padanya.
Dia dituduh memecah tiga bersaudara.
Dibilang merusak hubungan orang lain tanpa rasa bersalah.

Tapi hanya dia yang tahu bagaimana rasanya menjadi Bianca.
Tak seorang pun benar-benar paham bagaimana luka, keadaan, dan dunia yang kejam perlahan membentuknya menjadi seorang antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunflower_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Gwen membanting pintu kamarnya dengan keras hingga terdengar bunyi dentuman yang bergema memenuhi koridor lantai dua. Ia melempar jaket kulitnya ke sembarang sudut ruangan lalu langsung menghempaskan seluruh berat tubuhnya ke atas kasur dengan perasaan yang benar-benar berantakan. Napasnya masih terasa berat dan tidak beraturan, sisa-sisa amarah akibat pertengkaran dengan Kiyo tadi masih terasa mendidih di dalam dadanya.

'Sialan! Kiyo bener-bener mau main api. Dia pikir gue nggak tau apa? Dia pasti lagi cari celah buat deketin Bianca pas cewek itu lagi lemah-lemahnya,' batin Gwen dengan rasa geram yang meluap.

Ia menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan yang kosong dan hampa. Bayangan wajah Bianca yang tampak ketakutan serta genggaman tangan Kiyo yang begitu melindungi terus berputar berulang kali di dalam kepalanya seperti rekaman yang rusak. Gwen merasa posisinya kini sedang terancam oleh adiknya sendiri. Baginya, Bianca adalah satu-satunya hal yang terasa menarik dan berbeda di sekolah yang membosankan itu, dan sekarang orang yang menjadi saudara kandungnya itu mencoba merampas apa yang ia anggap sebagai "milik" atau hiburan barunya.

"Liat aja lo, Kiyo. Gue nggak bakal biarin lo menang segampang itu," desis Gwen pelan di dalam keheningan kamar sebelum akhirnya ia memejamkan matanya dengan paksa, meski jauh di dalam hatinya perasaan tenang itu sama sekali belum ia rasakan.

Sementara itu di kamar pribadi Kiyo, suasana perlahan-lahan berubah menjadi sangat sepi dan hening. Setelah memastikan Bianca benar-benar terlelap nyenyak karena pengaruh obat penenang yang diberikan dokter tadi, Kiyo menghela napas panjang dan terasa berat. Ia sempat berdiri cukup lama di sisi tempat tidur, menatap lekat wajah Bianca yang tampak damai dalam tidurnya di bawah cahaya lampu tidur yang remang-remang.

'Tidur yang nyenyak, Bi. Di sini lo aman,' gumam Kiyo dalam hatinya penuh rasa perlindungan.

Kiyo kemudian beranjak meninggalkan kamarnya dengan langkah yang sangat pelan dan hati-hati agar tidak menimbulkan suara sedikit pun. Ia menuruni tangga menuju ruang keluarga yang ada di lantai bawah. Ternyata suasana di sana belum sepenuhnya gelap atau sepi. Eleanor, ibunya, masih duduk santai bersandar di sofa panjang sambil menonton drama televisi favoritnya. Suara percakapan lembut dari acara itu mengisi keheningan malam yang sunyi itu.

Kiyo berjalan mendekat ke arah ibunya lalu tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun ia merebahkan tubuhnya di samping wanita itu dan menyandarkan kepalanya persis di pangkuan Eleanor. Sebuah tindakan yang terasa sangat asing dan tidak biasa bagi sosok Kiyo Anderson yang selama ini dikenal kaku dan tertutup oleh banyak orang.

Eleanor sempat tersentak sedikit karena kaget, namun sesaat kemudian senyum lembut dan hangat pun terukir jelas di wajahnya. Ia meletakkan benda kendali televisi di sampingnya lalu mulai mengusap-usap rambut hitam putranya itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan seorang ibu.

"Tumben banget anak Mama yang paling ganteng ini mau manja-manja gini? Terakhir kali kamu tidur di pangkuan Mama itu pas kamu umur sepuluh tahun, loh," goda Eleanor lembut dengan suara yang terdengar manis.

Kiyo hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa berniat menjawab. Ia memejamkan kedua matanya rapat-rapat sambil menikmati sentuhan hangat tangan ibunya yang selalu saja berhasil membuat perasaannya menjadi tenang dan damai.

"Kenapa, hm? Ada masalah sama Papa? Atau gara-gara Gwen tadi?" tanya Eleanor lagi dengan nada bicara yang penuh perhatian.

"Enggak, Ma. Cuma lagi pengen begini aja," jawab Kiyo singkat. Suaranya terdengar sedikit lelah dan berat.

Eleanor terkekeh pelan mendengar jawaban itu. Ia sudah cukup paham dengan watak anaknya dan tahu betul bahwa Kiyo sedang menyembunyikan sesuatu. "Mama denger dari Joy sama Gwen, katanya kamu itu kayak bongkahan es kalau sama cewek. Susah banget didekati atau disentuh perasaannya. Tapi tadi... kamu berani debat sama Papa cuma demi temen cewek kamu itu. Siapa tadi namanya? Bianca?"

Kiyo terdiam diam cukup lama mendengar nama itu disebut. Ada rasa dan sensasi aneh yang kembali terasa menggelitik di dalam dadanya. "Iya, Ma. Bianca."

"Dia spesial ya buat kamu?" tanya Eleanor dengan nada yang seolah ingin menyelidiki namun tetap terdengar lembut dan tidak menekan.

Kiyo membuka matanya perlahan lalu menatap layar televisi yang masih menyala di depannya, meski pandangannya sama sekali tidak tertuju pada apa yang sedang ditayangkan. "Aku nggak tau, Ma. Tapi... setiap aku deket sama dia, jantung aku tuh deg-degannya nggak karuan. Rasanya aneh banget. Kayak ada sesuatu yang mau meledak di dalem sini." Kiyo menunjuk tepat ke arah dadanya sendiri.

Eleanor tersenyum penuh arti. Ia terus bergerak mengusap rambut Kiyo dengan lembut, membiarkan anak laki-lakinya itu terus berbicara dan mencurahkan segala kegundahan yang ada di hatinya.

"Terus, apa lagi yang kamu rasain?"

Kiyo menghela napas panjang berusaha mencari kata-kata yang paling pas untuk menggambarkan perasaannya. "Aku... aku benci banget liat ada cowok lain yang deket sama dia. Tadi aja, pas tau Jonathan bantuin dia bawa barang di sekolah, rasanya aku mau marah banget. Padahal Jonathan itu temen aku sendiri. Terus pas liat Gwen mulai cari perhatian ke dia... aku rasanya nggak rela banget, Ma. Aku pengen dia cuma liat aku aja."

Kiyo terdiam sejenak dengan wajah yang tampak bingung dan frustasi. "Aneh nggak sih, Ma? Aku ngerasa begitu kuat padahal dia bukan siapa-siapa aku. Aku khawatir setengah mati pas liat dia pingsan kehujanan tadi. Rasanya dunia aku mau runtuh kalau sampe dia kenapa-napa."

Eleanor tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat menenangkan dan manis di telinga Kiyo. "Aduh, putra Mama beneran udah gede ternyata."

"Maksud Mama?" Kiyo mendongak menatap wajah ibunya dengan tatapan yang penuh kebingungan.

"Kiyo, dengerin Mama. Perasaan deg-degan itu, rasa ingin memiliki itu, rasa takut kehilangan itu... itu namanya kamu lagi jatuh cinta, Sayang," ucap Eleanor sembari mencubit pelan ujung hidung putranya itu dengan kasih.

Kiyo tampak tertegun dan diam memproses ucapan ibunya. "Jatuh cinta? Sama Bianca? Masa sih, Ma? Aku beneran nggak yakin itu cinta atau cuma rasa kasihan karena dia sering di-bully sama Rebecca dan gengnya."

"Kasihan itu nggak bakal bikin kamu jantungnya berpacu secepat itu, Kiyo. Kasihan juga nggak bakal bikin kamu berani lawan Papa yang galaknya kayak gitu. Itu murni perasaan dari hati kamu," jelas Eleanor dengan nada yang meyakinkan. "Kamu jatuh cinta sama dia, Kiyo. Dan nggak ada yang salah dengan itu."

Kiyo kembali membaringkan kepalanya di pangkuan ibunya lalu mencoba meresapi dan memahami setiap kata yang baru saja didengarnya. Ia membayangkan senyum Bianca, suara bicaranya yang lembut, serta betapa rapuhnya gadis itu saat berada di dalam pelukannya tadi sore. Perlahan namun pasti, sebuah senyum kecil mulai muncul di sudut bibir Kiyo. Sebuah senyum yang terasa tulus dan hangat, tanpa ada lagi kesan dingin atau tertutup sedikit pun.

"Mama bener," gumam Kiyo pelan seolah berbicara pada dirinya sendiri. "Kayaknya aku emang beneran jatuh cinta sama Bianca. Dia beda dari cewek-cewek lain yang pernah aku temuin."

"Nah, kalau udah tau gitu, ya dijaga baik-baik temennya. Jangan malah bikin dia makin takut karena sifat kamu yang suka kaku itu," pesan Eleanor penuh nasihat.

"Pasti, Ma. Kiyo bakal pastiin nggak ada satu orang pun yang bisa nyakitin dia lagi. Siapapun itu," ucap Kiyo dengan nada yang penuh tekad dan janji yang kuat.

Di dalam hatinya, Kiyo merasa beban berat yang sedari tadi menghimpit dadanya perlahan-lahan mulai terangkat hilang. Ia sudah berani mengakui apa isi hatinya, setidaknya kepada dirinya sendiri dan ibunya. Namun ia sama sekali tidak tahu bahwa pengakuan yang diucapkannya malam itu hanyalah awal dari kisah panjang yang rumit dan akan melibatkan seluruh anggota keluarganya.

Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Kiyo bersumpah sepenuh jiwa. Jika Bianca adalah alasan kenapa jantungnya berdetak begitu cepat dan kacau, maka ia akan menjadi pelindung utama dan paling setia bagi gadis itu. Ia sama sekali tidak peduli jika harus berhadapan dengan Gwen, Maxwell, atau bahkan seluruh dunia sekalipun demi menjaga Bianca.

'Bianca... sekarang lo udah masuk ke hidup gue. Dan gue nggak bakal pernah biarin lo pergi, gimanapun caranya,' batin Kiyo penuh tekad yang membara.

Malam itu, kediaman besar keluarga Anderson menjadi saksi diam atas pengakuan tulus dari seorang pemuda yang hatinya akhirnya luluh oleh kehadiran seorang gadis yang penuh misteri. Sementara di dalam kamar yang tertutup rapat, Bianca masih terlelap dalam tidurnya, sama sekali tidak menyadari bahwa rencana besar yang ia susun kini justru mendapatkan pendorong dan kekuatan baru yang sangat dahsyat yaitu cinta tulus dari musuh terbesarnya sendiri.

Eleanor terus mengusap dan membelai kepala Kiyo sampai putranya itu perlahan-lahan ikut terlelap dalam tidur yang damai di pangkuannya. Sebagai seorang ibu, ia hanya berharap anak-anaknya selalu bahagia dan damai, meski ia belum mengetahui siapa sosok asli gadis bernama Bianca itu sebenarnya dan badai besar apa yang telah dibawa masuk oleh gadis itu ke dalam rumah megah mereka.

Malam semakin larut dan sunyi, hanya menyisakan suara detakan jarum jam dinding serta hembusan napas teratur dari orang-orang yang sedang terlelap di dalam bangunan besar itu. Rahasia, dendam kesumat, dan rasa cinta kini mulai menyatu bercampur menjadi satu, seolah menanti datangnya pagi hari untuk meledak dalam sebuah skenario yang sudah diatur sedemikian rupa oleh takdir.

Dan di balik celah gorden kamarnya, ternyata Joy belum sepenuhnya terlelap dan sempat mengintip keluar saat Kiyo sedang berbicara panjang lebar dengan ibunya. Ia mendengar semuanya dengan sangat jelas sampai ke kalimat terakhir. Hatinya pun terasa semakin berat dan cemas.

'Kak Kiyo beneran jatuh cinta sama dia? Ini buruk... ini bener-bener buruk,' batin Joy dengan rasa cemas yang mulai menggetarkan hatinya.

1
Tab Adrian
nexttt lahhh... aku kasian sma semuanyaaa
Tab Adrian
dag dig duggg antara apa nihhhh🔥🔥
Tab Adrian
biii.. bales dendam itu sakitt lohhh.. 🥺😐
Tab Adrian
kerasaa bgt centill nya si tuan putri Anderson ituu
Tab Adrian
nyesekk.. semuanya nyesekk.. jiejie ini kalok bikin cerita gk pernah gagal.. selalu bisa bikin pembacaannya masuk ke dalam ceritaaa😍😍😍
Tab Adrian
banyak bgt ya, peluang Bianca buat hancurin keluarga itu
Tab Adrian
jdi semuanya nyakittttt😭
Tab Adrian
😍sakit bgt jdi Bianca banyak beban yg dy tanggung.. pdhl dy cuma pengen bebas hidup kyk remaja biasa pada umumnya tanpa memikirkan dendam dendam dn dendam.. tp aku juga pendendam sihh😅
Tab Adrian
hati hati bi..
Tab Adrian
tuan muda Anderson yg malang ututuru~
Tab Adrian
klok kiyo tau kebenarannya akankah dy terus berjuang demi cintanya atau malah milih untuk berperang
paijo londo
kurang ajar si Jo itu membuat trauma dan dendam banget ayo bec ancurin si Jon tor itu
Reva Reva nia wirlyana putri
wihhh udh lanjut
Reva Reva nia wirlyana putri
bagus kaliii
Reva Reva nia wirlyana putri
kasian biancaaa
Reva Reva nia wirlyana putri
joy tukeran tempet tok atau enggak kan cjm yg jadi pemeran joy, joy nya jdi cwo aja biar pasangan nya sama aku🤭
Reva Reva nia wirlyana putri
agak kasihan sama joy
Kalief Handaru
baru kali ini baca mlnya antagonis khusus ngancurin musuh👍👍 damage banget jos jis
Kalief Handaru
mampir thor kyaknya seru nih
Awe Jaya
lanjut jie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!